Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
Cemburu Berujung Pertengkaran


__ADS_3

*Happy Reading*


mohon maaf atas keterlambatan nya update🙏🙏🙏, karena mau Ramadhan banyak kesibukan dan banyak selamatan, seperti HAUL HABIB(Wali Allah) , dan haul keluarga, HAUL bagi orang Banjar yaitu memperingati kematian tiap tahun bagi kita-kita yang dari luar Kalimantan.


Maaf juga kalau ceritanya masih belum sempurna, karena ini novel perdana author , mohon maaf ada salah-salah kata dan pengucapannya☺☺☺


mohon dukungan nya bagi para pembaca yang suka dengan cerita ini🙏🙏 mari kita lanjut ini jadi banyak cerita malah authornya ✌✌


...****************...


Setelah mengantar jajanannya tadi Niken sudah di ujung gang Desa dengan teman-teman yang lain menunggu angkot yang biasa nya mengantar anak-anak sekolah, saat itu Niken sedang melamun tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikan nya dan mengernyit keheranan.


"Sopo sing di pikerne, lanangan mambengi!!! "


(siapa yang di pikirkan, laki-laki tadi malam!! ) karena tidak tahan di cuekin Niken akhirnya dia berucap yang mengejutkan Niken dan anak-anak di sekitar mereka.

__ADS_1


"opo sih. "


(apa sih) Niken mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Naufal yang tiba-tiba.


"Opo sih opo sih, mesti enek opo-opo ne kan karo lanangan mambengi. "


(apa sih apa sih, pasti ada apa-apa nya kan dengan laki-laki tadi malam) tuduh Naufal tanpa alasan, sepertinya Naufal masih menyimpan rasa cemburu yang menghinggapi nya tadi malam.


Dan ucapan Naufal sukses membuat anak-anak di sekitarnya menoleh ke Niken dan berpikir macam-macam, termasuk seseorang yang heran dengan ucapan Naufal.


"Astaghfirullah Naufal tuduhan mu ndak masuk akal. " ucap Niken heran dengan sikap Naufal yang tidak jelas


(aku tidak menuduh buktinya tadi malam) jelas Naufal tidak mau kalah


"Cemburumu berlebihan, wes tak jelasne mambengi tetep ndak percoyo. "

__ADS_1


(cemburumu berlebihan, sudah tak jelaskan tadi malam tetep tidak percaya) ucap Niken.


Belum sempat Naufal menjawab Niken berucap lagi.


"Opo kamu sing enek apa-apane karo wedoan liyo, dadi aku enek celah sitik langsung nuduh aku macem-macem, ben nek enek masalah ning hubungan iki ketoke aku sing salah, bener ngono? "


(apa kamu yang ada apanya sama wanita lain, jadi aku ada celah sedikit langsung menuduh aku macam-macam, biar kalau ada masalah di hubungan ini kelihatan aku yang salah, bener gitu? ) sarkas Niken membuat Naufal terdiam dan anak-anak di sekitarnya ada yang berbisik, ada yang menyimak, ada yang acuh karena tidak mau ikut campur, ada juga yang ikut terdiam seperti Naufal ketika mendengar ucapan Niken, sedang kan Niken hanya tersenyum miring saat melihat Naufal terdiam.


"lha kamu kok jadi nuduh aku. " ucap Naufal saat tersadar dari diamnya dan saat itu Niken sudah mau masuk angkot .


"Terserah kamu!!!" saat Niken sudah mau masuk menoleh sebentar menjawab perkataan Naufal .


Saat angkot sudah berjalan Niken melihat ke arah samping sambil memikirkan perkataan ibunya tadi, iya sebenarnya dia melamun karena memikirkan ibunya bukan memikirkan Ziddan seperti yang di tuduhkan Naufal kepada nya, sedangkan Naufal saat melihat Niken melamun lagi dia jadi merasa bersalah karena kecemburuan nya membuat dia dan Niken bertengkar dan itu semua di lihat anak-anak, karena duduk mereka berjauhan Niken di ujung dan Naufal di dekat pintu , jadi Naufal tidak bisa berbicara lagi dengan Niken , mau bicara pun dia malu karena tadi bertengkar di depan anak-anak, dan memang Naufal mempunyai gengsi yang besar .


Sedangkan di sisi lain tanpa semuanya sadari ada yang terlihat senang dengan bertengkar nya Niken dan Naufal.

__ADS_1


"Sebentar lagi. " ucapnya dalam hati dengan tersenyum samar.


......................


__ADS_2