Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Permainan basket ball yang menyenangkan


__ADS_3


Chayra merasa sangat bosan di rumah, setiap hari di rumah dia bagaikan seorang pembantu yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, kecuali hari minggu saat ayahnya libur, dia bisa bebas dari pekerjaan rumah yang melelahkan itu.


"Huft pengen deh keluar rumah, coba aja di sini ada Sindy dan Gisela pasti aku gak akan sebosan ini." gerutu Chayra


Chayra berjalan keluar ia duduk di samping taman rumahnya, sore ini ia ingin keluar rumah tapi bingung mau kemana, apalagi gak ada teman.


Ia melihat Bisma melintasi jalanan depan rumahnya dengan mengendarai motor sportnya.


"Itu kan Bisma, pasti dia mau kerumah Athar." ucap Chayra.


Chayra berniat menyapa Bisma, ia keluar ke pinggir jalan.


"Bisma." sapa Chayra. Bisma menoleh dan menghentikan motornya.


"Chayra, lo tinggal di sini?" tanya Bisma


"Iya gue tinggal di sini, lo mau kemana?" ucap Chayra


"Biasa, gue mau ke rumah Athar." jawab Bisma


"Oh.."


"Iya, ternyata bener ya lo tetanggaan sama Athar."


"Iya bener.."


"Lo ngapain di pinggir jalan?" tanya Bisma


"Tadi gue duduk di samping taman, gue lihat lo melintasi jalanan ini, ya gue sapa dong, kan kita kenal." jawab Chayra


"Oh gitu.. rumah lo sepi juga ya?"


"Iya pada keluar semua."


"Lo sendirian di rumah?"


"Iya, bosen banget nih gue."


"Kenapa lo gak ikutan keluar?"


"Gak ada temennya."


"Ikut gue kerumah Athar aja yuk." ajak Bisma


"Gak ah.. masa gue cewek sendiri, malu."


"Gak papa, kan lo tetangganya Athar, udah ikut aja sini gue boncengin." ucap Bisma


"Iya deh, bentar ya gue ambil handphone gue dulu di dalem."


"Oke gue tunggu..


Chayra mengambil handphone nya di kamar, lalu bergegas keluar karena sudah di tunggu oleh Bisma, mereka menuju rumah Athar.


Di kediaman Athar


Mereka telah sampai di kediaman Athar, di halaman rumah terlihat Athar sedang main basket, mereka menghampiri Athar.


"Thar, Lo lihat nih gue bawa seseorang yang bisa bikin lo senyum." ucap Bisma


"Lo kesini sama siapa?" tanya Athar


"Ini.." jawab Bisma sembari menunjuk Chayra yang tadi berdiri di belakang Bisma


"Chayra.." ucap Athar


"Iya ini gue." ucap Chayra


"Kamu kok bisa sama Bisma?" tanya Athar heran


"Iya tadi gue ketemu Bisma di pinggir jalan deket rumah, gue sengaja sih nyapa Bisma, terus Bisma ngajakin gue kesini, lagi bosen juga sih gue di rumah, ya udah gue iyain aja, gak papa kan Thar kalau gue ikutan main ke rumah lo?"


"Iya gpp kok Ra, aku malah seneng kamu kesini." ucap Athar sembari tersenyum khasnya


"Tuh kan bener lo langsung bisa senyum Thar." ledek Bisma


"Iya masa gue cemberut gitu, takut nanti Chayra dan gak mau ke sini lagi." ucap Athar


"Lo suka main basket ya Thar?" tanya Chayra


"Iya suka banget dari kecil." jawab Athar


"Kok sama ya kayak dia." gumam Chayra dalam hati


"Kenapa Ra?" tanya Athar


"Gak papa kok, gue juga bisa main basket." jawab Chayra


"Oh ya.. kamu bisa?"


"Iya bisa."


"Wah hebat juga ya lo, bisa silat, bisa basket, bisa masak, bisa apalagi lo?" sahut Bisma memuji Chayra


"Ya karena sejak kecil gue udah terbiasa mandiri dan suka mencoba hal baru."ucap Chayra


"Kamu boleh coba main basket kalau kamu mau." ucap Athar


"Oke lo lawan gue." ucap Chayra


"Wah nantangin nih dia Thar.." ucap Bisma


"Oke.." ucap Athar mengiyakan tantangan dari Chayra


Mereka main basket bareng, Bisma hanya menjadi penonton, melihat mereka berdua main basket Bisma tersenyum puas, akhirnya ia lihat Athar begitu bahagia deket sama Chayra, Bisma semakin yakin kalau sebenarnya Athar suka sama Chayra, namun Athar masih belum mau jujur dengan perasaannya. bahkan masih di tutup"in, di pendem gitu.


"Tuh cewek bener - bener hebat. gue rasa si Athar kagum sama dia, gue aja juga kagum, gue dukung lo Thar kalau lo bener - bener suka sama Chayra, gak hanya cantik sih tuh cewek tapi sungguh luar biasa mengagumkan." ucap Bisma lirih


Selesei juga main basket barengnya, Chayra merasa lelah, dia duduk di samping Bisma.


"Lo capek Ra?" tanya Bisma


"Dikit sih, tapi seru loh.." jawab Chayra


"Ini Ra, kamu minum dulu." ucap Atht sembari menyodorkan air mineral

__ADS_1


"Thanks ya Thar.."


"Athar menyuruh Bisma menggeser tempat duduknya agar dia bisa duduk di samping Chayra


"Agak geser dong Bis.." ucap Athar


"Tempat duduk banyak, kenapa lo milih tempat duduk yang gue dudukin dari tadi sih." gerutu Bisma


"Udah lo sana." ucap Athar tidak ingin di bantah oleh Bisma


"Iya iyaa.."


"Gue makin yakin nih kalau Athar suka sama Chayra, tapi tuh anak masih sok gengsi gak mau ngaku." gumam Bisma dalam hati sembari beranjak duduk di tempat lain


"Permainan basket kamu tadi keren deh Ra." ucap Athar.


"Biasa aja." jawab Chayra


"Keren sih menurutku, aku aja kalah." ucap Athar memuji kehebatan Chayra dalam bermain basket


"Ya mungkin lo nya aja yang sengaja ngalah dari gue." ucap Chayra yang enggan di puji


"Enggak kok, ini bukan kesengajaan, kamu memang hebat." ucap Athar


"Udah deh Thar jangan terus memuji gitu, gue gak suka lo puji kayak gitu." ucap Chayra


"Kamu memang beda dari yang lain Ra, cewek lain pasti seneng banget di puji dan di perhatiin, sedangkan kamu malah gak suka, kamu bener - bener membuatku semakin kagum." gumam Athar dalam hati


"Lo kok malah lihatin gue kayak gitu situ Thar, ada yang gak bener ya?" tanya Chayra heran


"Nggak kok. kamu cantik." ucap Athar pelan


"Apa, lo bilang apa Thar? gue gak denger." tanya Chayra yang tidak mendengar ucapa Athar


"Gak kok Ra, bukan apa - apa, udah lupain aja, aku ke dalem dulu ya, tadi aku lihat Bibi lagi ngupas buah, habis olahraga makan buah pasti seger, bentar ya aku ambilin" jawab Athar mencoba menghindar dari pertanyaan Chayra karena malu.


"Untung aja dia gak denger, bisa kena omelan lagi aku kalau bilang dia cantik, Chayra kan gak suka di puji, ya kalau cewek lain di bilang cantik pasti senyum - senyum gak jelas gitu, Chayra kan beda." ucap Athar lirih sembari berjalan ke arah dapur


"Aneh di Athar, kok sepertinya dia lagi menghindari pertanyaan gue soal apa yang dia katakan barusan ya, tuh anak bilang apa sih, ngomong pelan gitu, mana denger gue, giliran di tanya malah salting gitu.." gerutu Chayra


"Ra, kemana Athar?" tanya Bisma menghampiri Chayra


"Ke dalem tuh, ambil buah katanya." jawab Chayra


"Oh.. eh Ra lo suka ya sama Athar?" tanya Bisma penasaran


"Lo tanya apaan, kok tiba - tiba lo tanya kayak gitu ke gue?" tanya Chayra balik


"Lo gue tanya bukannya jawab, malah balik nanya." gerutu Bisma


"Ya lo sih gak ada angin, gak ada hujan, tiba - tiba lo nanya gitu ke gue." ucap Chayra


"Ya kan cewek - cewek pada suka dan ngejar - ngejar Athar, masa lo enggak?" tanya Bisma


"Lo fikir gue kayak mereka gitu? lebay." ucap Chayra


"Mereka lebay ya? iya sih terlalu menonjolkan rasa kagumnya sama Athar, malah bikin Athar semakin risih sama mereka." ucap Bisma


"Itu lo tau. kan gue gak kayak gitu." ucap Chayra


"Tapi lo suka kan sama Athar?" tanya Bisma lagi


"Gue suka sama Athar, enggak lah Bis.." jawab Chayra.


"Beneran lo gak suka sama Athar, tumben ada cewek yang gak suka sama si Athar?"


"Lo kenapa sih?"


"Tuh kan balik nanya lagi." gerutu Bisma


"Iya beneran lah gue gak suka sama Athar, gue kan gak mau pacaran dulu, mau fokus sekolah ngejar impian dulu." jawab Chayra


"Lo gak pernah pacaran ya Ra?" tanya Bisma lagi


"Gak pernah." jawab Chayra dengan polosnya


"Serius lo gak pernah pacaran?" tanya Bisma heran.


"Iya serius gue gak bohong. gue belum pernah pacaran kok." jawab Chayra


"Lo cantik loh Ra, baik, hebat, meski boleh jujur lo agak galak sih, tapi hati lo baik." ucap Bisma


"Apaan sih lo Bis, gue gak suka di puji, dari tadi pertanyaan lo gak jelas tau gak.." ucap Chayra kesal


"Ya gue ngerasa heran aja sih, lo bilang gak pernah pacaran, tapi lo pernah kan suka sama cowok, apa jangan - jangan lo sama kayak si Athar?" tanya Bisma lagi


"Sama gimana?" tanya Chayra balik


"Ya Athar kan belum pernah suka sama cewek." jawab Bisma


"Iya gue juga belum pernah suka sama cowok." ucap Chayra


"Wah kok sama ya kalian ini, jangan - jangan kalian jodoh lagi." ucap Bisma


"Apaan sih.."


"Lo gak mau jodoh sama Athar, kan Athar keren cowok terpopuler lagi di sekolah." ucap Bisma


"Ya Athar keren, baik, tapi.." ucap Chayra


"Tapi apa Ra?" tanya Bisma


Athar masih mendengarkan pembicaraan mereka


"Gak gak papa kok.." ucap Chayra


"Tapi apa? ngomong kok gak jelas gitu." ucap Bisma


"Pertanyaan lo juga gak jelas." ucap Chayra


"Jangan bikin gue penasaran deh Ra." ucap Bisma kesal


"Tapi mana mungkin Athar mau jika jodoh sama gue." ucap Chayra lirih. tapi masih bisa di dengar oleh Athar.


Athar yang mendengar senyum - senyum sendiri.


"Ya pasti mau lah, lo kan cantik, imut lagi, Athar sendiri kok yang bilang ke gue kalau lo itu cantik, imut." ucap Bisma yang membuat pipi Chayra memerah kayak kepiting rebus. hehe

__ADS_1


"Athar bilang ke Bisma kalau gue cantik, imut. apaan sih, duh kenapa gue juga jadi merona gini denger Athar bilang kalau gue cantik dan imut, pasti pipi gue merah nih kayak kepiting rebus." gumam Chayra dalam hati


"Muka lo kenapa Ra?" tanya Bisma heran


"Nggak papa.." jawab Chayra sembari menunduk memalingkan mukanya


"Kok Chayra jadi salting gitu, padahal gue cuma bilang kalau Athar pernah bilang ke gue kalau dia cantik dan imut, apa gue salah ngomong ya?" gumam Bisma


Athar memberanikan diri untuk menghampiri mereka dengan membawa buah - buahan yang ada di tangannya. hatinya bergejolak, bergetar hebat, mendengar pernyataan dari Chayra, ya meski tadi Chayra sempat bilang kalau dia gak suka sama Athar, tapi hati Athar yakin kalau suatu saat nanti Chayra pasti bisa suka sama dia, karena Chayra tadi tidak nolak jika jodohnya nanti Athar.


"Wah enak nih buah, seger pasti.. tapi lo lama banget sih Thar?" ucap Bisma sembari meraih buah yang di bawa Athar


"Iya kan di kupas dulu sama Bibi."


"Ini Ra, kamu makan buahnya ya." ucap Athar


"Tangan lo kok gemeteran gitu sih Thar?" tanya Chayra


"Aku nggak papa kok." jawab Athar salting


"Nggak papa gimana, itu gemeteran gitu, kamu sakit?" tanya Chayra khawatir


"Enggak, aku gak papa." jawab Athar


"Tapi itu gemeteran gitu Thar, duduk sini dulu deh, coba aku lihat, itu buahnya taruh di meja aja." ucap Chayra


Chayra memegang tangan Athar yang gemeteran, Athar makin salting tangannya di pegang oleh Chayra.


"Duh, kenapa tangan gue malah di pegang kayak gini sih, bikin jantung gue berdebar - debar aja nih cewek." gumam Athar dalam hati


"Tangan kamu terlihat baik - baik aja, apa kamu laper?" tanya Chayra


Posisi mereka sangat dekat, tangan Chayra masih memegang tangan Athar, terlihat kecemasan di wajah Chayra, pandangan mata mereka bertemu, Athar sulit untuk melepaskan pandangan mata itu, begitu ia sangat mengagumi Chayra


"Whoy kalian, malah saling pandang gitu." tegur Bisma yang membuyarkan lamunan mereka


"Apa sih Bis.." ucap Athar


"Udah nih buahnya di makan, kenapa gue kayak jadi obat nyamuk gini di sini." gerutu Bisma


"Bisma, kan gue cuma ngecek tangannya Athar aja, lo juga lihat kan kalau tangannya Athar gemeteran wajar dong kalau gue khawatir." ucap Chayra menjelaskan agar Bisma tidak salah mengartikan kedekatan mereka.


"Wajar sih kalau kalian pacaran." ucap Bisma yang membuat mereka mengeluarkan pandangan kesal ke arah Bisma


"Sorry sorry gue keceplosan, tapi gue lihat kalian cocok kok." ucap Bisma


Chayra tersipu malu dia tidak meladeni perkataan Bisma, namun hatinya kali ini bergetar entah apa penyebabnya, apa dia mulai suka dengan Athar atau itu hanya karena dari tadi di ledekin terus sama Bisma.


"Aku gak papa Chayra, kamu gak perlu khawatir, aku biasa kok kayak gini, mungkin karena kecapekan tadi habis main basket." ucap Athar sembari menatap Chayra. betapa beruntungnya dia di perhatiin oleh Chayra. Athar melihat ketulusan di mata Chayra


"Beneran gak papa?" tanya Chayra lagi


"Iya gak papa kok, makasih ya kamu udah perhatian sama aku." jawab Athar.


"Perhatian. apaan sih lo, gue cuma khawatir aja, kan tadi lo main basketnya sama gue, kalau lo kenapa - kenapa nanti gue lagi yang di salahin." ucap Chayra


"Wajah cemas kamu membuktikan kok Ra, kalau kamu kamu benar - benar khawatir, bukan karena kamu gak mau di salahin, kenapa kamu mencoba bohongi diri kamu sendiri begini sih." gumam Athar di dalam hati.


"Ya udah kalau lo gak papa, Bisma anterin gue pulang ya, lo juga mau pulang kan?" ucap Chayra


"Gue masih mau di sini kok." jawab Bisma


"Kamu mau pulang, biar aku aja yang anter kamu." ucap Athar


"Tapi.." ucap Chayra


"Gak usah tapi tapi an.. lo di anter Athar aja, gue masih mau di sini." ucap Bisma


"Kamu gak mau aku boncengin Ra? tadi aja kamu mau tuh di boncengin sama Bisma kesini." tanya Athar


"Athar lo gak ngerti aja hati gue saat ini kayak gimana, gue mau aja di boncengin sama lo, tapi hati gue. duh, kenapa sih tiba - tiba kayak gini, gue bisa makin salting kalau lo boncengin gue Thar." gumam Chayra


"Beneran nih kalau kamu gak mau aku anterin?" tanya Athar lagi karena Chayra hanya diam


"Ya udah deh ayuk.." ucap Chayra


"Yess.." ucap Athar merasa senang


"Athar girang banget tuh anak.." ucap Bisma lirih


Chayra naik di motor Athar pelan - pelan, motor Athar juga motor sport kayak punya Bisma, naiknya pun harus hati - hati, karena boncengannya agak tinggi.


"Udah Ra." tanya Athar memastika. kalau Chayra udah naik di atas motornya


"Udah." jawab Chayra


Mereka pun melaju ke rumah Chayra


"Kenapa rasanya beda ya di boncengin Bisma tadi biasa aja, kenapa di boncening Athar deg - deg an gini hati gue. Athar lo suka maksa sih." gumam Chayra dalam hati.


"Chayra kenapa kamu diam aja?" tanya Athar


"Ini kan di jalan Thar, masa mau ngobrol di jalan sih, nanti lo gak konsen lagi nyetirnya." jawab Chayra


"Iya juga sih." ucap Athar


Mereka telah sampai di depan rumah Chayra, untungnya ibu tiri dan saudara tiri Chayra belum pulang dari mall, Chayra merasa lega dia tidak ketahuan kalau dia main kerumah Athar. kalau ibu tirinya tau entah apa yang akan ibu tirinya itu lakukan terhadap Chayra.


"Makasih ya Thar, lo udah anterin gue pulang." ucap Chayra


"Iya sama - sama Ra. lain kali boleh kan kalau aku yang gantian main ke rumah kamu?" ucap Athar


"Iya boleh kok Thar." ucap Chayra


"Ya udah aku balik ya, Bisma nungguin tuh di rumah." ucap Athar


"Iya Thar, hati - hati, sekali lagi makasih." ucap Chayra


"Iya sama - sama.."


"Ya udah aku pulang dulu, assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumsalam.."


Chayra masuk ke dalam rumahnya setelah melihat motor Athar berlalu.


"Tumben ya jantung gue bisa deg - deg an kayak gini, apa ada masalah?" gumam Chayra dalam hati.

__ADS_1


"Mending gue bersih - bersih dulu deh, sebelum ibu suri dan anak - anaknya pulang, rumah masih belum bersih bisa ngomel lagi." gumamnya lagi


__ADS_2