Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Kenangan masa lalu (Pinkyberly dan Cota Cota alias cowok kacamata)


__ADS_3

Masih di taman rumah, Athar masih dengan fikiran yang sama, melamunkan sosok yang sama, namun terlintas di benaknya akan masa lalunya yang penuh warna, ya dia teringat dengan gadis kecil imut dan lucu dia suka memanggil gadis itu Pinkyberly.


Bukan tanpa sebab Athar memanggilnya seperti itu karena mereka bertemu di sebuah pesta bertemakan pink, gadis kecil nan imut itu juga menggunakan gaun pink yang terlihat anggun, imut lucu sekali, dengan bandana berbentuk kepala kelinci, setiap mengingat gadis kecil itu selalu membuat Athar tersenyum lepas. namun itu hanya sebuah kenangan masa lalu, Athar berusaha mencari tahu tentang keberadaan Pinkberly namun sampai sekarang belum ketemu juga. meski ada keyakinan dalam benak Athar bahwa mereka akan bertemu.


Athar tidak pernah mengakui kalau cinta pertamanya itu Pinkyberly. karena saat bertemu dulu usia mereka masih kecil, Athar hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat, yang selalu ia rindukan. namun Athar pernah berfikir kalau suatu saat nanti jika tuhan mempertemukan mereka kembali pasti Athar akan menikahi Pinkberly sahabat masa kecilnya itu. namun kali ini hatinya menolak untuk mencari lagi keberadaan Pinkyberly, hatinya terlanjur jatuh cinta dengan Chayra. Wanita yang mampu membuatnya terpesona.


Chayra mengingatkan Athar tentang sosok Pinkyberly. karena bagi Athar mereka ada kemiripan, bahkan sama - sama imut.


"Chayra kok mirip Pinkberly ya?" gumam Athar lirih


"Tapi kan Pinkberlyku dulu itu kalau bicara lembut banget, gak galak seperti Chayra." gumamnya lagi.


"Mungkin karena selama ini aku mencari Pinkyberly gak ketemu - ketemu kali ya, fikiranku jadi ngawur gini, jelas aja sikap dan sifat mereka aja gak sama, tapi sama imutnya sih, apa itu alasan aku jatuh cinta sama Chayra, karena dia mirip sama Pinkyberly, nah kalau gitu berarti gue sukanya sama Pinkyberly dong bukan sama Chayra, ahh bingung gue.." gumam Athar yang bingung dengan perasaanya.


Di sisi lain Athar sangat ingin bertemu dengan Pinkberly, namun di sisi lain hatinya menginginkan Chayra. Athar merasakan gejolak hati yang cukup besar, baru kali ini dia dibuat bingung sama perasaanya sendiri.


Saat sedang asyik melamun, tiba - tiba saja Bisma datang, melihat Athar yang lagi ngelamun langsung aja Bisma tepuk pundak Athar dari belakang dengan pelan.


"Pinkyberly.." ucap Athar sepontan Bisma yang membuatnya kaget


"Pinkberly pinkyberly.. gue keren gini lo panggil Pinkyberly, gue gak secucok itu kali.." sahut Bisma


"Lo Bis, kirain siapa, ngagetin aja sih lo, dateng gak pake salam dulu." gerutu Athar


"Ya Allah.. gue itu udah ucapin salam dari tadi, lo aja yang gak denger, ngelamun melulu lo." jawab Bisma


"Lo udah salam ya, sorry gue gak denger." ucap Athar


"Tadi lo manggil gue Pinkyberly, siapa sih Pinkyberly itu? lo pasti lagi mikirin cewek yang namanya pinkybel bel apa tuh tadi, ahh susah banget gue nyebutin namanya." tanya Bisma


"Pinkyberly..sebutin nama aja lo gak bisa pake kepo segala.." jawab Athar


"Namanya susah sih, ya jelas aja lidah gue keseleo manggilnya."


"Pinkyberly itu sahabat masa kecil gue." ucap Athar menjawab pertanyaan Bisma yang mengenai Pinkberly


"Yang pernah lo ceritain ke gue itu, lo masih aja nyari sahabat masa kecil lo itu, kalau kayak gitu terus kapan lo move on nya bro?" ucap Bisma agak kesal sekaligus heran dengan Athar. begitu berartinya Pinkberly bagi Athar.


"Lo bisa gak sih Bis kasih solusi gitu, jangan ngeledek melulu." ucap Athar kesal


"Lo minta solusi ke gue, gue aja nih gak tau permasalahan lo itu apa, gimana gue mau mikir solusi." gerutu Bisma yang kesal karena Athar menyembunyikan masalahnya, tapi malah minta Bisma kasih solusi.


"Lo mau tau masalahnya?"


"Iyalah Thar, biar gue bisa mikir solusinya, kalau lo gak cerita detail kan gimana gue mau dapet solusi coba, lo dikirin deh."


"Iya juga sih, tapi lo jangan bilang ke siapapun soal masalah gue ini ya, apalagi ke nyokap, gue gak cerita kan gue takut lo ember Bisma.."


"Enak aja lo bilang gue ember, selama ini rahasia lo pernah gak gue bongkar, gak pernah kan? gue bisa jaga rahasia, kita udah sahabatan lama Thar, lo masih gak percaya aja sama gue." gerutu Bisma yang semakin kesal sekaligus merasa kasihan melihat Athar yang lagi bingung gitu.


"Iya gue percaya sama lo Bis, tapi ini kan masalah hati, gue kan bukan cowok masa iya gue suka curhat gitu." ucap Athar yang masih agak ragu untuk cerita semua ke Bisma.


"Kan gak cewek doang yang punya masalah Thar, cowok juga boleh curhat, siapa juga yang nglarang, presiden aja gak ngelarang." ujar Bisma


"Iya juga sih."


"Kalau lo masih ragu, ya udah gue gak maksa lo buat cerita. tapi lo jangan kayak orang bingung gitu napa, bisa hilang kegantengan lo nanti, jangan salahin gue ya kalau nanti cewek - cewek pada gantian ngejar gue dan cuekin lo." ujar Bisma


"Ya gak papa lo ambil aja tuh cewek - cewek yang suka ngejar - ngejar gue, biar gue bisa bebas dari gangguan mereka." jawab Athar sekenanya


"Nanti lo nyesel lagi." ledek Bisma


"Enggak.. pusing ah gue mikirin cewek." ucap Athar sembari beranjak dari taman


"Eh Thar lo mau kemana? gak jadi cerita nih?" tanya Bisma sembari ikut beranjak mengikuti Athar


"Keluar aja, males gue di rumah." ucap Athar


"Kemana?" tanya Bisma


"Bisa gak sih Bis, lo itu gak usah kebanyakan nanya, lo tadi kesini bawa motor kan?"


"Iya gue bawa motor."


"Ya udah kita keluar pake motor lo aja.."


"Ya udah ayo, mending gue aja yang bawa motornya, gue gak yakin kalau lo bisa fokus bawa motor, nanti lo nabrak bikin gue jatuh lagi, kan bisa runyam tuh urusannya." ucap Bisma yang jalan duluan ke motornya yang di parkirin di depan rumah Athar.

__ADS_1


"Terserah lo deh, gue juga lagi gak mood bawa motor." jawab Athar


Athar mengambil jaketnya dulu ke kamar, lalu keluar rumah bersama Bisma buat ilangin kesuntukan dan kebingungannya, maklum anak muda yang sedang di landa cinta. hehe..


"Kita kemana nih Thar, gue capek nih?" tanya Bisma yang sudah capek muterin kota gak berhenti - berhenti


"Berhenti di situ aja." jawab Athar


"Yaelah kenapa lo gak ngomong dari tadi kalau kita mau kesitu, ini udah bolak balik muter - muter, capek gue Thar." ucap Bisma kesal


"Iya sorry.."


"Sorry sorry, kalau lo kayak gini terus bisa - bisa ikut kebawa emosi nih gue deket lo." ucap Bisma


Athar diam aja


"Lo fokus gitu That, kayak biasanya gitu, jangan kayak gini, ngeselin tau gak sih lo tuh sekarang, gak asyik tau ga." ucap Bisma


"Lo bisa diem gak sih, bawel aja kayak cewek." ucap Athar kesal karena di ceramahin Bisma terus dari tadi


"Lo sih gak fokus."


Mereka duduk di cafe untuk sekedar minum


"Thar mending lo cerita aja deh, masalah yang lo hadepin itu apa sih, gue lihat kok kayaknya rumit gitu ya?" ucap Bisma yang penasaran dengan masalah yang di hadapi Athar.


"Masalah hati.." jawab Athar sekenanya


"Hati? tuh kan bener lo lagi kasmaran ya bro?"


"Terserah deh lo mau bilang gue kasmaran atau apa, intinya gue bingung banget sama perasaan gue sendiri, pusing." jawab Athar


"Baru kali ini gue denger jatuh cinta itu bikin pusing, gini gini gue pernah suka sama cewek tapi ga selebay lo deh Thar.." ucap Bisma heran


"Ya mungkin kisah cinta lo gak kayak apa yang gue rasain." jawab Athar


"Ya jelas beda dong Thar, udah mending lo cerita aja, dari pada lo pendem bikin lo makin bingung gitu." ucap Bisma menyarankan agar Athar ceritakan semuanya untuk mengurangi beban di hatinya.


"Ya sepertinya gue harus cerita ini ke lo Bis, tapi lo jangan sampai ember.. malu gue kalau ada yang tau."


"Lo tau kan kalau selama ini gue tuh nyariin sahabat masa kecil gue, Pinkyberly, nah sampai sekarang pun gak ada niat buat gak peduli lagi tentang dia, tapi anehnya sekarang malah hati gue tuh nolak buat berharap Pinkyberly akan kembali lagi, gue jadi males gitu nyariin dia lagi, kenapa ya?" ucap Athar yang mencoba menjelaskan masalah yang melanda hatinya.


"Ya mungkin sekarang lo lagi suka sama cewek lain." jawab Bisma.


"Itu dia Bis, gue takut nyakitin cewek, itu alasan gue kenapa gue gak perna mau ada cewek yang ngejar - ngejar gue dan semua gue tolak, karena gue masih selalu teringat sama masa lalu gue, gue takut nantinya jadi salah faham dan nyakitin cewek yang sayang sama gue." ucap Athar sedih.


"Ya lo jangan terpaut masa lalu melulu, belum tentu juga lo bisa ketemu lagi sama sahabat masa kecil lo itu, lo aja sampai sekarang belum tau tuh cewek pindah kemana." ucap Bisma.


"Iya sih Bis, tapi gue sayang sama dia.." ucap Athar


"Lo fikirim dulu, rasa sayang lo ke Pinky itu rasa sayang sebagai kakak yang menyayangi adiknya, rasa sayang sebagai sahabat atau itu cinta, kalau lo udah faham rasa sayang lo ke Pinky itu gimana, baru lo bisa mikir apa yang lo harus lakuin selanjutnya." ucap Bisma memberikan masukkan


"Gitu ya.. tapi kan gue belum ketemu sama Pinkyberly, mana bisa gue tau perasaan gue ke dia itu sebenarnya cinta apa bukan." ucap Athar ragu.


"Yaelah Thar, tanpa lo ketemu sama tuh cewek, sebenarnya lo bisa faham akan perasaan lo sendiri." ucap Bisma


"Nah itu gue gak faham dengan apa yang gue rasain, gue kagum sama cewek lain itu masalahnya." ucap Athar bingung


"Gimana ya, gini aja deh, lo tes aja perasaan lo itu cuma sekedar kagum atau lebih dari itu, kalau lo deket sama cewek yang lo kagumi lo ngerasa deg - degan bahkan lo bisa salting, nah bisa jadi lo bukan cuma sekedar kagum, tapi bener - bener jatuh cinta sama dia." ucap Bisma memberikan solusi


"Kalau gue salting dan jantung gue berdebar - debar saat gue deket sama dia itu berarti gue jatuh cinta sama dia, apa itu perlu gue test?" tanya Athar yang masih bingung


"Iya perlu buat mastiin aja sih, biar lo gak salah langkah, kan lo sendiri masih terbayang masa lalu lo, gak baik juga buat kedepannya, kalau lo mau jalanin hubungan serius gitu sama cewek yang lo kagumi itu." ucap Bisma.


"Lo bener juga Bis, tumben lo bisa pinter kayak gini, bijak lagi." ucap Athar


"Gue kan emang pinter Thar, lo aja yang baru nyadar kalau gue itu pinter." ucap Bisma percaya diri.


"Iya deh gue lakuin apa yang lo katakan barusan, thanks ya Bis, lo emang sahabat baik gue." ucap Athar berterima kasih kepada Bisma karena udah memberinya solusi.


"Tadi aja lo sok gak mau cerita ke gue, nyatanya gue juga bisa kasih lo solusi kan, udah gak usah gengsi, semua orang juga pasti butuh teman buat curhat dan ngasih solusi, kalau ada masalah gue siap buat ngasih lo solusi, selagi otak gue mampu buat mikirin solusinya sih." ucap Bisma sembari menepuk pundak Athar


"Lo emang sahabat gue yang the best deh, gak nyangka gue lo bisa di andelin juga."


"Iya dong Bisma.."


"Ya udah balik yuk, nyokap gue mungkin juga udah balik dari mall.." ajak Athar

__ADS_1


"Kirain lo mau sampai malem di sini.." ucap Bisma


"Ya kali sampai malem, bisa kena marah nyokap gue nanti, kan gue gak bilang keluar sama lo."


"Yaelah anak mami lo Thar.."


"Iyalah gue anak nyokap gue, gak mungkin kan kalau gue itu anak nyokap lo. hahahahaha.."


"Gue seneng deh lo bisa ketawa lagi Thar, gak tega gue dari kemaren lihat muka lo sendu gitu, banyak fikiran, udah gitu gue ikut kena imbasnya lagi."


"Ya itu kan karena udah ada solusi, sekali lagi thanks ya Bis, kalau gue gak cerita ini ke lo, gak tau deh gue harus nyikapin nya kayak gimana, baru kali ini kan gue kagum sama cewek." ucap Athar


"Kalau gitu lo jangan ngelamun lagi, lo harus seperti Athar yang biasanya gitu, gak usah lo rubah, bikin gue ikut emosi aja." ucap Bisma


"Ya udah yuk balik, gue aja yang bawa motornya, lo kan capek tadi muter - muter.." ucap Athar sembari beranjak dari cafe menuju tempat parkiran.


"Yakin lo bisa bawa motor?" tanya Bisma ragu.


"Bisalah kan gue gak papa Bis, udah fokus lagi kok gue, tenang aja gak bakalan gue tabrakin lo sampai jatuh, gitu aja takut." ujar Athar yang merasa moodnya sudah kembali


"Iya deh tapi hati - hati.." ucap Bisma.


Mereka pun kembali ke rumah Athar, sesampai di rumah Athar Bisma juga langsung pamit pulang, karena mau ngerjain pr yang belum sempat ia kerjakan.


"Gue langsung pulang ya Thar.." ucap Bisma


"Tumben lo buru - buru pulangnya, biasanya aja lo betah di rumah gue?" tanya Athar


"Gue mau ngerjain pr, mumpung lagi semangat ngerjain pr nih.." jawab Bisma


"Nah gitu, harus rajin ngerjain pr, biar gak kena hukuman terus lo.." ucap Athar yang merasa senang Bisma sadar juga buat mencoba untuk rajin mengerjakan pr.


"Itu dia gue bosen di hukum terus.. ya udah gue balik ya Thar.. assalamu'alaikum.." ucap Bisma sembari menghidupkan motornya.


"Iya hati - hati, jangan ngebut lo.."


"Siap bro.."


Athar masuk ke dalam rumahnya, di ruang keluarga ada mamanya yang sedang duduk nonton tv.


"Dari mana saja kamu Thar?" tanya Bu Nikma


"Keluar sama Bisma." jawab Athar sembari mencium punggung tangan mamanya


"Tadi bilangnya kamu males keluar rumah, gak taunya malah klayapan sama Bisma." ucap Bu Nikma


"Ya tadi sih males ma, terus Bisma kesini ya udah keluar aja dari pada suntuk di rumah gak ngapa - ngapain." jawab Athar


"Iya deh terserah kamu, yang penting keluarnya positif gak berbuat macem - macem di luar." ucap Bu Nikma


"Gak lah ma, aku tadi keluar ke cafe kok, nongkrong aja sama Bisma, mama nih kayak anaknya keluar sama cewek aja, aku mau macem - macem apa coba sama Bisma." ucap Athar.


"Ya bukannya gitu, kan sekarang jamannya anak ugal - ugal an gitu naik motornya, belum lagi ada yang balap motor gitu, ngeri mama lihatnya, miris banget, mama gak mau aja kamu kena pergaulan yang gak bener kayak gitu, mama harap kamu lebih hati - hati lagi dalam bergaul." ujar Bu Nikma menasehati anaknya.


"Iya ma, aku gak kayak gitu kok, aku kan keluarnya sama Bisma, nongkrong juga cuma sama Bisma, mama kan udah tau Bisma anaknya kayak gimana, meski anaknya konyol gitu tapi kan baik gak suka gaul yang macem - macem gitu." jawab Athar.


"Iya untungnya aja kamu dari dulu sampai sekarang berteman nya sama Bisma, mama jadi merasa tenang kalau kamu keluar rumah." ucap Bu Nikma.


"Mama tenang aja, aku tau mana pergaulan yang baik dan buruk, aku gak akan macem - macem di luar sana, mama jangan khawatir ya." ucap Athar


"Iya mama percaya sama kamu.."


"Ya udah aku ke kamar dulu ya ma, mau belajar dulu." ucap Athar beranjak ke kamarnya


"Iya belajar yang rajin biar selalu juara kelas." ucap Bu Nikma merasa lega melihat Athar sudah mulai fokus lagi.


Bukannya belajar Athar malah melihat album foto masa kecilnya dulu, di situ juga ada foto Pinkyberly yang imut.


"Kamu imut Pinkyberly, gimana ya kamu sekarang, pasti lebih imut, tapi dimana kamu, kamu tau gak sih aku dari dulu nyariin kamu.." gumam Athar sembari memperhatikan foto gadis kecil imut nan lucu.


"Maafin aku ya kalau aku sekarang mulai kagum sama cewek selain kamu, dia itu mirip kamu loh, tapi aku harus mastiin dulu apakah perasaanku ke Chayra ini bener - bener cinta atau cuma sekedar kagum karena dia imut kayak kamu, tapi aku kagum sama Chayra karena dia wanita yang kuat, gak takut tantangan juga baik, beda dari cewek lain, itulah kenapa aku bisa kagum sama dia, padahal aku baru kenal, tapi aku gak akan lupain kamu kok Pinkyberly, kamu cewek pertama yang dekat denganku, ya meski entah nantinya cintaku untuk siapa, yang pasti aku gak akan pernah lupain kenangan indah kita dulu." gumam Athar panjang lebar sembari memeluk foto Pinkyberly dengan meneteskan air matanya, betapa rindunya Athar dengan sahabat masa kecilnya itu.



"Eh ini foto gue dulu, lucu juga ya gue dulu pakai kacamata, ini karena mama sih posesif banget sama kondisi mata gue, bersyukur banget deh akhirnya sekarang gue bisa lihat dengan jelas tanpa harus pakai kacamata lagi, tapi jika nanti bisa ketemu sama Pinkyberly kira - kira dia ngenalin gue gak ya, kan gue udah gak pake kacamata lagi, keinget waktu dia panggil gue Cota cota, nama panggilan yang lucu banget, dimanapun kamu berada semoga kamu baik - baik aja ya Pinkyberlyku." gumam Athar sembari memperhatikan foto masa kecilnya bersama Pinkyberly.


Kenapa ya kenangan masa lalu itu susah banget buat di lupain? ya mungkin karena terlalu melekat di hati kali ya. bisa juga karena sudah tersimpan rapi di memori otak. buat hilangin dan lupain kenangan itu sulit banget, udah terlanjur tersimpan sih sulit buat di hilangin gitu aja. terlalu indah lah ya buat di kenang, masa lalu itu cukup di jadikan kenangan terindah, Gak usah terlalu di jadikan bayangan yang membuat kita takut buat melangkah maju.

__ADS_1


__ADS_2