
Author pov
Rubby keluar dari ruangan Robby dengan setumpuk dokumen di tangannya.bibirnya komat-kamit mengumpat si bos rese.
"kenapa cantik? kok manyun gitu?"Beni datang tiba-tiba dan berhenti di depan meja Rubby.
"tuh si bos rese!"Rubby menunjuk ruangan ceo dengan bibirnya.
"kenapa...?"
"hari pertama kerja di kasih kerjaan yang menggunung"rutuk Rubby,matanya melihat malas dokumen yang menumpuk di atas mejanya.
"sabar ya...bos memang gitu orangnya.tapi aslinya baik,loh..."puji Beni.
"baik apanya? RESE IYA!"keki Rubby.
"saya denger loh..."Robby menyaut dari dalam ruangannya.
ups! Rubby menutup mulutnya.
Beni tersenyum liat tingkah Rubby yang menurutnya menggemaskan.
"selamat bekerja cantik...bye!"Beni masuk ke ruangan ceo.
Rubby membuang nafas kasar.
***
Jam makan siang tiba.tapi Rubby tak menghiraukannya.dia masih berjibaku dengan dokumen yang ada di depannya.
ceklek
pintu ruangan ceo terbuka.dahi Robby mengernyit melihat sekretarisnya masih duduk anteng di kursinya.dia berjalan mendekati meja Rubby.berdiri di depan mejanya.tak ada respon dari sekretarisnya tersebut.matanya terus membolak-balikan dokumen yang ada di depannya.
"EKHEM!"Robby berdehem dengan keras.sengaja...
"astaghfirulloh !!!"
__ADS_1
Rubby terlonjak kaget sambil mengusap dadanya.
Robby menahan senyum.
"ari si bapak...bikin saya jentungan aja!"sewot Rubby.matanya melotot ke arah Robby.
"makan siang dulu,nanti di lanjut lagi"kata Robby dengan nada seperti biasa.datar...
"ya pak bentar lagi"tolak Rubby.dia kembali menekuni pekerjaannya.
"berhenti sekarang atau gak usah makan siang sekalian?"ancamnya.
"nanggung pak dikit lagi"jawab Rubby tanpa beralih dari dokumen.
"RUBBY AZZAHRA!"
Rubby kembali terlonjak kaget.
"pak bos iih...kebiasaan deh!"Rubby mengerucutkan bibirnya.
"makan si..."
"apa mengumpat saya jadi hobby kamu?"
Rubby menatap Robby jengah.
"siapa yang mengumpat? orang saya lagi nyanyi"dusta Rubby.
"gak penting!"Robby ngeloyor meninggalkan Rubby yang keki.
***
Jam lima waktunya pulang kerja.hari ini gak ada jadwal meeting jadi seharian hanya kerja di dalam kantor saja.
Robby keluar dari ruangannya tanpa menghiraukan sang sekretaris yang masih ada di mejanya.
ting
__ADS_1
pintu lift terbuka di lantai dasar.Robby bergegas menuju mobilnya di depan kantor.masuk ke mobil dan tancap gas menuju bandara Soekarno-Hatta.
Robby sampai di bandara.dia meraih ponselnya dan menghubungi sang mamah.
"di mana mah?"tanya Robby to the poin sambil celingukan.
terlihat wanita dan pria paruh baya yang masih cantik dan ganteng melambaikan tangan ke arah Robby.Robby kembali memasukan ponselnya ke saku celananya.dia sedikit berlari menghampiri orangtuanya.
grep
Robby memeluk sang mamah."kangen..."ucapnya manja.hanya dengan sang mamahlah dia seperti itu.
mamah Dea mengusap punggung sang anak naik turun.
"mamah juga"ucapnya.
"anak manja"cibir papah lee.
Robby melepas pelukan tersenyum hangat ke arah sang papah dan memeluknya erat.
"jangan selalu bermanja dengan mamah mu.dia milik papah!"
"ck mamah juga milikku!"
mereka saling melepaskan pelukan.
"carilah istri supaya kamu bisa bermanja dengannya"untuk pertama kalinya papah lee menyuruhnya cari istri.
"ck nanti lah pah..."tolakku.
"mau sampai kapan kamu hanya bermain-main dengan wanita?"tanya mamah Dea.
"mah...Robby masih terlalu muda untuk menikah"
"siapa bilang? umur kamu sudah 27 tahun.bahkan papah kamu dulu umur segitu sudah punya kamu!"kekeh mamah Dea.
"iya iya...sekarang kita pulang ya"
__ADS_1
Robby paling males kalau di singgung masalah menikah.lebih baik di iya in aja deh...
***