Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
12.Sahabat Lama


__ADS_3

\*Happy Reading\*


"Nanti kalau sudah sampai rumah istirahat aja, tak panggilkan tukang pijet nanti biar keseleomu langsung di tangani jangan sampai membengkak. " ucap Dimas.


Sedangkan yang di ajak ngomong hanya manggut-manggut.


"Kamu nih ndak berubah, setahun lalu balik ke Yogyakarta ndak ada ngomong-ngomong,lost kontak lagi. " ujar Dimas akhirnya sambil pura-pura marah, ya memang mereka bersahabat sejak lama, saat pertama Zidan ke Semarang hanya Dimas satu-satunya orang yang dekat dengannya, yang lainnya tidak mau berteman dengan Zidan karena dia memang tipe orang yang irit bicara dan pemilihan teman, sedangkan dia kalau ke tempat neneknya paling lama hanya seminggu. Hanya dengan Dimas dia nyaman berteman, tadi saat bertemu di gang Dimas hanya pura-pura tidak kenal karena Dimas sedang protes akan marahnya ke Zidan .


Sedangkan saat Zidan datang Niken pasti tidak ada dirumah ada saja kegiatan di luar rumah yang mengharuskan dia menginap atau pulang malam berangkat pagi lagi, makanya Niken tidak mengenali Zidan.


"Maaf Hpku hilang , nomor penting hilang semua termasuk nomor kamu, yang aku hafal cuma nomor mamak sama abah. " jelas Zidan, hanya dengan orang tertentu Zidan ngomong panjang lebar.


"heeem ya sudah nanti kalau sampai rumah minta lagi nomor kamu, kali ini kamu termaafkan yaa... " ujar Dimas


"Dim,jijik aku dengan kata-kata mu. " ucap Zidan dengan bergidik

__ADS_1


"Heleh kamu, nih dah sampai. "


Dimas membantu Zidan duduk dengan pelan-pelan di kursi teras rumah , karena memang waktu sudah habis maghrib mereka berjalan pelan saat pulang tadi jadi hanya bisa menunggu pintu rumah di buka Neneknya Zidan karena pasti dia sedang sholat.


Sambil menunggu mereka ngobrol-ngobrol ringan layaknya sahabat lama yang baru bertemu.


"Mana tadi nomormu. "ucap Zidan sambil mengambil HP


" catet 08**********..."


"Wooke tak simpen. "


"hemm . " sedangkan Dimas hanya berdehem karena dia masih sibuk menyimpan nomor Zidan.


"ckk, yang tadi itu Mila adikmu... " tanya Zidan

__ADS_1


"hmm ya kenapa cantikkan, manis kan, apa kamu jangan-jangan naksir ya pada pandangan pertama. " balas Dimas


"iya.. " gumam Zidan pelan dan Dimas tidak mendengar dengan jelas...


"haah... ndak jelas kamu. "


"Tidak apa-apa, kataku iya cantik... " jujur Zidan


"Memang cantik,kalau dia bukan adikku sudah aku pacari dia sejak lama, tapi nyatanya dia adikku jadi bersyukur saja,kalau kamu mau... " Zidan menoleh belum sempat menjawab"tapi terlambat dia sudah punya kekasih.."ucap Dimas lagi


"Kan baru pacaran, sebelum janur kuning melengkung dia masih punya banyak orang. "


belum sempat Dimas menjawab pintu rumah terbuka.


"Ealah lee mbah cariin dari tadi ndak ketemu-ketemu kemana tooh? tanya nenek Zidan dengan muka khawatir

__ADS_1


" lha ini kaki kenapa, Ya Allah Gusti sudah besar masih main kotor-kotoran. "belum sempat Zidan menjawab sudah di berondong pertanyaan lagi.


" Aduuh mbah sakit ini.. "Zidan meringis karena yang tadi kata neneknya kotor kakinya di pukul tapi tidak kencang karena memang benar-benar sakit terkena senggolan sedikit saja sakit, buat jalan saja sakit makanya dari belum maghrib sampai rumah habis magrib itu Dimas yang membawa karena badan mereka sama besarnya, tingginya masih tinggi Zidan,kalau Niken bisa lama lagi karena tubuh mereka berbeda.


__ADS_2