Jodohku Sang Casanova

Jodohku Sang Casanova
FREE...?


__ADS_3

autor pov


Mobil berhenti di besmen apertemen.mereka turun dari mobil.


"ini dimana pak bos?"tanyaku melihat ke sekitar.


"....."tak ada jawaban.


iish...cebuk Rubby.


"ini besmen apertemen"Beni yang menjawab seraya membuka bagasi mobil dan mengeluarkan koper milik Rubby dan Rena.


"apertemen? wow mimpi apa aku semalam? apa kami akan tinggal di apertemen ini?"tanya Rena antusias.


"ya..."jawab Beni.


"benarkah?"Rena berbinar.


"yes.bantu aku membawa koper kalian"


Rubby dan Rena mengambil kopernya masing-masing.tersisa dua tas ransel.Beni membawanya di depan dada dan di punggungnya.sedangkan si bos mah lenggang kangkung berjalan di depan.


ting


pintu lift terbuka di lantai 12.mereka keluar dari lift.berjalan menyusuri koridor dan berhenti di depan sebuah pintu bernomer 134.Beni maju ke depan pintu memencet nomer beberapa digit dan pintupun terbuka.


"waaaw..."Rubby dan Rena terkagum melihat isi apertemen yang super mewah.


"norak!"umpat Robby menjatuhkan bokongnya di sofa.


Rubby masa bodo dengan manusia yang satu itu.


"benarkah kita akan tinggal di sini?"kali ini Rubby yang tidak percaya.


"iya,Rubby cantik..."goda Beni.


"iiish...gak mempan rayuanmu,pak asisten"Rubby menekan kata terakhir.


"jangan panggil pak dong...emangnya saya bapak kamu?"Beni memonyongkan bibirnya.


"lah terus saya manggilnya apa?"


"sayang juga boleh"

__ADS_1


Rubby membelalakan matanya.


"OGAH! emangnya situ siapa?"


"calon imam kamu"senyum Beni merekah.


"iish iish iish..."Rubby menjauh berjalan menuju dapur.


"mas Beni,kamu JAHAT!"Rena mengikuti Rubby.


Rubby membuka kulkas,tak ada apa-apa di sana.hanya ada satu botol air meneral yang masih di segel.dia mengambil botol tersebut,menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya di sana.memutar tutup botol dan meminum air mineral hingga setengahnya.


"sultan isi kulkasnya cuma air mineral"gumam Rubby.


"isi sendiri!"


buset dah! pak bos dengar? perasaan aku udah pelan banget deh ngomongnya.


batin Rubby.


Rena mengambil botol air di tangan Rubby dan meminumnya hingga tandas.


"bos pelit"bisik Rubby di telinga Rena.


"buat apa ganteng kalau buntut kasiran(pelit)"Rubby mengeraskan kata buntut kasiran.


aku yakin kalau si bos gak tahu istilah buntut kasiran he...


"belanja yuk.isi kulkas"ajak Rubby.


"kita kan gak tau daerah sini"


"kan ada pak asisten"Rubby menaik turunkan alisnya.


Rena tersenyum penuh arti.


"mas Beni..."panggil Rena pada Beni yang sedang duduk di sofa bareng Robby.


"apa sayang?"jawab Beni dengan nada menggoda.


"sayang mu bohong!"rajuk Rena.


Beni hanya tersenyum."ada apa?"

__ADS_1


"anterin kita belanja kebutuhan dapur dong"pinta Rena.


"boleh..."kata Beni."tapi ada syaratnya"lanjutnya tersenyum devil.


"iish...pake syarat segala"Rena mencebikan bibirnya.


"mau gak? bahkan saya bayarin deh belanjaan kalian"


"apa syaratnya?"tanya Rena berbinar karena mendengar akan di bayarin belanjaan.dasar matre...


Beni tersenyum penuh makna."bilang sama Rubby untuk jadi pacar saya"kata Beni dengan senyum manis di bibirnya.


Rubby mendelik ke arah Beni,begitu juga manusia yang ada di samping Beni.


"kenapa harus Rubby?"Rena berjalan mendekat ke arah Beni. "saya aja ya yang jadi pacarnya mas Beni"tawarnya ketika sudah berada di depan Beni.


"gimana dong? saya maunya Rubby yang jadi pacar saya"


"diamah gak pacaran mas Ben"


"maksud kamu?"


"langsung nikah"


"oalah..."Beni lemas.


***


Dua kantong besar belanjaan di bawa masuk ke dalam apertemen.mereka habis belanja di anter Beni.sedangkan Robby gak ikut.dia anteng aja tuh di apertemen.walaupun Rubby gak mau jadi pacarnya,Beni tetap yang bayarin belanjaan Rubby dan Rena.baiknya...


"sampai kapan kita boleh tinggal di sini pak bos?"tanya Rubby.


"terserah kalian"jawab Robby datar.


"apa kami FREE tinggal di sini?"


Robby mengalihkan matanya ke arah Rubby.


***


like...


vote

__ADS_1


comen...


__ADS_2