Jodohku Dari Pulau Seberang

Jodohku Dari Pulau Seberang
Sebelum Janur Kuning Melengkung


__ADS_3

\*Happy Reading\*


"Hallo, Assalamu'alaikum. " ucap Niken saat sudah mengangkat video call dari Naufal dan menampilkan wajah mereka berdua


"Wa'alaikumussalam . " jawab Naufal dengan muka cemberut, seketika mukanya berubah heran dahinya mengkerut saat menyadari Niken berada tempat yang menurutnya asing di matanya, karena memang saat mereka sering video call Niken berada di kamarnya, jadi Naufal hafal betul warna dinding kamar Niken.


"Aku lagi ning omahe mbah Sum. "


(aku lagi di rumahnya mbah Sum)ucap Niken seakan tahu yang di pikirkan Naufal .


"Ngapain kamu di situ? " tanya Naufal heran.


belum sempat Niken menjawab sudah ada teriakan dari dalam.


Aaaaaa....


Spontan Niken berdiri dan berjalan cepat , tanpa menghiraukan pertanyaan dan panggilan Naufal, tanpa sadar Niken memencet tombol mengalihkan kamera depan ke kamera belakang, jadi dia bisa melihat apa yang sedang terjadi disana.

__ADS_1


Niken sudah berada di depan pintu kamar yang terbuka,terlihat Zidan menunduk menahan kesakitan saat di urut.


"Mila kasi teko ngrungu jeritanmu lee . "


(Mila sampai datang dengar teriakanmu nak) ucap mbah Sum seketika Zidan menoleh kearah pintu yang ada Niken tanpa sadar mukanya memerah menahan malu, padahal Niken cuma berdiri diam dan hanya mengerutkan dahi.


"Malunya aku gini aja tidak bisa nahan sakit, di depan Mila lagi. " ucapnya dalam hati.


Deg....


"Sopo iku, Niken kasi mlayu ning kamare pas ngrungu jeritane, ganteng meneh. "


" Yaaaang. "


"Yaang."


entah berapa kali Naufal memanggil tapi di respon Niken yang Naufal lihat di depannya heran juga mungkin mendengar panggilan Naufal yang tidak di respon Niken.

__ADS_1


"Nduk itu ada yang manggil di HP. " ucap mbah Sum, seketika Niken tersadar dari lamunannya, diapun langsung melihat kearah HP,Niken meringis saat tahu ternyata kameranya berubah jadi kamera belakang lasung saja dia mengembalikan ke arah depan, Niken berpamitan untuk keluar untuk melanjutkan video call nya yang tertunda, saat Niken pergi muka Zidan berubah masam. "pacar Niken yang di bilang Dimas tadi kah. " ucapnya bertanya-tanya dalam hati.


"Ngopo lee. "


(kenapa nak) tanya mbah Sum saat melihat wajah cucu nya berubah saat mendengar ada yang memanggil Niken dengan sayang.


"tidak apa-apa mbah. " jawab Zidan segera merubah mimik mukanya yang tadi masam menjadi tersenyum.


"Memang cantik, manis lee Mila,tertarik yoo sama Mila . "Goda mbahnya


"cocok kok sing lanang ganteng, sing wedok ayu."


(cocok kok yang cowo tampan, yang cewe cantik) sambung mbok Darmi setelah selesai meurut.


"Tidak mbah kan dia sudah ada pacar. " ucapnya mengelak, padahal dalam hati dia memang sudah merencanakan mengambil apa yang harusnya punya dia, karena setelah pertemuan nya 6 tahun silam dia sudah mengklaim bahwa Niken adalah miliknya, padahal di kampus maupun di tempat tinggalnya di Kalimantan banyak yang mendekatinya tapi hatinya tidak tergerak, saat perempuan lain mendekatinya,dia slalu terngiang-ngiang nama Niken Radmila Banuwati dan teringat dengan wajahnya saat tersenyum manis, dan saat tertawa menampilkan lesung pipi dan gigi ginsulnya. Entah kenapa dia susah sekali untuk melupakan Niken, dan karena alasan itu dia mengklaim Niken adalah miliknua dan bertekad siapapun yang menghalnginya akan dia singkirkan termasuk Naufal yang sekarang jadi kekasih pujaannya.


"Ndak apa-apa lee sebelum janur kuning melengkung kamu masih bisa memperjuangkannya. " provokasi mbahnya dan Zidan hanya mengangguk dan tersenyum samar.

__ADS_1


Maafkan author kalau jalan ceritanya masih monoton, ini memang masih menceritakan sebelum kebohongn-kebohongan yang tersimpan sedikit-sedikit mulai terkuak, dan tentang persaan yang sudah lama tersimpan dan terpendam terungkap, maafkan author yang masih amatir dalam menulis🙏🙏🙏


__ADS_2