
Aku hanya mengedikan bahu ketika Rena menatapku bingung.
"ayo"aku beranjak dari sofa.
Rena mengikutiku."mau kemana by? kan mas Ben nyuruh kita nunggu di loby"
"ke lantai 35"
"iih...ngapain?"
"barusan ada yang menelepon dan aku di seruh ke lantai 35"
"siapa?"
aku kembali mengedikan bahu.
ting
pintu lift terbuka.aku melangkah masuk.
"Rubby..."suara seseorang memanggil namaku.
ku tarik kembali kakiku dan melihat ke asal suara.terlihat si asisten setengah berlari menghampiriku.
"pak Beni"
"ayo ikut saya"Beni memencet tombol lift yang bertulisan khusus ceo di sebelah lift yang tadi akan ku naiki.
pintu lift terbuka dan kami bertiga masuk ke dalamnya.terlihat Beni memencet tombol nomer 15.
"loh pak Ben,kok lantai 15 sih? tadi ada yang telpon saya suruh ke lantai 35"protesku.
"bentar,saya anterin Rena dulu ke divisinya"senyum Beni.
__ADS_1
"baiknya..."Rena tersentuh.
"takut kamu nyasar"ledek Beni.
"ck emangnya aku anak kecil?cebik Rena.
ting
pintu lift terbuka di lantai 15.
"kamu duluan aja ke lantai 35.saya urus Rena dulu"kata Beni.
"baik pak Ben"ucapku."dadah Rena..."aku melambai ke arah Rena.
"dadah Rubby..."balas Rena.
Rena dan pak Ben keluar dari lift.aku meneruskan ke lantai 35.
ting
aku menjatuhkan bokongku di atas kursi.
"nyaman juga duduk di sini"aku berputar di atas kursi sambil cekikikan merasa geli sendiri dengan tingkahku yang kayak anak kecil.
kursi berputar hingga tiga putaran dan berhenti tepat di depan wajah pak bos yang menatapku tajam.
aku terlonjak melihat sosoknya yang berdiri tegak dengan tangan menyilang di depan dadanya.pakaian pormal berwarna hitam melekat di tubuh sempurnanya.kegantengannya naik berkali lipat.aku sampai terpesona dengan mahluk di depanku ini.
"sudah puas bermainnya,anak kecil?"nada bicaranya terdengar mengejek.
aku nyengir kuda."maaf pak bos.saya kira gak ada orang di sini .dan saya bukan anak kecil"aku mengerucutkan bibirku.
"berputar-putar di atas kursi sambil cekikikan apa itu bukan anak kecil?"nada bicaranya datar...
__ADS_1
oh ya ampun...si bos melihat tingkah konyolku ternyata.jadi malu sendiri.
"hehehe...enak aja bos.kursinya bisa muter.ini kursi buat saya kerja kan?"
"hmm..."dia hanya ber hmm..."ikut saya"dia berjalan masuk ke ruangannya.aku mengekor.
ruangan yang sangat luas bernuansa abu-abu.terdapat sofa panjang dan tunggal yang berwarna abu-abu juga.meja kerja yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi terletak tak jauh dari sofa.rak-rak dokumen berjejer rapi di samping kanan meja kerja.ada sebuah pintu yang aku tak tau apa di dalamnya.kamar mandi kali.semua yang ada di ruangan ini terkesan maskulin.
"priksa ulang file-file ini"tunjuk pak bos dengan dagunya ke arah tumpukan file di atas meja kerjanya.
aku melongo melihat tumpukan file tersebut.
gila...banyak banget!
"semuanya pak bos?"tanyaku masih gak percaya.
"hmm..."
"banyak amat pak bos"
"kamu fikir gara-gara siapa kerjaan saya jadi numpuk kayak gini?"
aku menggeleng gak tahu.
"gara-gara kamu tahu!"ketusnya.
"kok saya?"tunjuku pada diri sendiri.
"siapa lagi?"nada bicaranya sangat menyebalkan."saya harus rela meninggalkan pekerjaan berharga saya hanya untuk pergi ke cianjur untuk menemui kamu dan pake acara pergi ke kampung segala untuk minta ijin dari orang tua kamu!"
loh...kok saya di jadi tersangka sih? emangnya siapa yang suruh dia pergi ke cianjur? dan siapa juga yang menawarkan diri untuk meminta ijin ke orang tuaku? DASAR BOS ANEH BIN NYEBELIN!!!
***
__ADS_1