
Matahari telah di gantikan dengan rembulan.habis magrib aku menuju kosan Rena.
"udah siap aja nih"Rubby melepas helm di kepala berhijabnya.
"pastinya dong...kan mau ngemooll"Rena naik ke jok belakang motorku sambil mengenakan helmnya.
aku kembali mengenakan helm dan tancap gas.
suasana mall memang selalu ramai dengan pengunjung.ada yang berburu diskon dan ada yang hanya sekedar cuci mata dan nongkrong di cafe-cafa.
"kemana dulu kita?"tanya Rena ketika sudah berada di loby mall.
"em...makan dululah...laper da akunya..."aku memegangi perut.
"wokelah..."Rena menggandeng lenganku menuju eskalator.
restoran western yang aku pilih.kali kali dong...mumpung baru gajihan hehehe...kami duduk di kursi paling pojok.tempat pavoriet ku.
kami pesan makanan yang halal tentunya ya...
"cari diskonan yuk"aku menggandeng lengan Rena menuju toko baju yang bertulisan SALE 50%.
Rena pasrah mengikuti langkahku.
"mau beli apa sih,by...?"
"hijab sama cardigan"jawabku tanpa melihat lawan bicaraku.
aku menuju tempat hijab berada.memilih hijab dan warna yang ku suka.tiga potong hijab yang ku suka berada di tangan.
"kamu gak beli apapun,ren?"tanyaku heran karena Rena hanya mengekori aku saja tanpa memilih barang satupun.
"gak ah,lagi hemat aku tuh..."jawabnya cuek sambil memainkan ponselnya.
"hemat? gak salah nih? ratunya diskon berhemat?"tanyaku gak percaya.
"hehe...belajar neng"cengirnya sambil menggaruk tengkuknya."lagian baju aku tuh masih banyak yang baru"lanjutnya.
"bagus deh kalau begitu"aku melanjutkan berbelanja kebutuhanku.
aku melirik jam di tangan kiriku.
"ren,pulang yuk.udah malem nih"
Rena melakukan hal yang sama.
"gak kerasa udah jam sembilan aja"
__ADS_1
kami beranjak meninggalkan mall dan menuju tempat parkir.
***
"oh shit! "umpat Beni ketika mobil yang di kendarainya tiba-tiba mogok.
"kenapa sih?"tanya Robby yang duduk di sebelahnya.
Beni melirik Robby.
"mo..."belum sempat Beni menjawab pertanyaan sang bos tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang mobilnya.
BRAK
keduanya saling pandang karena mobilnya sedikit terguncang dan suara yang di timbulkan cukup keras.
"apa lagi nih?"umpat Robby kesal.dia buru-buru keluar dari mobil di ikuti Beni.
terlihat dua orang gadis tengah tergeletak di atas aspal sambil meringis menahan sakit.yang satu tertimpa motor dan yang satunya lagi duduk meringkuk.
"oh may gad...kalian apa-apaan sih? main nabrak mobil orang sembarangan!"suara bentakan yang keras membuatku mendongakkan kepala.
ni orang...bukannya bantuin,malah marah-marah gak jelas!
geramku sambil berusaha keluar dari bawah motor.
"anda gak apa-apa?"cowok satunya membantu membangunkan motor.
"ren,kamu gak papa?"
tanpa menghiraukan dua mahluk tersebut aku menghampiri Rena yang masih duduk meringkuk di atas aspal.
"aku gak papa,by.cuma syok aja"jawabnya.
"syukurlah..."aku tersenyum sambil membantunya untuk bangun.
"lihat mobil gue baret!"
suara itu lagi
"dan ini semua gara-gara elo!"tunjuknya kepadaku.
loh kok aku?
"siapa suruh mobilnya berhenti mendadak gitu?"tanyaku ketus dan galak.
"elo ya,sudah salah gak mau ngaku! ganti rugi!"cowok itu menyilangkan tangannya di dada.
__ADS_1
"enak aja! yang ada anda yang harus ganti rugi,lihat motor saya lampu depannya pecah semua!"
sumpah ni cowok nyebelin banget!
"motor butut kayak ginimah tinggal di buang aja,gak penting banget!"
sumpah ya ni cowok...pengin di ulek deh kayaknya.sombong nya gak ketulungan.
"jangan mentang-mentang mobil anda bagus,terus anda bisa menghina motor saya seenaknya!"
Rena sudah menarik-narik lenganku untuk tak melanjutkan perdebatan ini.
"udah by...kita minta maaf aja"bisiknya.
"enak aja minta maaf.kita gak salah Ren!"kesalku pada Rena.bukannya bantuin malah nyuruh minta maaf segala.
"by...sudahlah...kita yang salah karena tiba-tiba berhenti.mobil kita mogok"bisik cowok yang tadi bantuin aku membangunkan motor.
"kok elu baru bilang sekarang sih?"bisik Robby,si cowok menyebalkan.
"gimana gue mau bilang,elu-nya langsung marah-marah gak jelas!"sungut Beni.
"elo urus mereka"Robby ngeloyor gitu aja.
Beni menghampiri kami dengan senyum kikuknya.
"sorry ya...teman gue marah-marah gak jelas.ini kesalahan kami kok.mobil kami tiba-tiba mogok gak jelas gitu,padahal sebelumnya baik-baik aja.sekali lagi saya minta maaf.untuk masalah ganti rugi,anda jangan kawatir"cowok itu merogoh saku celananya dan mengambil kartu nama dari dompetnya."anda bisa menghubungi saya di nomer itu"dia menyodorkan kartu namanya padaku.
Rena mengambilnya dan membacanya.
"Beni saputra,asisten pribadi ceo"kata Rena menekan kata terakhir.
"cowok nyebelin tadi itu bos anda?"tanyaku penasaran.
pantesan aja songong gitu,BOS...
"hehehe...iya"cengir Beni sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"apa saya boleh melihat mobilnya ?"tanyaku lagi.
"eh?"kata Beni heran.
"katanya mogok?"aku berjalan ke arah depan mobil.
"emang anda bisa benerin mesin?"Beni dan Rena mengikutiku di belakang.
"kita lihat aja dulu"aku melirik cowok nyebelin yang sedang duduk anteng di kursi penumpang sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
***
jangan lupa like,comen n votenya...