Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Ibu tiri hanya menyayangi anak kandungnya


__ADS_3


Benar adanya bahwa ibu tiri hanya menyayangi anak kandungnya saja, meski tidak semua ibu tiri seperti itu, ada pula ibu tiri yang baik terhadap anak tirinya, Chayra merasa dirinya seperti dongen Cinderella, Bu Zafana hanya menyayangi Lelian dan Lilian, mereka berdua selalu saja di manja, sedangkan Chayra di suruh untuk mengerjakan pekerjaan rumah, hal itu membuat Chayra semakin tidak betah berada di rumah.


Sore itu Chayra memutuskan untuk pergi ke taman, menghirup udara segar sore hari, ia berangkat sendirian, tanpa pamit dengan ibu tirinya, pamit pun tidak akan di izinkan.


"Nyaman juga di sini, bisa agak bebas dari tekanan dan kepenatan di rumah, gue pengen kabur ke jakarta. kangen gue sama Sindi dan Gisela, gimana ya kabar mereka." gumam Chayra


Chayra termenung sembari melihat permainan skateboard yang terlihat seru.


"Seru juga." ucapnya


Chayra menghampiri cowok - cowok yang sedang asyik main skateboard.


"Kak." sapa Chayra


"Iya." jawab Abil salah satu cowok yang sedang main skateboard


"Boleh pinjem skateboard nya gak?" ucap Chayra


"Kamu bisa mainnya?" tanya Abil


"Bisa kak." jawab Chayra


"Kamu ambil aja di sana, masih ada 1 pasang itu." ucap Abil


"Itu skateboard nya siapa kak?" tanya Chayra


"Udah pakai aja gak papa." jawab Abil


"Oh gitu ya kak, ya udah makasih ya kak." ucap Chayra


"Iya sama - sama." ucap Abil


Chayra mengambil skate board dan memainkannya begitu seru, lumayan hilang kejenuhannya. tiba - tiba sang pemilik skateboard datang dan menghampiri Chayra.


"Hei siapa suruh lo mainin skateboard gue?" tanya Yudha


"Yudha." ucap Chayra kaget melihat Yudha


"Ternyata lo cewek tengil." ucap Yudha


"Sorry, ini skateboard punya lo ya, tadi gue di kasih pinjem sama cowok itu." ucap Chayra sembari menunjuk ke arah Abil


"Abil." gerutu Yudha


"Iya kakak itu yang minjemin, gue gak tau kalau ini punya lo." ucap Chayra


"Lo tunggu di sini, jangan kemana - mana." ucap Yudha


"Oke." ucap Chayra sembari masih asyik memainkan skateboard punya Yudha


Sementara Yudha menghampiri Abil dengan wajah kesal.


"Abil." teriak Yudha.


"Yud, bisa gak sih lo gak teriak - teriak." ucap Abil


"Kenapa lo pinjemin skateboard gue ke cewek tengil gak tau diri itu?" tanya Yudha kesal


"Lo kenal sama tuh cewek?" tanya Abil balik


"Lo jawab dulu pertanyaan gue, jangan balik nanya, kebiasaan." ucap Yudha


"Ya dari pada skateboard lo nganggur di situ, tuh cewek bisa main skateboard nya ya udah gue pinjemin aja, kasihan." jawab Abil tanpa ngerasa bersalah


"Lo lancang." gertak Yudha


"Sorry Yud, lo jangan pelit sama cewek, kan skateboard lo juga aman - aman aja, gak lecet


kan." ucap Abil


"Gue gak suka lo seenaknya minjemin barang gue ke orang lain. kalau lo mau kasih pinjem ya skateboard lo lah, ngapain lo pinjemin punya gue." ucap Yudha kesal


"Kan gue pake Yud, tuh cewek juga minjemnya bentar, udah deh jangan pelit." ucap Abil


"Enak banget ya lo ngomong." ucap Yudha kesal


Yudha beranjak berjalan ke arah Chayra yang masih asyik dengan skateboard punya Yudha.


"Cewek tengil." panggil Yudha


"Iya." ucap Chayra


"Lo kalau mau main skateboard bawa sendiri dong dari rumah, gak modal banget sih lo." ucap Yudha


"Kalau gak ikhlas minjemin ya udah nih gue balikin, pelit banget sih jadi orang." ucap Chayra sembari melempar skateboard nya ke arah Yudha


"Skateboard gue, awas ya kalau skateboard gue sampai lecet lo harus ganti rugi." ucap Yudha kesal


Chayra tidak mendengarkan perkataan Yudha, ia terus saja berjalan ke arah taman, males buat nanggepin cowok tengil kayak Yudha, hatinya sedang tidak baik, dia tidak ingin cari masalah dengan Yudha, sementara Yudha masih terus mengejar Chayra. ia tidak terima di perlakukan seperti itu oleh Chayra, padahal Chayra telah meminjam skateboard nya tadi.


"Eh cewek gak tau terima kasih, berhenti lo." ucap Yudha


"Kenapa sih lo ngikutin gue." gerutu Chayra


"Lo tuh ya udah minjem skateboard gue tanpa bilang ke gue, udah gitu langsung nyelonong pergi, gak tau terima kasih banget sih." ucap Yudha dengan nada kesal


"Iya terima kasih." ucap Chayra yang tidak ingin debat dengan Yudha


"Gak ikhlas banget kayaknya." ucap Yudha


"Yudha terima kasih ya, karena lo udah minjemin skateboard lo ke gue." ucap Chayra


"Eh tunggu." cegah Yudha saat Chayra beranjak pergi


"Kenapa lagi?" tanyq Chayra


"Lo kesini sendirian?" tanya Yudha


"Iya. kenapa?" tanya Chayra balik


"Gak papa sih, tumben cewek main ke taman sendirian." ucap Yudha


"Kan gue bukan cewek manja, udah biasa kok gue kemana - mana sendiri." ucap Chayra


Yudha berjalan beriringan dengan Chayra


"Kenapa sih lo masih aja ngikutin gue? kayak gue punya hutang aja lo ikutin terus dari tadi." ucap Chayra kesal


"Kan biar lo gak sendirian." ucap Yudha


"Udah deh lo jangan sok baik sama gue. gue ngerti maksud lo. denger ya gue gak akan ke makan sama omongan lo yang sok manis itu." ucap Chayra dengan nada kesal


"Lo itu bener - bener ya. di baikin susah, di jahatin juga susah, jadi cewek kok ngeselin banget." ucap Yudha kesal


"Lebih baik lo jahatin gue aja. jangan pura - pura baik deh. gue gak suka cowok munafik kayak lo." ucap Chayra


"Chayra gue itu berusaha sabar ya hadepin cewek kayak lo gini, tapi lo itu selalu aja mancing emosi gue." ucap Yudha


"Oh lo emosi, lo fikir gue juga gak nahan emosi apa." ucap Chayra dengan nada tinggi


"Males gue berurusan sama lo, cewek tengil gak tau diri." ucap Yudha yang gak mau kalah


"Ya udah sana lo pergi, ngapain ngikutin gue." ucap Chayra


"Sombong banget sih lo jadi cewek." ucap Yudha sembari melangkah pergi dengan kekesalan dan emosi karena perkataan Chayra.


"Lo kenapa Yud?" tanya Abil menghampiri temannya.


"Kesel gue sama tuh cewek." jawab Yudha


"Lo kenal sama tuh cewek, kenal dimana, imut loh tuh anak." ucap Abil


"Imut sih tapi ngeselin, jutek, sombong lagi, tiap gue ketemu sama tuh cewek bikin gue emosi melulu." ucap Yudha


"Sabar. masa nanganin cewek imut gitu lo gak bisa sih Yud. ucap Abil


"Susah tuh cewek, di baikin salah, di jahatin juga salah, perkataannya selalu mancing emosi gue." ucap Yudha


"Lo kenal dimana sih sama dia?" tanya Abil


"Dia itu anak baru di sekolahan gue." jawab Yudha


"Oh satu sekolahan sama lo, satu kelas juga?" tanya Abil


"Enggak. dia satu kelas sama musuh gue." jawab Yudha


"Maksud lo Athar?" tanya Abil memastikan


"Iya siapa lagi kalau bukan cowok sok keren itu, yang di gilai banyak cewek di sekolah, lihat mukanya aja pengen nonjok gue." ucap Yudha


"Ya udah mending balik aja, dari pada lo makin emosi di sini." ucap Abil


"Terserah deh." ucap Yudha


Sementara Chayra duduk di pinggir taman, mengingat perkataan Yudha tadi malah membuatnya semakin kesal.


"Tuh cowok gak ada sopan - sopan nya sama cewek, terus ngapain juga tadi ngikutin gue, munafik." gerutu Chayra.

__ADS_1


"Siapa yang munafik?" tanya Athar yang tiba - tiba duduk di samping Chayra


"Athar, lo ngagetin gue aja sih." ucap Chayra


"Sorry, tadi gue lihat lo kayak lagi bete gitu, gue samperin deh, gue ganggu ya?" ucap Athar


"Gak ganggu sih, tapi lo dateng tiba - tiba gitu, kan gue jadi kaget." ucap Chayra


"Lagi kesel sama siapa sih?" tanya Athar


"Sama musuh lo tuh." jawab Chayra


"Maksud kamu Yudha?" tanya Athar


"Iya, gue tau nya kan Yudha itu musuh lo." jawab Chayra


"Kenapa Yudha, dia apain kamu?" tanya Athar khawatir


"Gak papa, dia gak ngapa-ngapain, tadi itu gue minjem skateboard nya, gue juga gak tau kalau itu skateboard punya Yudha, gue asal minjem aja ke temen nya terus gue pake, eh tiba - tiba di dateng marah - marah." ucap Chayra


"Jangan di masukin hati ucapannya Yudha, tuh anak suka gitu, dia gak suka ada yang minjem barang miliknya tanpa sepengetahuan dia." ucap Athar sembari menepuk pundak Chayra berusaha menenangkan Chayra agar tidak kesal lagi


"Males gue berurusan sama dia." ucap Chayra


"Ya udah kamu jangan marah gitu dong, nanti cantiknya hilang lo, kalau marah - marah terus." ucap Athar sembari tersenyum manis


"Athar lo tuh cowok yang pandai meluluhkan hati cewek." gumam Chayra dalam hati


"Lo ngapain di sini Thar?" tanya Chayra


"Gue jalan - jalan aja." jawab Athar


"Sendiri?" tanya Chayra


"Iya masa gue ke taman sama Bisma." jawab Athar


"Ya gak gitu, kan siapa tau aja sama cewek." ucap Chayra asal


"Gue gak punya cewek." jawab Athar datar


"Oh." ucap Chayra sambil tersenyum manis


"Kamu sendiri ngapain kesini?" tanya Athar balik


"Bosen di rumah, capek." jawab Chayra


"Capek itu istirahat bukan malah main ke taman." ucap Athar


"Gue di rumah gak bisa istirahat. ibu suri gak akan ngebiarin gue istirahat, pasti ada aja yang dia perintahkan." ucap Chayra


"Kasihan kamu Chayra." gumam Athar dalam hati


"Beli ice cream itu yuk." ajak Athar


"Lo aja deh, gue males." ucap Chayra


"Ya udah kamu tunggu sini ya, aku beliin, kamu mau yang rasa apa?" tanya Athar


"Terserah, apapun gue suka." jawab Chayra


"Oke bentar ya, jangan ke mana - mana, tunggu di sini dulu." ucap Athar


"Iya." ucap Chayra


Athar beranjak untuk membelikan Chayra ice cream berharap Chayra merasa sedikit tenang dan tidak marah - marah lagi.


"Bang beli ice creamnya 2 ya rasa coklat." ucap Athar kepada abang yang jualan ice cream


"Iya sebentar ya." ucap abang penjual ice cream


"Ini ice creamnya." ucap abang penjual ice cream


"Iya, makasih ya bang, kembalian nya ambil aja." ucap Athar


"Oke makasih ya." ucap abang penjual ice cream yang ramah.


"Ini Ra, ice creamnya." ucap Athar sembari menyodorkan ice cream ke tangan Chayra


"Makasih ya Thar." ucap Chayra sembari memakan ice cream di tangannya.


"Gimana enak?" tanya Athar


"Iya lumayan." ucap Chayra


"Ra kamu yang sabar ya, mungkin kamu perlu penyesuaian diri dengan keluarga baru kamu." ucap Athar


"Kamu gak aduin itu ke ayah kamu?" tanya Athar


"Gak Thar, gue menghargai pilihan ayah. gue gak mau lihat ayah sedih dan kecewa." jawab Chayra


"Ra, kamu juga fikirkan kebahagiaan kamu, selama ini kamu menderita kan, ayah kamu gak tau itu, lebih baik kamu cerita saja apa yang terjadi, jangan kamu tutupin terus sikap tidak baik ibu tiri kamu itu." ucap Athar menasehati Chayra


"Gak Thar, gue gak akan bilang ke ayah, gue cuma cerita ini ke lo aja Thar, karena selama ini gak ada yang tau kalau ibu tiri gue itu jahat, lo jangan cerita ke siapa - siapa ya." ucap Chayra


"Iya aku bisa jaga rahasia kok." ucap Athar


"Makasih ya Thar, lo orang yang baik, gue cerita gini ke lo karena gue percaya lo bisa jaga rahasia ini, gue gak betah di rumah, gue pengen ke Jakarta lagi tapi gue takut ayah marah." ucap Chayra


"Ya jangan ke Jakarta Ra, kamu di sana nanti pasti sendirian, ayah kamu juga pasti gak setuju, kamu yang sabar, semoga aja ibu tiri kamu bisa berubah, kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita ke aku jangan sungkan, jika aku bisa bantu maka aku akan bantu kamu sebisanya, aku gak mau kamu sedih Chayra." ucap Athar


"Makasih Athar." ucap Chayra


"Iya sama - sama, udah dong jangan sedih, senyum dong." ucap Athar


"Ini senyum." ucap Chayra


"Nah gitu, kamu harus selalu tersenyum, gak boleh sedih lagi, aku gak mau lihat kamu sedih." ucap Athar


"Iya aku gak sedih lagi kok, ada kamu yang menghiburku." ucap Chayra


"Iya aku akan selalu ada buat kamu, jangan pernah sungkan buat minta bantuan ke aku ya, kalau ada masalah cerita aja." ucap Athar


"Iya Thar. makasih banget ya, gue seneng banget bisa kenal sama lo." ucap Chayra


"Apa kamu mau balik sekarang, udah hampir maghrib nih." ucap Athar


"Sebenarnya sih males pulang ke rumah." ucap Chayra


"Gak boleh gitu, nanti kamu di cariin." ucap Athar


"Ya udah deh yuk pulang, sebelum ibu suri marah." ucap Chayra


"Ayuk, kamu bawa motor?" tanya Athar


"Iya gue bawa motor sendiri kok Thar." jawab Chayra


"Ya udah kalau gitu aku ikutin dari belakang." ucap Athar


"Makasih ya." ucap Chayra


"Iya sama - sama." ucap Athar


Mereka pun pulang ke rumah, sesuai dengan ucapan Athar dia mengantar Chayra pulang, Athar mengikutinya dari belakang memastikan Chayra sampai rumah dengan aman.


"Ya udah aku masuk ke dalam rumah dulu ya Thar. makasih." ucap Chayra


"Iya sama - sama." ucap Athar


Chayra masuk ke dalam rumah, Athar pun lanjut perjalanan pulang kerumahnya.


"Assalamu'alaikum.." ucap Chayra saat memasuki rumahnya


"Wa'alaikumsalam." ucap Bu Zafana


"Dari mana aja kamu?" tanya Bu Zafana


"Dari taman." ucap Chayra


"Bagus ya, pekerjaan rumah masih banyak kamu malah pacaran di taman." ucap Bu Zafana kesal


"Siapa yang pacaran sih." ucap Chayra kesal karena di tuduh pacaran


"Ngapain ke taman kalau bukan pacaran, saya itu faham ya, kamu itu sudah remaja, sebentar lagi menginjak dewasa kamu pasti lagi asyiknya cinta cintaan, tapi ingat tugas di rumah juga harus di kerjakan dengan baik." ucap Bu Zafana


"Aku gak pacaran." tegas Chayra


"Masih aja bohong." ucap Bu Zafana


"Aku gak bohong." ucap Chayra


"Udah deh, saya gak bisa kamu bohongin. kalau gak pacaran kenapa anak Bu Nikma barusan anterin kamu pulang?" tanya Bu Zafana


"Tadi gak sengaja kok ketemu sama Athar di taman, terus pulang bareng." jawab Chayra


"Oh gak sengaja ya, kamu bilang gak sengaja, apa saya perlu percaya sama omong kosong itu." ucap Bu Zafana


"Terserah lo mau percaya atau enggak, yang penting gue udah ngomong sejujurnya." jawab Chayra kesal


"Ya bagus kalau kalian gak pacaran, karena Athar itu lebih cocok sama Lilian bukan sama kamu." ucap Bu Zafana

__ADS_1


"Kok Lilian?" tanya Chayra


"Ya karena Lilian juga suka sama Athar, awas ya kalau sampai saya lihat kamu deket sama Athar atau mencoba untuk mendekati anak Bu Nikma itu kamu akan tau akibatnya." ucap Bu Zafana


"Terserah mau ngomong apa, gue gak peduli." ucap Chayra sembari beranjak ingin ke kamarnya


"Chayra." teriak Bu Zafana


"Kamu malam ini tidak dapat jatah makanan." ucap Bu Zafana tegas


Chayra hanya diam dan langsung masuk ke kamarnya.


"Lilian suka sama Athar, apa gue gak salah denger?" gumam Chayra dalam hati


"Sejak kapan Lilian mulai menyukai Athar, gue harus jatuhin Athar gitu? enak aja kan yang kenal Athar duluan gue. kan gue juga cuma temenan sama Athar, seharusnya gak masalah dong. ahhh kenapa gue peduli omongan ibu suri jahat itu." gerutu Chayra


Waktunya makan malam, Chayra merasa lapar dia pun keluar dari kamarnya menuju meja makan, di meja makan sudah ada ibu tirinya dan saudara - saudara tirinya, mereka hendak makan malam.


Chayra langsung duduk di bangku meja makan tanpa memperdulikan tatapan tajam dari ibu tiri nya.


"Siapa yang suruh kamu makan?" tanya Ibu tiri


"Aku laper." jawab Chayra


"Kan tadi saya sudah bilang sama kamu kalau malam ini kamu gak dapat jatah makan malam, ya anggap aja ini hukuman buat kamu." ucap Bu Zafana ketus


"Tega ya." ucap Chayra sembari membanting sendok dan garpu di piring dan beranjak keluar


"Sebenarnya saya bisa lebih tega dari ini Chayra, lihat saja nanti, kamu pasti akan menderita." ucap Bu Zafana licik


Chayra keluar rumah dan duduk di teras.


"Laper." ucapnya


"Tega banget sih ibu suri, gue kan laper masa makan aja gak boleh." ucap Chayra lirih


"Masa gue bilang ke Athar, tapi nanti gue malah ngerepotin dia lagi." ucap Chayra


Tiba - tiba Lilian keluar dan menghampirinya.


"Eh Chayra, upik abu gue peringatan ya ke lo, mulai sekarang lo gak boleh deket - deket lagi sama Athar." ucap Lilian ketus


"Kenapa gue gak boleh sama Athar, hak gue dong, Athar kan bukan pacar lo." ucap Chayra


"Athar itu calon pacar gue." ucap Lilian


"Enak aja lo bilang Athar calon pacar lo, yang bener itu Athar calon pacar gue." sahut Lelian


"Apa sih kak, kan gue suka sama Athar, lo jadi kakak harus ngalah dong sama adiknya." ucap Lilian kesal


"Yang bener itu yang duluan pacaran ya anak pertama." ucap Lelian


"Terserah deh kalian berdua mau berantem silahkan, gue laper jangan pancing emosi gue, hal gue mau berteman sama siapa aja, belum tentu juga Athar mau sama lo berdua." ucap Chayra kesal


"Eh upik abu, ya pasti Athar mau lah deket sama gue kan gue itu cantik, manis gak kayak lo, cantik kagak, lo kan gak suka dandan, tampilan lo juga norak, jelas Athar pasti lebih milih gue." ucap Lelian


"Jangan PD deh kak, jelas Athar itu milih gue lah, kan secara gue itu cantik, imut, menggemaskan." ucap Lilian


"Duh, menggemaskan dari mana coba." ucap Chayra


"Lo bilang apa upik abu?" tanya Lilian


"Ah enggak, gue bilang lo imut, menggemaskan." ucap Chayra


"Tuh kan upik abu aja akuin kalau gue itu imut dan menggemaskan, pasti Athar lebih milih gue lah kak, gue saranin mending lo mundur aja, gak usah bersaing sama adik lo sendiri." ucap Lilian


"Enak aja lo suruh gue mundur, gue itu kakak lo, yang harusnya mundur itu lo, bukan gue." ucap Lelian


"Kalian ini kok malah ribut sendiri." ucap Bu Zafana yang melihat kedua puterinya sedang berebut cowok yang mereka sukai


"Ibu ini kak Leli jahat." ucap Lilian


"Kalian jangan berebut gitu dong, kalian itu harus bersaing secara fair." ucap Bu Zafana


"Ibu sebenarnya dukung aku apa dukung Lilian sih." gerutu Lelian


"Ya ibu pasti dukung kalian berdua, ibu senang sekali kalau bisa besanan dengan Bu Nikma orang kaya itu, di antara kalian harus ada yang berhasil buat dapetin Athar, bagaimana pun caranya." ucap Bu Zafana


"Aku pasti usahain bisa dapetin Athar." ucap Lelian percaya diri


"Aku juga Bu, aku pasti bisa dapetin hatinya Athar." ucap Lilian yang gak mau kalah dari kakaknya


"Tapi kalian jangan berantem, harus bersaing secara Fair." ucap Bu Zafana


"Oke kita bersaing secara Fair adikku." ucap Lelian pada Lilian


"Oke aku setuju kak." ucap Lilian


Chayra yang mendengar obrolan mereka geleng - geleng kepala, gak habis fikir dengan ibu tirinya yang haus harta.


"Gila bener - bener gila. yang orang itu fikirkan hanyalah harta, segitunya Lelian dan Lilian ingin berebut Athar, tuh cowok bener - bener di perebutkan banyak cewek, siapa ya kira - kira yang bisa dapetin Athar, gue sih gak setuju kalau di antar mereka berdua yang berhasil." gerutu Chayra di balik pintu kamarnya


"Duh laper, mau beli makan di luar takut ketahuan ibu suri nanti di omelin lagi." gumam Chayra


Tiba - tiba ada pesan whatsapp dari Athar, Chayra membuka pesan itu dan membalasnya.


"Malem Ra, kamu lagi ngapain?" isi pesan dari Athar


"Tumben lo whats'app gue Thar?" balas Chayra


"Gak papa, pengen aja whats'app an." balas Athar


"Oh." balas Chayra cuek


"Kamu udah makan Ra?" tanya Athar


"Belum Thar, gue gak dapat jatah makan malam nih, biasa hukuman dari ibu suri." balas Chayra


"Kasihan." balas Athar


"Dia bilang kasihan, lo bilang gitu gue tetep aja laper Thar." gerutu Chayra


Chayra enggan membalas. dia mengerjakan tugas sekolahnya yang belum ia seleseikan sembari menahan lapar.


Tiba - tiba terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya. Chayra langsung beranjak membukakan pintu, karena pasti ibu suri dan saudara - saudara tirinya pada di kamarnya masing - masing, biasanya gak mau di ganggu.


"Iya bentar." ucap Chayra.


Chayra membuka pintu.


"Athar." ucap Chayra kaget Athar malam - malam kerumahnya


"Assalamu'alaikum.." ucap Athar


"Iya, wa'alaikumsalam.." ucap Chayra


"Ini Ra, aku bawain kamu makanan, katanya kamu tadi laper, di makan ya, di habisin." ucap Athar


"Jangan keras - keras, jangan sampai ibu suri denger, kalau dia tau lo kesini bawain gue makanan bisa bertambah hukuman gue." ucap Chayra lirih


"Iya sorry." ucap Athar


"Sebenarnya lo gak usah repot- repot kesini bawain gue makanan kayak gini, gue malah ngerepotin lo." ucap Chayra


"Gak ngrepotin kok, rumah kita kan deket, masa kamu laper aku biarin aja sih, aku cowok yang tega dong, aku gak setega itu Chayra, aku gak akan ngebiarin kamu elaparan dan kamu masih ingat perkataanku tadi sore kan, kalau aku akan selalu ada buat kamu." ucap Athar


"Harus nya lo gak kayak gini Thar ke gue." gumam Chayra dalam hati


"Ya udah makasih ya, lo teman yang baik, tapi lo gak usah masuk ya, kalau ibu suri tau bisa kena hukuman lagi gue." ucap Chayra lirih khawatir ibu tirinya dengar.


"Iya. udah malem aku langsung balik aja." ucap Athar


"Nyokap lo tau kalau lo bawa makanan kesini?" tanya Chayra


"Tau." jawab Athar


"Hah.." ucap Chayra kaget


"Iya mama tau kok kalau aku bawain kamu makanan, malah mama yang nyuruh." ucap Athar


"Athar, kan gue gak enak sama nyokap lo." ucap Chayra


"Gak papa kok. kamu tenang aja mamaku kan orangnya baik." ucap Athar


"Bilang ke nyokap lo, makasih banget ya dan maaf gue udah ngerepotin kalian." ucap Chayra


"Kan aku udah bilang kamu itu gak ngerepotin." ucap Athar


"Iya makasih Athar." ucap Chayra sembari tersenyum manis


"Ya udah aku balik dulu, itu makanan nya kamu habisin, jangan sampai gak habis." ucap Athar


"Iya Athar." ucap Chayra


"Ya udah aku pulang dulu, assalamu'alaikum.." ucap Athar


"Iya, wa'alaikumsalam.." ucap Chayra


Chayra menutup pintunya dan berjalan ke arah meja makan untuk memakan makanan yang di kasih Athar. Chayra makan dengan lahapnya tanpa ketahuan oleh ibu tirinya.

__ADS_1


__ADS_2