Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
Keharuan Di Pagi Hari


__ADS_3

*Happy Reading*


Pagi menjelang seperti biasa Niken selalu membuat kue untuk di titipkan di warung-warung, hari ini dia tidak membawa kesekolah karena dia bangun jam setengah 5 jadi Niken hanya membuat bolu dan gorengan simpel, waktu menunggu bolu matang dia pergunakan untuk sholat subuh.


Sebenarnya Niken bercita-cita ingin mempunyai toko kue sendiri tapi apa boleh buat ekonomi mereka tidak mendukung dan Niken masih sekolah,dia bertekat suatu saat dia bisa bekerja dan terkumpul uang nya untuk membuat toko kue nya sendiri.


Sebenarnya banyak cibiran dari orang-orang karena mereka memang orang yang tidak ber uang, yang mengatai ibunya karena yang seorang janda, ada juga yang mengatai Niken perempuan ganjen lah, murahan lah, yang lebih parah lagi dia di katain perempuan yang suka morotin laki-laki kaya.


Perkataan itu muncul semenjak dia menjalin kasih dengan Naufal yang terkenal anak juragan kopi.


Karena kecantikannya dan keberuntungan nya dia selalu menjadi perbincangan para tetangga dan orang yang tidak suka dengan keluarga nya. Sebagian orang yang tidak membencinya masih tetap ramah dan me leskan anak-anak nya ke Niken bisa juga mereka meminta Niken untuk mengajari anak-anak nya mengaji.


Walaupun Niken orang yang hidupnya pas-pasan tapi di keluarganya selalu tertanam pendidikan agama karena itu sangat penting, dia sudah menamatkan 30 juz yang ada di Al-Quran dan menghafalkan surat-surat nya jika dia tidak ada kesibukan , dan dia selalu menyempatkan tadarus saat dia selesai sholat.


Sebenarnya Niken termasuk perempuan yang sempurna, pintar dengan pelajaran sekolah, agama, cantik, akan tetapi semua itu tertutup di mata orang-orang yang sirik karena kehidupan mereka yang pas-pasan.Untung mereka memiliki lelaki di keluarga mereka jika tidak pasti akan bertambah kebencian-kebencian mereka karena biasanya kalau ada apa-apa pasti meminta lelaki lain untuk di mintai tolong.


Niken sering bertanya-tanya dalam hati apa salah keluarga kami?apa salah setatus janda ibu kami? apa salah hidup kami yang pas-pasan? merekapun tidak ingin kehidupan mereka seperti ini, tapi mereka dengan ikhlas menjalani semua ketentuan yang sudah di berikan oleh Yang Maha Kuasa.


"Sampun siap nduk?


(sudah siap nak?) ucap ibu Niken saat melihat anaknya menutup tempat bolu dan gorengannya yang dia buat tadi.

__ADS_1


" Sampun bu, niki ajeng ting warung riyen sekalian budal sekolah. "


(sudah bu, ini mau ke warung dulu sekalian berangkat sekolah) jawab Niken sambil mengambil tas


"Niki arto kanggo jajan. "


(Ini uang buat jajan) ibu nya menjulurkan tangan dan memberikan uang 20 rb


"Mboten bu, niki Mila sampun gadah. "


(tidak bu, ini Mila sudah punya) tolak Niken saat ibunya memberi uang


"Niki kewajiban ibu nduk, arto Mila tabung mawon, ojo gae ibu dadi wong tuo sing ndak nduwe tanggung jawab, tugasmu belajar sing pinter, iki malah gawe jajan kasi ning warung-warung, luru duit dewe padahal ibu jek enek lan sehat walafiat. "


"Ibu Mila ndak apa-apa, Mila ndamel jajan niku hobi sing sekalian Mila manfaatkan dadi arto lan tetep ngasah kemampuan Mila terus belajar ben tetep enak lan ndak ubah rasane, ibu mboten pareng ah ngeroso koyo niku."


(ibu Mila tidak apa-apa, Mila buat jajan itu hobi yang Mila sekalian Mila manfaatkan jadi uang dan tetap ngasah kemampuan Mila terus belajar biar tetap enak dan tidak ubah rasanya, ibu tidak boleh ah merasa seperti gitu). jelas Niken


"Njih bu! ibu mboten pareng koyo niku, sebenere niki memang tugas Dimas pas bapak sampun mboten wonten, ibu lan Mila tanggung jawab Dimas, dadi ibu ndak usah sedih lan mikir macem-macem, percaya kalih Dimas bu ben Dimas saget bahagiakke ibu lan Mila. "


(iya bu! ibu tidak bolek seperti itu, sebenar nya ini memang tugas Dimas pas bapak sudah tidak ada, ibu dan Mila tanggung jawab Dimas, jadi ibu tidak usah sedih dan mikir macam-macam, percaya sama Dimas bu biar Dimas bisa bahagiakan ibu dan Mila) ucap Dimas saat mendengar ibu dan adiknya berbincang, diapun merasa sedih karena sampai sekarang dia belum bisa membahagiakan keluarganya, padahal dia anak lelaki yang menggantikan peran ayahnya setelah ayahnya meninggal ada rasa kecewa di dalam hati nya dan dia simpan sendiri tanpa melibatkan ibu dan adiknya, mereka berpelukan setelah Dimas mengucapkan kata-kata itu.

__ADS_1


"Sampun ah Mila ajeng budal sekolah mangkeh telat. "


(sudah ah Mila mau berangkat sekolah nanti telat) ujar Niken memecahkan suasana kesedihan mereka


"Niki arto kanggo jajan lan keperluan Mila , niki ibu kanggo keperluan dapur lan keperluan pribadi ibu, kebetulan Dimas gajihan pertama pas kanggo keperluan omah."


(ini uang buat jajan dan dan keperluan Mila, ini ibu buat keperluan dapur dan keperluan pribadi ibu, kebetulan Dimas gajihan pertama pas buat keperluan rumah). Dimas sambil menyerahkan uang ke Niken 3 lembar warna merah dan lebih banyak yang di berikan ke ibunya.


"Mboten usah protes pokoknya sebelum Dimas nikah setiap Dimas gajihan arto ibu sing nompo, Dimas cuma butuh sitik kanggo kebutuhan Dimas. "


(tidak usah protes pokoknya sebelum Dimas nikah setiap Dimas gajihan uang ibu yang nerima, Dimas cuma perlu sedikit buat kebutuhan Dimas) dan ibunya hanya mengangguk dan meneteskan air mata nya terharu dengan perlakuan anak nya.


"Sampun ah bu ndak sido budal sekolah Mila mangkeh kepikiran ibu sedih terus. "


(sampun ah bu tidak jadi berangkat sekolah Mila nanti kepikiran ibu sedih terus) ucap Niken sambil menghapus air mata ibunya.


"Ndak ibu ndak sedih dah budal mangkeh telat. "


(tidak ibu tidak sedih dah berangkat nanti telat) ujar ibunya , Niken mengangguk dan menjulurkan tangannya untuk menyalami tangan ibu dan kakaknya.


"Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam, belajar yang rajin. "ucap ibu dan kakaknya bersamaan, Niken hanya mengangguk dan berangkat sekolah tidak lupa dia membawa jajan yang sudah dia buatnya tadi.


...----------------...


__ADS_2