
Sepulang dari sekolah Chayra langsung berbaring di atas tempat tidur, sungguh hari yang melelehkan baginya, bukan cuman badannya yang lelah namun hatinya pun demikian, awal masuk sekolah di sekolahan baru aja kesannya udah seperti ini, emosinya sedang di uji. menghadapi kedua saudara tirinya aja sudah bisa bikin Chayra naik darah apalagi bertambah 1 lagi yang lebih nyebelin. Chayra tidak menyangka kalau hari pertama dia masuk di sekolah barunya mendapatkan kesan yang sangat tidak baik. Yudha telah mampu membuatnya sangat kesal.
Baru beberapa menit dia memejamkan matanya, Bu Zafana masuk ke dalam kamar Chayra yang terbuka, melihat anak tirinya sedang bermalas - malasan tertidur dengan masih memakai seragam sekolah membuatnya geram, Bu Zafana keluar lagi mengambil segelas air, lalu ia cipratkan air itu ke muka Chayra, sontak saja hal itu membuat Chayra kaget dan terbangun dari tidurnya.
"Apa sih ini.. ganggu orang tidur aja." gerutu Chayra sembari membuka matanya perlahan, rasa kantuknya masih menyerangnya.
"Kamu tidur dengan masih memakai seragam sekolah begini, lihatlah dirimu sungguh tidak pantas kau di sini hanya bermalas - malasan, jangan fikir ayahmu mengajakmu pinda ke sini hanya untuk bermalas - malasan ya Chayra, bangun, lekas mandi dan ganti baju, lalu masaklah buat persiapan makan malam nanti. mengerti!" ujar Bu Zafana memarahi Chayra yang sedang bermalas - malasan.
"Apa? memasak.. emang aku ini pembantu apa di sini, aku lelah dan aku harus istirahat." jawab Chayra menentang perintah ibu tirinya.
"Bagus.. kau mulai melawanku lagi Chayra." ucap Bu Zafana yang semakin kesal dengan perlawanan Chayra yang tidak pernah nurut dengannya.
"Emang siapa dirimu, berani mengaturku.." ucapan Chayra yang membuat ibu tirinya mulai bertindak kasar padanya
Bu Zafana sengaja menarik kaki Chayra agar dia tidak bermalas - malasan lagi.
"Auu sakit... " gumam Chayra
Chayra pun bangun, Bu Zafana menatap tajam Chayra, lalu menarik tangan Chayra membawanya ke dapur.
"Bahan masakan sudah siap, sekarang masaklah untuk makan malam nanti, tidak bisa lagi kau menolaknya, apa kau ingin aku adukan ke ayahmu." ucap Bu Zafana sembari berlalu keluar dari dapur meninggalkan Chayra yang masih berdiri terdiam tanpa satu patah kata pun.
"Kenapa harus aku yang melakukan semua ini, belum puas mereka membuat hidupku menderita." gerutu Chayra sembari memukul meja makan.
Chayra kembali masuk ke kamar untuk berganti pakaian, tanpa banyak bicara lagi dia langsung ke dapur untuk memasak. meski dirinya masih perlu istirahat namun tetap mencoba untuk semangat mengerjakan tugas dari ibu tirinya.
Lelian dan Lilian menghampiri Chayra di dapur, tiada hari tanpa ejekan dari mereka berdua, semua itu sudah menjadi kebiasaan Lelian dan Lilian, tidak mengejek Chayra semenit saja rasanya sudah gatal bibir mereka.
"Upik abu lagi masak nih.. masak yang enak ya, awas kalau gak enak." ucap Lelian
"Eh upik abu.. lo tau gak kita ini mau pergi kemana?" sahut Lilian sembari memperlihatkan penampilannya di depan Chayra.
"Bukan urusan gue kali.. terserah kalian berdua mau pergi kemana, akan lebih baik jika kalian cepat pergi dari sini." jawab Chayra tanpa melihat ke arah mereka
"Resekk lo emang.. jadi lo gak pengen tau nih kita mau pergi kemana?" lagi lagi Lilian membuat Chayra menghela nafas panjang menahan emosi.
"Kita itu mau pergi ke mall shopping lah, gak kayak lo upik abu, penampilan lo tuh di bawah standar, tapi lo emang pantes sih jadi upik abu dan upik abu itu kan gak perlu penampilan yang bagus ya." ejek Lelian
"Terserah kalian berdua mau ejek gue kayak gimana juga, gue lagi gak pengen ribut sama kalian. mending kalian berdua pergi deh dari sini, sebelum spatula panas ini kena ke muka kalian." ucap Chayra sembari menyodorkan spatula panas di depan muka saudara - saudara tirinya.
Mereka pun takut penampilan mereka di rusak oleh Chayra, akhirnya mereka pun nyerah mengejek Chayra dan langsung saja beranjak keluar dari dapur menemui ibunya yang sudah menunggu di mobil.
Chayra melanjutkan memasak. bau sedap tercium sampai ke luar rumah..
"Hmmmm sedap banget ya, masakan siapa ini?" ucap seorang wanita yang baru saja melintas di depan rumah Chayra,
Wanita itu pun turun dari mobilnya, menghirup aroma masakan Chayra.
"Pasti bau masakan ini berasal dari rumah itu, pemiliknya pandai banget ya memasak, bau masakannya aja tercium sampai ke jalanan, eh tapi sepertinya rumah ini baru di tempatin, bukannya kemaren - kemaren kosong ya." ucap Wanita itu yang masih berdiri di depan rumah Chayra.
Wanita itu adalah Bu Nikma mamanya Athar, yang sengaja lewat jalan depan rumahnya Chayra agar sampai dirumah lebih cepat.
Athar yang juga ikut dengan mamanya pun juga turun dari mobil, merasa heran dengan mamanya yang tiba - tiba saja turun dari mobil dan berdiri di depan rumah orang. Athar belum tau kalau itu tempat tinggal Chayra.
"Ma, kok malah turun di sini sih, ini kan rumah orang ma?" tegur Athar sembari menepuk pundak mamanya.
"Kamu cium bau sedap gak?" tanya balik Bu Nikma pada puternya.
"Iya sih ma, ini bau masakan sedap banget, tapi mama kan belum jawab pertanyaan Athar, malah balik nanya, apa kita mau kesini ma, bukannya kita mau pulang ke rumah ya, kok malah mampir kesini?" tanya Athar yang merasa penasaran.
"Enggak gitu, mama cuma mau mastiin aja, apa bau sedap ini berasal dari rumah itu, kan rumah itu udah lama kosong Athar." jawab Bu Nikma yang juga merasa penasaran.
"Ya udah kalau gitu kita samperin aja ma, siapa tau aja ada orangnya, kalau bau masakan gini ya pasti ada orangnya ma, mungkin aja rumah itu memang sudah ada yang nempatin." ucap Athar sembari menggandeng mamanya masuk ke pekarangan rumah Chayra.
"Athar, mama malu ahh.." sahut Bu Nikma.
"Ma, kenapa musti malu? kalau memang ada orangnya ya apa salahnya kita kenalan, kan rumah kita juga gak terlalu jauh dari sini." ucap Athar yang meyakinkan mamanya.
"Ya sudah dari pada mama penasaran, kita samperin, semoga aja beneran ada orang di dalam."
"Iya ayuk ma.."
Mereka pun masuk ke pekarangan rumah Chayra, terlihat pekarangan rumah yang bersih, lantai teras juga sangat bersih dan kinclong.
"Tuh kan ma, mama bisa lihat sendiri lantainya aja bersih dan kinclong gini, masa iya rumah ini masih tetap kosong, ya pasti ada orangnya di dalam ma." ucap Athar sembari memandang sekeliling rumah Chayra. rumah itu terlihat sangat cantik di pandang mata.
__ADS_1
"Iya juga ya Thar.. ya sudah kita ketuk aja pintunya." sahut Bu Nikma mengiyakan perkataan puternya.
Tok tok tok... permisi.. maaf apa ada orang di dalam?" ucap Bu Nikma
Athar masih melihat sekeliling, melihat di samping rumah Chayra ada taman yang begitu indah nan cantik.
"Dekorasi rumah ini bagus banget ya, perasaan dulu gak seperti ini, apa karena aku jarang lewat sini ya, sampai gak tau ada perubahan di rumah kosong ini." gumam Athar.
Chayra yang mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumahnya pun bergegas keluar untuk membuka pintunya.
"Siapa ya yang datang, bukannya ayah pulangnya nanti malam, kalau ibu suri sama anak - anaknya kan bisa buka pintunya sendiri gak perlu ketok pintu kayak gitu.." gumam Chayra yang merasa penasaran dengan siapa yang datang ke rumahnya.
Chayra pun membuka pintu rumahnya, merasa agak terkejut melihat ada 2 orang di depan rumahnya, yang tidak ia kenal, yang satu seorang wanita yang seumuran dengan ibu tirinya dan yang satunya lagi pria yang terlihat bagian punggungnya karena sedang memperhatikan taman di samping rumah Chayra.
"Maaf kalau kami membuatmu terkejut, sebelumnya kan rumah ini kosong, kami hanya memastikan saja kalau rumah ini memang sudah ada yang menempati, soalnya tadi saya mencium bau sedap masakan." ucap Bu Nikma menjelaskan kedatangan mereka, supaya Chayra tidak semakin terkejut dan berfikir macam - macam.
"Oh iya nggak papa kok tante, apa tante yang tinggal di komplek sini juga?" tanya Chayra merasa penasaran
"Tidak.. kami tinggal di komplek sebelah, kebetulan aja lewat sini, biar cepat sampai rumah gitu." jawab Bu Nikma sembari menepuk pundak Athar supaya membalikkan badan dan berkenalan dengan Chayra
Athar membalikkan badan, bola mata Athar menatap Chayra, begitupun juga Chayra yang merasa terkejut pria yang tadinya hanya telihat punggungnya ini ternyata Athar.
"Chayra.." ucap Athar sembari menatap kaget.
"Athar.." sahut Chayra yang juga kaget
"Kalian udah saling kenal?" tanya Bu Nikma
"Chayra ini anak baru di sekolahan ma, baru kenal kok ma." jawab Athar.
Chayra hanya tersenyum malu, masih belum menyangka kalau ternyata yang datang kerumahnya adalah Athar dan mamanya, gak nyangka juga kalau rumah Athar gak jauh dari rumah Chayra.
"Gak nyangka ya, ternyata kita tetanggaan, ternyata kamu yang pindah kerumah ini." ucap Athar sembari tersenyum manis ke arah Chayra.
"Tante masuk dulu yuk, kan tante sudah berkenan mampir ke sini, barusan Chayra memang masak, maaf ya kalau bau masakan Chayra sampai tercium ke jalanan." ucap Chayra sembari mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya.
"Wah jadi ngrepotin nih." ucap Bu Nikma.
"Enggak kok tante, Chayra tidak merasa di repotin, silahkan masuk tante, Athar.." jawab Chayra dengan senyum manis.
"Silahkan duduk tante, sebentar ya Chayra ambilin minum dulu." ucap Chayra sembari berlalu ke dapur untuk membuat minuman
"Iya Terima kasih ya.."
"Bagus ya ma rumah nya.." ucap Athar
"Iya dekorasinya bagus." sahut Bu Nikma
"Teman baru kamu itu, ramah, sopan dan kelihatannya baik ya Athar, mama seneng deh kamu bisa berteman dengan Chayra." ucap Bu Nikma yang membuat Athar tersenyum lega karena mamanya memberi sinyal baik untuk pertemanan Athar dan Chayra, karena Athar ada harapan untuk lebih dekat lagi dengan Chayra
"Iya ma, Chayra itu anak yang baik, cantik dan manis lagi." sahut Athar yang di balas mamanya dengan cubitan.
"Auuu sakit ma.."
"Kamu sih, udah ah anak mama jangan modus."
"Emang bener kan ma."
"Iyaa.."
"Yess."
"Kenapa kamu kelihatannya seneng banget gitu?"
"Iya seneng dong ma, kan Athar dapat teman baru."
Chayra pun menyodorkan minuman jus mangga di atas meja dan juga cemilan ringan.
"Ini tante silahkan di minum dan di makan cemilannya, maaf hanya seadanya ya tante." ucap Chayra
"Iyaa nggak papa, tante dan Athar jadi ngrepotin.." sahut Bu Nikma
"Enggak kok tante, nggak ngrepotin."
"Yang di suruh minum dan makan cuma mama aja nih, aku nya enggak?" gerutu Athar sembari memanyunkan bibirnya, membuat Chayra ingin tertawa melihat tingkah Athar.
"Ya kalau kamu mau minum dan makan ya silahkan.." ucap Chayra tetap dengan sikap cueknya.
__ADS_1
"Hmmm cuek banget kalau ngomong sama aku, kalau sama mama aja manis banget, aku kan juga pengen banget dapat kata - kata manis dan senyum manis itu Chayra.." gumam Athar di dalam hati.
"Tante, nanti malam tante makan malam aja di sini, kebetulan aku masak banyak tadi.." ucap Chayra mengajak Tante Nikma dan Athar untuk makan malam di rumahnya.
"Maaf ya Chayra bukannya Tante nolak, tapi tante merasa sungkan sama orang tua kamu, masa tiba - tiba belum kenal langsung ikut makan malam di sini." jawab Tante Nikma
"Kalau masalah itu orang tua saya pasti setuju kok Tante, nanti kan tante dan Athar juga bisa sekalian kenalan sama orang tua Chayra, kita kan tetanggaan tante, nggak ada salahnya kalau tante dan Athar ikut makan malam di sini, kan tante tadi juga cium bau sedap masakan Chayra, masa cuma cium baunya aja sih tante, Chayra kan jadi ngerasa nggak enak sama tante." Jawab Chayra yang ingin sekali mereka mau makan malam bersama di rumah Chayra.
"Gimana ya.." ucap Tante Nikma sembari berfikir
"Mau ya tante, pliss.." ucap Chayra
"Iya deh tante mau, makasih ya Chayra kamu anak yang baik." jawab Tante Nikma
"Thanks ya Chayra kamu udah menyambut kedatangan kami dengan baik, padahal kan mama tadi cuman penasaran aja, ya kan ma?" ucap Athar
"Athar kamu ini apa apaan sih." sahut Bu Nikma sembari mencubit lengan Athar lagi
"Gini nih Chayra mamaku tuh suka nyubitin aku, sakit tauk ma.." gerutu Athar sembari meringis kesakitan karena di cubit mamanya.
Chayra tersenyum lebar melihat kedekatan ibu dan anaknya yang membuat Chayra merasa iri dengan kedekatan mereka.
"Oh iya nama tante siapa ya, aku belum tau nama tante?" tanya Chayra kepada mamanya Athar
"Panggil aja tante Nikma.." jawab tante Nikma
"Chayra kamu di sini tinggal dengan siapa saja?" tanya tante Nikma
"Chayra tinggal sama ayah, ibu tiri juga 2 saudara tiri Chayra tante.." jawab Chayra
"Oh jadi ayah kamu nikah lagi?"
"Iya tante, setelah mama Chayra meninggal saat Chayra berusia 10 tahun, selang 1 tahun ayah menikah lagi." jawab Chayra sembari menunduk sedih.
"Oh gitu.. maaf ya tante jadi ingetin kamu sama mama kandung kamu, tante nggak bermaksud gitu Chayra, tante cuma ingin tau saja keluarga kamu." ucap Bu Nikma sembari pindah duduk di samping Chayra dan memeluk Chayra yang merindukan sosok ibu yang baik yang menyayanginya.
"Iya nggak papa kok tante."
Athar yang melihat sikap baik mamanya kepada Chayra pun merasa senang, padahal mereka kan baru kenal langsung bisa deket gitu.
"Tapi ibu tiri kamu baik kan Chayra?" tanya tante Nikma
"Emmm.. baik kok tante." jawab Chayra terbata sembari berfikir. ia tidak mungkin bilang kalau ibu tiri dan suadara tirinya berlaku tidak baik kepadanya.
Meski Chayra kesal dengan ibu dan saudara tirinya, namun Chayra tidak tega menceritakan keburukan mereka kepada orang lain, karena meski perbuatan mereka ke Chayra tidak baik namun sudah menjadi kewajiban Chayra menutupi aib mereka, karena jika di ceritakan ke orang lain ayahnya juga pasti akan kena malu. nama baiknya juga akan tercemar.
"Syukur deh kalau ibu tiri kamu baik, ternyata ibu tiri jahat itu hanya ada di dongeng ya." sahut tante Nikma
"Iya tante itu kan cuman ada di dongeng." jawab Chayra
"Padahal itu semua nyata tante, itulah yang Chayra rasain, ibu suri hanya mencintai dan menyayangi ayah dan anak kandungnya sendiri, sama sekali tidak menyayangiku, apalagi menganggapku anak." gumam Chayra di dalam hati.
"Ya sudah tante dan Athar pulang dulu ya, nanti malam tante dan Athar kesini lagi." ucap Tante Nikma berpamitan pulang.
"Bener ya nanti tante kesini lagi untuk makan malam bersama?" ucap Chayra
"Iya pasti."
"Ya udah aku juga pamit pulang dulu ya Chayra, makasih ya atas undangan makan malamnya." ucap Athar
"Iya Athar sama - sama, makasih juga kamu udah nolongin Chayra di sekolah."
"Loh kamu kenapa Chayra?" tanya tante Nikma khawatir
"Gini loh ma, awal perkenalan Athar dengan Chayra itu Athar nolongin Chayra yang jatuh, terus besoknya juga gitu Chayra menjatuhkan buku - bukunya, Athar bantu gitu ma." jawab Athar.
"Oh gitu.. kamu harus hati - hati ya Chayra, kalau kamu merasa keberatan membawa buku - buku pelajaran kamu bisa langsung minta tolong ke Athar untuk membawanya, jangan di paksa bawaan berat sendiri." ucap tante Nikma yang perhatian dengan Chayra
"Iya tante. makasih ya tante udah perhatian banget sama Chayra, seneng banget bisa kenal sama tante dan Athar." ucap Chayra sangat berterima kasih.
"Iya sama - sama sayang, ya sudah tante pulang dulu ya, assalamu'alaikum.."
"Iya hati - hati tante, Athar, wa'alaikumsalam.."
Mereka pun pulang kerumah, Chayra pun melanjutkan membersihkan dapur, nyapu juga ngepel, semua sudut rumah ia bersihkan.
"Memang benar yang Lelian dan Lilian katakan, aku ini seperti upik abu di rumahku sendiri, kenapa sih ayah nggak cari pembantu aja, istrinya itu kan manja, bisanya cuma memerintah, mana mau ngerjain pekerjaan rumah sendiri, aku sasarannya." gerutu Chayra
__ADS_1