Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Perhatian pertanda sayang


__ADS_3


"Kelihatan nya enak nih makanan." ucap Athar saat melihat bekal makanan yang di kasih Chayra.


"Tumben lo, bawa bekal?" tanya Bisma yang menghampiri Athar di kantin


"Iya ini tadi Chayra yang bawain, dia kasih bekal makanan ini ke gue." jawab Athar tanpa melihat ke arah Bisma. dia masih asyik memperhatikan makanan yang ada di depannya.


"Tuh cewek perhatian juga ya."


"Iyalah siapa sih cewek yang gak merhatiin gue, tapi dia beda gak kayak cewek lain, awalnya aja galak banget, tapi setelah kenal perhatian juga ya ternyata." ucap Athar sambil senyum - senyum.


"Makanan tuh di makan bukan di lihatin sama di senyuman kayak gitu, sini kalau lo gak mau buat gue aja, laper.." sahut Bisma yang tangannya langsung meraih bekal makanan yang ada di depan Athar.


"Apaan sih lo Bis, main comot aja, ini tuh makanan gue, enak aja mau lo makan, kalau laper sana beli sendiri." gerutu Athar yang kesal makanannya di ambil Bisma.


"Pelit lo.." ucap Bisma sembari beranjak untuk memesan makanan di kantin.


"Yee ini makanan buat gue kok, bukan buat lo." celetuk Athar.


Athar masih saja memandangi makanan yang ada di depannya, masih enggan untuk memakannya, baginya inilah makanan spesial, masakan Chayra lagi. moment ini moment yang paling indah bagi Athar. di kasih bekal makanan aja sebahagia ini Athar apalagi kalau perasaanya di terima sama Chayra, wah pasti makin bahagia.


"Yaelah Thar, itu makanan masih aja lo liatin kayak gitu, lo gak laper apa, makanan kok di liatin terus kayak gitu, kayak lo baru pertama kali lihat makanan itu aja." tegur Bisma yang kembali ke tempat duduknya.


"Ganggu aja sih lo Bis.." ucap Athar


"Buruan di makan nanti keburu masuk, kalau cuma lo lihatin aja, mana bisa kenyang lo."


"Iyaa iyaa ini gue makan, bawel banget sih lo kayak nyokap gue."


"Malah nyamain gue sama nyokapnya, terserah lo deh Thar, gak tau deh akhir - akhir ini lo bikin gue naik darah aja." gerutu Bisma.


"Gue yang lagi jatuh cinta, kenapa lo yang naik darah?"


"Lo suka ya sama Chayra?"


"Apa sih kepo lo.."


"Kalau lo gak suka sama Chayra, lalu kenapa tuh makanan dari dia lo liatin terus dari tadi?" tanya Bisma penasaran.


"Ya terserah gue, mau makan atau tidak nih makanan."


"Terserah lo deh terserah lo, nah itu makanan pesanan gue udah datang, mending gue makan, Lo di ajak ngomong masih aja gak jelas." ucap Bisma sembari menjauh dari Athar.


"Ya udah makan sana."


Di tempat duduk Chayra


"Ra, lihat deh Athar sama Bisma kok tumben ya duduknya berjauhan, biasanya kan mereka lengket gitu." ucap Elisa


"Lagi berantem kali." jawab Chayra sembari menyendok bakso yang dia pesan tadi.


"Gak biasanya mereka berantem." sahut Elisa


"Tumben sih lo kepo sama mereka?" tanya Chayra heran.


"Bukannya kepo, tapi aneh aja gitu, itu Athar malah gak makan, tuh makanan di lihatin melulu, aneh kan?" jawab Elisa


"Iya sih, kenapa ya tuh makanan gak di makan sama dia?" ucap Chayra heran sama tingkah Athar


"Apa dia gak suka sama makanannya ya?" ucap Chayra lagi.


"Kalau gak suka ngapain malah di lihatin terus Chayra." ucap Elisa


"Iyaa ya.. tau ah, males kepo gue." ucap Chayra sembari melanjutkan makan baksonya.


Lelian, Lilian dan gengnya menghampiri Chayra.


"Hei hei hei... enak nih makan bakso, minumnya es jeruk lagi." tegur Lelian


Chayra diam saja tidak menghiraukan Lelian.


"Eh lo budek ya upik abu?" sahut Lilian


"Apa sih kalian ini dateng -dateng kok ngatain Chayra budek." ucap Elisa


"Apa lo ikutan aja.." sahut Lusi


"Udah deh gak perlu banyak basi - basi, kalian mau apa kesini, ganggu orang lagi makan aja." ucap Chayra kesal


"Welll welll welll... kita kesini ya mau makan juga lah.." jawab Lilian


"Kalau mau makan ya makan aja, gak usah ganggu kita deh." ucap Elisa


"Eh upik abu gue mau kenalin geng gue. eh, kita ya kak Lelian.." ucap Lilian yang pede ngenalin geng mereka yang baru aja di kasih nama.


"Apa lo bilang geng, terus apa urusannya sama gue, lo mau bikin geng atau gak, gue gak peduli." jawab Chayra


"Tapi lo harus tau nama geng kita, lo sih gak punya geng gak tenar, huuuhhh upik abu." jawab Lilian ketus


"Sabar Chayra.. sabar." gumam Chayra


"Nama geng kita apa girls.." sahut Lelian dengan suara lantang hingga para siswa siswi yang lagi makan di kantin memperhatikan mereka.


"Gengs ciwi cibi cibi.. lucu gak sih nama geng kita?" sahut Lilian dengan bangganya memperkenalkan geng baru mereka.


"Apa ciwi cibi cibi.. aduuhh geng apaan tuh, norak tau gak sih." ucap Chayra


"Eh dari pada lo gak punya geng, nama geng kita tuh bagus lagi, awas lo berani macem - macem ngehina nama geng gue." ucap Lilian sembari mendorong Chayra


"Eh apa - apaan sih Lilian, kamu kok dorong Chayra kayak gitu, nanti kalau Chayra jatuh gimana, mau tanggung jawab." ujar Elisa


"Eh lo jangan ikut campur deh, sok banget lo mau berteman sama upik abu, tapi kalian berdua ini cocok sih sama - sama cupu. hahahaha.." sahut Lelian.


"Sudah sudah sudah.. kalian ini apa - apaan sih, berantem kok di kantin, sana kalau mau berantem di luar jangan di sini, tuh lihat ganggu anak lain yang pada makan, Lelian dan Lilian kok kalian gak malu sih jadi tontonan kayak gitu, lebay tau gak." ucap Athar menghampiri mereka karena merasa gak suka dengan sikap saudara - saudara tiri Chayra yang tiba - tiba datang bikin kegaduhan.


"Tau nih ciwi ciwi apaan tuh.. berisik tau gak sih kalian, sok cantik." ujar Bisma


"Hei Athar, maafin aku ya, aku gak bermaksud ganggu kamu yang lagi makan kok, kamu mau aku temenin makan?" ucap Lelian yang mencoba deketin Athar.


"Apa sih pegang - pegang, singkiran gak tangan lo." ucap Athar marah


"Iihh kamu kalau marah keren deh." ucap Lelian.


"Udah mendingan kalian minggir sana, jangan ganggu orang makan, gak baik, apa kalian mau gue laporin ke guru BK." ujar Bisma


"Iihh takut..." ucap Lelian


"Ya udah yuk gengs kita makan aja gak usah urusin mereka.. cap cussss.." sahut Lilian


Mereka pun melangkah pergi memesan makanan.


"Kamu gak papa kan Chayra?" tanya Athar khawatir.


"Gue gak papa kok, itu bekal makanan nya kenapa gak dimakan, gak suka ya?" tanya Chayra yang penasaran bekal makanan yang ia kasih belum di makan sama Athar.


"Suka kok, suka banget malah, iya ini mau aku makan." ucap Athar.


"Apaan lo makan, dari tadi lo lihatin terus gitu Athar Athar.." sahut Bisma


"Apaan sih lo Bisma.."

__ADS_1


"Chayra, si Athar gak terbiasa nerima bekal makanan dari cewek, biasanya tuh di tolakin melulu, gue yang kenyang makan makanan yang di kasih cewek - cewek. tapi itu tadi gue minta makanan nya aja gak boleh, eh malah di lihatin melulu tuh makanan." ucap Bisma yang membuat Athar kesal kakinya Bisma di injek deh sama Athar.


"Aduuhh sakit Thar.." ucap Bisma kesakitan kakinya di injak oleh Athar.


"Udah ayo balik ke tempat duduk kita, banyak ngomong lo.." ucap Athar menarik Bisma kembali ke tempat duduknya.


"Mereka itu lucu ya Chayra, apalagi Bisma hehe.." ucap Elisa


"Lo suka sama Bisma?" tanya Chayra


"Eh enggak.. siapa juga yang suka sama Bisma, aku biasa aja kok sama dia." jawab Elisa


"Kirain lo suka sama Bisma."


"Enggak.. aku belum pernah suka - sukaan sama cowok."


"Sama dong."


"Kamu juga belum pernah gitu suka sama cowok? tanya Elisa


"Belum pernah dan gak kefikiran kesitu. pendidikan lebih penting, di utamain dulu." ucap Chayra.


"Iya bener kamu Ra, pacaran itu bikin sakit hati."


"Lo tau dari mana kalau pacaran bikin sakit hati."


"Ya dari teman - teman lain yang pada pacaran, pasti ujung - ujungnya mereka sakit hati."


"Sok tau tuh mereka, ya udah balik yuk ke kelas."


"Ayuk.."


Mereka kembali ke kelas, karena sebentar lagi bel masuk. sedangkan Athar masih menikmati makanan yang di kasih Chayra tadi.


"Enak ya Thar?" tanya Bisma.


"Bangett.." jawab Athar.


"Bagi, dikit aja."


"Apaan sih lo, ini kan buat gue.."


"Yaelah lo pelit amat sih sama temen sendiri."


"Lo kan udah makan, masa masih aja laper, rakus lo"


"Gue pengen nyicipin masakannya Chayra."


"Ogah. kalau lo mau minta aja sama Chayra sana, kalau berani sih."


"Berani, kenapa gue harus takut minta makanan sama Chayra, dia kan cewek yang imut, ya meski sedikit galak sih, tapi pasti dia mau ngasih makanan ke gue."


"Ya udah lo minta sana kalau berani."


"Gak sekarang deh, gue udah kenyang."


"Ya udah gue balik ke kelas dulu ya, selamat menikmati makanan dari Chayra." ucap Bisma sembari beranjak dari kantin


"Ya udah sana ganggu aja lo di sini."


"Resek lo Thar."


"Lo tuh yang resek.."


Bel masuk berbunyi, Athar segera masuk ke kelas tak lupa membawa wadah bekal makanan, dia berniat untuk membawanya pulang kerumah, ia akan mengembalikan wadah makanan itu dalam keadaan bersih.


Jam pulang sekolah pun tiba, mereka semua keluar kelas, Chayra bersiap untuk pulang. meski sebenarnya malas sekali dia harus pulang bareng saudara - saudara tirinya.


"Iya hati - hati, gue masih nunggu di jemput sama supirku." sahut Chayra


"Iya kamu juga hati - hati ya." ucap Elisa


"Oke.."


Chayra berjalan ke luar sekolah, tidak sengaja dia menabrak Prayuda cowok dingin sedingin es, kebiasaan dia cari masalah sama Athar.


"Eh lo lihat - lihat dong kalau jalan." ucap Prayuda sinis.


"Sorry, gue gak lihat tadi." jawab Chayra sembari membenahi buku nya yang jatuh.


"Lo taruh dimana sih mata lo tuh.."


"Kan gue udah minta maaf, nyolot banget sih jadi orang." ucap Chayra sembari mencoba berdiri.


"Elo.." ucap Yuda yang kaget melihat yang menabraknya adalah cewek ngeselin yang pernah bikin dia emosi.


"Lo.." ucap Chayra yang juga merasa kaget kalau yang dia tabrak adalah Prayuda cowok paling dingin di sekolah.


"Ternyata lo yang nabrak gue, pantesan, punya mata kok gak di pakai." ucap Yudha


"Lo kalau ngomong bisa agak sopan gak sih?" ucap Chayra kesal.


"Sopan, gak berlaku buat cewek kayak lo." ucap Yudha sinis.


"Lo tuh ya, kalau bukan karena gue yang salah udah nabrak lo, udah gue tonjok muka lo." ucap Chayra gak kalah sinis


"Lo berani sama gue?" tantang Yudha.


"Kenapa musti takut." jawab Chayra lantang membuat Yudha semakin tertantang untuk berurusan dengan Chayra.


"Lo tuh ya lo itu cewek, beraninya lo sama gue."


"Kenapa gue gak berani sama lo, lo tuh yang cemen." ucap Chayra yang membuat Yudha semakin emosi


"Apa lo bilang gue cemen, denger ya gue gak cemen, tapi gue males aja ngeladenin cewek resek kayak lo, sok cantik, sok berani lagi ngelawan gue, lo denger ya disini gak ada anak yang berani macem - macem sama gue, kecuali anak yang paling resekk yang sama tuh kayak lo." ucap Yudha kesal.


"Maksud lo gue yud.." sahut Athar yang menghampiri Chayra.


"Nah nongol nih anak." ucap Yudha


"Lo jangan beraninya sama cewek, jangan gangguin Chayra atau lo berurusan sama gue." ucap Athar


"Eh lo mau jadi pahlawan kesiangan, belum ada nih cewek gue juga suka berurusan sama lo tengil." ucap Yudha sembari mendorong Athar.


"Lo apa - apaan sih, gue gak suka ya cowok yang main kasar kayak lo gini.." ucap Chayra


"Minggir Athar, biar gue yang hadepin nih cowok harus di kasih pelajaran biar mulutnya bisa sopan dikit kalau ngomong." ucap Chayra yang di buat emosi oleh kelakuan Yudha.


"Ayo lo belum tau sih siapa gue.." tantang Yudha


"Ra, udah kamu mending pulang aja biar Yudha menjadi urusanku, kamu cewek Ra, bahaya buat kamu berurusan sama Yudha." ucap Athar


"Udah Thar, lo tenang aja, gue gak takut kok sama dia." ucap Chayra


"Tapi Chayra.." ucap Athar khawatir


"Udah mending lo minggir dulu, biar gue yang urusin nih cowok resek." ucap Chayra


Yudha dan Chayra tanding silat, mereka sama - sama jago, Chayra yang sedari kecil sudah jago silat tidak takut dengan gertakan Yudha.


"Hebat juga nih cewek, gerakannya lues banget, Chayra beda sama cewek lain, dia wanita yang tangguh dan kuat." ucap Athar yang kagum dengan gerakam silat Chayra.

__ADS_1


Yudha di buat meringis kesakitan karena kalah tanding silat dengan Chayra.


"Lo masih kuat lawan gue." ucap Chayra.


"Gue akui lo hebat.." ucap Yudha sembari mengangkat jempolnya


"Lo jangan macem - macem sama gue. ngerti!" ucap Chayra.


Yudha menerima kekalahan, dia pun pergi dengan sempoyongan.


"Wah hebat kamu Chayra, gak nyangka kamu bisa silat." ucap Athar.


"Bisa dong, gue dari kecil udah jago silat." jawab Chayra.


"Pantesan kamu berani ngelawan Yudha." ucap Athar.


"Udah lo gak usah kagum gitu sama gue, ini masih belum seberapa, Yudha gak terlalu kuat buat lawan gue." ucap Chayra


"Iya aku gak nyangka aja sih, cewek seimut kamu bisa kalahin Yudha dalam tanding silat, apa aku gak boleh kagum sama kamu?" ucap Athar.


"Ya boleh aja sih, tapi udah ya gue mau balik." ucap Chayra sembari melangkah ke arah mobil supir yang sudah menjemputnya.


Di sana sudah ada Lelian dan Lilian yang sedari tadi memperhatikan Chayra tanding silat melawan Yudha.


"Bagus ya lo.. kita tungguin dari tadi di sini lo malah enak - enakan sama cowok itu." ucap Lilian


"Tau nih gak tau diri banget sih." sahut Lelian


"Sorry gue tadi di tantangin sama Yudha, ya udah gue kan kepancing emosi, dia juga resek sih." jawab Chayra


"Lo aja yang sok jagoan, pakai nunjukin kehebatan silat lo lagi, di situ tadi ada Athar juga kan?" gerutu Lelian.


"Iya ada Athar, dia malah mau nolongin gue, tapi gue larang, kenapa?" tanya Chayra


"Lo jangan deket - deket sama Athar.. awas lo kalau lo berani deketin Athar!" ucap Lelian


"Tau nih sok kecentilan banget sih lo upik abu." sahut Lilian


"Gue deketin Athar.. ya kali gue yang deketin Athar, faktanya tuh Athar yang deketin gue." jawab Chayra


"Lo tuh ya di bilangin ngejawab melulu, pokoknya lo harus jauh - jauh deh dari Athar." ucap Lelian kesal sekaligus cemburu


"Kenapa gue harus jatuhin Athar, terserah gue dong mau deket sama siapa." ucap Chayra santai


"Lo berani ya ngelawan gue." ucap Lelian yang semakin kesal


"Lo beraninya kan cuma ngadu ke ayah.." ucap Chayra.


"Chayra.." teriak Lelian kesal


"Lo ngapain sih teriak - teriak, sukanya teriak - teriak terus."ucap Chayra.


"Udah deh kak, gak usah ladenin nih anak, bikin emosi aja." sahut Lilian


Mereka sampai di rumah, Chayra turun duluan, malas meladeni saudara - saudara tirinya, yang setiap hari selalu saja bikin Chayra kesal.


Sepulang sekolah Chayra langsung mandi dan sholat lalu tidur, dia merasa sangat lelah, bahkan dia tak tau kalau sahabatnya yang ada di Jakarta berkali - kali menelfonnya.


Sementara Athar, dia terkagum - kagum mengingat Chayra.


"Chayra, benar - benar bikin gue kagum, gimana bisa gue gak jatuh cinta sama dia, bukan cuma cantik tapi jagoan." gumam Athar yang melamun di taman rumahnya.


"Athar.." tegur Bu Nikma


"Eh mama.."


"Ngapain kamu ngelamun di sini?" tanya Bu Nikma yang melihat anaknya melamun


"Enggak kok, siapa yang ngelamun." jawab Athar


"Mama dari tadi lihat kamu tuh ngelamun di sini, mikirin apa sih?" tanya Bu Nikma penasaran.


"Apa sih mama, enggak kok, aku gak lagi ngelamun." jawab Athar


"Kamu jangan bohongin mama deh, tadi mama lihat kamu ngelamun terus sambil senyum - senyum sendiri gitu."


"Enggak ma. beneran Athar gak ngelamun kok, mama salah lihat kali."


"Masa mama salah lihat, mama belum rabun kali Thar. hayo kamu ngelamunin apa?" tanya Bu Nikma kepoin Athar.


"Mama nih kepo aja." jawab Athar.


"Pasti kamu lagi ngelamunin cewek ya?" tanya Bu Nikma penasaran.


"Apa sih ma sok tau deh mama nih." jawab Athar.


"Kamu sih gak mau jujur sama mama."


"Ma aku mau tanya." ucap Athar


"Iya kamu mau tanya apa sama mama?" jawab Bu Nikma penasaran


"Ma, kalau ada yang perhatian sama kita itu tandanya sayang gak sih ma, bener gak sih?"


"Ya belum tentu, seseorang perhatian sama kita belum tentu orang itu sayang, tapi kalau sayang ya pasti perhatian, harus di selidiki dulu perhatiannya itu tulus apa enggak, apa karena ada maksud tertentu gitu." jawab Bu Nikma


"Gitu ya ma.."


"Kamu kenapa sih, ada yang perhatian sama kamu, pasti cewek ya?" tanya Bu Nikma penasaran


"Mama nih.. aku kan selalu di perhatiin sama cewek - cewek ma, kan anak mama ini keren." jawab Athar sembari tertawa kecil.


"Idiihh pd nya anak mama."


"Ya harus PD dong ma."


"Ikut mama yuk.."


"Kemana?"


"Ke mall, nanti kamu bawain belanjaan mama."


"Ke mall? gak mau ah, suruh bawa belanjaan lagi."


"Dari pada kamu diem di sini ngelamun."


"Ga ah ma, males keluar."


"Ya udah mama mau pergi ke mall dulu ya, jangan ngelamun terus kamu di sini."


"Iya ma hati - hati.."


Bu Nikma pergi ke mall dengan di antar supir


"Kenapa ya Athar kok tiba - tiba tanya kayak gitu?" gumam Bu Nikma


"Apa dia lagi suka sama cewek, kelihatannya sih gitu, ya gak papa sih kalau dia mulai suka sama cewek. Athar Athar.." gumam Bu Nikma yang memikirkan tingkah aneh Athar


Athar ke kamarnya, pasti ngelamun lagi, ya begitulah Athar yang sekarang ini, lebih sering ngelamun mikirin Chayra.


"Apa Chayra suka juga ya sama gue?" gumam Athar.

__ADS_1


"Gue harus mastiin nih, biar gue gak sakit hati." gumamnya lagi.


__ADS_2