Jodoh Tidak Akan Tertukar

Jodoh Tidak Akan Tertukar
Senjata makan tuan


__ADS_3


Chayra merasa betah di sekolah sejak kenal Elisa dan Athar, mereka teman terbaik Chayra. Lelian maupun Lilian juga telah menemukan teman baru yang sama jahilnya, Lusi dan Lelita.


FourL nama gengs mereka, karena kesamaan huruf depan nama mereka.


Pagi itu mereka punya rencana untuk berbuat jahil kepada Chayra dan Elisa, bel telah berbunyi jam pelajaran pun di mulai, mereka bukannya fokus belajar malah menyusun rencana untuk berbuat jahil. sengaja Lilian dan Leli berganti posisi bangku di belakang agar leluasa untuk menyusun rencana tanpa di ketahui oleh guru mereka. begitupun juga Lelian yang melakukan hal yang sama dengan Lilian, Lilian dan Leli berencana ngerjain Chayra, sedangkan Lelian dan Lusi kebagian ngerjain Elisa.


Bel istirahat berbunyi. para siswa siswi pun keluar kelas untuk makan di kantin, Chayra dan Elisa berjalan menuju kantin. mereka berpapasan dengan Athar dan Bisma.


"Hei ciwik - ciwik imut.." sapa Bisma.


"Hei juga Bisma.." sahut Chayra


"Kalian pasti mau ke kantin ya kan?" tanya Bisma.


"Iya dong Bis, laper.." jawab Chayra


"Bis bis emang gue Bis harapan jaya apa?" gerutu Bisma


"Kan nama lo Bisma, masa gue panggil ma. hehe.." ucap Chayra.


"Bisma gitu, yang lengkap."


"Iya iya gitu aja sewottt hehehe.."


"kita ke kantinnya bareng aja Chayra." sahut Athar.


"Bareng sama kalian, iih ogah.." ucap Chayra.


"Eh sok gak mau bareng sama kita mereka Thar, harusnya kalian itu beruntung lo di ajakin makan bareng di kantin sama cowok terpopuler di sekolahan ini. sok pakai nolak lagi." gerutu Bisma


"Beruntung ya, menurut gue gak seberuntung itu sih." ucap Chayra dengan cueknya.


"Hmmm jadi kamu gak mau nih makan siang bareng di kantin sama aku?" ucap Athar


"Hmmm gimana ya?" jawab Chayra sembari berfikir


"Mau ya.." pinta Athar


"Athar lo tuh selalu sukanya maksa deh." ucap Chayra


"Enggak aku gak maksa kok, cuman nawarin." sahut Athat.


"Udah lah Thar, kalau memang nih cewek gak mau ya udah, Chayra lo itu cewek pertama yang di ajakin Athar makan bareng di kantin, sebelumnya belum pernah nih si Athar ngajakin cewek makan bareng, harusnya lo bersyukur tau, lo terima aja deh ya, nanti di traktir tuh sama Athar." Sahut Bisma


"Eh Bisma gue itu bukan seperti cewek - cewek yang ngejar Athar ya, di ajak makan bareng sih bagi gue ya biasa aja, gak ada yang spesial, kalian aja yang sok ke PD an, lagian Athar kan kemaren kita juga udah makan malem bareng, gue mau makan sama Elisa aja, ya kan Lis?" ucap Chayra


"Eh Thar, bener yang di bilang Chayra kemaren lo makan bareng sama Chayra, dimana kok lo gak ngasih tau gue, gak ngajak lagi?" tanya Bisma


"Iya bener dan ngapain juga gue ngajakin lo, malah ngerusak suasana tau gak." jawab Athar sembari melangkah pergi


"Eh Thar, lo gitu ya.. tungguin gue main cabut aja." gerutu Bisma sembari berjalan mengejar Athar.


"Aneh ya mereka Chayra, sepertinya Athar sedang deketin kamu deh." ucap Elisa yang membuat Chayra ingin ketawa.


"Apa deketin gue, hahaha seorang Athar deketin gue, ya gak mungkin lah Lis, lagian Athar itu memang baik kok dari awal kenal gue juga dia suka nolong." jawab Chayra


"Iya sih, tapi dia gak biasanya loh deketin cewek, baik sih memang Athar orangnya baik, jujur juga dermawan sih mangkanya di kagumi banyak cewek, tapi kalau soal cewek dia itu kayak ogah gitu, apalagi deketin cewek, gak pernah ada 1 pun cewek yang Deket sama Athar, dia dari dulu juga jomblo." ucap Elisa.


"Nah, lo kok malah jelasin ke gue. gue juga gak perlu kok tau Athar itu kayak gimana, yang gue tau Athar baik udah cukup." ucap Chayra menimpali penjelasan Elisa mengenai Athar.


"Ya aku cuman jelasin aja tentang Athar, kirain kamu pengen tau, Chayra kamu memang beda gak kayak cewek - cewek yang mengagumi Athar."


"Gue tuh belum pernah kagum sama cowok. dari dulu gue selalu cuek, kecuali sama sahabat - sahabat gue, cowok pun gak ada yang berani deketin gue, cuma gak tau tuh Athar, padahal dari awal ketemu gue udah cuekin dia bahkan marahin dia waktu dia berusaha nolongin dan bantuin gue, yang gue tau dia tulus sih orangnya. mangkanya gue juga gak bisa cuek - cuek banget sama dia dan gue sama sekali tidak mengagumi Athar."


"Wah kamu memang yang terbaik deh Chayra.." puji Elisa


"Apa sih Lis, biasa aja kok gue gak sebaik yang lo kira."


"Kamu memang baik kok Chayra."


"Ya udah ke kantin yuk, laper nih.."


"Ayuk.."


Mereka pun sampai di kantin, di sana juga ada Lelian dan Lusi yang siap dengan rencana mereka, tiba - tiba saja mereka mempersilahkan Chayra dan Elisa untuk duduk.


"Eh kalian duduk sini aja, nanti kalian mau pesan apa, biar kita berdua yang bawain buat kalian. oke.." ucap Lelian.


"Tumben Lelian bersikap manis kayak gini, ini pasti ada apa - apanya nih, gue faham Lelian kayak gimana, hmmm harus lebih hati - hati.." gumam Chayra di dalam hati merasa ada yang aneh dari sikap Lelian.


"Gak usah kita kan bisa beli sendiri." jawab Chayra sembari menoleh ke arah Elisa.


"Iya kita bisa beli sendiri kok Lelian, jadi gak perlu kamu beliin dan bawain kesini." sahut Elisa.


"Ini gue lagi baik lo, mumpung gue lagi baik sama kalian, udah kalian tinggal duduk manis aja di sini kita yang bawain." ucap Lelian memaksa.


"Tumben lo baik." ucap Chayra


"Adekku yang cantik dan manis kan memang kakak tirimu ini baik sama kamu, kamu aja yang gak nyadar kalau aku tuh baik." ujar Lelian


"Oke terserah kalian berdua deh, gue udah laper, tapi gini kalian berdua juga ikut makan di sini sama kita, ya nggak Elisa?" ucap Chayra


Elisa hanya diam melihat sikap Chayra yang tiba - tiba menyetujuinya.


"Duh, aku kok khawatir ya, takut mereka berdua punya rencana jahat sama Chayra, kan Chayra pernah cerita kalau saudara - saudara tirinya itu selalu berbuat tidak baik sama dia." gerutu Elisa lirih


"Elisa lo kenapa?" tanya Chayra.


"Enggak. gak papa kok Ra, tapi kamu yakin gak akan terjadi apa - apa, aku khawatir mereka punya rencana buruk ke kita." ujar Elisa merasa cemas.


"Gak papa, ikuti aja kemauan mereka, kita lihat saja apa yang akan mereka perbuat." ucap Chayra


"Iya deh.. semoga mereka gak sedang jahilin kita ya."


"Udah tenang aja, aman kok."


Lelian dan Lusi membawa makanan dan minuman sesuai pesanan Chayra dan Elisa, tapi minuman pesanan mereka telah di beri obat pencuci perut.


"Rasain kalian, pasti kalian berdua akan mules - mules dan gak bisa mengikuti pelajaran berikutnya. hahaha..." ucap Lelian lirih

__ADS_1


"Ini Chayra, Elisa pesanan kalian sudah siap." ucap Lelian


"Oke makasih ya kak Leli udah baik banget deh sama kita, tiap hari lo bersikap kayak gini pasti gue sayang banget sama lo saudara tiri gue yang paling cantik. hehe.." ucap Chayra sembari tersenyum manis


"Ya uda lo makan deh.." sahut Lelian malas sekali dia melihat senyum manis Chayra baginya itu adalah senyuman meledeknya.


"Iih kok galak lagi sih.." ucap Chayra


"kak Leli, Lusi tolong dong ambilin tisu, di meja sini kan gak ada tisu." perintah Chayra yang membuat Lelian kesal.


"Kok gue jadi di suruh - suruh gini sih sama si upik abu?" gerutu Lelian lirih.


"Udah kita turutin aja apa maunya, lagian sebentar lagi pasti perut mereka akan mules dan rencana kita akan berhasil." ujar Lusi berbisik di telinga Lelian.


"Iya udah deh, awas aja lo upik abu, lo udah berani nyuruh - nyuruh gue, yang upik abu kan elo." gerutu Lelian lirih


"Oke kita akan ambilin tisu dan lo mau apa lagi adek tiri yang manis?" ucap Lelian


"Apa lagi ya, oh ya sama ambilin kita cemilan!" ucap Chayra puas. bukan mereka yang ngerjain Chayra malah seolah - olah Chayra yang ngerjain mereka berdua.


Mereka pun mengambilkan sesuai perintah dari Chayra, Elisa merasa heran dengan sikap Chayra ke mereka.


"Chayra kok kamu malah suruh - suruh mereka gitu?" tanya Elisa.


"Udah lo diem aja, lihat aja ya." jawab Chayra sembari tersenyum penuh arti.


"Iya deh."


Chayra menukar minuman yang di depannya, ia tukar semua minuman itu, termasuk minuman yang ada di depan Elisa. minuman untuk Chayra dan Elisa ditukar dengan minuman Lelian dan Lusi. Chayra curiga kalau minuman itu sudah di kasih sesuatu oleh mereka.


Elisa hanya diam melihat aksi Chayra yang tiba - tiba menukar minuman mereka.


Lelian dan lusi berjalan ke arah mereka, Chayra tetap bersikap seolah - olah tidak mengetahui apapun rencana yang mereka buat untuknya.


"Ini request dari lo Chayra, sudah kami penuhi kan, silahkan di minum ya dan di makan pesanannya tadi, kami kan juga mau makan, laper nih." ujar Lelian


"Oke makasih ya kakak tiriku yang baik hati."


"Iya sama - sama.."


Mereka pun minum dan makan dengan lahapnya. sementara Lelian dan Lusi merasa senang rencana mereka akan berhasil, tapi Chayra tidak sebodoh yang mereka fikirkan, rencana Lelian dan Lilian aja dari dulu gak pernah berhasil, namun mereka tidak belajar dari kesalahan mereka, tetap saja berusaha membuat Chayra merasa kesal.


"Auuu kok tiba - tiba perut gue yang sakit ya, aduh gak tahan nih, bentar ya gue ke kamar mandi dulu." ucap Lelian yang merasa perutnya sakit setelah minum minuman yang ada di depannya.


"Aduh, perut gue kok juga sakit sih, duhh ikut - ikutan aja nih perut, apa salah naruh minuman ya tadi, masa iya salah sih, perasaan udah bener kok." gerutu Lusi lirih.


"Eh gue ke toilet dulu ya perut gue juga tiba - tiba sakit nih.."ucap Lusi


"Iyaa, hehehe" jawab Chayra sembari tertawa kecil


"Hahahahahaha..." Chayra tertawa puas.


"Mereka itu kenapa ya, sakit perut kok barengan gitu?" tanya Elisa heran.


"Lo masih gak tau juga, gue mah udah faham niat mereka." jawab Chayra


"Mereka sengaja naruh sesuatu di minuman itu?" tanya Elisa penasaran.


"Wah hebat kamu Chayra, gak nyangka lo kamu sejenius ini, bisa nebak rencana mereka." ujar Elisa yang kagum dengan Chayra


"Kan gak 1 atau dua kali Lelian ngerjain gue, udah keseringan, tapi mereka selalu gagal. gitu masih aja gak kapok." ucap Chayra sembari tersenyum puas telah membuat mereka kesal gagal ngerjain Chayra dan Elisa


Sementara Athar dan Bisma memperhatikan Chayra dan Elisa sedang tertawa puas, merasa aneh dengan sikap mereka.


"Eh Thar, mereka kok tiba - tiba ketawa gitu sih, aneh deh, kayak dapat hadiah aja." ucap Bisma


"Ya mungkin mereka lagi seneng." jawab Athar


"Kemaren malem lo beneran makan malem sama Chayra?" tanya Bisma penasaran


"Iya, lo masih aja kepo." jawab Athar


"Ya kayaknya gak mungkin gitu.."


"Gak mungkin gimana sih, gue tuh makan malam bukan cuma sama Chayra aja tapi sama keluarganya juga, bahkan sama nyokap gue juga kok." ucap Athar menjelaskan


"Apa sama nyokap lo juga, kalian.." sahut Bisma Mereka terkejut.


"Apa sih lo, gak usah kaget gitu kali."


"Apa yang lo omomgin tuh beneran?" tanya Bisma yang masih aja penasaran


"Ya beneran lah, apa pernah gue bohong.." jawab Athar kesal di kepoin sama Bisma


"Iya sih, tapi kan kok kalian sudah seperti kenal lama gitu, kan lo juga baru kenal sama Chayra kok pakai acara makan malam bersama keluarga masing - masing gitu, kayak mau tunangan aja lo.." sahut Bisma.


"Bisma.. jaga omongan lo, siapa juga yang mau tunangan, sekolah aja belum bener bahas tunangan." ucap Athar yang semakin kesal dengan perkataan Bisma.


"Ya gak gitu, gue kan bilang kayak bukan beneran mau tunangan."


"Ah lo ngeles aja, udah sok kepo ngeles lagi.."


"Gue jelasin, lo simak baik - baik.." ucap Athar


"Iya apaan.."


"Gue sama Chayra itu tetanggan, dan Chayra ngundang gue sama nyokap gue buat makan malam di rumahnya, ini semua juga karena nyokap gue kepo kayak lo tuh, suka kepo.. nyokap gue kepo sama bau masakan Chayra, akhirnya nekad deh nyokap gue samperin rumahnya Chayra, kebetulan gue juga ikut, di persilahkan deh masuk ke rumahnya Chayra, tuh anak juga lagi di rumah sendirian. ngobrol cukup lama deh nyokap gue sama dia, udah gitu Chayra nawarin makan malem bersama gitu, nyokap gue mengiyakan, ya udah gue juga ikut makan malam di rumahnya Chayra. gitu ceritanya." ujar Athar menjelaskan.


"Oh gitu.. jadi Chayra itu tetangga lo, kirain.." sahut Bisma


"Kirain apaan? belum apa - apa udah mikir jauh aja sih lo." gerutu Athar


"Ya gak gitu, gue kan cuman kepo, lo kan juga gak biasanya kayak gini, apa lagi makan bareng sama cewek." jawab Bisma.


"Ya udah balik ke kelas yuk.."


"Ya udah ayok."


Mereka berdua balik ke kelas, sampai di depan pintu mereka melihat Lilian dan Leli sedang memberi lem pada tempat duduk Chayra.


"Eh ngapain tuh mereka, itu kan tempat duduknya Chayra." ucap Athar melihat tingkah aneh Lilian dan Leli

__ADS_1


"Iya tuh, kayaknya sih mereka berdua mau ngerjain Chayra deh.." sahut Bisma


"Gak bisa di biarin nih." ucap Athar kesal dengan kejahilan mereka


"Eh Thar, bukannya si Lilian itu saudaraan ya sama Chayra?" tanya Bisma


"Iya sih Lelian dan Lilian itu saudara tiri Chayra, kok mereka jahati gitu ya sama Chayra, padahal kemaren gue ketemu mereka di rumah Chayra mereka terlihat baik." ucap Athar.


"Ya itu bisa aja mereka lagi cari perhatian lo Thar, biasa cewek - cewek, siapa sih cewek yang gak kagum sama lo." sahut Bisma


"Iya yaa, Chayra mungkin yang gak kagum sama gue." ucap Athar


"kok lo jadi bahasnya kesitu sih Thar.." ucap Bisma


"Lagian lo sih."


"Ya udah sekarang kita fikirkan gimana caranya gagalin usaha mereka buat ngerjain Chayra." ucap Athar.


"Iya tapi gimana Thar, tuh kursi aja udah di kasih lem gitu?" tanya Bisma sembari berfikir ide untuk gagalin rencana jahil mereka.


"Ahh gue punya ide, sini gue bisikin.." ucap Athar lirih


"Apaan?" tanya Bisma lirih.


"Kita tukar aja kursi mereka, kalau mereka udah keluar lo ajak mereka kemana gitu, nanti gue yang tukar kursi mereka.." ucap Athar membisikkan ide pada Bisma


"Maksud lo kursi yang ada lemnya itu lo taruh di kelas Lilian gitu, terus kursi Lilian lo bawa kesini biar di pake Chayra gitu?" tanya Bisma


"Iya bener gitu."


"Eh Thar tapi lo lihat deh kursinya Elisa juga di kasih lem."


"Ya nanti gue minta bantuan anak lain deh buat bawa kursi Elisa kita tuker tuh kursi dengan kursinya Leli." ujar Athar


"Oke deh gue setuju."


Lilian dan Lelita pun keluar dari kelas Chayra. mereka langsung di hadang oleh Bisma.


"Eh ada ciwik - ciwik cantik.." ucap Bisma


"Iya dong kita kan memang cantik." sahut Lilian


"Iih PD banget kalian.." gerutu Bisma lirih.


"Lo ngomong apaan Bisma?" tanya Lelita


"Eh enggak.. aku kan ngomong kalau kalian berdua itu cantik dan manis." jawab Bisma


"Iih Lo kok tiba - tiba muji kita gitu sih Bisma.." ucap Lilian


"Iya emangnya aku gak boleh gitu muji kalian.." ucap Bisma


"Ya boleh sih, cuman takut ada apa - apanya." sahut Lilian


"Enggak lah, gue jujur lagi muji kalian, eh iya Lili tadi kami di cariin tuh sama kakak kamu siapa tuh namanya aku lupa." ucap Bisma


"Kak Lelian?" tanya Lilian


"Iya Lelian yang nyariin kalian." ucap Bisma


"Dimana?" tanya Lelita


"Di kantin, mending kalian berdua kesana deh.." jawab Bisma


"Oke deh.. makasih ya Bisma, lo udah mau ngasih tau ke kita, ternyata lo baik deh Bisma.." ucap Lilian


"Iyalah gue baik, gak kayak kalian, suka ngerjain temen sendiri." ucap Bisma lirih tak di dengar oleh Lilian dan Lelita.


Lelian dan Lelita pun menghampiri Lelian di kantin, tapi mereka tidak menemukan Lelian, mereka pun mencari Lelian dan Lusi.


Sementara Athar telah selesei menukar kursi mereka, lalu masuk ke kelasnya karena bel masuk sebentar lagi di bunyikan.


Chayra dan Elisa masuk ke kelas dan duduk di bangkunya.


"Syukurlah mereka tidak berhasil ngerjain kamu Chayra, aku tidak akan membiarkan mereka terus ngerjain kamu kayak gitu, aku janji aku akan jagain kamu dan lindungin kamu." ucap Athar sembari tersenyum.


Chayra menoleh ke arah bangku Athar, melihat Athar tersenyum ke arahnya, di balas pula dengan senyuman oleh Chayra, hal itu membuat Athar tertunduk salting. senyuman itulah yang selalu Athar rindukan setiap saat, karea Chayra jarang sekali tersenyum apalagi senyuman yang lebar.


Sementara Lilian dan Lelita juga kembali ke kelasnya karena sudah bolak balik kesini kemari mencari Lelian dan Lusi gak ketemu juga, mereka pun kembali ke kelasnya, karena bel juga sudah berbunyi.


Mereka duduk di bangku mereka masing - masing, mereka tidak menyadari bahwa bangku yang mereka duduki itu bangkunya Chayra dan Elisa yang telah mereka beri lem.


Bu guru Zilla yang mengajar di kelasnya Lilian pun telah memasuki kelas, setiap guru masuk kelas dan mengucapkan salam, para murid langsung berdiri dan menjawab salam.


Saat akan berdiri baru mereka sadar bahwa rok mereka lengket dengan bangku, mereka pun tidak bisa berdiri.


"Duh, kenapa nih kok lengket gini sih.." ucap Lelita.


"Iya gue juga apa sih ini.." sahut Lilian


"Kayaknya lem deh ini, bukannya yang kita kasih lem cuma bangkunya Chayra dan Elisa ya, kenapa bangku kita juga kena lem gini?" gerutu Lelita merasa aneh.


"Iya ya.. siapa sih yang berani ngerjain kita? gak mungkin kan ini ulah upik abu, dia aja gak tau kalau kita kerjain." ucap Lilian kesal


Mereka pun menarik - narik rok mereka hingga rok seragam yang mereka kenakan robek, membuat semua teman sekelasnya pun tertawa. Bu Zilla menghampiri tempat duduk mereka, melihat Rok Lilian dan Lelita yang robek Bu Zilla juga ikutan ketawa.


"Ya sudah lebih baik kalian sekarang ke kamar mandi dulu sana, saya akan ambilkan rok seragam lain di ruang kepsek untuk mengganti rok kalian yang robek itu, aneh - aneh aja deh kalian ini." ujar Bu Zilla.


"Kita gak tau Bu, kalau bangku ini ada lemnya." sahut Lilian


"Siapa yang naruh lem di bangku Lilian dan Lelita?" tanya Bu Zilla pada murid lain.


"Kami tidak tau Bu.." ucap para murid yang tidak ada yang mengaku, karena mereka memang tidak mengetahui pelakunya.


"Ibu gak mau hal ini terjadi lagi, cukup Lilian dan Lelita aja, kalian kalau bermain jangan keterlaluan ya dan ibu tidak suka dengan murid yang jahil, kalau ibu tau pelakunya, nilainya akan ibu kurangi. mengerti kalian!" ucap Bu Zilla tegas.


"Mengerti Bu.." jawab para murid


Bu Zilla pun keluar mengantar Lilian dan Lelita ke kamar mandi untuk ganti rok yang baru, Lilian merasa di permalukan, Lilian berusaha menutupi rok yang bolong dengan tangannya agar tidak semakin malu jika ada yang melihatnya. untung aja mereka pakai doublean celana pendek yang agak tebal.


Chayra tidak tau kalau Lilian dan Lelita juga berusaha menjahili nya, karena Athar sengaja tidak memberitahu Chayra, khawatir malah mereka akan ribut. Athar meminta Bisma untuk merahasiakan semua ini dari Chayra dan Elisa.

__ADS_1


Yang suka berbuat jahil pasti akan kena batunya, senjata makan tuan deh. hehehe...


__ADS_2