Jodohku Sang Casanova

Jodohku Sang Casanova
oh em ji...


__ADS_3

Aku menjulurkan tanganku untuk meraih tangan pak bos.tapi tiba-tiba...


BRUK


tubuhku mendarat dengan mulus dan sempurna tepat di atas tubuh kekar si bos.tubuh kami menumpuk sempurna.bibirku menyentuh ceruk lehernya yang penuh lumpur.


"aaw..."aku meringis kesakitan. bagian dadaku terasa sakit karena terlalu keras menubruk dadanya yang keras bak batu itu.


"Rubby...kamu gak papa?"tanya Rena cemas.


aku mengangkat kepalaku melihat ekspresi wajah orang yang sengaja menariku dengan kencang.terlihat bibirnya sedikit terangkat membentuk senyuman tipis.


sialan lu pak bos! pasti dia melakukannya dengan sengaja.rupanya dia mau balas dendam gara-gara aku merekam dia yang mandi lumpur.


"iiih...pak bos sengaja ya?!"aku mencubit perutnya yang keras.


"hahaha..."pecah sudah tawa si bos yang di tahannya sejak tadi.


aku tak bergeming melihat gelak tawanya yang langka.mataku seakan tak mau berpaling dari wajahnya yang mempesona.walaupun di penuhi dengan lumpur,tapi tak menghilangkan ke tampanannya yang rupawan.dia bisa tertawa juga rupanya.


astaghfirulloh...aku menggelengkan kepalaku.


"pak bos ketawa?"


pertanyaanku membuat tawanya lenyap seketika.wajahnya kembali datar seperti biasa.


"apa elo begitu nyaman berada di atas tubuh gue?"ketusnya.


eh


aku tersadar dan buru-buru bangkit dari atas tubuh si bos.

__ADS_1


"ee..."tubuhku oleng dan...


BRUK


aku kembali menimpa tubuh kekar si bos.bahkan posisinya lebih parah.bibir kami saling bertumpuk.mataku membulat sempurna.dengan gerakan super kilat aku menjauhkan bibirku.si ceo juga masih tak bergeming.mungkin dia juga kaget dengan kejadian barusan.


oh em ji...ibu...bapak...bibirku sudah tidak perawan lagi...hiks


kalian mau tahu apa yang di lakukan dua orang yang ada di sebelahku?


ya,Beni dan Rena asyik menonton pertunjukan secara live di depan mata mereka tanpa niat membantu satu sama lain.


"oh...so sweet..."Rena senyum-senyum gak jelas.


"mau dong..."timpal Beni.


"RUBBY! APA YANG KAMU LAKUKAN!!"suara teriakan bapaku menggema di pematang sawah.


bodoh!


rutuku pada diri sendiri.kenapa aku betah banget nemplok kayak cicak di tubuh kekar si bos.


astaghfirulloh...apa aku sudah gila?.


"BANGUN KALIAN!"bapak kembali berteriak.


aku bangun dari atas tubuh si bos.begitu juga dengan si bos.


kaos putih yang di kenakan si bos sudah berubah warna jadi coklat lumpur.rambutnya juga.


***

__ADS_1


Terlihat si bos keluar dari kamar mandi dengan mengenakan sarung dan kaos putih polos milik bapak yang ngepas banget di tubuh kekarnya.begitu juga dengan Beni.


"duduk sini,jelaskan siapa dan mau apa kalian datang ke sini?"bapak terlihat galak.


"halo om...saya Robby"si bos salim dengan takzim pada bapak.


"dan saya Beni"dia melakukan hal yang sama.


merekapun duduk di sofa panjang depan bapak.


"pa...dia ini bos Rubby"tunjukku pada Robby."dan ini asistennya"tunjuku pada Beni.


"bos kamu? ngapin dia ngikutin kamu ke kampung?"ketus bapak.


gila...bapaknya galak juga.


batin si bos.


"begini om,bla bla bal..."si bos menjelaskan meksud kedatangannya menemui bapak dengan sopan.


dia tahu caranya menghormati orang tua.aku tersenyum melihatnya bertingkah sopan sama bapak.


"o...gitu ya?"bapak mangut-mangut mengerti."APA?! PINDAH KE JAKARTA?!"


eh...ternyata si bapak baru ngeh.


Robby meringis mendengar bapak teriak.


ternyata dari sini asalnya Rubby suka berteriak.


batin Robby.

__ADS_1


***


__ADS_2