
Jam enam pagi mobil si bos sudah ada di depan kosan.aku keluar dari kosan di ikuti Rena.dengan berbagai alasan akhirnya Rena di perbolehkan untuk menemaniku pulkam...yey...pulkam geratis...naik mobil mewah,lagi.
aku masuk kedalam mobil si bos.
"selamat pagi cewek-cewek cantik..."sapa Beni di kursi kemudi ketika aku dan Rena telah duduk manis di kursi penumpang.
"pagi juga mas Beni..."Rena yang nyaut dengan senyum yang berbinar.
sedangkan si bos diam aja asyik dengan ponselnya.
"siap berangkat nih?"
"siap..."hanya Rena yang nyaut.akumah senyum aja deh...
"ok kita let's go"
Beni tancap gas.
di perjalanan hanya kami bertiga yang berbicara.jangan tanya denga mahluk yang ada di depanku.diamah anteng aja tuh dengan ponsel canggihnya.kalau di tanya sama Beni,jawabnya hanya "hmm...hmm..." terus.gak ada kata lain.ni orang irit atau pelit ngomong ya? bisa mati rasa nih kalau aku hanya berdua dengannya.
"misi pak bos"dengan sedikit keberanian aku memanggilnya.
terlihat dia berhenti memainkan tangannya di layar ponsel.yang artinya dia merespon panggilanku he...
"apa saya boleh bertanya?"
terlihat dahinya mengkerut dari kaca spion depan.
"hmm..."
tuh kan...hmm lagi.
__ADS_1
sebenarnya hmm...itu apa sih artinya?.boleh kali ya...?.
"em...gini pak bos.saya kan baru nih di Jakarta.jadi ini itunya masih bingung gitu...gak ada teman,lagi.kalau ada temen kan enak pak bos,bisa saling berbagi.apa pak bos gak kasihan sama saya? saya kan jauh dari orang tua,masa harus tinggal sendiri di ibu kota?,orang bilang kan ibu kota lebih kejam dari ibu tiri.jadi..."aku menjeda kalimatku untuk menarik nafas."gimana kalau Rena juga di pindahkan ke kantor pusat?"
huuh....aku membuang nafas.akhirnya obrolan aku dan Rena semalam di keluarkan pada pak bos.
pak bos terlihat berfikir sejenak.dia melirik sang asisten dan si asisten mengangguk.
"ok"
apa aku enggak salah denger? dia bilang "ok" kan barusan?.setelah penjelasanku yang panjang lebar,hanya kata "ok" yang keluar dari mulutnya.benar-benar dingin nih si bos.tampangnya datar gitu lagi,gak ada senyum sedikitpun!.pelit...
"makasih pak bos"aku tersenyum senang sambil berpelukan dengan Rena.
***
kurang lebih dua jam,kami sampai di kampung halamanku.mobil pak bos berhenti di halaman depan rumahku.aku turun di ikuti mereka semua.
aku berjalan ke arah pintu rumah yang bercet putih.
"asalamualaikum..."salamku.
tangan ku berusaha membuka hendle pintu.tapi kok di kunci ya? kemana bapak dan ibu?.
"ibu...bapak..."aku meneriaki mereka sambil terus mengetuk pintu.
terlihat bi Ani,tetangga rumahku keluar dari rumahnya.
"Rubby...kamu pulang,neng?"serunya berjalan menghampiriku.
"eh iya bi"aku salim.
__ADS_1
"bapak ibu kamana ya bi? kok rumahnya di kunci?.tanyaku.
"mereka ke sawah"
"sawah nu mana?"
"biasa neng,sawah hilir"
"oh...ya udah atuh bi,biar Rubby susul mereka"
"sok atuh.ari mereka saha? mani kararasep jiga artis gitu?"tunjuk bi Àni sama dua cowok yang sedang nyender di mobil.
aku beralih kedua cowok tersebut.si bos nyender di mobil dengan tangan yang bersedekap dan kakinya di silangkan.keren...cool banget...apaan sih kok aku malah terpesona.sedangkan si asisten terlihat sedang berbicara di telpon.
"ini Rena sahabat aku dan mereka bos dan asistennya"
Rena salim dengan bi Ani.
"pasti bosna nu nyender di mobil,nya?"tebak bi Ani.
aku mengernyit.
kok bi Ani tahu ya? apa kelihatan banget ya tampang bosnya?.
"kasep pisan..."bi Ani senyum-senyum gemes gitu.
aku tersenyum melihat tingkahnya.
"ya udah atuh bi.Rubby ke sawah dulu ya"pamitku.
***
__ADS_1