
Masa kecil memang masa di mana kita hanya merasakan kebahagian tanpa kepahitan hidup, masa itu kini hanyalah tinggal kenangan saat diri telah beranjak dewasa, begitupun juga yang di rasakan oleh Chayra chana cordelia yang sangat merindukan masa kecilnya dulu, selalu hidup bahagia bersama kedua orang tuanya yang terasa begitu hangat dan kini telah menjadi kenangan terindah. karena sejak mama Chayra meninggal dunia hidup Chayra tak secerah pelangi di masa kecilnya dulu, ayah Chayra menikah lagi dengan janda 2 anak, ibu tiri Chayra baik hanya saat ayah Chayra sedang berada di rumah.
__ADS_1
Namun Chayra adalah sosok wanita yang pemberani dia tidak serta merta tertindas oleh ibu tiri maupun saudara tirinya, Chayra selalu punya cara untuk membuat kesal ibu tiri dan saudara - saudara tirinya itu, Chayra tumbuh menjadi wanita yang cerdas, tegas dan bijaksana, sifatnya memang tidak selembut Cinderella juga tidak sepolos gadis di cerita bawang merah, bawang putih. ia selalu menentang ibu tirinya dan selalu berhasil membuat ibu tirinya tidak bisa berbuat apa - apa lagi untuk menindasnya.
Bayangan masa kecil selalu terlintas di benak Chayra saat dirinya mengingat sosok mama yang selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Ma.. Chayra rindu mama, Chayra kangen kasih sayang mama, semoga mama tenang di alam sana yaa.. tidak ada yang bisa menggantikan sosok mama di hati Chayra, Chayra juga tidak bisa menyalahkan ayah yang menikah lagi dan melupakan mama, maafin Chayra ya ma, Chayra tidak bisa mencegah ayah menikah lagi. Chayra sayang mama, huhuhuhu..." tangis Chayra sembari memeluk boneka hadiah dari mamanya sewaktu mama Chayra masih hidup
Chaira bukan wanita yang lemah, tapi jika ibu tirinya sudah sangat keterlaluan menyakiti hatinya dia tidak bisa menahan air matanya, karena sekuat dan setegar apapun Chaira, dia juga wanita yang memiliki perasaan, dia hanya berusaha untuk membela diri jika dia memang benar, dia ingin menjadi wanita yang kuat seperti mamanya yang tegar dalam menghadapi masalah seberat apapun itu.
__ADS_1
Chaira menangis tersedu - sedu saat pertengkaran dengan ibu tirinya yang menyinggung mama Chaira, bagi Chaira mamanya adalah sosok yang paling baik dan tidak pantas untuk mereka rendahkan, jika menyinggung mamanya Chaira tidak bisa menahan kesedihannya.
Namun apalah daya Chaira, ibarat nasi sudah menjadi bubur, dia harus hadapi semua masalah di keluarganya, karena Chaira juga telah menyetujui pernikahan ayah dengan ibu tirinya, Chayra sangat menyayangi ayahnya, maka dari itu Chayra tidak ingin membuat ayahnya kecewa maupun sedih, hidupnya yang penuh luka dan sakit hati ia jalani dengan senyuman di depan ayahnya, baginya ayahnya hanya perlu tau kalau dia bahagia dengan semua keputusan ayahnya untuk menikah lagi, Chayra tidak ingin membuat ayahnya merasakan penyesalan. dia hanya berharap kebahagiaan masa kecil itu bisa ia dapatkan lagi suatu saat nanti.
__ADS_1