
Jam telah menunjukkan pukul 07.00 pagi Chayra bergegas untuk berangkat sekolah.
"Ibu suri, Lelian sama Lilian sudah berangkat?" tanya Chayra
"Kamu lihat sendiri, kalau mereka udah gak ada di rumah ya berarti sudah berangkat, kamu sih lama banget." jawab Bu Zafana
"Kok Chayra di tinggal lagi sih, naik taksi lagi." gerutu Chayra
"Kamu punya uang buat naik taksi?" tanya Bu Zafana
"Ya kan minta Ibu suri, mana uang jajanku hari ini." ucap Chayra sembari meminta uang jajan
"Enak aja. siapa yang bilang kamu dapat uang jajan hari ini, dengar ya Chayra kamu masih di hukum." ucap Bu Zafana ketus
"Hukuman kok terus menerus sih." gerutu Chayra
"Terserah saya dong, saya yang hukum kamu, silahkan kamu ke sekolah jalan kaki, saya tidak perduli." ucap Bu Zafana sembari beranjak dari tempat duduknya
"Ibu Suri." teriak Chayra
Chayra berjalan sendirian, dia merasa lelah, mau naik taksi tapi uangnya gak cukup, sebenarnya dia punya tabungan tapi dia enggan untuk mengambil uang tabungannya, karena itu tabungan untuk kuliahnya nanti. dia tidak ingin terlalu merepotkan ayahnya, karena begitu banyak tanggungan ayahnya sekarang, Chayra ingin belajar mandiri dengan mengumpulkan seluruh sisa uang sakunya setiap hari untuk bantu ayahnya membiayai kuliahnya nanti.
"Duh, udah mulai agak panas lagi, tapi jam segini vit D semangat Chayra." ucap Chayra yang terus semangat berjalan
Chayra mendengar bunyi klakson mobil di belakangnya, ia menepi dan menoleh ke belakang. Terlihat Athar turun dari mobilnya menghampiri Chayra.
"Athar." ucap Chayra
"Chayra, kenapa kamu jalan kaki begini?" tanya Athar
"Iya Thar, Lelian sama Lilian udah berangkat duluan, dari tadi gue nungguin taksi gak ada yang lewat, ada sih yang lewat tapi udah ada penumpangnya, ya udah gue jalan kaki." jawab Chayra yang beralasan seperti itu. dia enggan mengeluh pada Athar.
"Oh gitu, ya udah kamu bareng aku aja, ayo masuk ke mobil." ucap Athar sembari menggandeng tangan Chayra
"Tapi Thar.." ucap Chayra yang merasa sungkan dengan Bu Nikma yang memperhatikannya.
"Udah gak papa." ucap Athar
"Ma, Chayra bareng kita gak papa kan?" tanya Athar
"Ya gak papa dong Thar, malah bagus begitu, kasihan kan kalau Chayra ke sekolah jalan kaki, kapan sampainya." jawab Bu Nikma sembari tersenyum ke arah Chayra
"Makasih ya tante, maaf jadi ngerepotin." ucap Chayra
"Gak papa Chayra kamu gak perlu merasa sungkan gitu, kalian kan satu sekolahan udah gitu satu kelas lagi, tante senang kok kalau kalian bisa berangkat bareng gini, gimana kalau setiap hari biar Athar jemput kamu, kalian berangkat sekolahnya bareng aja." ucap Bu Nikma
"Beneran nih Ma?" tanya Athar senang
"Iya kan lebih baik begitu, dari pada Chayra berangkat naik taksi, mending bareng kamu aja Thar." jawab Bu Nikma
"Maaf tante bukannya Chayra gak mau nih bareng sekolah sama Athar, tapi nanti malah ngerepotin lagi." ucap Chayra
"Ngerepotin gimana sih Ra, kan aku tiap berangkat sekolah juga lewat rumah kamu, aku sama sekali gak keberatan kok kalau harus jemput kamu setiap hari." ucap Athar
"Iya sih Thar, tapi..." ucap Chayra
"Kamu mau ya.. aku seneng kok bisa berangkat sekolah bareng kamu." ucap Athar
"Iya kamu mau aja Chayra, tante malah gak tega kalau kamu berangkat sekolahnya naik taksi." ucap Bu Nikma
Chayra masih bingung, dia ingin sekali bisa berangkat sekolah bareng Athar, tapi jika ibu tirinya tau pasti dia akan kena hukuman lebih berat lagi. karena ibu tirinya menyuruh Chayra untuk menjauhi Athar. tapi Chayra juga gak bisa nolak permintaan dari tante Nikma.
"Iya tante, makasih ya, Athar makasih." ucap Chayra
"Iya sama - sama Ra, mulai besok kamu berangkat sekolahnya aku jemput ya." ucap Athar
"Iya." jawab Chayra
Athar seneng banget bisa berangkat sekolah bareng Chayra setiap hari, sejak kehadiran Chayra Athar merasa hari - harinya penuh warna.
Mereka telah sampai di sekolahan.
"Ma, aku masuk ke kelas dulu ya." ucap Athar sembari salim ke mamanya
"Iya belajar yang rajin, harus bisa juara kelas lagi." ucap Bu Nikma menyemangati puteranya
"Iya pasti ma." ucap Athar
"Tante makasih ya udah barengan Chayra ke sekolah." ucap Chayra sembari salim juga ke tante Nikma
"Iya sama - sama cantik, kamu juga belajar yang rajin ya biar jadi juara kelas." ucap Bu Nikma yang juga memberi semangat pada Chayra
"Iya Tante, assalamu'alaikum.." ucap Chayra
"Wa'alaikumsalam.." ucap Bu Nikma
"Anak - anak yang pintar." ucap Bu Nikma lirih sembari beranjak pergi
"Ya udah yuk ke kelas." ucap Athar
"Iya." ucap Chayra
"Ciyee kalian berdua berangkat bareng ya. eheemm.. soswith banget sih." celetuk Bisma
"Iya tadi kebetulan gue ketemu Athar di jalan, gue bareng Athar dari pada gue jalan kaki." ucap Chayra
"Apa lo berangkat sekolah jalan kaki Ra?" tanya Bisma kaget
"Iya tadinya sih mau jalan kaki, tapi berhubung ketemu Athar di jalan, ya gak jadi." jawab Chayra
"Kasihan banget ya lo.." ucap Bisma
"Udah ayo masuk kelas, bentar lagi pasti bel bunyi nih." ucap Athar sembari berjalan ke kelas tanpa menghiraukan ledekan Bisma
"Ciyee Athar.." ledek Bisma
"Bisa diem gak sih lo Bis.." ucap Athar kesal
"Sensi banget sih lo, harusnya kan lo seneng bisa berangkat bareng sama Chayra, di anterin nyokap lagi." ucap Bisma
"Iya tadinya gue seneng banget, tapi gara - gara gue denger lo ngomong terus gue kesel nih sekarang." ucap Athar
"Yeee sensi banget sih." gerutu Bisma
Kelas pun di mulai, mereka belajar dengan baik, bagi Chayra sekolah di bandung maupun di jakarta sama saja, yang membuat beda hanyalah persahabatan, Chayra merasa rindu dengan sahabatnya, karena dia sering di hukum oleh ibu tirinya, dia tidak sempat mengirim pesan ke sahabat - sahabatnya yang ada di jakarta.
Jam istirhat. Chayra dan Elisa pergi ke kantin untuk makan siang, pemandangan yang tidak enak di pandang terjadi.
Lelian menghampiri Athar yang sedang duduk sendirian di kantin, karena Bisma pergi ke perpus untuk mengerjakan tugasnya yang belum selesei dia kerjakan. ini menjadi kesempatan Lelian buat deketin Athar.
"Hai Athar, sendirian aja, Bisma mana?" tegur Lelian sok manis
"Ke perpus." jawab Athar cuek
"Boleh duduk di sini?" tanya Lelian
Athar diam saja tidak menghiraukan Lelian
"Makin keren deh kalau kamu cuek gini, lihat saja kamu pasti bisa aku dapetin Athar." ucap Lelian lirih
"Athar kamu udah pesen makanan?" tanya Lelian
"Belum." jawab Athar cuek
"Mau aku pesenin?" tanya Lelian lagi
"Nggak usah." jawab Athar
"Kamu gak laper?" tanya Lelian
Athar diam saja tidak menjawab dia asyik dengan ponselnya.
"Aku pesenin makanan ya, kamu sukanya makan apa?" tanya Lelian
"Gue bilang gak usah ya gak usah, lo jangan sok perhatian sama gue dan siapa suruh lo duduk di sini?" ucap Athar dengan nada dingin
"Athar kamu kok galak gitu sih, aku kan cuma pengen pesenin kamu makan dan aku di sini kan pengen nemenin kamu." ucap Lelian sok manis
"Gak perlu, gue bisa pesen makanan sendiri." ucap Athar
Sementara Chayra dan Elisa yang baru masuk ke kantin melihat mereka berdua duduk berhadapan. Elisa merasa heran, kenapa tingkah Lelian sungguh memalukan seperti itu. dia sama saja seperti cewek - cewek lain yang suka ngejar - ngejar Athar.
"Ra, kenapa ya cewek - cewek kok kayak gitu." ucap Elisa
"Kayak gitu gimana?" tanya Chayra
"Ya suka ngejar - ngejar cowok, mereka gak malu gitu, seharusnya kan jual mahal." jawab Elisa
"Ya udah lah terserah mereka, yang penting kita jangan ikutan." ucap Chayra
"Iih ogah deh, sebagai cewek itu harus jaga harga diri dan juga kalau bisa sih jual mahal gitu gak norak, malu - maluin kayak gitu." ucap Elisa
"Udah deh, kok jadi ngurusin orang sih." ucap Chayra
"Lihat aja Ra, saudara tiri kamu, bahkan ikut deketin Athar, gak merasa malu udah di cuekin gitu masih aja nempel - nempel gitu, pasti Athar ridih." ucap Elisa
"Udah biarin aja, Lelian suka sama Athar, Lilian juga." ucap Chayra
"Heran deh, kayak gak ada cowok lain aja, kenapa mereka harus berebut Athar." ucap Elisa
"Kan lo sendiri yang bilang kalau Athar itu cowok terpopuler di sini, bukan cuma keren tapi juga cerdas, selalu jadi juara kelas, ya wajar kalau jadi pangeran di sekolahan banyak di rebutin cewek - cewek." ucap Chayra
"Iya sih bener, wajar aja sih, tapi yang gak wajar itu sikap mereka ke Athar, kadang aku lihatnya ikut risih." ucap Elisa
"Udah mendingan pesen makanan, keburu bel masuk bunyi, gak sempat makan malahan." ucap Chayra
"Iya deh ayuk." ucap Elisa
Mereka berjalan ke depan untuk memesan makanan. Athar yang melihat Chayra dan Elisa memesan makanan mencoba melepaskan diri dari kegenitan Lelian dan menghampiri mereka.
"Pesen apa Ra?" tanya Athar yang sudah berdiri di belakang Chayra
"Athar, lo ngagetin gue aja sih, ini gue mau pesen mie goreng." jawab Chayra
"Aku boleh minta tolong gak." ucap Athar
"Minta tolong apa?" tanya Chayra
"Tolong pesenin mie goreng juga dong sama es jeruk." jawab Athar
"Oh oke." ucap Chayra
"Ya udah aku tungguin di sana ya." ucap Athar sembari menunjuk tempat duduk yang biasanya Chayra dan Elisa tempatin
"Loh itu kan tempat duduk yang biasanya gue tempatin sama Elisa." gumam Chayra dalam hati
"Kenapa Ra?" tanya Athar
"Gak papa, lo mau duduk di situ ya Thar?" tanya Chayra
"Iya. gak boleh ya aku makan bareng sama kalian?" tanya Athar balik
"Ya gak papa sih, lo juga gak keberatan kan Lis?" jawab Chayra sembari bertanya ke Elisa.
"Apa Ra?" tanya Elisa balik, Elisa yang belum faham maksud dari pertanyaan Chayra, karena Elisa tidak mendengar pembicaraan Chayra dan Athar.
"Athar mau duduk di bangku kita, dia mau makan siang bareng kita, gimana menurut lo?" tanya Chayra berbisik di telinga Elisa
"Aku sih gak keberatan, ya gak papa, asalkan tuh cewek - cewek termasuk saudara kamu gak ngikut duduk di bangku kita aja." jawab Elisa
"Oke deh." ucap Chayra
"Iya gak papa kok Thar, Elisa juga gak keberatan, ya udah lo duluan aja duduk di situ." ucap Chayra pada Athar
"Makasih ya." ucap Athar
"Iya sama - sama." ucap Chayra
Athar menunggu Chayra dan Elisa di bangku yang biasa Chayra dan Elisa duduki, Lelian yang melihat hal itu merasa sangat kesal.
"Kenapa sih Athar lebih milih makan siang bareng upik abu dan si culun itu, awas aja ya lo Chayra gue aduin lo ke nyokap, di hukum lagi tau rasa lo." ucap Lelian kesal
__ADS_1
Chayra dan Elisa telah selesei memesan makanan dan membawa makanan pesanan mereka ke bangku yang di sana sudah ada Athar yang menunggu.
"Ini Thar pesanan lo." ucap Chayra sembari meletakkan makanan pesanan Athar di meja
"Makasih ya Ra, maaf ya jadi ngerepotin kamu. panggil aku aja tadi bisa aku ambil sendiri makananku." ucap Athar
"Gak papa Thar, gak ngerepotin, lo juga kan udah baik banget sama gue." ucap Chayra sembari beranjak mengambil makanan pesanannya
Athar tersenyum khasnya, membuat Chayra salting.
Elisa duduk dan memakan makanannya.
"Pelan - pelan Lis kalau makan." ucap Athar
"Iya Thar, laper. hehe.." ucap Elisa
Chayra menghampiri mereka dengan membawa makananya.
"Loh kok gak di makan Thar?" tanya Chayra
"Nungguin kamu." jawab Athar
"Ya Allah Thar, lo makan duluan aja gak papa." ucap Chayra
"Gak enak lah, masa kamu yang pesenin makanan aja belum makan, aku makan duluan, kita makan bareng aja." ucap Athar
Mereka bertiga makan dengan lahapnya, sementara Lelian yang melihat mereka mengepalkan tangan, emosinya memuncak melihat Athar dekat banget sama Chayra, rasa cemburunya menggebu, ingin rasanya ia jambak rambut Chayra.
Lelian gak tahan lihat kebersamaan mereka dia pun beranjak ke kelas, dari pada terus menahan emosi.
"Ra, kelihatannya Lelian emosi tuh lihat Athar makan bareng kita." ucap Elisa lirih
"Udah biarin aja." ucap Chayra
"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Athar
"Enggak, gak ngomongin apa - apa kok Thar." jawab Elisa
"Whoy makan bertiga aja gue gak di ajakin." tegur Bisma yang menghampiri mereka
"Kan lo tadi masih di perpus." ucap Athar
"Enak banget ya lo Thar makan bertiga sama cewek - cewek." ucap Bisma.
"Mending gak usah banyak omong deh, buruan lo pesan makanan sana, keburu bel masuk bunyi tau rasa lo gak bisa makan siang." ucap Athar
"Iya ya, ya udah gue pesen makanan dulu, kalian bertiga di sini aja, jangan masuk ke kelas duluan, masa gue makan sendirian di sini." ucap Bisma
"Salah lo sendiri di perpus lama." ucap Athar
"Kan ngerjain tugas Thar." ucap Bisma
"Kalau malem tuh belajar jangan nge game melulu." ucap Athar
"Lo sih gak mau bantuin gue." ucap Bisma sembari beranjak untuk memesan makanan
"Thar, kita balik ke kelas duluan ya, lo di sini aja nungguin Bisma, kasihan tuh Bisma." ucap Chayra
"Kok buru - buru sih Ra." ucap Athar
"Masa kita di sini lihatin Bisma yang lagi makan, kita juga kan udah dari tadi di sini, duluan ya." ucap Chayra
"Oh ya udah deh." ucap Athar
Chayra dan Elisa pergi ke kelasnya dan mereka bertemu dengan Yudha.
"Yudha." ucap Chayra
"Cewek tengil." sapa Yudha
"Bisa minggir gak." ucap Chayra tegas
"Mau lewat ya.." ucap Yudha
"Udah tau pake nanya lagi." ucap Chayra kesal
"Udah Ra, gak usah di ladenin, jangan cari masalah sama Yudha, lihat mukanya aja udah takut aku, mending kita langsung lewat di sampingnya aja." ucap Elisa berbisik
"Gitu aja lo takut." ucap Chayra
"Denger ya cewek tengil, cewek - cewek di sini tuh pada takut sama gue. gue bukan seperti Athar yang di demenin banyak cewek, ya gue gak sepopuler Athar sih, tapi gue termasuk cowok yang paling galak di sekolahan ini, wajar kan kalau mereka pada takut sama gue." ucap Yudha yang sangat percaya diri
"Tapi lo salah jika lo sangka gue takut sama lo." ucap Chayra kesal
"Ya cuma lo aja sih yang gak takut sama gue dan berani nantangin gue." ucap Yudha
"Siapa lo dan kenapa gue harus takut sama lo?" ucap Chayra
"Cewek tengil, bisa gak sih lo itu berlagak kayak cewek - cewek lainnya, manis dikit gitu, gak urakan kayak gini." ucap Yudha yang bikin Chayra semakin kesal dan emosi
"Lo tuh ya bisa gak sih gak bikin gue kesel. tiap kita ketemu lo selalu aja bikin gue emosi." ucap Chayra
"Lo sendiri tuh yang harusnya tau diri dan bersikap sopan sama gue." ucap Yudha
"Ogah gue sopan sama lo, kalau lo pengen gue bisa sopan sama lo, lo juga harus sopan sama cewek. lo lihat dulu tuh sikap lo gimana baru komentarin orang lain." ucap Chayra
"Berani ya lo sama gue, lo belum tau aja siapa gue." ucap Yudha
"Gak perlu tau juga, gak penting." ucap Chayra kesal
"Yudha." ucap Athar
"Eh ada pahlawan kesiangan nih rupanya." ucap Yudha
"Lo jangan gangguin Chayra atau lo berhadapan sama gue." ucap Athar tegas
"Hahahaha gue lagi gak mau berurusan sama lo Thar, udah bosen, lo jangan halangin gue buat main - main sama adek cantik ini." ucap Yudha sembari mukanya di dekatkan ke Chayra
"Apaan sih lo." ucap Chayra sembari memukul lengan Yudha
"Waooow main pukul." ucap Yudha
"Mau lo tuh apa sih Yud? gangguin orang aja lo bisanya, gue peringatin ya ke lo, kalau lo masih aja gangguin Chayra gue gak akan tinggal diam." ucap Athar
"Yudha, lo jangan bikin kesabaran gue habis ya." ucap Athar mendekat ke arah Yudha rasanya ingin sekali Athar mendaratkan pukulannya ke wajah Yudha tapi dia gak mau Chayra melihatnya yang sedang emosi.
"Apa lo mau pukul gue, pukul aja Athar, itu kan kebiasaan lo." ucap Yudha
"Udah Thar, gak usah di ladenin cowok stres ini, lebih baik kita ke kelas aja dari pada makin emosi." ucap Chayra menarik tangan Athar untuk pergi dari hadapan Yudha
Athar terpana melihat tangannya tiba - tiba di tarik oleh Chayra. begitupun juga Chayra saat menyadari bahwa tidak sengaja tangannya telah menggenggam tangan Athar, Chayra langsung melepaskan tangan Athar dan mereka salting.
"Sorry Thar." ucap Chayra sembari lari dari hadapan Athar
Athar yang melihat sikap Chayra tersenyum sendiri sembari memegang tangannya yang tadi di pegang oleh Chayra.
"Chayra aku suka sama kamu." ucap Athar lirih yang langsung di kagetkan oleh Bisma
"Lo ngapain Thar, senyam senyum sendiri." tegur Bisma
"Apa sih kepo lo." ucap Athar
"Itu tadi kenapa?" tanya Bisma
"Biasa Yudha bikin masalah, dia gangguin Chayra." jawab Athar
"Tuh anak gak kapok juga ya, sering babak belur juga masih aja usil jadi orang." ucap Bisma ikut kesal
"Udah biarin aja. selama Cahyra dalam pengawasan gue, Yudha gak akan bisa gangguin Chayra." ucap Athar
"Ciyeee kelihatannya lo naksir nih sama Chayra." ucap Bisma
"Sok tau loh.. jangan asal nebak, gue gak mau aja Chayra di gangguin sama Yudha, lo tau sendiri kan Yudha kayak gimana." ucap Athar
"Iya sih lo bener Thar, Chayra juga berani banget sama Yudha gak ada takut - takutnya sama sekali, gue rasa Yudha gangguin Chayra karena merasa gak ada satu pun cewek di sini yang berani sama dia, mungkin penasaran kali, atau jangan - jangan Yudha suka lagi sama Chayra." ucap Bisma
"Lo itu ya Bis, sotoy banget sih, gak mungkin lah Yudha suka sama Chayra." ucap Athar
"Mulai deh lo sensi, sekarang lo kok makin sensian sih Thar, lo cemburu ya." ucap Bisma
"Gue gak cemburu dan gue gak suka aja lo sok tau kayak gitu." ucap Athar sembari beranjak masuk ke kelas.
"Ngeles aja lo Thar, bilang aja kalau lo itu cemburu, masih aja gengsian lo gak mau ngaku kalau suka sama Chayra." gerutu Bisma
Bisma ikut kembali ke kelas, pelajaran pun di mulai sampai bel pulang sekolah pun tiba.
"Ra, kamu pulang sekolah bareng siapa?" tanya Elisa
"Gak tau nih Lis, gue merasa gak enak bareng Athar, pasti Athar di jemput sama mamanya, gue sungkan aja." ucap Chayra
"Kamu takut ketahuan ibu tiri kamu?" tanya Elisa
"Iya sih Lis, lebih tepatnya gitu, dari kemaren aja gue di hukum, masa sekarang juga gue harus kena hukuman lagi sih." jawab Chayra
"Ya udah kamu pulang bareng aku aja, aku anterin kamu pulang." ucap Elisa
"Tapi Lis, apa gak ngerepotin nih.." ucap Chayra
"Ra, kamu ini kayak sama siapa aja." ucap Elisa
"Thanks ya Lis, lo sahabat gue yang baik." ucap Chayra sembari memeluk Elisa
"Haduuuhh malah pelukan di sini, gue juga mau dong ikut pelukan." tegur Bisma
"Iihh kayak teletubis aja." ucap Elisa
"Ra, lo balik bareng Athar?" tanya Bisma
"Enggak aku pulang bareng Elisa." jawab Chayra
"Kirain lo mau bareng Athar lagi." ucap Bisma
"Enggak. bareng Elisa aja." ucap Chayra
"Kalian di sini rupanya." sahut Athar
"Thar, maaf ya aku pulang bareng Elisa aja, kebetulan Elisa juga mau main kerumah." ucap Chayra
"Bener kamu mau pulang bareng Elisa?" tanya Athar memastikan
"Iya bener." jawab Chayra
"Iya Thar, Chayra pulang sama aku." ucap Elisa
"Ya udah deh, tapi besok berangkat sekolah aku jemput ya, besok aku bawa motor sendiri kok." ucap Athar pada Chayra
Chayra hanya tersenyum.
"Ya udah Ra, gue duluan ya." ucap Bisma
"Iya Bisma, hati - hati." ucap Chayra
"Oke Ra." ucap Bisma
"Aku juga pulang duluan ya Ra, mama udah nunggu di depan gerbang. kamu hati - hati ya." ucap Athar
"Iya lo juga hati - hati Thar." ucap Chayra
"Iya." ucap Athar
Athar menuju mobil mamanya yang terparkir di depan sekolah.
"Athar perhatian banget sama kamu ya Ra." ucap Elisa
"Iya dia baik banget." ucap Chayra
"Apa Athar suka sama kamu?" tanya Elisa
"Baik bukan berarti suka Lis, jangan mikir ke situ." jawab Chayra
"Siapa tau aja Athar beneran suka sama kamu." ucap Elisa
__ADS_1
"Gak mungkin lah, aku juga gak berharap Athar suka sama aku." ucap Chayra
"Beneran nih, Athar keren loh Ra, idola cewek - cewek." ucap Elisa
"Iya tapi gue gak suka sama dia, gue juga gak mau pacaran dulu." ucap Chayra
"Iya aku ngerti kok, kamu gak pacaran aja ibu tiri kamu kayak gitu, gak kebayang deh kalau kamu punya pacar." ucap Elisa
"Bukan cuma ibu suri yang marah, bokap gue juga bisa marah besar kalau gue pacaran." ucap Chayra
"Kamu terkekang banget ya Ra." ucap Elisa
"Ya ayah sih ga ngekang gue, tapi kalau pacaran kayaknya sih ayah gak setuju, karena ayah selalu memperioritaskan yang namanya pendidikan, ayah pengen gue sukses, kalau pacaran kan pasti ganggu sekolah." ucap Chayra
"Ya gak gitu juga Ra, tergantung kita nya aja sih, kalau pacaran se wajarnya dan gak sampai ganggu konsen belajar kita sih ya gak masalah." ucap Elisa
"Lo kayak pernah pacaran aja." ucap Chayra
"Ya aku juga belum pernah pacaran sih, meski mamaku bolehin aku pacaran, tapi aku takut buat deket sama cowok." ucap Elisa
"Nyokap lo izinin lo pacaran?" tanya Chayra kaget
"Iya, aku gak papa pacaran asalkan gak ganggu sekolah aja, punya pacar itu juga bisa bikin lebih semangat sekolah." ucap Elisa
"Bisa bikin semangat sekolah?" tanya Chayra
"Iya Ra, kan berangkat sekolah jadi semangat karena tiap ke sekolah pasti ketemu orang yang kita sukai." ucap Elisa
"Hmmm terserah lo deh, gue lagi gak pengen bahas masalah pacaran, gue gak mikirin itu." ucap Chayra
"Heheh iya deh Ra, kan kita udah gede, bentar lagi juga lulus sekolah, kan wajar kalau kita ngomongin pacaran." ucap Elisa
"Ya wajar aja, tapi gue lagi gak pengen bahas itu, eh, katanya lo mau anterin gue pulang." ucap Chayra
"Iya udah ayo.." ucap Elisa sembari beranjak menuju mobilnya
Mobil Elisa melaju menuju rumah Chayra
"Enak ya lo Lis, bisa nyetir mobil sendiri, di bolehin lagi sama nyokap lo." ucap Chayra
"Iya Ra, itu kan karena mamaku sering sibuk gak di rumah, aku ya harus mandiri, gak boleh ngandelin orang lain." ucap Elisa
"Keadaan ya." ucap Chayra
"Iya, tapi aku gak pernah bawa mobil selain ke sekolah kok Ra, beneran, pulang sekolah ya di rumah aja, aku gak pernah kemana - mana." ucap Elisa
"Gak pernah jalan kemana gitu?" tanya Chayra
"Gak pernah, aku takut kalau ke luar rumah sendirian." ucap Elisa
"Penakut juga ya Lo." ucap Chayra
"Ra, kamu kan punya motor, kenapa kamu ke sekolah gak naik motor aja?" tanya Elisa
"Gak di bolehin sama ayahku." jawab Chayra
"Kenapa?" tanya Elisa penasaran
"Ya ayah khawatir aja." jawab Chayra
"Iya sih, di jalan kadang kan ada cowok naik motor ugal - ugalan gitu." ucap Elisa
Mereka udah sampai di depan rumah Chayra.
"Mampir dulu yuk Lis." ucap Chayra
"Gak papa nih aku mampir?" tanya Elisa
"Ya gak papa. udah ayo masuk aja." ucap Chayra sembari menarik tangan Elisa untuk masuk kerumah.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
"Tante." ucap Elisa sembari bersalaman dengan ibu tiri Chayra
"Kamu aja teman kamu kerumah Ra?" tanya Ibu tiri
"Iya, gak boleh?" Chayra balik nanya
"Ya gak papa sih, ya udah silahkan duduk, kamu ambilin temen kamu minum sana." ucap Bu Zafana
"Oke." ucap Chayra sembari beranjak ke dapur untuk mengambilkan Elisa minuman
Elisa duduk di ruang tamu di temani oleh Bu Zafana.
"Kamu teman dekatnya Chayra?" tanya Bu Zafana
"Iya tante." jawab Elisa gugup
"Chayra gimana di sekolah?" tanya Bu Zafana
"Chayra baik tante, nilai ulangannya juga selalu bagus." jawab Elisa
"Bukan itu yang ingin saya tanyakan." ucap Bu Zafana membuat Elisa bingung
"Lalu apa ya tante?" tanya Elisa bingung
"Dia di sekolah deket sama cowok gak?" tanya Bu Zafana
"Enggak kok tante, Chayra di sekolah selalu sama saya kok." jawab Elisa gugup
"Bagus kalau begitu, kamu kenal Athar?" tanya Bu Zafana lagi
"Iya kenal tante, dia kan satu kelas sama saya, kenal Athar udah dari SMP tante, kami dulu juga satu sekolah." jawab Elisa yang merasa bingung kenapa tiba - tiba ibu tirinya Chayra menanyakan soal Athar.
"Oh gitu, menurut kamu Athar itu anaknya gimana?" tanya Bu Zafana
"Athar baik, dia juga cerdas, kebetulan dari dulu dia selalu juara kelas, tapi agak cuek." jawab Elisa jujur
"Anaknya cuek ya dia?" tanya Bu Zafana lagi
"Iya tante, bahkan terkesan cuek banget kalau sama cewek." jawab Elisa
"Dia di sekolah cuek juga nggak sama Lelian dan Lilian?" tanya Bu Zafana
"Ini ibu tirinya Chayra kenapa sih kok tiba - tiba nanya soal Athar dan sikap Athar ke anak - anak kandung nya." gumam Elisa dalam hati
"Kok gak jawab Elisa?" tanya Bu Zafana
"Eh iya tante maaf, Athar selalu cuek sama cewek tante, begitupun juga dengan Lelian dan Lilian." jawab Elisa
Chayra menghampiri mereka dengan membawa minuman segar dan cemilan.
"Tumben ibu suri mau nemuin dan ngajak bicara teman gue." gumam Chayra dalam hati sembari memperhatikan ibu tirinya
"Oh ya sudah tante ke dalam dulu ya, kalian ngobrol di sini aja, jangan keluar rumah loh Chayra." ucap Bu Zafana
"Iya siapa juga yang mau keluar." ucap Chayra
Chayra duduk di samping Elisa yang gugup, Chayra curiga dengan ibu tirinya, karena gak biasanya ibu tirinya nemuin temannya bahkan ngobrol, dia berfikir pasti ada sesuatu.
"Lis, ibu tiri gue tadi ngomong apa aja sama lo?" tanya Chayra penasaran
"Nanyain Athar." jawab Elisa
"Apa nanyain Athar?" tanya Chayra memastikan
"Iya ibu kamu tadi nanyain Athar, sikap Athar gimana ke anak - anaknya, terus dia tadi juga tanya kamu di sekolah gimana, deket sama cowok apa enggak, udah gitu aja." jawab Elisa
"Terus lo bilang gimana?" tanya Chayra
"Ya aku bilang sejujurnya kalau Athar itu cowok yang cuek, dia juga cuek sama Lelian dan Lilian, aku juga bilang kalau kamu gak deket sama cowok, jalan nya juga selalu sama aku." jawab Elisa
"Tuh orang kepo banget sih." ucap Chayra
"Sabar Ra, aku tadi aja sampai gugup di interogasi gitu sama ibu tiri kamu." ucap Elisa sembari menepuk pundak Chayra berharap Chayra tidak emosi
"Ibu suri mau jodohin Lelian/Lilian sama Athar, karena dia tau kalau Athar itu anaknya orang kaya, gue aja di suruh jauhin Athar." ucap Chayra
"Apa Ra, ibu tiri kamu mau jodohin Athar sama anak kandungnya?" tanya Elisa kaget
"Iya." jawab Chayra
"Kamu gak lagi bercanda kan Ra?" tanya Elisa memastikan
"Iya gue gak bercanda, kenyataan nya kayak gitu." jawab Chayra meyakinkan Elisa bahwa yang dia katakan itu benar
"Ya Allah kok segitunya ya ibu tiri kamu, kita ini masih sekolah Ra, masa main jodoh - jodohin kayak gitu, belum tentu juga Athar mau sama salah satu dari mereka." ucap Elisa
"Ambisi ibu suri." ucap Chayra
"Heran, gila harta ya ibu tiri kamu." ucap Elisa
"Udah biarin aja, gue juga gak suka sama Athar, tapi gue juga gak tega kalau harus jauhin Athar, gue takut dia salah faham, dia kan udah baik banget sama gue." ucap Chayra
"Jangan jauhin Athar, jarang - jarang loh Athar itu perhatian sama cewek." ucap Elisa
"Iya gue takut bikin Athar salah faham." ucap Chayra
"Ya kamu pura - pura aja jauhin Athar, tapi jangan beneran, kamu bilang jujur aja ke Athar biar dia gak sampai salah faham ke kamu." ucap Elisa memberikan saran
"Pura - pura jauhin Athar, apa lo yakin ibu suri gak akan curiga? sementara dia kepo nya maximal gitu, udah gitu Lelian dan Lilian pasti selalu memperhatikan gerak gerik gue di sekolah." ucap Chayra
"Udah kamu tenang aja, lakuin aja apa yang aku saranin itu, masa kamu tega sih Ra, jauhin Athar cuma gara - gara masalah ini." ucap Elisa
"Iya sih gue gak tega." ucap Chayra
"Kamu juga gak suka kan sama Athar, tapi meski kamu gak suka sama Athar tapi ya jangan sampai lah kamu jauhin dia, karena Athar kan juga sering banget bantuin kamu." ucap Elisa
"Iya udah deh gue ikutin saran dari lo aja Lis, makasih ya." ucap Chayra
"Iya sama - sama Ra." ucap Elisa
"Udah sore nih Ra, aku balik dulu ya." ucap Elisa berpamitan
"Buru - buru banget sih lo." ucap Chayra yang enggan temannya pamit pulang
"Kan udah sore Ra, aku gak terbiasa pulang sekolah mampir lama di rumah temen." ucap Elisa
"Ya di biasain." ucap Chayra
"Ya gak bisa gitu." ucap Elisa
"Ya udah deh, makasih ya Lis, lo udah baik banget sama gue sampai ngasih saran bagus ke gue, thanks banget gue berhutang budi deh sama lo." ucap Chayra
"Udah jangan gitu, jangan merasa hutang budi gitu, aku kan cuma ngasih saran yang baik aja buat kamu biar gak salah langkah, sebagai teman yang baik kan sudah seharusnya begitu Ra, kamu juga kan udah baik banget dan mau berteman sama aku." ucap Elisa
Mereka berpelukan..
"Hati - hati ya Lis." ucap Chayra
"Iya Ra." ucap Elisa
Elisa pulang kerumahnya, Chayra masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.
"Chayra sayang." ucap Bu Zafana sembari membelai rambut Chayra
"Iya." ucap Chayra cuek
"Bagus ya kamu, bawa pulang teman terus melupakan tugas di rumah, kamu lihat pekerjaan rumah numpuk, beresin sekarang atau besok kamu gak akan dapat uang jajan lagi." ucap Bu Zafana sembari menjambak rambut Chayra
"Iya tapi gak usah jambak rambut juga kali, sakit tauk." ucap Chayra kesal
"Oh sakit ya, kalau merasa sakit ya jangan bandel jadi anak." ucap Bu Zafana ketus
"Siapa juga yang bandel." ucap Chayra
"Cepat kerjakan tugas kamu jangan banyak protes, setiap hari ayah kamu lembur, saya bisa puas ngasih tugas ke kamu dan kamu gak boleh protes anak manis, kalau kamu protes kamu gak akan dapat uang jajan juga kamu akan tau akibatnya kalau menentang ibu tiri kamu yang cantik ini." ucap Bu Zafana ketus
Chayra tidak memperdulikan gertakan dari ibu tirinya, setiap hari selama tidak ada ayahnya di rumah selalu saja sepeti itu, Chayra mengerjakan semua pekerjaan rumah semua demi ayahnya, bukan karena dia lemah, sebenarnya Chayra juga tidak ingin selalu di tindas oleh ibu tirinya, namun sebelum dia kuliah dia gak mau membuat ayahnya kecewa, kalau dia sudah lulus sekolah dia ingin kuliah di luar kota dan ngekos dengan begitu dia bisa bebas dari kekejaman ibu tirinya.
__ADS_1
"Sabar Chayra, lo gak akan selamanya seperti ini, sebentar lagi lulus sekolah, sebentar lagi juga pasti gue bebas dari kekejaman dan ketidak adilan ini, gue bebas nentuin hidup gue dan gue bebas buat bergaul dengan siapa aja tanpa ada yang ngekang hidup gue lagi. semoga aja ayah izinin gue nanti kuliah di luar kota dan ngekos sendiri." gumam Chayra menyemangati dirinya