Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Pendaftaran ke sekolah baru


__ADS_3


Pagi ini Chayra dan saudara - saudara tirinya harus bersiap untuk daftar di sekolah barunya, Chayra merasa ribet kalau harus pindah sekolah, apalagi dia telah menginjak kelas 3 SMA, sebentar lagi juga lulus sekolah, memang rencana ayahnya setelah Chayra lulus sekolah, nantinya juga akan kuliah di bandung.


Ayahnya berharap di tempat yang baru Chayra bisa melupakan semua kesedihan karena di tinggal oleh mamanya, Pak Fandi merasa bahwa selama ini Chayra masih merasakan keterpurukan, hal itu sangat tidak baik untuk anak remaja seusia Chayra, itu juga alasan Pak Fandi mengajak Chayra ke bandung, di lingkungan barunya ini Pak Fandi sangat berharap Chayra bisa berubah menjadi lebih baik lagi.


Mereka telah bersiap untuk sarapan pagi, telah terhidangkan sandwich dan segelas susu di hadapan Chayra, tak perlu basa basi lagi Chayra langsung saja menyantap sarapan paginya.


"Iuuuhh, tetap saja nih anak kalau makan rakus." ujar Lelian yang sama sekali tidak di dengar oleh Chayra, karena pagi ini Chayra lagi malas meladeni Lelian yang suka mengolok - olok dirinya.


"Tau tuh, masa makan aja masih minta di ajarin.." sahut Lilian


"Chayra, makan yang pelan, nanti kamu bisa tersedak kalau makan buru - buru seperti itu." ucap Pak Fandi sembari membelai rambut Chayra.


"Iyaa ayah.." jawab Chayra dengan sedikit menyunggingkan senyumnya,


Selesei sarapan mereka pun bersiap untuk berangkat ke sekolah baru, hari ini mereka baru mendaftar dan besok mereka baru akan melakukan aktifitas sekolah. mereka di antar oleh Pak Fandi ayah kesayangan, yang kebetulan ada waktu longgar untuk mengantar puteri - puterinya mendaftar di sekolahan yang baru.


Chayra sudah masuk duluan ke mobil tanpa pamit dan bersalaman dengan ibu tirinya, hal itu tanpa di ketahui oleh ayahnya, karena ayahnya sibuk mencari kunci mobil. kekesalan masih ada di benak Chayra saat mengingat perkataan kasar ibu tirinya.


"Malas sekali harus berpamitan dengannya, toh dia juga gak peduli padaku.." gumamnya lirih.


Mereka pun berangkat ke sekolah dengan senang dan gembira berharap akan ada teman baru yang segan untuk berteman dengan mereka.


Sesampai di sekolah baru, mereka langsung turun dan di antar oleh ayah mereka ke ruang kepsek untuk mendaftarkan diri. mereka bersekolah di sekolah favorit SMA Negeri 1 Bandung. Lelian merasa sangat senang bisa sekolah di sekolahan favorit gayanya yang lebay membuat Chayra bergidik.


"Lebay banget.. kayak baru lihat sekolah favorit aja, sampai segitu nya." dercak Chayra


Lelian yang mendengar ucapan Chayra tidak ingin tinggal diam.


"Heh, terserah gue dong.. sekolah kita di Jakarta kan biasa aja gak se favorit ini, wajar dong kalau gue kagum, kalau lo gak suka mending minggir deh." ucap Lelian sembari menyenggol keras lengan Chayra hingga dia terjatuh.


Tidak menolong Chayra yang terjatuh malah mereka langsung pergi meninggalkan Chayra yang masih terduduk di lantai merasakan sakit di kakinya, Pak Fandi terus saja melangkah, pandangannya lurus ke depan hingga tidak menyadari bahwa Puteri kesayangan nya jatuh di lantai.


"Duuhh.. kok perih banget ya, kayak nya luka." ucap Chayra lirih merasakan perih di kakinya.


Kemudian ada pria tampan yang melintas, jalan dengan pelan, melihat Chayra jatuh kesakitan, pria itu berusaha untuk menolongnya, ia hampiri Chayra dan menanyakan keadaannya.


"Hei.. sini aku bantu berdiri, pasti kaki kamu sakit ya?" ucap pria tampan yang berdiri di depan Chayra berusaha ingin membantu Chayra berdiri.


"Aku nggak papa kok dan bisa berdiri sendiri, aku gak perlu bantuan, terima kasih sudah berniat membantu." Jawab Chayra dengan nada cueknya, semenjak Mama nya meninggal dan dia kurang kasih sayang, Chayra memang cuek dengan semua orang, kecuali ayah dan sahabat - sahabat terbaiknya.


"Aneh cewek ini, dia kesakitan tapi masih aja gengsi gak mau di bantu." gumam Athar


Nama pria tampan itu adalah Athar Bahaudin Bahtiar, salah satu murid terbaik di SMA Negeri 1 Bandung, dia selalu mendapatkan juara kelas, banyak pula piala kejuaraan yang telah ia dapatkan, siswa yang selalu mengharumkan nama sekolah, siswa kebanggaan dan juga pria terpopuler di sekolah yang selalu di kejar - kejar oleh para siswi. namun hal itu tidak membuat dirinya sombong maupun angkuh, senyum manis khasnya yang membuat para siswi terkagum kagum, sikap baik, dermawan dan selalu care sama semua teman di sekolah, hal itulah yang membuat Athar selalu di kagumi banyak orang, termasuk para siswi di SMA negeri 1 bandung ini.

__ADS_1


"Kalau kamu bisa berdiri sendiri, sini aku bantu bawain tas kamu aja, biar saat berdiri kamu tidak jatuh." ucap Athar dengan senyuman manis khasnya.


"Nih cowok senyumnya manis banget, tapi enggak.. manis apaan, kayak gitu masa manis.. hadehh habis jatuh jadi agak oleng nih kayaknya." gumam Chayra lirih.


"Kamu ngomong apa?" tanya Athar yang sedikit mendengar ucapan Chayra meski lirih.


"Apaan sih enggak, udah lo pergi gue bisa sendiri kok." ucap Chayra dengan nada cueknya tanpa senyuman.


Meski mendapatkan penolakan dari Chayra, Athar tetap berusaha membantu Chayra berdiri, karena tangan Chayra menampiknya saat Athar memegang tangan Chayra untuk membantunya berdiri, Chayra pun terjatuh di pelukan Athar.


Mereka saling pandang sebentar, namun Chayra malah langsung menggigit lengan Athar hingga muncul bekas gigitan.


"Auuuu sakittt... kenapa kamu malah menggigitku?" ucap Athar sembari menahan sakit perih lengannya di gigit oleh Chayra.


"Lo sih memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, gak salah kalau gue gigit." jawab Chayra dengan memalingkan mukanya.


"Siapa yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, aku kan cuma berusaha nolongin kamu, bukannya terima kasih malah galak gini."


"Iyaa sory.." ucap Chayra sembari pandangan matanya mengarah di lengan Athar yang ada luka bekas gigitannya.


"Iya udah gak papa, kamu bisa jalan sendiri kan, kamu gak butuh bantuan, salahku juga yang ngotot mau bantuin kamu."


"Lengannya sakit ya?" tanya Chayra sembari pasang muka cemas


"Iya sakit, menurut kamu.. ini sakit banget tau, udah gak berterima kasih, gak mau tanggung jawab lagi." ucap Athar yang membuat Chayra merasa bersalah telah menggigit lengannya.


Mereka duduk di bangku, Chayra mengobati luka di lengan Athar, sedangkan Athar hanya memandangi Chayra yang mengobati lukanya dengan telaten.


"Ternyata baik juga nih cewek, gak segalak yang aku fikirkan, manis lagi." gumam Athar lirih sembari tersenyum malu.


"Luka lo udah gue obatin nih, maaf ya kalau spontan tadi gue gigit tangan lo sampai luka kayak gini, gue cuma kaget aja sih." kata maaf dari Chayra di balas dengan senyuman manis oleh Athar.


"Makasih ya, kamu udah mau ngobatin luka gigitanmu ini." ucap Athar dengan lembut sembari terus memandang Chayra.


Chayra yang merasa risih di pandang seperti itu oleh Athar, berusaha mengalihkan pandangannya.


"Iya sama".. kan gue yang salah udah buat lo kesakitan kayak gini."


"Udah gak papa kok, aku maafin. oh iya, aku kok baru lihat kamu di sekolahan ini, sebelumnya kok aku gak pernah lihat kamu, apalagi kamu gak pakai seragam sekolah lagi, kamu itu sebenernya siapa sih?" tanya Athar yang merasa penasaran dengan Chayra cewek galak tapi manis yang membuat jantungnya berdebaran pagi ini.


"Nanti lo juga tau sendiri siapa gue, eh udah dulu ya gue mau ke ruang kepsek, udah di tungguin sama bokap dan saudara gue. daaa.." ucap Chayra yang langsung saja lari ke arah ruang kepsek takut kena marah ayahnya karena tertinggal dengan mereka.


"Eh tunggu... belum juga selesei ngomong udah lari duluan, cewek aneh. galak tapi manis sih.." ucap Athar yang baru kali ini dia bertemu dengan cewek aneh menurutnya, karena biasanya dia hanya bertemu dengan cewek - cewek lebay yang mengaguminya secara berlebihan.


Baru juga di omongin, Athar langsung di serbu cewek - cewek lebay yang mengejarnya. Athar lari dan sembunyi di bawah tangga. sembari masih memikirkan kejadian bertemu dengan Chayra tadi, yang membuat nya semakin penasaran ingin mengenal Chayra yang galak tapi lucu itu.

__ADS_1


Sementara Chayra baru menemukan ruang kepsek, dari tadi dia sudah muter - muter mencari ruang kepsek gak ketemu - ketemu, akhirnya dia temukan juga. Pak Fandi menegurnya.


"Chayra, dari mana saja kamu? lama sekali ayah menunggumu di sini, saudara - saudara kamu saja sudah selesai mendafar."


"Itu Yah.. tadi itu.." ucap Chayra terbata khawatir ayahnya memarahinya.


"Ya sudah kamu buruan mendaftar sana, ayah tungguin kamu di mobil, ingat jangan lama, karena sebentar lagi ayah akan bertemu dengan client ayah, jangan membuat ayah terlambat." ujar Pak Fandi kepada puterinya dan langsung saja beranjak keluar ruang kepsek menuju mobil.


"Iyaa ayah.."


Chayra langsung mengisi formulir pendaftaran siswi baru, kepsek pun memberikan seragam baru juga buku - buku yang di butuhkan untuk proses belajar Chayra di sekolah barunya itu.


"Terima kasih pak.." ucap Chayra terhadap kepsek sembari menyalaminya. Chayra tetap menjaga etika, meski dirinya sangat cuek dengan semua orang.


"Iya sama - sama.. semoga kamu betah ya sekolah di sini, jadi murid yang baik dan membanggakan yaa." ujar kepsek kepada Chayra.


"Iyaa siap pak kepsek.."


Chayra pun keluar dari ruang kepsek, berjalan menuju mobil ayahnya, dengan beban berat di tangannya, ia harus membawa tumpukan seragam dan tumpukan buku yang lumayan banyak, tangannya merasa kesemutan. buku" itu pun jatuh di lantai. Chayra mengemasi buku - buku yang terjatuh, sembari mengelap keringat yang bercucuran, sungguh lelah hari ini baginya.


"Sini aku bantuin gadis galak.." ucap Athar yang ingin membantu Chayra, meskipun Chayra cuek dan galak padanya, namun sikap baik Athar yang memang selalu membantu jika ada yang membutuhkan bantuan, tak menghentikannya untuk tetap membantu Chayra saat Chayra sedang mengalami kesulitan ataupun masalah.


Chayra hanya diam, dia malas berdebat dengan siapapun, dirinya lelah, sungguh lelah. hanya kata terima kasih yang terucap saat Athar membantu membereskan semua buku - bukunya yang tadi berserakan di lantai dan membantu membawakan buku - buku Chayra sampai di mobil Pak Fandi.


"Terima kasih.." ucap Chayra tanpa senyum di bibirnya.


Athar menatap heran Chayra, Athar tidak ingin membuat Chayra merasa kesal ia hanya tersenyum manis di hadapan Chayra yang mencoba mengalihkan pandangannya tanpa menatap Athar yang sedang tersenyum manis sekali.


Sesampai di mobil, Lelian dan Lilian melihat Athar yang membantu Chayra membawakan buku - buku Chayra. mereka merasa kesal Chayra di bantuin oleh pria tampan.


"Ihh lihat deh apa - apaan ini, pemandangan apa ini.. sungguh menjengkelkan, kenapa juga si upik abu itu di bantuin, sama cowok keren lagi.." gerutu Lelian pada Lilian yang juga memperlihatkan mereka.


"Iyaa tuh, siapa ya tuh cowok, keren banget, bukan cuman keren, ini sih manisnya kebangetan, ternyata di sekolahan ini ada cowok yang super super keren.. waooow makin betah deh gue sekolah di sini." sahut Lilian yang terus saja memandang Athar dari bilik kaca mobil.


"Makasih ya, udah bantuin, sampai sini saja, itu mobilnya udah deket kok, gue bisa bawa semua sendiri." ucap Chayra sembari mengambil buku - bukunya di tangan Athar.


"Beneran kamu bisa bawa sendiri, berat loh." ucap Athar yang khawatir buku - buku Chayra jatuh lagi.


"Iya bisa kok, lagian deket, gak mungkin jatuh lagi." Jawab Chayra yang tidak ingin ayah dan saudara - saudara tirinya melihat dia di bantuin oleh Athar. padahal saudara - saudara tirinya sedari tadi memperhatikan mereka.


"Ya sudah hati - hati bawanya, kalau gak kuat bilang aja." ucap Athar


"Kuat kok." ucap Chayra sembari tersenyum tipis, entah kenapa dia ingin tersenyum di depan Athar yang sedari tadi selalu berusaha membantunya.


Mendapatkan senyuman dari Chayra jantung Athar semakin berdetak dengan kencangnya, tidak biasanya dia seperti ini bertemu apalagi melihat senyum cewek, baru kali ini Athar merasakannya, meskipun dia cowok terpopuler di sekolahannya yang sering di kejar - kejar cewek cantik, namun baru kali ini jantungnya berdebar dengan kencang.

__ADS_1


"Senyumnya sangat manis sekali.." ucap Athar lirih.


Sengaja Athar menunggu sampai Chayra masuk ke dalam mobil, segitu khawatirnya ya Athar terhadap Chayra cewek yang baru dia kenal, apalagi mereka belum saling tau nama masing - masing hehe..


__ADS_2