Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
Malas Menanggapi Lagi


__ADS_3

*Happy reading*


Angkot berhenti karena sudah sampai di depan gerbang sekolah satu persatu anak-anak mulai turun , saat Niken mau langsung berjalan dia melihat Naufal menunggunya tapi dia acuh saja hatinya masih merasa sakit akan tuduhan Naufal apa lagi di depan anak-anak yang semakin membuatnya malu.


"Ken... " teriak seseorang, Niken menoleh ke asal suara yang memanggilnya.


"Iya, eh Ras kebetulan ayo cepet mlebu aku jatah piket kelas."


(iya, eh Ras kebetulan ayo cepat masuk aku jatah piket kelas) ucap Niken tanpa menghiraukan keberadaan Naufal , Niken pun langsung berjalan menarik Saras tanpa memperdulikan teriakan Naufal.


"Ken kenapa sih, kok ndak ngerani Naufal enek masalah toh tumben-tumbene kasi ndak ngerani heemmm? "


(Ken kenapa sih, kok tidak menghiraukan Naufal ada masalah ya tumben-tumben nya sampai tidak menghiraukan heemmm) tanya Saras bingung, dan pertanyaan tadi sukses membuat mereka berhenti berjalan.


"kamu ndak naik angkot mau? "


(kamu tidak naik angkot tadi? ) sekarang gantian Niken malah yang balik tanya .


"Hehe kawanen sitik aku mangkat tekan pangkalan angkote wes mlaku dadi aku melu ayangku mau pas banget dewean. "

__ADS_1


(hehe kesiangan sedikit aku berangkat sampai pangkalan angkot nya sudah jalan jadi aku ikut ayangku tadi pas banget sendirian) jawab Saras cengengesan sedangkan Niken hanya geleng- geleng kepala. Sebelum Niken mulai pembicaraan lagi dia menoleh ke depan kelasnya ternyata ada teman yang menunggunya sambill meletakkan tangannya di pinggulnya dan seketika Niken menepuk keningnya.


"Hehe maaf yo Siska aku lali. "


(hehe maaf ya Siska aku lupa) ucap Niken cengengesan karena keasikan ngobrol jadi dia sampai lupa tadi mau cepat-cepat ke kelas untuk piket, sedangkan temannya memanyunkan bibir pertanda merajuk tapi itu hanya pura-pura, iya yang menunggunya tadi teman piket Niken.


Setelah itu mereka masuk ke kelas untuk piket kelas dan di lanjutkan dengan pelajaran sekolah, karena saat Niken selasai piket bel sekolah berbunyi.


Saat istirahat pun Niken tidak ke kantin karena memang dia selalu membawa bekal sendiri , maklum dia harus hidup hemat.


Setelah bel tanda pulang berbunyi semua murid keluar dari kelas nya masing-masing, kelas Niken terlambat keluar sedikit karena mereka melakukan ulangan harian.


(Ken pasar malam buka, kesana tidak malam pas malam minggu lhoo!!!) tanya Saras saat di perjalanan menuju gerbang sekolah.


"Nda tau yaa, pas banget jatah bocah-bocah les iki! "


(tidak tau yaa, pas banget jatah anak-anak les ini!) jawab Niken


"yaaah ndak sido bareng-bareng ndelok pasar malem. "

__ADS_1


(yaaah tidak jadi sama-sama lihat pasar malam) ucap Saras sambil cemberut


"Sepurane yo Ras..... "


(maaf ya Ras) ucap Niken sambil meminta maaf karena tidak jadi ke pasar malam sama-sama seperti ucapan nya waktu itu, karena Niken baru ingat ada jadwal anak-anak les.


"iyo wes ndak opo-opo kan suwe juga waktu ne, kapan-kapan iso mangkat bareng"


(iya udah tidak apa-apa kan lama juga waktunya, kapan-kapan bisa berangkat bareng) Niken hanya mengangguk saat mendengar ucapan Saras.


"Ken.... " panggil seseorang dengan lembut saat Niken hampir dekat dengan nya. Sedangkan Niken hanya menatap nya dengan malas saat melihat orang yang memanggil nya dengan lembut.


"Jek nesu tooh, sepurane aku pancen salah... "


(masih marah yaa , maaf aku memang salah...) ucapnya lagi sambil memperlihatkan mukanya mememelas. Sedangkan Niken memalingkan mukanya dengan acuh tak acuh.


"Yo wes lah terserah kamu. " ucap Naufal lagi karena dia merasa malu di depan banyak anak-anak dan dia merasa harga dirinya turun karena tidak di tanggapi Niken . Iya orang yang memanggil Niken itu adalah Naufal tetapi seakan tidak ingin menanggapi karena terlanjur sakit hati dengan ucapan Naufal, Niken tidak mau menanggapi nya sampai angkot jemputan datang dan membawa mereka pulang.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2