Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Saling merasa canggung


__ADS_3


Bel masuk berbunyi, Chayra baru saja sampai di sekolahan, karena bangun kesiangan dia telat ke sekolah.


"Duh, bel masuk bunyi lagi, telat nih gue." gumam Chayra sembari lari menuju gerbang sekolah yang sudah tertutup.


"Yahh.. di tutup lagi gerbangnya, gimana dong." ucap Chayra kesal


"Kamu telat juga?" sapa Athar yang berdiri di samping Chayra.


Athar juga berangkat terlambat itu sih gara - gara dia tidurnya kemaleman. mikirin Chayra terus sih, bangun kesiangan deh..


"Athar, lo kok telat juga berangkatnya?" tanya Chayra


"Iya aku bangun kesiangan.." jawab Athar


"Sama dong." ucap Chayra cemas takut di hukum sama guru BK


"Udah tenang aja, aku ada ide." ucap Athar dengan senyuman khasnya.


"Senyumnya kenapa bisa semanis itu ya." gumam Chayra dalam hati.


"Eh.. apa ide nya?" ucap Chayra canggung deket Athar. entah kenapa Chayra tiba - tibamerasa canggung deket sama Athar. begitupun juga Athar.


Athar berjongkok di depan Chayra membuat Chayra merasa heran.


"Ngapain lo malah jongkok di depan gue?" Tanya Chayra merasa heran


"Naik aja di pundakku, biar kamu bisa masuk." jawab Athar


"Apa gue naik di pundak lo?" respon Chayra agak kaget


"Iya.. kenapa? kamu ingin masuk kelas sebelum Bu Tasya masuk ke kelas kan?" tanya Athar. Bu Tasya itu guru matematika.


"Iya sih.. tapi gue takut." jawab Chayra


"Takut? kamu kan cewek pemberani, kenapa coba bisa takut naik ke pundakku, udah gak perlu sungkan, naik aja gak papa, jangan khawatir kamu gak akan jatuh kok. hati - hati." ucap Athar dengan lembut.


"Ucapan lo kok tiba - tiba selembut ini sih Thar, duh kenapa jantung gue jadi dag dig dug gini ya." gumam Chayra.


"Chayra." panggil Athar karena Chayra tidak merespon malah bengong.


"Eh iya.. ini gue mau naik, tapi bener lo gak papa?"


"Iya gak papa.."


Chayra mencoba naik ke pundak Athar.


"Berat ya Thar?" tanya Chayra khawatir


"Dikit sih, tapi gak papa.." jawab Athar


"Duh, hati gue.. jantung gue berdebar kencang, apa ini cinta?" gumam Athar.


Pelan - pelan Chayra manjat gerbang dengan bantuan pundak Athar, Chayra pun bisa masuk.


"Lo gimana Thar?" tanya Chayra cemas


"Tenang aja aku bisa manjat." Jawab Athar


Athar ikut memanjat gerbang, mumpung gak ada satpamnya, pak satpam mungkin masih di ruang guru laporan.


"Makasih ya Thar.." ucap Chayra sembari tersenyum manis


"Masya Allah senyumnya.." gumam Athar


"Eh iya Chayra.."


"Ya udah kita buruan ke kelas yuk.."


"Iya.."


Mereka masuk ke kelas, kebetulan sekali Bu Tasya belum memasuki kelas.


"Loh Chayra, kok kamu masuk kelasnya bisa barengan gitu sama Athar?" tanya Elisa penasaran


"Iya gue berangkatnya telat, Athar juga sama." jawab Chayra


"Kok bisa sama gitu ya, kalian kayak sama - sama begadang." ucap Elisa


"Ya kan kita begadanganya juga gak samaan. hehe" ucap Chayra


"Kamu kok bisa masuk ke sini, bukannya gerbang sekolah udah di tutup?" tanya Elisa lagi


"Di bantuin sama Athar, manjat gerbang." jawab Chayra


"Oh.. Athar baik sama kamu.." ucap Elisa


"Kenapa?" tanya Chayra heran


"Ya gak biasanya sih dia gitu, kan dia cowok yang cuek apalagi sama cewek.." jawab Elisa.


"Tapi dia baik kok sama gue, dari awal kenal juga dia baik gak cuek sih." ucap Chayra


"Ya mungkin sama lo aja dia beda, lo lihat aja dia kan sama cewek - cewek lain cuek. banyak tuh yang di tolakin sama dia." ucap Elisa.


"Mungkin perasaan lo aja kali, dia baik kok dan menurut gue dia juga baik ke semua orang. masa iya baik cuma sama gue. gak mungkin lah." ucap Chayra


"Kamu belum tau aja sih.. nanti coba deh kamh perhatiin sikap Athar ke cewek lain, kamu bandingin tuh sama sikap dia ke kamu sama gak gitu." ucap Elisa


"Males ngapain gue kepoin Athar.." ucap Chayra


"Aku kenal Athar itu sejak smp, dia dari dulu ya cuek gitu.." ucap Elisa


"Iya iyaa yang udah kenal Athar lama." ucap Chayra


"Ya perlakuan dia ke kamu terlihat beda Chayra, pasti Bisma juga heran sama Athar." ucap Elisa


"Sok tau lo, buktinya Bisma biasa - biasa aja tuh." ucap Chayra


"Biasa gimana, kemaren kan Bisma sempat kesal sama Athar ya mungkin karena dia heran sama sikap Athar." ucap Elisa.


"Masa iya sih, Athar perlakukan aku beda, tapi tujuan dia deketin aku apa ya?" pikir Chayra


"Udah ah mungkin perasaan Elisa aja, Athar kan orang yang baik." gumam Chayra dalam hati.


Bu Tasya memasuki kelas.


Chayra merasa lega karena tidak ketahuan guru kalau dia berangkat sekolah terlambat. tadi dia naik taksi karena saudara - saudara tirinya udah pergi sekolah duluan.


Jam pelajaran telah selesei Bu Tyas memberikan muridnya pr. jam istirahat pun tiba.


Di kantin


"Eh Thar lo tadi kok sampai sekolah telat, tumben?" tanya Bisma


"Iya gue bangun kesiangan." jawab Athar


"Ngapain aja lo tadi malem, sampai bangun kesiangan gitu?" tanya Bisma kepo


"Kepo aja sih lo."


"Gue kan cuman nanya Thar, sensi banget sih lo.."


Datang 3 cewek yang selama ini ngejar - ngejar Athar gak ada nyerahnya.


"Hai Athar, ini aku bawain kamu coklat, kamu pasti suka." (Mimi si cewek rambut pirang, kulit putih kayak bule)


"Ini Athar aku bawain kamu salad sayur, kamu harus banyak makan sayur ya biar kuat." (Adista cewek kalem, rambut panjang dan kulit putih)


"Aku juga bawain kamu makanan lo Thar, ini donat kesukaan kamu." (Nindi cewek cantik rambut pendek, imut gemesin kata Bisma)


"Apa sih kalian gue gak suka, mending kasihin ke Bisma nih, atau bisa kalian makan sendiri." jawab Athar cuek


"Iih That sekali - kali gitu kamu terima pemberian dariku, jangan kamu kasih ke Bisma terus, kan Bisma nanti yang gemuk." ucap Mimi


"Udah deh.. gak usah ngejar - ngejar gue lagi, gue tau maksud kalian, sory kalau gue gak tertarik sama kalian ber 3." ucap Athar sembari beranjak keluar dari kantin karena malas meladeni ke 3 cewek yang berusaha menggodanya.


"Eh Thar.. tungguin belum juga pesen makanan lo udah pergi duluan, laper nih.." Teriak Bisma yang ingin mengejar Athar


"Eh mending makanan ini buat gue aja ya, kan Atharnya gak mau." ucap Bisma pada ke 3 cewek yang masih berdiri termangu kesal campur kecewa


"Enak aja. ini buat Athar." jawab mereka kompak


"Pelit banget sih." ucap Bisma

__ADS_1


Sementara Elisa yang melihat sikap Athar membahasnya dengan Chayra.


"Kamu lihat sendiri kan sikap Athar sama ke 3 cewek itu." ucap Elisa


"Cantik loh cewek - cewek itu, kenapa Athar nolak pemberian mereka ya, sepertinya mereka tulus ngasihnya." ucap Chayra agak heran


"Mereka itu yang ngejar - ngejar Athar, masih ada lagi selain mereka, tapi Athar ya gitu selalu aja cuek, bahkan pernah ya dulu ada cewek namanya sonya dia itu suka banget sama Athar, dia jatuh di depan Athar pun Athar gak mau nolongin dia." ucap Elisa menceritakan sikap Athar


"Sonya itu siapa dan yang mana sih?" tanya Chayra


"Sonya udah pindah ke luar negeri, dulu dia juga sekolah di sini, tapi karena bokapnya pindah tugas di luar negeri dia juga ikut pindah." jawab Elisa.


"Oh.. ya mungkin aja Athar gak suka di kejar - kejar." ucap Chayra


"Tapi dia cuek ke semua cewek kecuali kamu Chayra."


"Masa sih?"


"Iyaa.. dia itu gak pernah mau satu kelompok sama cewek, kalaupun dia harus satu kelompok sama anak cewek pasti dia ngerjain semua sendiri gak mau gabung, aku juga heran kenapa tuh cowok cueknya kebangetan tapi anehnya sama kamu kok malah perhatian banget ya." ucap Elisa menjelaskan.


"Gitu ya, iya sih.. tapi ya udahlah itu kan hak dia, udah ah jangan ngomongin Athar melulu." ucap Chayra


Athar males makan, dia berdiam diri di kelas, sedangkan Bisma balik ke kantin, gak jadi ngejar Athar sampai kelas karena merasa perutnya lapar.


Chayra memberikan cemilan yang dia beli tadi pada Athar, karena Chayra tau Athar tadi di kantin gak jadi pesan makanan.


"Athar ini buat kamu." tegur Chayra sembari menyodorkan sebungkus roti coklat


"Makasih ya Ra." ucap Athar sembari menerima roti coklat dari tangan Chayra


"Di makan ya, aku tau pasti lo laper.." ucap Chayra


"Tadi lo merhatiin gue ya?" tanya Athar


"GR lo, ya gue tadi lihat lo belum pesan makanan tiba - tiba langsung pergi gitu aja." ucap Chayra sembari beranjak ingin ke bangkunya.


"Chayra.." panggil Athar


"Iya." jawab Chayra menghentikan langkahnya sembari menoleh ke Athar


"Makasih ya.." ucap Athar sembari tersenyum khasnya.


"Iya sama - sama." ucap Chayra sembari melangkah ke bangkunya.


"kamu kasih roti kamu ke Athar Ra?" tanya Elisa.


"Iya. kasihan dia pasti laper." jawab Chayra


"Di terima kan?" tanya Elisa.


"Iya di terima, lihat aja itu di makan sama Athar." jawab Chayra


"Tuh kan. apa aku bilang, coba aja kalau cewek lain yang ngasih, buat ngetes coba aku kasih coklat ini ke dia ya, untung aja aku tadi beli coklat." ucap Elisa


"Terserah lo deh, gue kasih dia apapun gak pernah dia tolak." ucap Chayra


"Ya udah bentar ya." ucap Elisa sembari melangkah ke bangkunya Athar


Athar sedang menikmati roti coklat pemberian Chayra.


"Athar kamu laper kan, ini aku ada coklat?" tegur Elisa sembari menyodorkan coklat ke arah Athar


"Aku udah gak laper kok, kamu makan sendiri aja, ini aku udah ada roti, lumayan kenyang, makasih ya." ucap Athar menolak coklat pemberian dari Elisa.


Athar menolaknya dengan baik, karena dia kenal Elisa dari SMP dan Elisa juga baik sama Athar, Elisa juga tidak mengejar - ngejar Athar seperti cewek lain, meski Elisa dulu waktu SMP sempat kagum sama Athar.


"Kamu tolak pemberian dari aku, kalau kamu sekarang udah kenyang kan bisa buat nanti pulang sekolah." ucap Elisa


"Sorry ya Lis, aku bisa terima ini." ucap Athar yang gak mau di paksa


"Athar kan gak mau, gak usah di paksa Lis, mending buat gue aja sini." sahut Bisma merebut coklat dari tangan Elisa


"Bisma, itu kan buat Athar, kamu kan udah makan di kantin." ucap Elisa kesal dengan sikap Bisma yang tiba - tiba merebut coklat dari tangannya.


"Kan Athar gak mau, ya udah buat gue aja." ucap Bisma sekenanya


"Ya udah deh.." ucap Elisa kesal sembari beranjak kembali ke bangkunya


"Gimana?" tanya Chayra


"Gak di terima ya?" tanya Chayra


"Enggak, malah Bisma tuh yang rebut coklatnya, padahal kan itu aku kasih buat Athar." jawab Elisa


"Ya udah jangan cemberut, tapi bener juga sih apa yang lo katakan tadi, Athar nolak pemberian dari semua cewek, kecuali gue, dari lo aja dia tolak juga, padahal dia teman SMP lo kan, kalian kan udah kenal lama, sedangkan Athar baru kenal gue, aneh juga sih bener, tapi kenapa gitu ya dia?" ucap Chayra yang mulai heran dengan sikap Athar


"Baru nyadar.. apa aku bilang kamu sih gak percayaan, mungkin aja dia suka sama kamu." ucap Elisa


"Nggak mungkin." ucap Chayra


"Ya mungkin aja." ucap Elisa


"Tapi kan baru kenal, gak mungkin kan langsung suka." ucap Chayra yang merasa tidak mungkin dirinya akan jatuh cinta sama Athar.


"Kalau ternyata bener Athar suka sama kamu gimana?" tanya Elisa


"Ya gak gimana - gimana, gue juga belum mau pacaran kok, gue kan gak suka sama Athar." jawab Chayra


"Bener kamu gak suka sama Athar?" tanya Elisa


"Kok lo malah nanya gitu sih, gue kan baru kenal Athar, gue juga gak gampang suka kok sama cowok, gue belum pernah jatuh cinta." jawab Chayra


"Jangan ngomong gitu, nanti kamu jatuh cinta beneran loh sama Athar." ledek Elisa


"Nggak akan." ucap Chayra


Pulang sekolah


"Chayra pulang bareng aku yuk." tegur Athar melihat Chayra sendirian di dekat parkiran


"Athar ngajakin gue pulang bareng, gimana ya, nanti kalau ibu suri tau bisa gawat, ngadu lagi ke Ayah" pikir Chayra


"Gak usah That, gue naik taksi aja." jawab Chayra


"Kan kita searah, tetanggan lagi, apa salah aku memberikan kamu tumpangan?" ajak Athar lagi


"Nih cowok gak bisa apa cuek dikit gitu sama gue, kan gue jadi gak enak sama Elisa, terutama gak enak sama cewek - cewek yang ngejar - ngejar Athar, nanti di sangkanya gue lagi yang coba deketin Athar, padahal kan gak gitu." gumam Chayra dalam hati.


"Gimana Ra, kamu mau kan pulang bareng sama aku?" tanya Athar.


"Ra.." panggil Athar melihat Chayra malah bengong.


"Eh iya." jawab Chayra


"Kok malah bengong sih Ra, kamu kenapa?" tanya Athar heran


"Eh enggak, gak papa kok."


"Kok tiba - tiba canggung gini ya, niat gue kan cuma mau barengan dia aja, gak tega kan gue lihat Chayra pulang naik taksi, apa gue salah ya nawarin dia pulang bareng?" gumam Athar dalam hati.


"Lo pulang duluan aja That, gue gak papa kok naik taksi." jawab Chayra


"Tapi aku yang nggak tega, biarin kamu pulang sendirian naik taksi, kamu kan biasanya pulang bareng Lelian sama Lilian, kenapa mereka malah pulang duluan, tumben, kalian ada masalah?" tanya Athar khawatir


"Enggak kok. kan tadi aku bangun kesiangan, beragkatnya kan tadi gak bareng, mereka berangkat duluan, pulang juga duluan." jawab Chayra


"Oh gitu.."


"Iya Athar."


"Chayra, aku mohon kamu mau ya pulang bareng aku, aku gak tega sama kamu, masa kamu sendirian naik taksi sih." ucap Athar


"Tadi berangkat sekolah juga gue naik taksi, aman ya kalau gue naik angkot lo wajar khawatir." ucap Chayra


"Apa aku salah khawatir sama kamu, apa kamu anggap rasa khawatirku ke kamu ini gak wajar?" tanya Athar


"Ya gak gitu Thar." jawab Chayra


"Kenapa Ra, kenapa kamu nolak?" tanya Athar


"Ya gue gak mau aja nyokap tiri gue lihat gue pulang bareng lo." jawab Chayra jujur karena takut Athar salah faham


"Oh gitu.."


"Iya."

__ADS_1


"Aku turunin kamu gak pas di depan rumah kamu, dengan begitu mereka gak akan tau kok kalau kita pulang sekolahnya bareng." ucap Athar


"Lo tuh sukanya maksa ya Thar." gerutu Chayra yang merasa gak mau di paksa


"Kamu sih nolak melulu, niatku kan baik, ngajakin pulang bareng." ucap Athar


"Ya sih makasih Thar, tapi lo gak perlu baik kayak gini sama gue." ucap Chayra yang membuat Athar kesal.


"Aku baik sama kamu salah?" tanya Athar dengan nada kesal.


"Ya mungkin itu salah di mata cewek - cewek lain." ucap Chayra


"Kamu itu kenapa sih Ra, apa aku harus cuek sama kamu? oke aku cuek sama kamu." ucap Athar kesal sembari beranjak menuju motornya terparkir


"Athar.. gak gitu kamu kok jadi marah sih." teriak Chayra


Athar diam aja mengambil motor lalu beranjak pergi, karena dia tidak ingin debat dengan Chayra, hatinya terasa nyeri niat baiknya di tolak oleh Chayra, Athar merasa gak terima ajakan pulang bareng di tolak sama cewek yang dia suka.


Chayra merasa bersalah sama Athar dan berniat untuk meminta maaf. Chayra pulang naik taksi sesampai di rumah dia langsung ke rumah Athar untuk meminta maaf.


Sesampai di depan rumah Athar, Chayra langsung masuk karena gerbang rumah Athar terbuka, Chayra memencet bel rumah Athar. tak lupa juga mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum..." ucap Chayra


"Iya wa'alaikumsalam.." jawab Bi' Misna art di rumah Athar


"Cari siapa ya?" tanya Bi' Misna


"Athar nya ada Bi'? jawab Chayra


"Oh den Athar, ada, sebentar ya saya panggilkan dulu." ucap Bi' Misna


"Iya Bi' makasih ya." ucap Chayra


"Silahkan masuk aja, saya panggilin dulu den Atharnya, baru pulang sekolah tadi, mungkin masih ganti baju." ucap Bi' Misna mempersilahkan Chayra masuk ke dalam rumah


"Saya tunggu di depan aja Bi'." ucap Chayra


"Oh ya sudah, tunggu sebentar ya." ucap Bi' Misna sembari beranjak memanggil Athar.


Di depan kamar Athar


"Den Athar, ada yang nyariin tuh den, dia nunggu di depan." sahut Bi' Misna sembari mengetuk pintu kamarnya Athar


"Siapa Bi'?" tanya Athar


"Gak tau Den, Bibi lupa tanya namanya." jawab Bi' Misna


"Siapa ya yang kesini, gak mungkin Bisma, kalau Bisma kan biasanya langsung masuk, Bi Misna juga gak kenal sama orang yang kesini, siapa ya?" gumam Athar lirih.


"Ya udah sebentar lagi saya keluar Bi', terima kasih ya infonya." ucap Athar


"Iya sama - sama Den." ucap Bi' Misna sembari beranjak ke dapur membuatkan minuman untuk Chayra.


Athar keluar dari kamarnya. dia langsung menuju teras. menemui seseorang yang sedang mencarinya.


"Chayra." tegur Athar


"Iya Thar, ini gue, gue kesini mau minta maaf soal tadi, gue gak bermaksud buat lo marah kok, maafin gue ya." ucap Chayra


"Aku gak marah kok Ra, jujur aku gak bisa marah sama kamu, aku gak mau aja kita debat tadi, aku lebih memilih diam dan menghindar, kamu juga gak mau di paksa, ya aku gak maksa kamu." ucap Athar lembut


"Apa Athar gak bisa marah sama gue, tapi kenapa?" gumam Chayra dalam hati.


Bi' Misna keluar membawa 2 gelas jus jeruk dan cemilan.


"Ini silahkan di minum non, ada cemilan juga." ucap Bi' Misna sembari menaruh minuman dan cemilan di atas meja


"Makasih ya Bi'.. jadi ngerepotin." ucap Chayra


"Gak ngerepotin kok non, nama non siapa kalau Bibi boleh tau sih, sepertinya non ini baru pertama kali kesini ya?" ucap Bi' Misna


"Iya saya baru pertama kali kesini Bi', saya pindahan dari jakarta, nama saya Chayra, tetanggan kok sama Athar." jawab Chayra


"Oh pasti yang nempatin rumah yang udah lama kosong itu ya?" tanya Bi' Misna


"Perkenalkan non, saya Bi' Misna, sudah lama saya kerja ikut Bu Nikma, dari Den Athar masih kecil."


"Iya betul Bi'.." jawab Chayra


"Oh ya sudah silahkan di minum non minumannya.." ucap Bi' Misna mempersilahkan Chayra untuk meminum jus jeruk buatannya.


"Iya Bi' makasih ya."


"Iya sama - sama non Chayra."


"Di minum Ra." ucap Athar


"Iya."


"Lo maafin gue kan Thar."


"Gak ada yang perlu di maafin, kamu gak salah, aku ngerti kok alasan kamu nolak pulang bareng sama aku, ya meski tadi aku sempat kesal sih sama kamu, tapi ya udah gak papa, aku gak akan maksa lagi, aku juga minta maaf tadi udah maksa kamu buat ngajakin pulang bareng, gak seharusnya kan aku kayak gitu, maaf kalau aku udah buat kamu gak nyaman." ucap Athar


"Iya gak papa kok Thar, aku hargai niat baik kamu, tapi aku aja yang merasa sungkan sama yang lain." ucap Chayra


"Sungkan sama siapa Ra?" tanya Athar


"Ya sama cewek - cewek yang ngejar - ngejar kamu itu." jawab Chayra sembari menunduk.


"Chayra, pasti dia tadi lihat aku di godian ke 3 cewek tadi di kantin, karena itu dia tadi nolak buat aku ajakin pulang bareng." gumam Athar dalam hati


Athar memegang tangan Chayra, hal itu membuat Chayra tersentak kaget dengan perlakuan Athar.


"Aku gak suka kok sama mereka, mereka aja yang suka ngejar - ngejar aku, padahal aku udah cuekin mereka tapi gak tau kenapa mereka gak pernah jera buat berusaha dapetin aku." ucap Athar


"Yeee siapa yang nanya lo suka sama mereka apa enggak, kan gue gak nanya gitu Thar, idih lo tuh ke pd an tau gak.." ucap Chayra sembari melepaskan pegangan tangan Athar.


"Sorry ya Ra, reflek tangan aku megang tangan kamu." ucap Athar malu.


"Iya Thar." ucap Chayra yang juga malu - malu


"Ya udah mending di minum dulu jusnya, cemilannya juga dimakan."


"Iya makasih."


"Duh berasa canggung lagi nih, gue gak bisa kalau deket lama gini sama Chayra, jantung gue makin berdetak cepat nih, duh Chayra denger ga ya detak jantung gue, malu kalau sampai dia denger." gumam Athar dalam hati


"Lo kenapa Thar?" tanya Chayra


"Eh gak papa kok Chayra, ini aku mau makan cemilannya, kamu juga makan, enak loh." ucap Athar terbata - bata.


"Lo aja deh yang makan, gue masih kenyang."


"Eh Thar gue balik ya, pasti Ibu suri udah nyariin gue, tadi gue lupa gak pamit kalau mau kesini." ucap Chayra pamit pulang, pasti Ibu tirinya sudah kebingungan nyariin dia.


"Kok buru - buru sih.." ucap Athar


"Ya kalau lo mau main aja kerumah gue, soalnya gue gak bisa lama - lama main di luar rumah, bisa kena omelan nanti gue." ucap Chayra


"Ibu tiri kamu jahat ya Ra?" tanya Athar


"Ya gak gitu, kalau gue keluar rumah lama tuh pasti gue di cariin." jawab Chayra yang berusaha menutupi sikap jahat ibu tirinya, dia gak mau orang lain tau kesedihannya.


"Gitu ya, aku boleh main ke rumah kamu?" tanya Athar memastikan


"Ya boleh, siapa juga yang ngelarang, kan lo juga pernah diner bareng di rumah gue." jawab Chayra


"Iya lain kali aku yang main kerumah kamu, kalau sekarang sih, mama lagi gak dirumah, kalau aku main kerumah kamu nanti mama nyariin aku lagi." ucap Athar


"Ya udah lain kali aja, gue balik dulu ya Thar, makasih udah baik sama gue." ucap Chayra sembari beranjak dari tempat duduknya


"Iya sama- sama.. mau di anterin?"


"Gak perlu, gue bawa motor kok, deket juga."


"Ya udah hati - hati ya bawa motornya, makasih udah main kesini." ucap Athar dengan senyuman khasnya.


"Iya sama - sama, Assalamu'alaikum Athar.."


"Wa'alaikumsalam.."


Athar mengantar Chayra sampai ke depan gerbang, dia juga tidak langsung masuk ke dalam rumah dia lihatin Chayra sampai berlalu jauh dari pandangannya.


"Chayra hari - hariku sekarang begitu menyenangkan saat ada kamu." ucap Athar lirih

__ADS_1


__ADS_2