Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Teman baru, tanpa melupakan teman lama


__ADS_3


Hari yang di tunggu telah tiba, pagi ini Chayra, Lelian dan Lilian telah siap untuk berangkat sekolah, seragam baru, tas dan sepatu baru membuat penampilan Lelian dan Lilian hari ini terlihat beda dari biasanya, ya maklum serba baru. hehe..


Berbeda dengan Chayra yang enggan membeli tas dan sepatu baru, karena ia rasa tas dan sepatunya masih bagus, Chayra tidak suka pemborosan, dia hanya membeli barang yang ia perlukan, namun penampilan Chayra selalu terlihat mempesona. pesona yang terpancar dari wajah yang penuh ketulusan membuat setiap orang yang melihatnya mampu terhipnotis oleh wajah datar tanpa senyuman itu. tanpa senyuman saja membuat orang terpesona apalagi kalau Chayra tersenyum yaa. hehe...


Sarapan pagi telah terhidangkan, Chayra hanya meminum susu tanpa memakan roti dengan selai coklat yang telah terhidangkan di depan mata nya. pagi ini ia malas untuk menyantap sarapannya, apalagi tatapan Bu Zafana menatapnya dengan tatapan tajam, membuat selera makan Chayra pun hilang, Chayra menyalami kedua orang tuanya, kali ini dia memang harus menyalami Ibu tirinya juga karena ayahnya sedari tadi selalu memperhatikannya.


"Ayah, Ibu Chayra berangkat sekolah dulu ya. Assalamu'alaikum.." ucap Chayra dengan lembut.


"Iya hati - hati ya sayang, semoga hari ini menyenangkan bagimu." ucap Bu Zafana Ibu tiri Chayra yang sedang berpura - pura berkata manis kepada Chayra di depan suaminya.


Chayra membalasnya dengan senyuman tipis, namun di hatinya sangat kesal dengan sikap Ibu tirinya yang selalu berpura - pura baik padanya hanya saat di depan Ayahnya saja.


Mereka pun berangkat sekolah dengan di antar supir baru, Pak Rudi namanya. kebetulan rumah Pak Rudi tidak jauh dari tempat tinggal Chayra sekarang, Pak Rudi memang supir khusus yang mengantar jemput mereka ke sekolah.


Raut wajah Lelian dan Lilian sangat memancarkan kebahagiaan bisa sekolah di sekolahan Favorit impiannya, berbeda dengan Chayra yang tampak biasa saja, malah dia sudah sangat merindukan sahabatnya. Chayra menulis pesan kepada sahabatnya untuk melepas rindu.


"Hai Gengs, gimana kabar kalian hari ini?" isi pesan Chayra di grup whats'app, grup khusus untuk mempermudah Chayra menyapa sahabat - sahabatnya dari kejauhan agar tidak ribet kirim pesan satu per satu.


Pesan dari Chayra langsung di balas oleh sahabat - sahabatnya.


"Alhamdulillah baik, duuhh Ra, aku tuh udah kangen banget sama kamu." balas Sindy


"Aku juga baik - baik saja Chayra, gimana kamu tinggal di bandung betah?" balas Gisela


"Aku juga kangen banget sama kalian.. pengen sarapan bareng lagi di kantin, bercanda tawa, entah di sini aku akan bertemu teman baru yang seperti kalian atau enggak, sungguh hal ini menyiksaku.." (Chayra)


"Aku gak betah di sini, tanpa kalian rasanya sepi banget, hampa deh hidupku. huhuhuhu.." (Chayra)


"Kamu yang sabar ya Ra, aku yakin kok kamu kuat hadepin semua ini, kami akan selalu mensupport kamu dari sini, meski kita jauh, hati kita kan deket." (Sindy)


"Iya Ra, kamu jangan sampai lost contact ya, kami akan selalu merindukanmu, ingin deh rasanya segera libur panjang, biar kamu bisa balik lagi ke jakarta." (Gisela)


"Makasih ya Sindi, Gisela kalian selalu ada buat Chayra, pasti Chayra akan sering menghubungi kalian, eh udah dulu ya ini aku udah sampai di sekolah nih.." (Chayra)


"Iya sama - sama Chayra, semoga kamu betah ya di sekolah barumu, belajar yang rajin, jangan suka ngelamun dan tetap semangat ya." (Sindy)


"Makasih Sindy, semangatku adalah kalian.." (Chayra)


Mereka telah sampai di SMA Negeri 1 Bandung, mereka segera turun dari mobil, Chayra sengaja turun lebih akhir, biarlah Lelian dan Lilian yang turun dan masuk ke ruang kepsek duluan. Chayra malas jika harus berdebat dengan saudara - saudara tirinya. Chayra sih berharap tidak satu kelas dengan Lelian maupun Lilian. tapi semua keputusan tergantung kepsek.


Lelian dan Lilian telah berlalu, Chayra turun dari mobil dan berpamitan kepada Pak Rudi.


"Pak Rudi saya masuk kelas dulu ya, nanti jemputnya jangan terlambat." ucap Chayra


"Iya siap non Chayra.." jawab Pak Rudi.


Chayra berjalan perlahan menuju ruang kepsek, di sana sudah ada Lelian dan Lilian.


Chayra memasuki ruang kepsek, tak lupa ia mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh.."


"Silahkan masuk dan duduk di situ ya Chayra." ucap Pak kepsek.


"Iya Pak, Terima kasih.."


Chayra duduk di sebelah Lilian. Lilian menatap sinis ke arahnya, yang tidak di perdulikan oleh Chayra.


"Chayra kamu masuk di kelas IPA A5 ya, dan Lelian masuk di kelas IPS C9 untuk Lilian kamu masuk di kelas IPA C2." kata Pak Kepsek


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi masuk ke kelas dulu Pak.." ucap Chayra


"Iya Chayra, semangat belajar ya.." ucap Pak kepsek.


"Iya Pak."


Chayra keluar dari ruang kepsek menuju kelas IPA A5, Chayra cukup senang karena tidak sekelas dengan saudara - saudara tirinya, gak kebayang kalau mereka berada dalam satu kelas, konsentrasi belajar Chayra bisa buyar karena ulah mereka.


Di susul oleh Lelian dan Lilian yang sedang mencari kelas mereka masing - masing.


"Eh, upik abu, lo kok masuk kelas A sih dan gue malah masuk kelas C?" ucap Lilian yang merasa iri karena Chayra bisa masuk ke kelas A. karena kelas A banyak murid yang cerdas dan membanggakan sekolah, apalagi banyak cowok kerennya di sana, jelas saja Lilian merasa iri.


"Udah terima aja, memang lo itu pantesnya ya di kelas C, lo masuk kelas A bisa di bully karena nilai loh jelek." jawab Chayra tanpa menoleh ke arah Lilian yang sedang bicara dengannya.


"Iihh ngeselin banget sih Lo.. upik abu, awas aja yaa." gerutu Lilian yang merasa kesal


"Eh udah jangan berantem, kita kan murid baru di sini, jangan bikin masalah, bisa kena hukuman nanti, udah diem dulu, ada saatnya nanti kita kerjain tuh si upik abu, sekarang sabar aja dulu." ujar Lelian kepada adiknya Lilian.


"Oke deh.. gue udah gak sabar pengen ngerjain tuh si upik abu resekk." jawab Lilian dengan senyuman sinis.


"Kalian fikir gue gak denger apa yang kalian omongin barusan, seorang Chayra tidak akan bisa kalian kerjain, ingat itu!" gumam Chayra lirih merasa kesal dengan perkataan saudara - saudara tirinya.


Chayra langsung beranjak pergi tanpa memperdulikan Lelian dan Lilian, ia bertemu dengan wali kelasnya, Bu Tyas.


"Kamu pasti murid baru yang pindahan dari jakarta ya?" tanya Bu Tyas menghampiri Chayra.


"Iya benar Bu, perkenalkan nama saya Chayra." jawab Chayra.


"Oh iyaa, kamu bisa panggil saya Bu Tyas, saya wali kelas di kelas IPA A5, semoga kamu betah ya sekolah di sini, kalau ada masalah atau pelajaran yang tidak kamu mengerti, jangan takut atau sungkan untuk bertanya ke Bu Tyas atau guru - guru lain di sini." ujar Bu Tyas

__ADS_1


"Iya Bu Tyas, Terima kasih.."


"Ya sudah ayo kita masuk ke kelas, Ibu akan memperkenalkan kamu ke teman - teman lainnya." ujar Bu Tyas mengajak Chayra lekas masuk ke kelasnya.


"Iyaa Bu Tyas.."


Bu Tyas pun memperkenalkan Chayra sebagai murid baru.


"Assalamu'alaikum anak - anak.."


"Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh Bu Tyas.."


"Anak - anak ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari jakarta, silahkan kamu memperkenalkan diri Chayra." ujar Bu Tyas mempersilahkan Chayra untuk memperkenalkan diri kepada teman - teman sekelasnya.


"Assalamu'alaikum.." ucap Chayra


"Wa'alaikumsalam.." ucap teman - teman baru Chayra


"Perkenalkan nama saya Chayra Cana Cordelia, saya pindahan dari SMA Negeri 8 jakarta. saya pindah ke sekolah ini karena Ayah saya di pindahkan tugas di bandung dan saya harus ikut ayah saya, saya harap kalian semua berkenan berteman dengan saya, dan memberi tau saya apapun yang belum saya ketahui di sini, terima kasih.." ucap Chayra memperkenalkan dirinya dengan perfect membuat teman - teman sekelasnya merasa kagum kepada Chayra.


"Wah nama yang bagus, ya pasti kami semua mau berteman dengan kamu, apalagi kamu cantik." ucap Bisma cowok terkonyol di kelasnya.


"Apa - apaan sih Bisma, mulai deh modusnya." ucap Athar teman sebangku Bisma.


Athar tersenyum melihat Chayra dan berdecak kagum, ternyata cewek yang dia tolong kemaren itu anak baru dan masuk di kelas yang sama dengannya.


Sementara Chayra merasa kaget melihat Athar.


"Itu kan cowok yang kemaren, ternyata aku sekelas dengannya, semoga dia tidak ngeselin dan berulah padaku." gumam Chayra lirih khawatir ucapannya di dengar oleh Bu Tyas.


"Ya sudah Chayra silahkan kamu menempati bangku yang kosong ya, akan segera di mulai pelajaran hari ini." ujar Bu Tyas menyuruh Chayra segera duduk di bangku yang masih kosong.


"Baik Bu Tyas.."


Chayra berjalan perlahan melangkah ke bangku kosong yang bersebelahan dengan Athar, Athar yang terus melihat ke arah Chayra tanpa berkedip membuat Bisma merasa aneh melihat sahabatnya menatap cewek segitunya, baru kali ini ia lihat Athar melihat seorang wanita dengan tatapan tanpa berkedip dan senyuman.


"Eh Athar lo kenapa sih, ngelihatnya gak usah kayak gitu juga kali, hayo lo naksir ya sama anak baru itu?" ucap Bisma menggoda Athar.


"Apa sih lo Bisma, ganggu gue aja." jawab Athar


"Nah lo kan tumben - tumben nan lo natap cewek sampai segitunya, kan gak biasanya lo kayak gini, terus gimana tuh kabar cewek - cewek yang ngejar - ngejar lo hahahaha.."


"Bukan urusan lo Bisma, siapa juga yang naksir tuh cewek, kenal aja enggak." jawab Athar yang membohongi dirinya sendiri.


"Bagus deh kalau lo gak naksir anak baru itu, mending buat gue aja ya kan, kan Bisma juga gak kalah ganteng dari lo Athar. hehe.." ucap Bisma sembari cengengesan


"Apa sih lo Bisma, PD lo tuh ketinggian, belum tentu juga dia mau sama lo." jawab Athar yang merasa agak kesal dengan perkataan Bisma.


"Ya kan mereka bukan level gue.."


"Gue bingung deh sama lo Athar, masa dari sekian banyak cewek yang ngejar - ngejar lo, gak ada satu pun yang lo suka, lo tuh keren tapi betah banget ngejomblo. sekali - kali gitu buka hati buat cewek, jangan di anggurin mulu tuh cewek - cewek kasian gue ngelihatnya." ujar Bisma menasehati Athar yang tidak pernah mau membuka hatinya untuk cewek. karena memang Athar tidak suka di kejar - kejar.


keren tapi belum pernah jatuh cinta. namun selalu di kejar - kejar oleh cinta. itulah Athar..


"Kan lo tau sendiri kalau gue gak suka di kejar - kejar, risih tau gak sih.." ucap Athar dengan jawabang yang singkat, padahal Bisma udah ngomong panjang lebar.


"Ahh Lo Tar, gue udah ngomong panjang lebar jawaban lo selalu singkat banget, ahh terserah lo deh.. gue nih kalau jadi lo pasti gue merasa bangga banget sama diri gue sendiri, banyak cewek yang suka, sayangnya gue bukan lo Athar, gak ada 1 cewek pun yang mau gue deketin. nasib nasib..." ucap Bisma yang merasa iri dengan Athar yang di sukai banyak cewek.


"Udah diem, bentar lagi di mulai tuh pelajaran, jangan omongin cewek mulu, bosen gue dengernya." ucap Athar yang lagi sensi sama Bisma.


"Ah lo sensian mulu.."


Bu Tyas pun memulai pelajaran ipa, Bu Tyas menerangkan pelajaran dan memberikan pr untuk murid - muridnya.


Bel istirahat pun berbunyi, mereka semua pun keluar kelas untuk makan siang di kantin, sementara Chayra masih di dalam kelas, dia mengobrol dengan teman sebangkunya yang bernama Elisa.


"Chayra.. kamu nggak makan siang dulu di kantin?" tanya Elisa.


"Nanti aja, mungkin sekarang juga masih antri di kantin, aku malas jika harus antri lama." jawab Chayra


"Chayra.. kamu mau kan jadi sahabatku?" ucap Elisa yang membuat Chayra tersenyum


"Ya pasti mau dong, kita sahabatan.." jawab Chayra merasa senang telah mendapatkan teman baru di sekolah yang baru.


"Yeaayy kita sahabatan.. makasih ya Chayra kamu udah mau jadi sahabatku."


"Iya sama - sama.."


"Kita ke kantin yuk, kamu pasti lapar kan?" ajak Elisa


"Iya laper.. aku tadi pagi nggak sarapan.." ucap Chayra sembari memegangi perutnya yang terasa lapar.


"Kenapa kamu nggak sarapan Chayra, jangan di biasain begitu, kasihan perut kamu, cacing - cacing di perutmu pada kelaparan tuh.."


"Iya aku tadi malas memang malas sarapan, tapi biasanya sarapan kok, ya udah ayo tadi katanya mau ke kantin.."


"Iya ayoo..."


Mereka berdua pun pergi ke kantin bersama, di jalan menuju kantin mereka bertemu dengan saudara - saudara tiri Chayra.


"Eh upik abu ternyata udah dapat teman baru, iuuuhh teman lo kok kelihatan culun gitu sih.. iih gak gaul." ledek Lilian.


"Siapa mereka Chayra?" tanya Elisa yang penasaran, tiba - tiba ada yang mengejeknya

__ADS_1


"Udah kamu gak usah masukin hati omongannya Lilian, kamu baik dan gak seculun yang Lilian katakan, lebih baik kita pergi aja gak perlu buang - buang energi buat ladenin mereka berdua." jawab Chayra sembari menarik lengan Elisa agar tidak terpancing emosi oleh ejekan Lilian.


Lilian semakin geram dengan tindakan Chayra yang menghindar dari ejekannya.


"Cepet banget tuh anak dapat teman baru.." ucap Lelian


"Apa teman baru cupu gitu.." sahut Lilian.


"Udah ahh.. gak usah ngurusin mereka." ucap Lelian


Chayra makan siang dengan lahap karena dia merasa sangat lapar gara - gara tadi pagi dia tidak sarapan, tanpa ia sadari ada yang memperhatikannya, siapa lagi kalau bukan Athar yang diam - diam selalu memperhatikan Chayra mau menyapa takut kena marah, diam saja membuat hatinya makin berdebaran.


"Eh Athar dari tadi lo tuh lihatin apa sih, makanan lo aja masih utuh tuh?" tanya Bisma yang heran dengan sikap Athar.


"Eh enggak kok, ini gue makan." jawab Athar salting ketahuan sama Bisma kalau dia sedang memperhatikan seseorang.


"Ga biasanya lo kayak gini." ucap Bisma yang tak di hiraukan oleh Athar.


Datanglah cowok yang selalu nggak mau kalah saing sama Athar, Prayuda Herdiawan, cowok yang sok keren padahal masih lebih kerenan Athar, cowok yang selalu cari masalah dengan Athar, karena sifat irinya yang membuatnya selalu saja menganggu ketentraman hidup Athar di sekolah.


Namun kali ini tatapan mata Prayuda tertuju pada Chayra, cewek cantik yang baru pertama kali ini ia lihat di sekolahan, yang sebelumnya ia sudah di beri tau oleh orang tuanya untuk menjaga Chayra. Prayuda menghampiri Chayra yang masih makan dengan Elisa.


"Athar.. itu kan Yuda, ngapain tuh anak samperin anak baru, jangan - jangan mau modus lagi dia.. wah gak bisa di biarin nih." ucap Bisma kesal melihat Yuda jalan ke arah Chayra dan Elisa.


"Udah biarin aja.. di lihat aja dari sini, kalau dia berani macam - macam baru kita samperin." sahut Athar yang masih tenang melihat tingkah laku Yudha.


Elisa yang melihat Yudha berjalan ke arahnya merasa takut, tatapan Yudha yang dingin membuatnya merinding ketakutan, Yudha memang terkenal dengan galaknya dan sikap dinginnya, berbicara dengan Yudha saja Elisa tidak berani, Elisa takut bertatapan muka dengan Yudha, seseorang yang selalu dia hindari adalah Yudha. namun lain dengan Chayra, ia tidak pernah takut dengan siapapun, meski tatapan Yudha sangat dingin, ia tidak memperdulikan toh dia merasa tidak kenal dengan pria yang sedang berjalan ke arahnya.


Yudha menghampiri Chayra tepat di depan mata Chayra, Elisa tak mampu melihat Yudha keringat dingin bercucuran membasahi seragam sekolahnya, tertunduk tidak berani menatap.


"Hei.. lo anak baru kan di sini?" tanya Yudha pada Chayra.


"Iya.. kenapa?" tanya Chayra balik.


"Oke.. nama lo siapa?" tanya Yudha lagi


"Lo gak perlu tau siapa nama gue dan gak penting juga gue tau siapa nama lo, mending Lo pergi deh dari hadapan gue atau lo mau gue suapin pake air cabe." ucap Chayra dengan tegas membuat Yudha kesal dan mengepalkan tangannya.


"Eh lo pikir lo itu cantik apa sampai - sampai lo gak mau tau siapa gue." jawab Yudha sembari mengarahkan wajahnya di dekat wajah Chayra yang membuat Chayra semakin kesal.


"Gak penting ya.." ucap Chayra sembari beranjak pergi malas sekali kalau harus meladeni cowok dingin yang sok keren itu.


"Lo berani ngomong gitu ke gue, belum tau aja lo siapa gue, akan gue buat lo bertekuk lutut mengemis cinta di depan gue. hahahaha.." ucap Yudha sembari tertawa puas


Chayra membalikkan badannya menatap tajam Yudha, tak banyak biacara langsung saja ia arahkan pukulan di pipi Yudha karena dia sudah merasa sangat kesal dengan perkataan Yudha barusan.


"Tak pantas dia berbicara seperti itu, sebenarnya malas sekali aku meladeninya, tapi ini cowok memang harus di kasih pelajaran biar dia tau diri dan gak asal ngomong." gerutu Chayra sembari melangkah pergi tanpa memperdulikan Yudha yang merasa di permalukan di depan semua teman - temannya yang berada di kantin.


Tatapan mereka semua mengarah pada Yudha yang menggosok - gosokkan tangannya pada pipinya yang terasa sakit, perih karena pukulan dari Chayra. sedangkan Bisma tertawa terbahak - bahak melihat Yudha berhasil di permalukan oleh anak baru, cewek pula yang berhasil menonjokknya dengan pukulan yang menyakitkan.


"Hahahahahaha ini adegan paling lucu yang pernah gue lihat, belum pernah gue lihat si Yudha di permalukan kayak gini, mana tuh sikap sok keren dan gentelmentnya si Yudha, sama cewek aja kalah. hebat.. bener - bener hebat Chayra, gue kasih jempol buat kamu Chayra, gak cuman cantik tuh cewek tapi berani juga melawan Yudha." ucap Bisma merasa puas Yudha di buat malu oleh Chayra.


"Bisma lo tunggu sini ya, gue mau keluar sebentar." ucap Athar yang ingin mengejar Chayra. dia ingin memastikan bahwa Chayra baik - baik saja.


"Eh lo mau kemana?" tanya Bisma


"Udah lo jangan kebanyakan tanya, pokoknya lo tunggu di sini aja dulu, cuman bentar kok." jawab Athar yang langsung lari mengejar Chayra.


"Aneh tuh anak.." gerutu Bisma melihat sikap aneh yang di tunjukkan sahabatnya.


Chayra merasa ada yang mengikutinya di belakang, ia menoleh ke belakang melihat Athar yang sedang berlari mengejarnya.


"Ngapain tuh cowok kok malah ngejar gue." gumam Chayra penasaran melihat sikap Athar yang tiba - tiba langsung mengejarnya.


Athar mencoba mengatur nafasnya saat berada di dekat Chayra.


"Chayra kamu gak papa kan?" tanya Athar menampakkan wajah penuh kekhawatiran.


"Gue gak papa kok dan ngapain lo ngikutin gue kesini?"


"Aku cuma mau mastiin kalau kamu baik - baik aja." ucap Athar lembut dengan senyuman khasnya


"Nih cowok kok perhatian dan baik ya, kelihatannya dia khawatir." gumam Chayra dalam batinnya.


"Kok malah diem sih?" tanya Athar


"Eh gue nggak papa kok, cowok kayak gitu emang musti di kasih pelajaran, gue gak salah kan tadi tiba - tiba gue nampar cowok resekk itu?"


"Enggak kok kamu gak salah, cuman aku khawatir aja kamu kenapa - kenapa.. lain kali jangan kayak gitu lagi ya, jangan bahayain diri kamu sendiri, untung aja tadi Yudha tidak melawan." ucap Athar menasehati Chayra agar tidak berurusan lagi dengan Yudha.


"Gue gak takut kok, gue juga bisa bela diri, lo gak perlu cemas dan khawatir, gue pasti baik - baik aja, thanks ya lo udah care sama gue." jawab Chayra yang merasa Athar tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.


"Iya sama - sama.. cuman tetap aja aku khawatir, kamu kan cewek."


"Emang kenapa kalau gue cewek? gue cuman membela diri aja.."


"Iyaa nggak papa, tapi lain kali jangan kayak gitu lagi ya.."


"Oke. eh nama lo siapa?"


"Aku Athar, senang berkenalan dengan kamu, kamu cewek pemberani, hebat.. tapi akan jauh lebih baik jika kamu berikan senyuman manismu itu untukku." ucap Athar sembari tersenyum manis meninggalkan Chayra yang masih terpaku dengan ucapan Athar.


"Senyuman manis." gumam Chayra sembari tersenyum malu.

__ADS_1


__ADS_2