
*Happy Reading*
Teng teng teng..... bel tanda masuk berbunyi, Saras dan Niken satu kelas, sedangkan Naufal berbeda ruangan cuma di batasi ruang Olah raga.
"Iyo wes ndak usah di bahas meneh, keburu pak guru teko lali yo kita kan enek Kuis Matematika. "
(iya sudah tidak usah di bahas lagi, keburu Pak Guru datang lupa ya kita kan ada Kuis Matematika. "ucap Niken mengalihkan pembicaraan
" Oh yo lali aku! ndak belajar meneh. "
(oh ya lupa aku! tidak belajar lagi) Saras sambil menepuk keningny.
"Kebiasaan kamu. " omel Niken
"hehe... " Saras hanya bisa cengengesan
Di perjalanan menuju kelas ada yang menatap kagum, ada yang menatap iri,ada juga yang menatap benci ke Niken entah karena saingan pelajaran atau mungkin benci karena laki-laki yang mereka kagumi berpacaran dengannya.
"Naufal kami ndisikan yoo.... "
(Naufal kami duluan yaaa...) ucap Niken walaupun mereka sudah lama pacaran Niken masih saja canggung memanggil Naufal seperti sepasang kekasih lainnya alasannya malu.
__ADS_1
"ok sayaang ati-ati yoo ojo nakal! daaah emuah..."
(ok sayaang hati-hati yaa jangan nakal! daaah emuah) jawab Naufal setelah sekian lama dia di abaikan oleh kedua gadis di depannya dan menjadikannya pengawal dadakan, sambil memberikan ciuman lewat udara ke Niken atau di sebut kissbay
"aaah so sweet... " ujar Saras
sedangkan muka Niken sudah seperti udang rebus menahan malu dan senang karena saat Naufal seperti itu di depan banyak orang.
"wis ah marai isin wae"
(sudah ah bikin malu saja)
"Kamu nih Ken ndak romantis, ayo dah masuk. "ucap Saras
Dan di sisi lain Naufal masih cengengesan melihat kekasihnya cemberut karena di ejek Saras.
****
Saat pulang sekolah Niken berjalan beriringan dengan Saras
"Aku arep ning kantin sek yoo njumuk wadah jajanku, melu ndak?
__ADS_1
(aku mau ke kantin dulu yaa ngambil tempat jajanku, ikut tidak?) tanya Niken ke Saras
" Ayo aku melu wae lah. "
(ayo aku ikut sajalah)
mereka berjalan menuju kantin. Niken selalu menitipkan jajannya di kantin entah kue basah atau jajanan lainnya, kehidupan Niken yang sederhana membuatnya tidak tega melihat ibunya bekerja seorang diri, walaupun ada kakaknya tapi dia baru saja masuk mengajar. Sedangkan untuk kelulusannya nanti dia banyak menggunakan biaya, apa lagi kalau nanti dia akan melanjutkan pendidikannya di Perguruan tinggi itu akan lebih banyak lagi walaupun masih bisa mengajukan beasiswa. Oleh karena itu dengan kemampuannya bisa membuat kue dan jajan atau menu-menu yang lain Niken memanfaatkan kemampuannya untuk menambah penghasilannya membantu meringankan beban ibunya.
"Bar iki kancani aku shopping yooo... "
(Habis ini temani aku shopping yaaa...). ajak Saras
"Gayamu shopping paling pool yo ning pasar nek ndak ning toko. "
(gayamu shopping paling pool ya ke pasar kalau tidak ke toko). ujar Niken
"Ah kamu ki kan ben gaul koyo wong kota. "
(ah kamu nih kan biar gaul kaya orang kota)
"Iyo karepmu lah Ras sing penting ojo berlebihan soale kita urip ning kampung kan kamu ngerti dewe koyo opo. "
__ADS_1
(iya terserahmu lah Ras yang penting jangan berlebihan, karena kita hidup di kampung kan kamu tau sendiri seperti apa) Nasehat Niken ke Saras
"Iyo ngerti aku. " jawab Saras mengerucutkan bibirnya.