
Hidup selalu tertekan dan terkekang itu memang tak asyik, apapun yang di perbuat selalu saja salah, hidup penuh tekanan membuat anak cenderung pendiam dan tak mudah bergaul. lain dengan Chayra meski hidupnya tertekan dia tetap terlihat ceria di depan teman - temannya.
Mengenai urusan pergaulan ia tidak mudah bergaul dengan yang tidak cocok di hatinya, Chayra tipe pemilih dalam berteman, sifat cueknya membuat teman - temannya takut untuk mendekatinya, begitupula teman cowok di sekolahnya, mengetahui Chayra pernah menang melawan Yudha membuat semua cowok di sekolahnya takut mendekatinya kecuali Athar dan Bisma yang sedari awal sudah mengenal karakter Chayra.
Begitu juga kehidupannya di rumah, drama yang di buat oleh Ibu tirinya membuatnya sangat muak, terpaksa ia harus terus menahan kekesalan, di saat ayahnya di rumah sikap sok baik Ibu tirinya selalu di tunjukkan, namun saat ayahnya tidak berada di rumah sikap kasar dan suka memerintah pun keluar dari dalam diri sang ibu tiri. meski begitu Chayra hanya bisa pasrah dengan takdir yang harus ia jalani sesuai alur.
Pagi ini, Chayra sudah bersiap berangkat sekolah, namun tiba - tiba langkahnya di hentikan oleh Ibu tirinya.
"Mau ke sekolah?" tegur Ibu tirinya
"Iyalah, udah tau pake nanya." jawab Chayra dengan muka kesalnya.
"Siapa suruh kamu hari ini sekolah?" tanya Ibu tirinya dengan ketus.
"Kan sekarang bukan hari libur, pagi - pagi jangan bikin kesel deh Ibu suri." jawab Chayra merasa kesal, pagi hari harus meladeni Ibu tirinya.
"Hari ini ada arisan di rumah, kamu mending gak usah masuk sekolah, kamu masak aja di rumah bikin makanan dan kue, kalau beli kan mahal, kamu kan pandai masak untuk apa bakat itu gak di manfaatkan." ucap Ibu tiri sekenanya.
"Apa??" ucap Chayra kaget
"Kenapa kamu tidak setuju?" ucap Ibu tirinya yang semakin membuat Chayra kesal
"Apa kau mau aku bodoh?" tanya Chayra
"Jika kau bodoh maka itu lebih baik." jawab Ibu tiri dengan senyuman licik
"Aku gak mau, apa untungnya aku turuti semua perintahmu itu, gak guna." ucap Chayra
"Oh gak guna ya, apa kamu mau aku aduin ke ayah kamu kalau kamu itu anak yang bandel dan susah di atur." ucap Ibu tiri menggertak Chayra
"Aduin aja, aku gak takut." ucap Chayra beranjak keluar rumah untuk pergi kesekolah. sangat malas dirinya pagi hari harus emosi karena ulah ibu suri.
"Chayra.." teriak ibu tiri sembari mengejar Chayra dan menarik tangan Chayra dengan kasar hingga Chayra terjatuh.
Chayra yang terjatuh di lantai hanya menatap kesal ibu tirinya yang berdiri di hadapannya.
"Bangun." ucap Ibu tiri
Chayra mencoba bangun, namun kakinya terasa sakit saat ia mencoba untuk berdiri.
"Auuu.." ucap Chayra kesakitan
"Kenapa?" tanya Ibu tiri
"Sakit." jawab Chayra
"Udah gak usah manja gitu, cepat bangun, ganti pakaian kamu dan segera masak." perintah ibu tiri
"Iya iyaa bawel, kalau bukan karena ayah sering di rumah dan pasti lo ngaduin gue ke ayah, males banget gue turutin kemauan lo ibu suri.." gerutu Chayra sembari beranjak ke kamar untuk mengganti bajunya.
Di sekolah
"Chayra mana ya, kok belum dateng sih, telat lagi nih anak." ucap Elisa sembari melihat ke arah gerbang yang sebentar lagi akan di tutup.
Athar melintas di depan Elisa.
"Athar." sapa Elisa
"Iya." jawab Athar
"Kamu lihat Chayra gak?" tanya Elisa
"Enggak, tadi rumahnya juga sepi, aku fikir dia udah berangkat." jawab Athar
"Chayra belum sampai sini Thar, aku khawatir sama dia, bentar lagi kan gerbang sekolah di tutup." ucap Elisa khawatir
"Tumben ya. apa dia berangkat telat lagi." gumam Athar di dalam hati.
"Kamu tenang aja, mungkin dia masih di jalan, aku ke kelas duluan ya." ucap Athar
"Iya Thar." ucap Elisa
Gerbang sekolah pun di tutup oleh satpam sekolah, menambah kekhawatiran Elisa, karena Chayra tak kunjung sampai di sekolah.
"Apa dia gak masuk ya?" gumam Elisa
"Ya udah deh masuk ke kelas aja, nanti pasti Chayra ngabarin kalau seumpama dia hari ini gak masuk." gumamnya lagi sembari beranjak masuk ke kelas karena pelajaran akan segera di mulai.
Di dapur rumah Chayra
Chayra mengalah dan menuruti perintah ibu tiri nya meski kakinya terasa sakit karena jatuh tadi.
"Duh nih kaki kok makin sakit gini ya, apa jangan - jangan terkilir.." gerutu Chayra sembari memotong sayuran
Chayra melanjutkan aktifitas memasaknya, karena kalau tidak segera ia kerjakan ia akan mendapat omelan lagi dari ibu tirinya.
Chayra memasak makanan juga membuat kue, hingga dia lupa mengabari Elisa kalau hari ini dia gak masuk sekolah, lupa juga izin ke kepsek/ wali kelasnya. karena dia ingin tugas dari ibu tirinya segera terselesaikan setelah itu dia bisa istirahat. kakinya terasa ngilu.
Di kantin sekolahan
Elisa mengecek smartphone nya barangkali Chayra mengirim pesan Whatsapp, tapi ternyata pesan Whatsapp dari Elisa tidak di balas oleh Chayra.
"Kemana sih kamu Chayra, kamu buat aku khawatir deh, gak biasanya kamu seperti ini, apa dia sakit ya?" gumam Elisa
Lelian dan gengnya melintas
"Leli, Lilian.." tegur Elisa
"Lo manggil gue." ucap Lilian
"Iya." ucap Elisa
"Ada apa, tumben lo manggil kita?" tanya Lelian
"Aku mau tanya, kenapa hari ini Chayra gak masuk sekolah, gak ngasih kabar juga?" tanya Elisa
"Ya mana gue tau." jawab Lelian
"Kan kamu saudaranya Chayra, masa gak tau Chayra gak masuk sekolah karena apa." ucap Elisa heran
"Ya kita gak tau, bukan urusan kita juga, ya nggak kak Leli?" ucap Lilian
"Ya udah kalau kalian gak tau." ucap Elisa kesal
Lelian dan geng nya pun berlalu segera pesan makanan tidak mau berurusan dengan Elisa. malas menjawab pertanyaan yang gak penting bagi mereka.
"Bisma, tumben ya Chayra gak masuk sekolah, gak ngabarin." ucap Athar
"Dia gak masuk ya?" tanya Bisma
"Ya tadi Lo lihat Chayra gak?" tanya balik Athar
"Ya mana gue merhatiin dia." jawab Bisma
"Dia tuh hari ini gak masuk." ucap Athar
"Oh." ucap Bisma
"Kenapa ya Bis, dia gak masuk?" tanya Athar
"Ya mana gue tau Thar, kan lo yang tetanggaan sama dia bukan gue, lo malah nanya gue, terus gue nanya siapa?" ucap Bisma
"Apa gue hubungi dia aja, gue khawatir nih." ucap Athar
"Ya lebih baik lo hubungi Chayra aja, siapa tau langsung di bales sama dia." ucap Bisma
"Bener lo Bisma, kenapa gue gak kefikiran dari tadi ya." ucap Athar
"Tumben nih anak perhatian sama cewek." gumam Bisma dalam hati
Athar mengetik pesan whatsapp untuk Chayra, berharap Chayra segera membalasnya, namun Chayra tidak membalasnya, bahkan nomer whats'app nya malah gak aktif.
"Nomernya gak aktif Bis." ucap Athar
"Ya nanti kalau udah di aktifin pasti bales, tumben lo perhatian sama cewek?" tanya Bisma
"Ya gue khawatir aja, kan dia tetangga gue." jawab Athar
"Lo suka ya sama Chayra?" tanya Bisma
"Apa sih, enggak lah. gue biasa aja kok sama dia." jawab Athar
"Biasa kok perhatian, gak masuk sehari aja lo bingung banget." ucap Bisma
"Salah ya gue khawatir sama Chayra?" tanya Athar
"Ya tumben aja." ucap Bisma
Athar terdiam, ia gak mau Bisma makin curiga dengan perasaan Athar ke Chayra, karena saat ini dia ingin merahasiakan dulu perasaanya, gak boleh ada yang tau kalau dia suka sama Chayra.
__ADS_1
Di dapur rumah Chayra
Ibu tiri Chayra menghampiri Chayra yang masih bikin kue di dapur.
"Gimana udah selesei bikin kuenya?" tanya ibu tiri.
"Sebentar lagi." jawab Chayra
"Nah gitu dong, itu baru anak pinter." ucap Ibu tiri
Chayra diam saja mendengar penuturan ibu tirinya.
"Kalau sudah selesei bilang ya." ucap Ibu tiri
"Iya." jawab Chayra dengan singkat
Keringat bercucuran membasahi kaos yang di kenakan oleh Chayra, kakinya yang tadi kesemutan tidak terasa sakit lagi, entah karena sudah terbiasa dengan rasa sakitnya atau memang telah sembuh, Chayra tidak memperhatikan kakinya, ia ingin segera menyelesaikan tugasnya.
Pulang sekolah
"Bis lo ikut gue kerumah Chayra ya." ucap Athar
"Ngapain?" tanya Bisma
"Gue pengen mastiin kalau dia baik - baik aja." ucap Athar
"Ya udah gue ikut." ucap Bisma
"Ya udah yok." ucap Athar
"Oke." ucap Bisma
"Kalian pasti mau kerumah Chayra ya?" tanya Elisa
"Iya kok lo tau?" tanya balik Bisma
"Ya nebak aja." jawab Elisa
"Kenapa?" tanya Athar
"Aku boleh ikut gak?" ucap Elisa yang ingin ikut ke rumah Chayra
"Bis.." ucap Athar
"Kok lo nanya gue." ucap Bisma
"Boleh.. lo di boncengin Bisma ya." ucap Athar
"Thar, kok gue sih." ucap Bisma
"Katanya lo pengen boncengin cewek, giliran ada cewek yang mau, lo heran." ucap Athar
"Tapi gak Elisa juga kali yang gue boncengin." ucap Bisma berbisik di telinga Athar
"Udah lo kalau mau ikut gak usah banyak protes." ucap Athar
"Iya deh."
"Lis, lo gue boncengin" ucap Bisma
"Oke." ucap Elisa sembari naik ke motor Bisma.
Mereka menuju ke rumah Chayra.
Sesampai di rumah Chayra Athar dan Bisma langsung memarkirkan motornya di halaman depan rumah Chayra.
"Assalamu'alaikum.." ucap Athar
"Iya wa'alaikumsalam." jawab Ibu tiri Chayra
"Kalian?" ucap ibu tiri Chayra penasaran dengan kedatangan teman - teman Chayra.
"Kami teman Chayra tante, Chayra ada di rumah?" tanya Athar
"Oh ada kok, ya udah kalian masuk aja." ucap ibu tiri Chayra.
"Kamu yang pernah makan malam di rumah kan?" tanya ibu tiri Chayra pada Athar.
"Iya tante, saya Athar." ucap Athar
"Gimana kabar mama kamu?" tanya ibu tiri Chayra
"Titip salam ya buat mama kamu." ucap ibu tiri Chayra sembari beranjak untuk ke dapur memanggil Chayra
"Iya tante, nanti pasti Athar salamin ke mama." ucap Athar
"Athar, kamu udah akrab banget ya sama mamanya Chayra." ucap Elisa
"Iya jelas lah, kan mereka tetanggaan." sahut Bisma
"Oh iya sih." ucap Elisa
"Itu mama tirinya Chayra bukan mama kandung." ucap Athar
"Oh mama tiri." ucap Elisa
Chayra keluar menemui teman - temannya
"Athar, Bisma, Elisa, ngapain kalian kesini?" tanya Chayra
"Chayra." ucap Elisa
"Ini si Athar khawatir sama lo Ra, kenapa lo gak masuk sekolah, si Elisa juga ikutan nih pengen kesini ya udah kita ajak dia." ucap Bisma
"Oh.. iya sorry gue gak ngabarin kalian kalau gue hari ini gak masuk sekolah, gue sibuk banget di dapur." ucap Chayra sembari duduk di samping Elisa
"Kamu ngapain di dapur Ra?" tanya Elisa
"Masak." jawab Chayra
"Masak? kamu gak masuk sekolah dan di rumah malah masak?" tanya Elisa merasa heran
"Iya gue di suruh ibu suri masak buat acara arisannya nanti, gue masak dan bikin gue." jawab Chayra
"Kasihan banget lo Ra, ibu tiri lo tadi itu ngelarang lo sekolah hanya karena ada acara arisan, terus lo dia suruh masak gitu?" tanya Elisa
"Iya, maklum di sini gak ada pembantu, ibu suri juga kan gak bisa masak, di rumah ini gue yang bisa masak, gue turutin aja kemauannya dari pada nanti ibu suri ngadu ke ayah." jawab Chayra
"Chayra.." ucap Athar
"Iya." ucap Chayra
"Kamu gak harus ngelakuin semua ini, tugas kamu itu sekolah bukan masak di dapur." ucap Athar
"Bener tuh Ra, apa lo gak bisa nolak gitu?" tanya Bisma
"Gak bisa Bis, tadi aja gue sampai jatuh gara - gara tangan gue di tarik sama ibu suri karena gue nolah permintaannya." jawab Chayra
"Ya Allah Ra, ibu tiri kamu jahat banget ya." ucap Elisa
"Gue gak papa kok, gue ikhlas nglakuin semua ini, yang penting keluarga gue damai." ucap Chayra
"Mulia banget hati kamu Chayra." gumam Athar dalam hati.
"Ya udah gue ambilin kalian minum dulu ya, kalian mau minum apa?" tanya Chayra sembari beranjak berdiri
"Minuman yang ada aja deh Ra." ucap Elisa
"Ya udah bentar ya gue ambilin." ucap Chayra
"Makasih ya Ra." ucap Bisma
"Iya sama - sama Bisma." ucap Chayra sembari beranjak ke dapur membuatkan mereka minuman
Melihat Chayra jalan dengan sedikit pincang, Athar menegurnya
"Chayra kaki kamu kenapa?" tanya Athar sembari menghampiri Chayra
"Gak papa kok Thar, ini karena gue jatuh tadi, tapi udah gak papa kok." jawab Chayra
"Gak papa gimana, itu kaki kamu kayaknya bengkak deh, mending kamu duduk dulu ya. aku obatin." ucap Athar
"Udah. kaki gue gak papa kok Thar." ucap Chayra sembari beranjak jalan dengan cepat ke arah dapur. dia gak mau Athar merasa kasihan terhadapnya.
"Chayra, kamu menahan rasa sakit itu." gumam Athar dalam hati. hatinya terasa teriris melihat kaki Chayra yang sakit, namun Chayra enggan di obati olehnya.
"Chayra kenapa Thar?" tanya Elisa.
"Aku lihat kakinya kayaknya bengkak, tapi dia cuek aja sama keadaannya sendiri, aku mau obatin dia tapi dianya gak mau." ucap Athar
__ADS_1
"Ya Allah kasihan banget Chayra. aku gak tega lihat dia, pasti ada yang Chayra sembunyiin tentang kepedihannya." ucap Elisa
"Iya lo bener Lis, gue lihat sendiri dari mata Chayra kayaknya dia menyimpan kesedihan yang terpendam." ucap Bisma
"Chayra aku akan berusaha membuat kamu bahagia dan menghapus luka di hati kamu yang kamu pendam itu." gumam Athar dalam hati.
Ibu tiri Chayra keluar untuk mengobrol dengan teman - teman Chayra.
"Kalian juga pasti teman nya Lelian sama Lilian anak saya kan?" tanya Ibu tiri Chayra
"Iya Tante." jawab Athar
"Athar, gimana Lelian dan Lilian di sekolah?" tanya Ibu tiri lagi
"Aku sih gak begitu kenal sama Leli maupun Lili tante, ya karena kita beda kelas, aku atau kelas sama Chayra." jawab Athar
"Oh gitu.. Athar kamu juga harus berteman ya sama Leli sama Lili, tante mohon kamu mau berteman dengan anak - anak tante, ya supaya mereka gak salah dalam bergaul, kan tante lihat kamu anaknya baik." ucap Ibu tiri Chayra
"Iya Tante." ucap Athar mengiyakan perkataan ibu tiri Chayra
"Kok lo iyain aja sih Thar, lo mau temenan sama saudara tiri Chayra yang sok cantik itu?" bisik Bisma di telinga Athar
"Gue mau jawab gak mau sungkanlah." ucap Athar
"Terserah lo deh Thar." ucap Bisma
Chayra menghampiri mereka dengan membawakan jus jeruk dan cupcake buatannya.
"Ini minuman dan ini ada cupcake buat kalian, buatan gue sendiri loh ini." ucap Chayra
"Wah hebat kamu Ra, bisa bikin kue. cewek tulen mah kalau kayak gini." ucap Elisa yang langsung saja mengambil cupcake di depannya dan langsung memakannya.
"Enak Ra. beneran ini enak banget, kalah deh toko - toko roti. enak buangeettt.." ucap Elisa
"Iya enak banget ini Ra, wah betah nih gue main di rumah lo." ucap Bisma
"Makasih ya, gue masih harus banyak belajar bikin kue kok. belum jago soalnya." ucap Chayra
"Kamu ini selalu berusaha merendah." ucap Athar
"Ya gak gitu, gue masih perlu banyak belajar Thar." ucap Chayra
"Anak tiri Tante ini memang pandai memasak, Tante selalu mengandalkan Chayra untuk memasak di rumah, gak perlu nyari pembantu, karena Chayra bisa mengerjakan semua, anak Tante ini bener - bener hebat." ucap Ibu tiri
"Mulai drama." gumam Chayra kesal mendengar penuturan ibu tirinya
"Iya Tante, Chayra bener - bener hebat."
"Kalian habisin ya cupcake nya." ucap Chayra
"Tanpa lo suruh, nih cupcake pasti gue habisin Ra." ucap Bisma
"Doyan banget sih lo Bis." ucap Athar
"Enak banget Thar, kan gue gak diet." ucap Bisma
"Ya udah kalian ngobrol, Tante mau ke dalem dulu ya, sebentar lagi mungkin Lelian dan Lilian juga pulang, tadi mereka bilang kalau mau mampir ke mall dulu ada yang mau mereka beli." ucap ibu tiri Chayra
"Iya Tante." ucap Elisa
"Ra. ibu tiri kamu bicaranya tadi manis banget, apa pura - pura ya?" tanya Elisa
"Udah gak usah bicarain ibu suri, nanti dia denger lagi." ucap Chayra
"Tau nih. mendingan gak usah ngomongin mamanya Chayra deh, nanti dia denger lo mau kita di usir dari sini." ucap Bisma
"Ya gak mau Bisma." ucap Elisa
"Ya kalau gak mau, mending lo diem." ucap Bisma
"Chayra kaki kamu beneran gak papa?" tanya Athar
"Gak papa Thar, nanti gue bisa obatin sendiri kok." ucap Chayra
"Ya udah kalau gak papa." ucap Athar
Mereka berempat ngobrol, bercanda tawa hingga sore hari mereka harus pulang kerumah, khawatir kalau orang tua mereka pada nyariin
"Ra, kita pulang dulu ya, udah sore, nanti nyokap gue nyariin lagi." ucap Elisa
"Iya Lis, makasih ya kalian udah mau main kerumah gue." ucap Chayra
"Iya sama - sama Ra, gue seneng main kerumah lo, kapan - kapan gue main kesini lagi gak papa kan?" ucap Bisma
"Iya gak papa Bis, kalau lo mau main kesini, datang aja gue selalu di rumah kok." ucap Chayra
"Makasih Ra." ucap Bisma
"Seneng banget lo Bis." ucap Athar
"Kan Chayra baik, gue di bolehin main kerumahnya, udah gitu di suguhin cupcake yang enaknya kebangetan lagi, kan gue jadi makin semangat buat sering - sering main kerumah dia." ucap Bisma
"Ya jangan sering - sering juga kali Bis, lo bisa ganggu Chayra." ucap Athar kesal
"Chayra nya aja gak merasa terganggu kok lo yang sewot." ucap Bisma
"Udah udah ayo pulang, kok kalian malah debat di sini." ucap Elisa
"Yee siapa juga yang debat." ucap Bisma
"Elisa kamu pulang di anter sama Bisma?" tanya Chayra
"Gimana ya, kan sebenrnya gue gak boleh sama nyokap pulang sekolah bareng cowok." ucap Elisa
"Nyokap lo ngekang lo juga ya Lis?" tanya Bisma
"Ya gak gitu, aku boleh ngapain aja, tapi aku gak di bolehin kalau pulang bareng cowok, aku juga di larang pacaran." ucap Elisa
"Kan kita gak pacaran Lis." ucap Bisma
"Ya kan kamu cowok Bisma." ucap Elisa
"Terus gimana dong?" tanya Bisma
"Kamu anterin aku sampai perempatan deket rumahku aja, nanti setelah itu aku kerumahnya jalan kaki aja, biar mamaku gak tau, gimana?" ucap Elisa
"Iya deh terserah lo." ucap Bisma
"Ciyeee Bisma, akhirnya tercapai juga keinginan Lo buat boncengin cewek, anterin pulang lagi. hahahahaha.." ledek Athar
"Apa sih lo Thar, lo jangan bikin Elisa GR sama gue, kan gue cuma bantuin dia doang." ucap Bisma
"Siapa juga yang GR sama kamu Bisma, Ke PD an banget sih." ucap Elisa
"Eh gak usah banyak ngomong, mending lo cepetan naik." ucap Bisma
"Iya iyaa." ucap Elisa
"Chayra aku pulang dulu ya, assalamu'alaikum.." ucap Elisa
"Iya gue juga balik ya Ra. makasih cupcake nya." ucap Bisma
"Iya kalian hati - hati ya. wa'alaikumsalam.." ucap Chayra
"Aku juga mau balik ya Ra, kamu gak papa kan?" ucap Athar
"Iya gue gak papa kok Thar, makasih ya." ucap Chayra
"Iya sama - sama." ucap Athar
"Kaki kamu beneran gak papa?" tanya Athar
"Gak papa Thar, lo kok khawatir banget sih sama gue? beneran gue gak papa kok." ucap Chayra
"Ya aku dari tadi khawatir sama kamu, lihat kaki kamu bengkak gitu makin khawatir aku." ucap Athar
"Iya tapi gue gak papa kok, nanti juga sembuh." ucap Chayra
"Jangan lupa di obatin ya kakinya, aku gak mau kamu sakit." ucap Athar lembut
"Athar kenapa lo baik banget sih." gumam Chayra
"Ya udah Ra, aku pulang dulu, kamu baik - baik di rumah, assalamu'alaikum.." ucap Athar
"Iya hati - hati Thar, wa'alaikumsalam.."
Athar juga ikut pulang kerumahnya.
Chayra kembali ke dapur, karena tugasnya sudah selesei ia ingin segera mandi lalu istirahat sejenak. karena nanti malam harus mengerjakan tugas sekolahnya.
__ADS_1