
\*Happy Reading\*
"Iyo ndak opo-opo kan emang kamu sing tuku, lagian tumben biasane kamu ndak gelem ketemu adike Naufal, jarene judes. "
(iya tidak apa-apa kan emang kamu yang beli lagian tumben biasanya kamu tidak mau ketemu adiknya Naufal, katanya judes) sarkas Niken sambil dahinya mengkerut kekeheranan.
"hehe mulai pendekatan meneh, sopo ngerti ngko jodone Dewa , kan ndak canggung. "
(hehe mulai pendekatan lagi, siapa tahu nanti jodohnya Dewa, kan tidak canggung) jelas Saras."atau Naufal jodohku kan ndak tau"ucap Saras lagi dalam hati sambil tersenyum samar.
"ooooh... " Niken hanya ber ooh ria, karena sebenarnya dia juga tidak terlalu dekat dengan Naufal,terhalang waktu karena dia sibuk membantu ibunya dan membuat kur jualannya yang di titipkan di warung-warung dan kantin sekolah.
"Aku tuku bahan gawe jajan sedelok ndak okeh mumpung ning pasar dadi tuku bahan sing kurang ning omah. "
__ADS_1
(Aku beli bahan buat jajan sebentar tidak banyak mumpung di pasar jadi beli bahan yang kurang di rumah) ujar Niken, Saras hanya mengangguk lalu Niken berjalan membeli bahan-bahan yang di perlukan.
Setelah semuanya yang diperlukan sudah terbeli mereka berjalan menuju parkiran angkot , untung mereka cepat keluar dari pasar karena ternyata angkot pak Darman sudah mau pulang.
"Pak Darman tunggu ... " ucap Niken berteriak dan seketika semua yang ada di dalam angkot menoleh ke arah suara. Niken dan Saras sampai di samping angkot dengan ngos-ngosan.
"Oalah dek Niken karo dek Saras, lha ndak ngomong mau nek arep ning pasar untung durung mlaku.. "
(oalah dik Niken sama dik Saras, lha tidak bilang tadi kalau di pasar untung belum jalan... "
(hehe maaf pak tadi kita kira cuma sebentar sekalinya malah makan waktu..) jawab Niken tertawa ringan sambil duduk belakang pak Darman memangku tempat bekas jajan Niken yang sudah habis, karena memang kalau pasar sore tidak terlalu banyak orang hanya beberapa, walaupun hanya tersenyum sedikit lesung pipit dan gigi gingsul Niken tetap terlihat manis. Dan pak Darman hanya geleng-geleng dengan kelakuan kedua gadis itu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka, tapi paling tepat orang itu lebih memperhatikan Niken, lelaki tampan berperawakan tinggi sekitar 185 cm, berkulit putih, bermata tajam tapi teduh, berahang tegas, berhidung mancung. Lelaki itu tepesona saat melihat Niken hanya tertawa ringan "Kenapa hati ini rasa ada yang lain" ucapnya dalam hati "seperti familiar dengan dia apa gadis kecilku. " ucapnya lagi dalam hati.
__ADS_1
tanpa dia sadari ternyata sudah sampai di tempat tujuan.
"Mas sudah sampai. " ujar pak Darman seketika membuyarkan lamunan lelaki itu.
"eh iya.. "dia cuma menggaruk kepalanya karena pak Darman tersenyum
" Baru liat baru pindah ya mas ke desa ini? "tanya pak Darman
" Tidak pak cuma liburan dan sekalian jenguk nenek Sumitra. "jawab lelaki itu
"Oalah putune mbah Sum! " teriak pak Darman membuat Niken dan Saras yang baru turun langsung menengok. Sedangkan lelaki itu cuma mengangguk dan memberikan uang sebesar 20 rb ke Pak Darman ongkos angkot ke pasar yang memakan waktu setengah jam.
"matursuwun pak"
__ADS_1
(terimakasih pak) ucap Niken dan Saras bersamaan.