Jodohku Sang Casanova

Jodohku Sang Casanova
oh ternyata


__ADS_3

Pagi menjelang.aku bersiap-siap hendak berangkat ke kantor.ku sapu makeup tipis di wajah,ku olesi bibir dengan sedikit lipstik warna nude.


celana panjang warna milo melekat di kaki jenjangku kardigan warna peach dan hijab yang senada dengan warna kardigan.


"perfec"aku puas melihat tampilanku di cermin.


ku raih tas kecil dan tas laptop di atas meja dan keluar dari kamar kos.


aku berjalan menuju jalan raya.tak berapa lama,sebuah angkot berhenti di depanku.


"loh neng,tumben naik angkot? si beureum kamana?"tanya si supir angkot yang kebetulan kenal denganku.namanya mang ujang.


"lagi di bengkel mang"jawabku ramah.


"eleh eleh...ku naon kitu?"


"nabrak mobil tadi malem"


"ari si eneng te ku nanaon?"


"te ku nanaon mang.baik-baik saja"cengirku.


"sukur atuh ari baik-baik saja mah"


"berangkat mang.takut telat"


"siap neng geulis..."


mang ujang menjalankan angkotnya.


dua puluh menit waktu yang di butuhkan untuk sampai di perusahaan tempatku bekerja.aku turun dari angkot.


"haturnuhun mang"aku menyodorkan uang sepuluh ribu pada mang ujang.


"sami-sami neng"


aku berjalan menuju pintu masuk.


"Rubby..."


aku tahu siapa orang yang memanggilku.ku balikan badanku.


"hai..."senyum manis ku tunjukan padanya.


"idih...geulis pisan kamu"puji Rena menatapku dari kaki sampai ujung kepala.


"masa sih? biasa aja deh"aku memperhatikan penampilanku.


"sumpah deh...beda banget"Rena menatapku kagum.


"apanya yang beda? aku selalu cantik kali tiap harinya.kan udah bawaan ti orok mula atuh..."ku jembel pipinya gemes.


"iya aku tahu,tapi ada yang beda aja gitu...apa ya?"Rena mengetukkan telunjuk di bibirnya.


"udah ah.ayo kita masuk!"aku menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


***


waktu makan siang tiba.


"kantin yuk"ajak ku ke Rena.


"ayo"


kami menuju kantin perusahaan untuk makan siang.


ketika sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba saja pak Doni,atasanku menghampiri meja makanku dan Rena.


"eh pak,ada apa?"tanya ku gugup karena ini kejadian langka.


"habis makan siang datang ke ruangan saya"jawabnya tegas.


"saya,pak?"tunjukku pada diri sendiri.dia mengangguk."ada apa ya,pak?"aku penasaran.perasaan aku gak punya salah.kenapa aku di panggil ke ruangannya ya?.kerjaanku selama ini baik-baik saja,tak pernah dapat teguran sekalipun dari dia.bahkan aku menjadi salah satu karyawan terbaik di kantor ini.


"udah...kamu akan tahu nanti"jawabnya penuh misteri.dan dia pergi begitu aja.meninggalkan banyak tanya di benakku.


"ada apa sih?"


eh...ternyata si Rena pun penasaran.


aku hanya mengedikan bahu dan melanjutkan makan siangku.


tok


tok


tok


"masuk"


terdengar dia menyuruhku masuk.


ceklek...


ku buka pintu dan sedikit mendorongnya.


"permisi pak..."aku berjalan mendekati pak Doni yang sedang berbincang dengan dua orang di sofa yang membelakangiku.


"duduk by..."pak Doni menunjuk sofa tunggal yang kosong.


aku tersenyum menanggapinya.


aku duduk di sofa dan terlonjak melihat siapa yang ada di hadapanku.


"Rubby?"


"kalian?"


mereka sama kagetnya denganku.pak Doni hanya mengerutkan dahinya.


"pak Robby kenal Rubby?"tanya pak Doni.

__ADS_1


"hmm..."jawab si coe nyebelin.


sedangkan si Beni hanya mengangguk sambil senyum-senyum gak jelas.


"oh kebetulan sekali pak Robby.dia Rubby,orang yang akan kami kirim ke perusahaan pusat untuk jadi sekretaris bapak di sana"jelas pak Doni.


"APA?!"teriakku.


semua yang ada di ruangan itu menutup telinganya.


"hehehe...maaf"cengirku bodoh.


si ceo mendengus kesal.


si asisten tersenyum manis


dan pak Doni melotot ke arahku.


hadeh...


"kok saya,pak?"tanyaku bingung.


kenapa harus aku?


"kinerja kamu bagus selama kerja di sini,kamu juga cerdas cepat tanggap dan supel.jadi saya yang merekomendasikan kamu pada pak Robby untuk jadi sekretarisnya di kantor pusat"jelas pak Doni.


hadeh...kumaha iye? kok mendadak gini sih? pak Doni mah aya-aya bae atuh...


"gimana pak Robby,apa anda setuju?"


"apa anda yakin kalau dia karyawan yang kompeten?"


tatapannya ituloh...seakan-akan mengejek aku.


"saya yakin 100% kalau Rubby mampu menjadi sekretaris anda di kantor pusat"wajah pak Doni benar-benar meyakinkan.


"ok"


udah? ok doang?.benar-benar irit bicara.


"pak Robby sudah setuju.kamu harus berangkat ke Jakarta besok bareng beliau"pak Doni menatapku.


"APA? BESOK?!"aku kembali berteriak dan mendapatkan pelototan dari mereka kecuali Beni ya...dia malah tersenyum geli melihat tingkahku.


aku kembali memperlihatkan senyum bodohku.


"kok mendadak banget sih pak? aku kan harus mendapatkan ijin keluarga dulu.mana mereka jauh lagi..."aku berkata dengan lirih dan dengan wajah memelas.


terbayang wajah sedih ibu yang akan di tinggal jauh oleh anak semata wayangnya.kalau di sinikan aku masih bisa pulang seminggu sekali kalau lagi gak sibuk banget.nah ini Jakarta...sebulan kali pun belum tentu bisa.


"biar saya yang minta ijin ke keluarga mu"


eh


***

__ADS_1


jangan lupa like vote n comen ya...


__ADS_2