Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
13.Kekhawatiran Ibu


__ADS_3

\*Happy Reading\*


"Niki mbah wau mlebet parit. "


(ini nek tadi masuk parit) karena Zidan hanya meringis akhirnya Dimas yang menjawab.


"ealah lee kok bisa lho. " ucap nenek Zidan sambil geleng-geleng kepala.


"tidak apa-apa mbah ini tidak parah banget kok."ucap Zidan mengalihkan kekhawatiran neneknya.


" Sini mbah liat, Ya Gusti ini bengkak le harus di urut ini. "teriak nenekZidan membuat Dimas dan Zidan tutup telinga.


" inggih mbah saya pulang sekalian tak panggilkan mbok Darmi nanti , ya sudah tak pulang dulu sudah habis maghrib ini nanti ibu nyariin. "ujar Dimas


" Oh yo suwun lee. "ucap neneknya Zidan sedangkan Zidan hanya mengangguk.


" Assalamu'alaikum. "

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam." jawab Zidan dan neneknya.


Dimaspun pulang ke rumahnya dan Zidan masuk kerumah dipapah neneknya.


#kembali ke Niken saat pulang tadi


Setelah menoleh ke arah Zidan tadi yang berujung tatap-tatapan Niken langsung menghadap ke depan lagi, saat di pertigaan jalan mereka berpisah karena walaupun satu Rt mereka berbeda jalur jalan ada yang berhalat kebun, ada yang berhalat rumah ada juga berhalat lapangan kecil-kecilan untuk bermain anak-anak.


"Assalamu'alaikum" ucap Niken saat sudah sampai sambil berketuk pintu .


"Ya Allah nduk ibu sampai khawatir sampai jam segini belum sampai rumah. " ucap ibu Niken khawatir terlihat sekali gurat wajah beliau yang sudah tua termakan usia , maklum ibunya hanya bekerja sendiri mulai dari Niken kecil dan kakaknya masih Sekolah Menengah Atas.


"Sepurane nggih bu niki Mila ting peken riyen, mboten mbeto HP dadi mboten saget ngubungi ibu. "


(maaf ya bu ini Mila ke pasar dulu, tidak bawa HP jadi tidak bisa hubungi ibu) jelas Niken sambil mencium tangan ibunya.


"Yo wes ndak opo-opo sing penting kamu sampe rumah, lha masmu ndi?"

__ADS_1


(ya sudah tidak apa-apa yang penting kamu sampai rumah, lha masmu mana?) tanya ibu Niken lagi baru sadar dia kalau anak lelakinya tadi mencari adiknya, sedangkan yang di cari sudah pulang yang mencari lagi belum pulang.


"Niku bu wau ting ndalan pas masuk gang Rt 10 wonten lare jaler mlebet parit, Mila bantu mapah pas wangsul sampe gang Rt 12 ketemu mase, dadi gantian mase sing ngeter nganti omah. "


(Itu bu tadi di jalan pas masuk gang Rt 10 ada anak lelaki masuk parit, Mila bantu mapah pas pulang sampai gang Rt 12 ketemu masnya, jadi gantian masnya yang ngantar sampai rumah) jelas Niken cepat karena dia melihat ibunya khawatir lagi saat Dimas belum ada pulang.


"Kok iso mlebu parit, anake sinten Mil.... "tanya ibunya lagi


" Niku jare mase wau putune mbah Sum bu.. "


(itu kata masnya tadi cucunya mbah Sum bu.. ) jawab Niken


"Oalah bocah ganteng sing bar teko wingi,bocahe duwur,putih,mancung,lagi kelingan nek iku putune mbah Sum. "


(oalah anak tampan yang baru datang kemarin, anaknya tinggi, putih, mancung, baru ingat kalau itu cucunya mbah Sum) puji ibu Niken dengan semangat.


"Ealah bu inget umur. " ucap Niken"ini Mila ndak di bolehin masuk apa dari tadi di pintu. "ucapnya lagi. Ibunya hanya cekikikan karena baru sadar mereka masih di depan rumah, Niken hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2