
\*Happy Reading\*
Sedangkan di sisi lain lelaki itu merutuki kebodohannya sambil berjalan dia menepuki keningnya.
"Bodohnya kamu Zidan kenapa tanpa sadar kamu ikut berhenti. " ucapnya dalam hati , iya dia adalah Zidan Al-Fatih lelaki yang baru saja liburan menunggu Wisudanya yang akan di adakannya 2 bulan lagi dia berlibur sekaligus menjenguk Neneknya di Semarang selama sebulan dan sebulannya lagi dia akan ke Kalimantan menjenguk orang tuanya sekaligus membawanya ke Universitas nya untuk wisudanya nanti.
"Tunggu lelaki itu tadi memanggil namanya dengan sebutan Mila? apa bener dia, tapi senyumnya sepertinya dia, nanti aku pikirkan kalau sudah sampai rumah mumpung waktuku ada sebulan di sini aku akan mencari tahu. " ucap nya lagi sambil berjalan tanpa di sadari dia berjalan terlalu pinggir dan akhirnya.... duk byuurrr.....
"Bungul banar!!!
(bodoh banget) ucapnya tanpa sadar,@arti dari bahasa Banjar Kalimantan Selatan.
__ADS_1
" Eh mas ayo naik. "ucap Niken saat Zidan jalan terlalu pinggir sebenarnya dia mau memberi tahu tapi sebelum kata itu terucap Zidan sudah masuk dalam parit.
" Aduh sakit banar batisku, kada kawa bediri tesilahu sanya nih. "
(aduh sakit banget kakiku, tidak bisa bediri keseleo kayanya nih) ucapnya tanpa sadar memakai bahasa daerahnya sedangkan Niken hanya melongo niatnya menolong jadi tertunda karena dia tidak paham dengan yang di ucapkan oleh Zidan.
"hei jadi nolong tidak!" teriak Zidan ke Niken karena dia baru tersadar dari ucapannya yang panjang di hadapan orang dan ternyata orang itu adalah Niken antara malu dan gengsi jadi dia berteriak.
"yo yo, aduh abot sekaline yo. "
"Hey apa maksudmu!! " walaupun Zidan tidak bisa bahasa Jawa tapi dia paham karena dia lama di Yogyakarta cuma untuk pengucapannya dia tidak fasih.
__ADS_1
"ehh ndak apa apa mas, mari saya bantu. " ucap Niken dengan bahasa Indonesia tapi logat Jawa nya masih kental, karena mereka pas banget masuk ke gang arah rumah mereka tapi masih sekitar 10 menit baru sampai karena mereka masih di RT 10 .
Niken membantu dengan hati-hati karena dengan besar badan yang berbeda Niken sedikit kesulitan, tidak ada orang yang lewat karena sudah jam 6 kurang rata-rata orang sudah masuk rumah, karena sudah mau masuk waktu maghrib.
"Rumah sampean dimana?mari saya bantu" tanya Niken saat Zidan sudah naik dari parit
"Saya bisa jalan sendiri. " ucap Zidan tanpa menjawab pertanyaan Niken
"Bener ini sudah sore lho ndak ada orang lewat lagi. "
"Tidak usah sok kenal. "ucap Zidan masih sok gengsi padahal kakinya cenat-cenut entah bisa jalan atau tidak .
__ADS_1
" Bukannya saya sok kenal mas, saya cuma mau niat membantu masalahnya kalau sore gini sudah ndak ada orang lewat apa lagi kita masih di gang ini, memang yakin bisa jalan sendiri, kalau saya mah mau cepat pulang karena pasti keluarga saya nyariin, kalau ndak mau ndak apa-apa saya pulang dulu."ucap Niken panjang lebar. belum sempat Zidan berbicara
"Oh ya jangan heran RT sini memang terkenal sunyi karena itu.... "Zidan mengikuti arah pandang Niken seketika dia memucat, iya dia memang lelaki , untuk siang hari dia memang tidak akan takut tapi ini senja.