Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
15.Mengantar Tukang Urut


__ADS_3

\*Happy Reading\*


Setelah semuanya selesai Niken ke ruang tengah menyusul ibu dan kakaknya melihat TV, saat di lihat rupanya Dimas sedang mengetik di laptopnya.


"Eh Mila, kebetulan ki mas nyuwun tolong, wau sampun janji mbeto mbok Darmi ting griyane mbah Sum, mase sibuk niki lali wau, tolong mbeto mbok Darmi mriko,mbok nya sudah mas datangi wau tinggal ngeter mriko."


(eh Mila, kebetulan nih mas minta tolong, tadi sudah janji bawa ibu Darmi ke rumahnya mbah Sum, masnya sibuk ini lupa tadi, tolong bawa ibu Darmi kesana, ibunya sudah mas datangi tadi tinggal ngantar ke sana) pinta Dimas.


Dahi Niken mengkerut.


"Itu lho buat Zidan tadi. " jelas Dimas


"Oalah yang masuk parit tadi" ingat Niken. sedangkan Dimas mengangguk


"Hem ya sampun tak siap-siap habis itu kesana"ucap Niken langsung berdiri dan masuk kekamar, dia hanya mengenakan rok panjang dan kaos lengan panjang.


" ealah pantes ibu meneng wae, sekaline turu. "


(ealah pantas ibu diam saja, sekalinya tidur) gumam Dimas.


"Niken berangkat dulu mas, Assalamu'alaikum. " ucap Niken sambil mencium tangan Dimas.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam, Hati-hati nduk jangan mala-malam nanti pulangnya, ibunya tidur sudah nanti mas bangunin suruh pindah ke dalam. "


"inggih mas. " jawab Niken.


Niken keluar rumah dan berjalan menuju rumah mbok Darmi yang hanya berhalat 3 rumah dari rumah Niken. Maklum mbok Darmi nya sudah tua jadi harus ada yang ngantar walaupun se Rt tapi rumah mbah Sum jauh sedikit dari rumah mereka, berbeda arah jalan dan berhalat kebun.


"Assalamu'alaikum." ucap Niken dari luar sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumussalam." jawab seseorang dari dalam sambil membuka pintu "Eh Mila tunggu sebentar mbahnya lagi siap-siap. " ucap anak mbok Darmi, iya yang membuka pintu tadi adalah anak mbok Darmi. sedangkan Niken hanya mengangguk ,anak mbok Darmi tahu tujuan Niken karena tadi saat Dimas kerumahnya dia ada dirumah.


Setelah menunggu beberapa saat mbok Darmi keluar dan menyapa Niken lalu mereka lanjut berjalan menuju ke rumah mbah Sum sambil berbincang-bincang.


...****************...


"Wa'alaikumussalam." jawab seorang perempuan suaranya khas orang tua, siapa lagi kalau bukan mbah Sum.


"Eh mbok Darmi, Mila mari masuk. " ucapnya lagi. merekapun masuk dan duduk di ruang tamu.


"Pundi sing ajeng di urut, wau Dimas ting grio nyuwun tolong jare putune mbah Sum keseleo nyuwun di urut, kapan tekone. "


(mana yang mau di urut, tadi Dimas ke rumah minta tolong katanya cucunya mbah Sum keseleo minta di urut, kapan datangnya) ucap mbok Darmi panjang lebar.

__ADS_1


"oh niki ting kamar mbok larene,monggo mbok. "


(oh ini di kamar mbok anaknya, mari mbok.) jar mbah Sum sambil menggiring mbok Darmi ke kamar Zidan, sedangkan Niken menunggu di ruang tamu sambil memainkan HP ny, dia tidak ikut masuk ke dalam karena itu kamar privasi seseorang apa lagi itu kamar lelaki jadi dia menunggu saja.


Ting.. bunyi HP Niken (pakai bahasa Indonesia aja yaaa ๐Ÿคญ๐Ÿคญ, Niken langsung membuka pesan


@Naufal ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


"5 ๐“น๐“ช๐“ท๐“ฐ๐“ฐ๐“ฒ๐“ต๐“ช๐“ท ๐“ฝ๐“ช๐“ด ๐“ฝ๐“ฎ๐“ป๐“ณ๐“ช๐”€๐“ช๐“ซ"


"๐šˆ๐šŠ๐š—๐š."


"๐š•๐šŠ๐š๐š’ ๐š—๐š๐šŠ๐š™๐šŠ๐š’๐š—? "


"๐šข๐šŠ๐š—๐š—๐š."


"๐š‚๐šŠ๐šข๐šŠ๐š—๐š."


"๐™บ๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—๐šŠ ๐š๐š˜๐š‘ ๐š๐šŠ๐š›๐š’ ๐š๐šŠ๐š๐š’ ๐š๐š’ ๐š‘๐šž๐š‹๐šž๐š—๐š๐š’ ๐š—๐š๐šŠ๐š” ๐š๐š’ ๐šŠ๐š—๐š๐š”๐šŠ๐š, ๐š๐š’ ๐šŒ๐š‘๐šŠ๐š ๐š—๐š๐šŠ๐š” ๐š๐š’ ๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค"


pesan dari Naufal yang baru di baca oleh Niken.

__ADS_1


"Mati aku marah sudah, kenapa aku lupa ngubah mode suara, dari tadi di silent" ucap Niken sambil menepuk keningnya. Tidak lama setelah dia membaca pesan Naufal menelpon cepat-cepat Niken mengangkatnya.


__ADS_2