Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Makan malam yang berkesan


__ADS_3


Malam hari nya Bu Nikma dan Athar pergi lagi kerumah Chayra untuk memenuhi undangan makan malam dari Chayra.


Di kediaman rumah Pak Farhan, terlihat Chayra sedang asyik menata hidangan untuk makan malam. Bu Zafana menghampirinya dengan wajah heran.


"Kenapa kau hidangkan makanan sebanyak ini, siapa nanti yang menghabiskannya, apa kau mampu menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya Bu Zafana.


"Gak usah khawatir gitu, nanti juga ada yang habisin kok." jawab Chayra tanpa melihat ke arah ibu tiri yang mengajaknya berbicara.


"Apa kau sendiri yang memasaknya?"


"Kalau bukan aku lalu siapa lagi?"


"Disuruh masak, malah masak segini banyaknya, itu pemborosan namanya." gerutu Bu Zafana yang tidak mengetahui akan ada tamu spesial yang di undang Chayra untuk makan malam.


Karena sengaja Chayra tidak memberitahu ibu tirinya, biar nanti ibu tiri dan saudara - saudara tirinya mengetahui dengan sendirinya.


"Bisa gak sih, gak komentar, nikmati saja.." jawab Chayra sembari tersenyum penuh arti.


"Awas kau anak gak tau diri.." gerutu Bu Zafana sembari mengepalkan tangannya.


Kemudian Pak Fandi pun keluar dari kamarnya, mencium bau hidangan yang lezat membuat Pak Fandi terasa lapar, langsung saja dia berjalan ke arah meja makan.


"Wah kayaknya enak nih, waoww banyak sekali makanannya?" tanya Pak Fandi pada istrinya.


"Ini ulah anak kamu tuh.." jawab Bu Zafana kesal.


"Ini semua Chayra yang masak?" tanya Pak Fandi heran


"Siapa lagi kalau bukan Puteri kesayanganmu itu, masak segini banyaknya, terus nanti siapa juga yang habisin semua makanan ini?" gerutu Bu Zafana yang merasa kesal dengan Chayra.


"Sudah biarkan saja, Chayra rajin juga ternyata." ucap Pak Fandi tersenyum melihat hasil hidangan dari puterinya.


Pak Fandi baru tau kalau puterinya memang sangatlah rajin, Pak Fandi hanya sibuk kerja sampai tidak sempat memperhatikan Chayra, bahkan tidak mengetahui penderitaan yang Chayra rasakan.


Lelian dan Lilian keluar dari kamarnya menuju meja makan, betapa kagetnya mereka melihat makanan yang begitu banyak yang sudah terhidangkan di atas meja makan.


"What.. ada makanan sebanyak ini? ucap Lelian.


"Pasti ibu mengundang kawan ibu untuk makan malam di sini ya?" tanya Lilian antusias.


"Ibu kan belum punya teman di sini, apa kamu lupa kalau kita baru saja pindah ke rumah ini, bagaimana mungkin ibu temukan teman dalam waktu secepat itu." jawab Bu Zafana


"Iya juga yaa, terus ini makanan buat siapa?" tanya Lelian penasaran, kenapa ada banyak makanan.


"Ya buat kita semua lah, ini kan hasil masakan Chayra." jawab Bu Zafana.


"Chayra yang masak semua masakan ini Bu, nggak salah? sebanyak ini?" sahut Lelian yang merasa tidak yakin kalau ini semua Chayra yang melakukannya.


"Kalau bukan Chayra lalu siapa? masa kalian? dari tadi juga ikut ibu belanja di mall gitu." jawab Bu Zafana.


"Hmmm sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Chayra nih.." ucap Lelian merasa ada yang di sembunyikan oleh Chayra.


"Apaan kak, kak Lelian tau?" tanya Lilian antusias.


"Kalau gue tau mana mungkin gue tanya ibu.." jawab Lelian sinis.


"Iih kak Lelian sensitive amat sih.."


"Sudah, lebih baik kalian duduk, tapi jangan makan dulu, tunggu Chayra." sahut Pak Fandi yang menyuruh Lelian, Lilian untuk duduk.


"Kenapa kita harus nunggu Chayra sih Yah, laper nih." gerutu Lelian.


"Kan yang masak semua hidangan ini Chayra, ya kita tunggu dia, kita makan bersama." ucap Pak Fandi.


Tak berselang lama Chayra pun keluar dari kamarnya. memperhatikan semua keluarganya sudah berada di meja makan, menunggunya untuk makan malam.


"Wah.. kalian pasti nungguin Chayra kan?" ucap Chayra sembari tersenyum ke arah ayahnya.


"Iya dong sayang, puteri ayah ini memang rajin, tapi tumben kamu masak segini banyaknya?" tanya Pak Fandi sembari tersenyum manis ke arah puterinya.


"Nanti ayah juga akan tau sendiri." jawab Chayra yang di tatap sinis oleh ibu tirinya.


Tas berselang kemudian Athar dan mamanya pun sampai di depan rumah Chayra, karena mendengar suara mobil berhenti Chayra pun beranjak membuka pintu, Chayra yakin itu pasti Athar dan mamanya telah sampai.


"Ayah, Chayra kedepan dulu ya." ucap Chayra.


"Ngapain kamu ke depan, kan kita mau makan malam nak.." jawab Ayahnya


"Sebentar saja ayah."


"Aneh tuh anak, sebenarnya ada apa sih bu?" tanya Lilian penasaran.


"Ibu juga tidak tau, udah diem aja kita lihat saja apa yang di lakukan Chayra selanjutnya." jawab Bu Zafana menimpali pertanyaan dari Lilian.


Chayra membuka pintu dengan senyuman menyambut kedatangan Athar dah mamanya.


"Assalamu'alaikum.." ucap Tante Nikma dan Athar.


"Wa'alaikumsalam.. selamat malam tante, Athar." jawab Chayra


"Iya selamat malam juga, Chayra cantik ya." ucap tante Nikma memuji Chayra.


"Biasa aja kok tante.." jawab Chayra tersipu malu.


Athar terus saja menatap Chayra sembari tersenyum manis. meski tanpa polesan make up Chayra memang cantik, wajar saja setiap Athar melihat Chayra selalu saja terpesona.

__ADS_1


"Silahkan masuk tante Nikma, Athar, keluarga Chayra sudah menunggu di ruang makan." ucap Chayra mempersilahkan Athar dan mamanya untuk masuk ke dalam rumah dan gabung makan bersama keluarga Chayra.


"Iya terima kasih ya sayang.." jawab Tante Nikma.


Chayra pun mengajak mereka menuju ruang makan, yang di sana sudah ada Ayah, ibu tiri dan saudara - saudara tirinya. bertapa terkejutnya mereka semua melihat Chayra bersama orang yang belum mereka kenal berjalan menuju meja makan.


"Bu, mereka itu siapa sih, kok ada di sini?" tanya Lelian penasaran.


"Ibu juga tidak tau, lebih kamu jangan banyak tanya dulu, kita dengarkan penjelasan dari Chayra." jawab Bu Zafana


Mereka telah sampai di depan meja makan, langsung saja Chayra memperkenalkan bu Nikma dan Athar


"Ayah, ibu dan saudara - saudaraku perkenalkan ini tante Nikma dan ini anaknya namanya Athar, mereka itu tetangga sebelah komplek rumah kita Ayah, ibu.." ucap Chayra yang memperkenalkan Bu Nikma dan Athar.


"Oh jadi Bu Nikma ini rumahnya di komplek sebelah ya?" tanya Pak Fandi yang langsung antusias untuk menyalami Bu Nikma dan Athar.


"Iya betul sekali Pak, begini ceritanya Pak, tadi siang itu kebetulan saya dan anak saya Athar sedang melintasi jalan komplek sini, berniat mau pulang kerumah, tiba - tiba saya mencium bau masakan yang sangat sedap, saya penasaran, akhirnya saya dan puter saya langsung saja mampir, kan rumah ini juga sudah lama tidak di tempati Pak, niat saya sih cuman mau memastikan saja, apa benar ada orang di dalam rumah, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan alhamdulillah di bukakan dan di sambut baik oleh puteri bapak, malahan ini saya dan Athar di undang buat makan malam bersama di rumah bapak." ujar Bu Nikma menjelaskan.


"Oh begitu ya Bu, wah kamu memang puteri ayah yang ramah dan baik Chayra, ayah bangga sama kamu, beginilah hidup bertetangga." ucap Pak Fandi sembari memeluk Chayra merasa bangga dengan sikap baik Chayra.


"Oh iya Bu Nikma, belum kenalan ini kita." saya Fandi dan ini istri saya Zafana, dan itu ke dua puteri saya juga, yang baju ungu itu Lelian dan yang baju orange itu Lilian." ucap Pak Fandi pada Bu Nikma memperkenalkan keluarganya.


"Iya salam kenal ya semua, saya Nikma dan ini putera saya satu - satunya Athar." sahut Bu Nikma memperkenalkan diri dan menyalami ibu tiri serta saudara - saudara tiri Chayra.


Athar juga menyalami mereka semua, saat melihat Athar mata kedua saudara tiri Chayra tanpa berkedip tanda kagum.


"Kak ini gak salah kak, nih cowok keren bangett kak.." ucap Lilian merasa kagum dengan ketampanan Athar.


siapa sih yang tidak kagum melihat ketampanan dan kharisma Athar. hehe


"Iya Lili cakep bener nih cowok, duh malah kita tadi gak dandan lagi aduuuhhh... turun deh pamor kita di depan cowok tampan ini." sahut Lelian


"Chayra sih tidak bilang kalau akan ada cowok se keren ini ke sini untuk makan malam, kalau tuh anak mau ngasih tau kan kita bisa persiapan kak, gak muka kucel kayak gini.." gerutu Lilian.


"Tau tuh si upik abu emang ngeselin.." gerutu Lelian melihat kesal ke arah Chayra.


"Ya sudah, silahkan duduk bu Nikma dan nak Athar, kita semua mari segera makan, keburu dingin nanti makanannya." ucap Pak Fandi


"Iya Pak Fandi terima kasih.." sahut Bu Nikma


Mereka pun makan malam bersama, situasi menjadi terasa hangat, Chayra senang mempunyai tetangga seperti Bu Nikma dan Athar. baru kali ini Chayra merasakan ada kehangatan keluarga lagi.


Setelah makan malam selesei mereka pun berbincang - bincang di ruang tamu.


"Jeng Nikma, gimana kalau jeng Nikma ada waktu longgar kita keluar bareng, kemana gitu?" ucap Bu Zafana yang mencoba akrab dengan Bu Nikma. karena dia yakin kalau Bu Nikma adalah istri orang kaya juga dan pantas sekali untuk dirinya bergaul dengan Bu Nikma. apalagi Bu Zafana juga belum menemukan teman di Bandung. akan lebih menyenangkan kalau bisa dekat dengan keluarga Bu Nikma.


"Boleh dong.. kapan - kapan kita atur waktunya ya" jawab Bu Nikma antusias sekali dengan ajakan Bu Zafana.


"Asyik dong yaa.."


Sementara Chayra masih beberes di meja makan, Athar yang melihat Chayra pun tidak tega ia menghampiri Chayra untuk membantunya.


"Iya memang di sini nggak ada pembantu, ya jadi gue semua yang ngerjain." jawab Chayra.


"Aku bantu ya.." ucap Athar lembut.


"Nggak usah Athar, lo kan tamu di sini, kenapa lo malah bantuin aku beberes, mendingan kamu ke depan aja gabung ngobrol sama keluargaku." jawab Chayra yang menolak di bantu Athar.


"Nggak papa lagi Ra, sini biar aku bantuin ya."


"Lo tuh orangnya suka maksa ya." ucap Chayra sembari tersenyum tipis.


"Senyumnya tipis banget.." ucap Athar


"Ngomong apa Athar?" tanya Chayra yang mendengar ucapan Athar yang terdengar lirih.


"Eh enggak kok.. ya udah sini aku bantu." jawab Athar salting.


"Ini lebih baik lo angkat piring - piring ini aja, kamu taruh di meja dapur aja ya." ucap Chayra


"Oke.."


Athar membantu Chayra mencuci piring, mereka saling pandang, hal itu membuat jantung Athar berdegup dengan kencangnya, begitupun juga Chayra yang ikutan salah tingkah.


Sedangkan Lelian dan Lilian mencari keberadaan Athar. mondar mandir dari dalam keluar tapi tidak mereka temukan Athar.


"Kak mana ya cowok keren itu, kok nggak ada di depan sih, di dalam juga gak ada, padahal kan mamanya juga masih ada di sini?" tanya Lilian.


"Entah, kita juga udah mondar mandir dari tadi, capek, ya udah kita duduk sini aja dulu, mending nonton tv." sahut Lelian yang duduk di sofa sembari menyalakan tv.


"Eh kak Chayra kok bisa kenal gitu ya sama cowok keren?" ucap Lilian.


"Kan tadi nyokapnya udah ngasih tau kalau mereka itu kenal karena nyokapnya Athar penasaran sama bau masakannya Chayra, lo nggak denger apa?" sahut Lelian


"Iya sih, tapi kok kayaknya mereka udah saling kenal ya."


Saat mereka sedang berbicara berdua, Chayra dan Athar lewat di samping mereka. Lilian pun kaget melihat Athar dan Chayra yang begitu akrab, langsung saja Lilian menarik tangan Athar dan menggandengnya, Lilian memang agak kecentilan. melihat sikap Lilian membuat Athar risih dan berusaha menampik tangan Lilian.


"Apa sih.." ucap Athar.


"Athar kamu itu sekolah dimana sih?" tanya Lilian.


"Apa kalian tidak tau kalau aku juga sekolah di sekolahan yang sama dengan kalian?" jawab Athar cuek.


Athar memang selalu cuek dengan cewek - cewek yang berusaha mendekatinya, sangat berbeda perlakuan Athar terhadap Chayra yang selalu terlihat manis dan perhatian, padahal mereka juga baru kenal. karena perasaanlah yang membuat semua itu terlihat beda. hehe


"Beneran loh aku nggak tau, jadi kamu juga sekolah di SMA Negeri 1 Bandung, kok belum pernah lihat di sekolah ya." ucap Lilian mengingat - ingat kejadian tadi di sekolah.

__ADS_1


"Wah kita satu sekolahan, kamu juga pasti kelas 3 kan?" sahut Lelian yang langsung saja antusias untuk berdiri di hadapan Athar.


"Iyaa." jawab Athar cuek.


"Kamu menempati kelas apa? kalau aku sih kelas IPS C9." tanya Lelian.


"Kalau aku, aku menempati kelas IPA C2." sahut Lilian.


"Oh.. Aku sih di kelas sama dengan Chayra." jawab Athar sembari menggandeng tangan Chayra dan beranjak pergi karena merasa tidak suka dengan tingkah centil saudara - saudara tiri Chayra.


Chayra yang sedang di gandeng oleh Athar pun merasa terkejut dengan sikap Athar yang tiba - tiba menggandeng tangan Chayra tanpa meminta perseteruannya, langsung saja Chayra melepas pegangan tangan mereka.


"Apa apaan sih Lo Athar?" gerutu Chayra sembari melepaskan pegangan tangan Athar.


"Maaf ya Chayra, nggak bermaksud, aku cuma nggak nyaman aja, mangknya aku buru - buru ajak kamu keluar, aku pegang tangan kamu supaya kamu jalan dengan cepat." jawab Athar dengan gugup dan salting.


"Oh gitu.. tapi kenapa lo nggak nyaman?" tanya Chayra.


"Saudara kamu centil sih, aku suka, maaf ya kalau aku bilang gitu." jawab Athar


"Hehehe Athar Athar.." ucap Chayra sembari tertawa mendengar penuturan Athar.


"Kok malah ketawa sih.."


"Iya lo itu lucu.. bukannya cowok itu suka ya dengan cewek centil kayak gitu. hehe.."


"Pengecualian aku, aku gak suka banget malah, risih tau.."


"Hehhee.. ya udah kita ke depan aja yuk.."


"Ayuuuk.."


Mereka pun pergi ke depan rumah untuk menghirup udara segar. mereka berdua duduk di teras sembari mengobrol banyak hal.


"Chayra.. entah kenapa aku merasa bahagia banget bisa kenal sama kamu.." ucap Athar sembari tersenyum khas.


"Kayak lo baru kenal cewek aja." sahut Chayra


"Ya emang cewek - cewek banyak yang ngejar - ngejar aku sih, aku sangat risih dengan sikap mereka, mangkanya aku cuek dengan cewek yang berusaha deketin aku, tapi saat bertemu dengan kamu entah kenapa aku gak bisa cuek sama kamu Chayra." ucap Athar sembari menetap lekat Chayra yang duduk agak menjauh dari Athar .


"Ya mungkin karena aku gak berniat deketin lo, kan malah lo duluan yang deketin gue, sok baik banget malah nawarin bantuan." sahut Chayra tanpa menatap ke arah Athar, tatapan matanya mengarah ke jalanan.


"Aku sok baik ya?" tanya Athar


"Ya memang baik sih, makasih ya." jawab Chayra


"Iya sama - sama.."


Bu Nikma berniat pulang karena sudah malam


"Pak Fandi, Bu Zafana saya pamit pulang dulu ya, sudah malam, besok anak - anak kan juga sekolah masuk pagi.." ucap Bu Nikma berpamitan pada Pak Fandi dan istrinya.


"Iya terima kasih ya Bu Nikma sudah menyempatkan waktunya untuk makan malam di rumah kami, saya sangat senang bisa kenal dengan Bu Nikma dan keluarga." jawab Pak Fandi


"Iya sama - sama Pak Fandi, nanti kalau papanya Athar sudah pulang dari Vietnam akan saya ajak kesini untuk berkenalan dengan Pak Fandi dan keluarga. ucap Bu Nikma


"Jeng Nikma hati - hati ya, jangan bosan main kesini, saya kalau pagi - sore sendirian di rumah, anak - anak pada kesekolah, enak Jeng Nikma ya punya kesibukan di butik." sahut Bu Zafana.


"Terkadang saya juga ada dirumah kok Bu Zafana, kalau saya pas dirumah saya temenin deh, saya main lagi kesini." ucap Bu Nikma yang merasa senang sekali bisa tetanggaan dengan keluarga Pak Fandi


"Wah makasih ya jeng Nikma.."


"Iya sama - sama Bu Zafana, saya permisi pulang dulu ya."


"Iya jeng hati - hati, saya antar ke depan, Athar mungkin juga ada di teras."


"Iya Bu Zafana terima kasih.."


Mereka pun ke depan rumah, melihat Athar dan Chayra sedang asyik mengobrol di teras, Bu Nikma pun mengajak Athar pulang.


"Athar ayo pulang, sudah malam loh, kalau kamu senang main ke sini, ya besok lagi kamu boleh main kesini lagi dan mengobrol dengan Chayra, lagian besok juga kalian bertemu lagi di sekolah." ucap Bu Nikma mengajak Athar pulang.


"Iya ma, Chayra aku pulang dulu, sampai bertemu besok di sekolah." ucap Athar berpamitan dengan Chayra.


"Iya hati - hati ya." jawab Chayra.


"Kami pulang dulu ya Pak Fandi, Bu Zafana dan Chayra, terima kasih atas jamuan makan malamnya, Chayra kamu pandai masak, tante aja kalah sama kamu." ucap Bu Nikma


"Masih harus banyak belajar lagi kok tante, kapan - kapan kita masak bareng yuk tante, pasti seru.." jawab Chayra


"Wah iya pasti seru banget, kalau tante ada waktu luang dan lagi nggak males masak, kita masak bareng ya."


"Iya tante, hati - hati di jalan ya tante.."


"Iya makasih sayang." ucap tante Nikma sembari memeluk Chayra.


Athar dan mamanya pun pulang kerumah. Chayra juga masuk ke kamarnya untuk segera beristirahat karena sudah malam, besok harus berangkat sekolah pagi karena ada kegiatan senam pagi.


Sementara Pak Fandi dan istrinya masih di teras.


"Sayang, kelihatannya mereka kok sudah akrab banget dengan Chayra ya, padahal baru kenal, aku bangga sekali dengan Chayra, dia bisa baik dengan semua orang, meski kelihatannya Chayra itu anaknya cuek, kelihatannya memang dia sudah agak berubah sejak pindah kesini, aku berharap Chayra bisa lebih baik lagi." ucap Pak Fandi pada istrinya.


"Iya.." jawab singkat Bu Zafana yang merasa kesal mendengar suaminya hanya memuji Chayra.


"Ya sudah ayo kita masuk.." ucap Pak Fandi mengajak istrinya masuk ke dalam rumah karena angin di luar kencang.


Sedangkan Chayra masih bersiap untuk tidur, setelah mengganti baju tidur dan gosok gigi serta wudhu sebelum tidur Chayra pun berbaring di tempat tidurnya sembari membayangkan situasi hangat tadi.

__ADS_1


"Sungguh malam ini aku merasa bahagia yang belum pernah aku sebahagia ini, tante Nikma orang yang baik begitupun juga Athar, makan malam tadi menjadi makan malam yang sangat berkesan." gumam Chayra sembari tersenyum lebar dan langsung tertidur.


__ADS_2