Jodohku Sang Casanova

Jodohku Sang Casanova
pak bos kecebur sawah


__ADS_3

Kami kembali menaiki mobil dan menuju sawah hilir.


"berhenti di sini pak Ben"intruksiku pada Beni.


Beni menghentikan mesin mobil.


aku turun dari mobil di ikuti semuanya.


"wow...pemandangannya indah banget..."seru Beni kagum melihat pemandangan yang terpampang jelas di depan mata.sungai mengalir nan jernih pinggirnya di kelilingi tebing yang menjulang tinggi.


terlihat mata pak bos juga berbinar melihat pemandangan yang langka,versinya...


"iya By...indah banget"Rena mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam.


"ayo kita temui bapak dan ibu"aku berjalan meminpin mereka.


di pematang sawah yang luas membentang terlihat tanaman padi yang kira-kira umurnya satu bulanan lah...lagi musim nyabutin rumput.


"bapak...ibu..."seruku pada orang tuaku yang terlihat di tengah-tengah sawah.


mendengar suaraku merekapun menghentikan aktifitasnya dan mencari asal suaraku.


"bapak,itu Rubby anak kita kan?"tanya ibu dengan wajah berbinar.


"iya bu...itu Rubby"jawab bapak antusias.


aku berlari di galengan sawah(pinggiran sawah untuk menyekat antara yang satu dan lainnya) menghampiri mereka.


bapak dan ibupun berjalan perlahan ke pinggiran.terlihat kaki dan tangan mereka kotor kena endut(lumpur sawah).


"loh neng,kok pulang te bebeja heula ka ibu sareng bapak?(pulang kok gak ngasih tahu dulu)"kata ibu.

__ADS_1


"kejutan"aku merentangkan kedua tanganku bersiap untuk memeluk mereka berdua.


"keheula atuh...bapak sareng ibuteh masih barelok jiga kieu.sibanyo hela ka cai(entar dulu...bapak sama ibu masih kotor begini.di cuci dulu ke sungai)"bapak menggandeng tangan ibu untuk mencuci kaki dan tangan mereka yang kotor ke sungai.


setelah ibu dan bapak turun ke sungai,aku mencari keberadaan Rena.


"Ren kesini"aku melambaikan tangan.


Rena berjalan ke arahku dengan hati-hati.terlihat pak bos dan si asisten berebut untuk sampai duluan ke arahku.


"gue dulu!"


"gue dulu!"


keduanya saling menghalangi jalan masing-masing.


aku tersenyum geli melihat tingkah keduanya.


dan entah bagaimana kejadiannya,kok tiba-tiba mereka udah pada jatuh ke tengah sawah.


"oh shit!"umpat keduanya.


"hahaha..."aku dan Rena tertawa ngakak melihat mereka yang kesusahan untuk berdiri.


jahatnya aku.bukannya bantuin malah ngetawain.aku menghampiri mereka masih dengan tawa di bibirku.


"berani lu ngetawain gue?!"sakras pak bos.


"abisnya kalian lucu banget sih...ha ha"aku memegangi perutku yang sakit karena kebanyakan ngakak.


"diem lu!"ketus si bos."bantuin gue berdiri!"si bos mengulurkan tangannya yang penuh dengan lumpur.wajah tampannya juga penuh dengan lumpur.

__ADS_1


"bentar pak bos"aku meraih ponselku di tas,membuka fitur kamera dan merekam aksi mereka yang penuh lumpur.


"ngapain lu?"si bos melotot ke arahku.


"buat kenang-kenangan pak bos.hahaha..."


"Rubby...kamu jahat!"si asisten ikut komentar.


"pak Ben lihat kamera..."


lihatlah si asisten malah bergaya di depan kamera dengan tingkahnya yang konyol.


"pak bos...senyum..."


pak bos melengos kesal.


"sumpah kalian lucu banget sih..."aku gemas melihat mereka di ponselku.


"Rubby hentikan!"mata pak bos menatap tajam ke arahku.


nyali ku tiba-tiba menciut.


"iya bos.udah kok"aku memasukan ponsel ke tas kembali.


"bantu gue berdiri!"si bos kembali menyodorkan tangannya.


"kotor banget pak bos"


"cepetan Rubby!"geram pak bos.


ku ulurkan tanganku meraih tangannya dan....

__ADS_1


***


__ADS_2