
autor pov
Setelah menerima nasehat panjang lebar dari bapak dan ibunya,mereka kembali ke kota.mereka sampai di depan menjelang magrib.
"apa kita langsung berangkat ke Jakarta sekarang,bos?"tanya Beni di kursi belakang kemudi.
"apa elo gak lelah?"Robby meregangkan otot lehernya yang kaku.
"gue lelah..."Beni menyandarkan kepalanya ke jok mobil.
"besok aja"kata Robby.
"baiklah..."Beni memejamkan matanya.
"apa kalian gak akan turun?"ketus Robby tanpa melihat ke arah belakang.
Rubby mencebikan bibirnya.
dia membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.begitu juga dengan Rena.
"terimakasih pak bos"
"hmm..."jawabnya."besok pagi jangan telat!"serunya bossy.
"baik pak bos"Rubby senyum terpaksa.
***
Adzan subuh berkumandang.aku mengeliat di atas kasur.ku kucek kedua mataku dan bangkit dari kasur.berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
segarnya...
tak butuh waktu lama untukku mandi.
tok
tok
tok
__ADS_1
pintu di ketuk dari luar.
siapa pagi-pagi buta begini yang bertamu?.
ceklek
aku membuka pintu.
"Rena? ngapain?"tanyaku bingung melihat dia membawa koper besar.
"ya ampun by...apa kamu lupa kalau hari ini tuh kita pergi ke Jakarta?"Rena masuk.
"astaghfirulloh!"aku tepok jidat.
sumpah aku lupa!
dengan tergesa aku mengambil koper di atas lemari dan memasukan semua pakaian di dalam lemari ke koper.gak muat satu koper,ku ambil lagi tas ransel.
setelah kasak-kusuk beberes hampir satu jam di bantu Rena,akhirnya selesai juga.
aku harus siap-siap nih.jangan sampai pak bos datang aku belum siap.bisa berabe...
***
06.45 WIB aku sampai di depan kosan Rubby.terlihat mereka sudah bersiap di depan kos.bagus deh,gak perlu nunggu.
Beni keluar dari mobil membantu mengangkat koper ke bagasi.aku mah ogah.
"terimakasih mas Beni..."kata Rena.
"haturnuhun,pak"kata Rubby.
"yang satu mas satunya lagi kok malah panggil pak"gumam Beni.
"ngomong apa pak?"Rubby penasaran melihat mulut Beni komat-kamit.
"oh tidak.sama-sama...ayo naik"
semuanya naik mobil.
__ADS_1
"pagi pak bos..."sapa penghuni jok belakang.
"hmm..."jawabku acuh.
ku lihat dari kaca spion Rubby mencebikan bibirnya.
"jalan"intruksiku ke Beni.
Benipun melajukan mobil.
***
Terlihat gedung-gedung tinggi menjulang di kanan kiri.aku menatap takjub.ini pertama kalinya aku pergi ke Jakarta.Rena melakukan hal yang sama.
"gak usah norak!"suara itu selalu membuatku kesel.aku melihat spion depan.ternyata si bos memperhatikan tingkahku lewat spion.
"wajarlah pak bos..."jawabku.
"dasar katrok!"ketusnya lagi.
aku mencebikan bibirku.menghadapi manusia ketus ini memang butuh kesabaran ekstra.
sikapnya dingin,datar gitu lagi ekpresi mukanya...kalau ngomong suka ketus,gak ada ramah-ramahnya sama sekali.bukan tyfe ku banget .tapi dia ganteng banget...sumpah deh.untuk yang satu ini aku mengakuinya.alis tebal mata tajamnya,hidungnya mancung bagus banget,ingin rasanya aku mencapitnya tuh hidung.gemes deh.rahang yang tegas dan bibirnya...oh em ji...sexy dan berwarna peach.aku yakin kalau dia bukan perokok.wajahku bersemu merah kala mengingat kejadian kemarin di sawah.ya walaupun bibirnya ada lumpur sawahnya gitu,tapi dangat...
astaghfirulloh...aku geleng kepala memikirkan hal tersebut.
"kamu ngapain geleng-geleng kepala?"tanya Rena.
"eh"aku cengo.
"jangan-jangan kamu lagi mengingat kejadian kemarin di sawah sama pak bos,ya?"godanya.
aku kelimpungan.ku bekap mulutnya yang gak tau sikon.aku yakin wajahku udah kayak udang rebus sekarang.
"hahaha..."terdengar tawa dari kursi kemudi.
dasar Beni.
ku lirik orang yang bersangkutan dengan ekor mataku.diamah anteng-anteng aja tuh.dasar triplek!.
__ADS_1
***