
author pov
Malam semakin larut.terdengar suara erangan dan desahan dari sebuah kamar yang berada di salah satu club malam ternama di ibu kota.
"lebih cepat bodoh!"bentak si pria tampan yang berada di bawah si wanita.
si wanita tersebut mempercepat gerakannya dan...
"uuh..."terdengar lenguhan panjang dari si pria tampan tanda kalau dia telah mendapatkan puncaknya.
"turun dari tubuh gue!"bentaknya lagi pada si wanita.
ya, dialah Robby.sang casanova.dia tidak pernah memuaskan lawan mainnya,si wanitalah yang harus memuaskannya.dia melakukannya selalu dalam keadaan mabuk.tak pernah dalam keadaan sadar.
tiga hari dia memendam hasrat akhirnya terbayar sudah malam ini.
orang tuanya gak jadi datang hari sabtu kemarin.di undur jadi hari senin.
***
Rubby pov
Aku mematu diri di depan cermin.sentuhan terakhir ku oleskan lipstik warna peach di bibirku.
"perfec"aku selalu puas dengan apa yang ada di diriku.tinggi yang tidak seberapa tinggi,158 tinggiku.
hari ini adalah hari pertamaku bekerja sebagai sekretaris Robby lee.seorang pengusaha muda yang tampan pisan,dan aku yakin kalau ceweknya ada di mana-mana.usahanya tidak hanya di bidang property,dia juga merambah di bidang perhotelan,restoran,dan masih banyak lagi bisnis yang di gelutinya.
"Ren...kamu lama banget sih...semedi?"teriakku ke Rena yang berada di kamar mandi.perasaan udah lebih setengah jam dia di kamar mandi.
penasaran karena tak ada sautan dari dia,akupun menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuknya dari luar.
"Ren...Rena..."
tok
tok
tok
__ADS_1
tetap tak ada jawaban dari dalam.
"ni anak ngapain sih?"aku meraih handle pintu dan memutarnya.
"ren..."aku masuk perlahan mencari keberadaannya di dalam kamar mandi.
"ya ampun RENA!"pekiku kaget melihat Rena tertidur di atas closet duduk.aya-aya bae...
"Ren...Rena!"aku menepuk-nepuk pipinya."hudang iih..."dia mengeliat dan membuka matanya.
"aya naon by...?"tanyanya cengo.
"aya naon aya naon,maneh te nyadar he'es di atas closet?"dengusku.
matanya melihat ke sekitar dan...
"hehehe..."cengirnya."habisnya e'e aja nyaman banget"
"jorok kamu iih.ayo siap-siap,bisa-bisa kita telat ke kantor!"aku keluar dari kamar mandi.
***
"terimakasih pak"aku menyodorkan uang bergambar persiden dan wakil persiden pertama negara kita."kembaliannya buat bapak aja"lanjutku.
"terima kasih neng.ternyata selain cantik,neng juga baik hati"kata si sopir taxi online.
"hehe...kami turun ya pak"
kami berjalan menuju pintu utama.
"gedungnya tinggi banget by"kagum Rena.
"iya.kira-kira aku kerja di lantai berapa ya?"tanyaku penasaran.akan seru kali ya...kalau kerja di lantai paling atas,bisa lihat pemandangan kota Jakarta.
kami memasuki kantor di ikuti para karyawan yang lain.aku bingung harus ke mana,jadi kami duduk di sofa lobby kantor.
"kamu punya nomer si asisten?"tanyaku pada Rena.
"ada,perasaan aku kemaren menyimpannya"Rena meraih ponselnya dan menghubungi Beni.
__ADS_1
"hallo mas Ben.kami udah ada di perusahaan nih..."kata Rena.
"..."
"kami tunggu di loby ya..."
Renapun mengakhiri panggilan.
"mereka lagi OTW"
aku mengangguk tanda mengerti.
"aku bekerja di bagian apa ya?"tanya Rena.
"mana ku tahu...emangnya kamu enggak nanya sama si asisten?"
Rena menggeleng.
"divisi marketing lah...itukan keahlian kamu"
"iya kali ya...?"
lima belas menit berlalu,tapi belum ada tanda-tanda si bos dan asistennya.
drtt...drtt...suara getar ponselku.
ku raih ponsel di tas.
"nomer baru,siapa ya?"aku menggeser tombol hijau.
"asalamualaikum..."salamku.
"naik ke lantai 35 sekarang juga!"suara bariton di sebrang sana.
eh
aku menatap ponsel yang sudah mati.
***
__ADS_1