Jodohku Sang Casanova

Jodohku Sang Casanova
nyebelin


__ADS_3

autor pov


Rubby masih mengutak-atik mesin mobil milik bos menyebalkan yang belum di ketahui namanya.


Beni dan Rena fokus ke tangan Rubby yang dengan cekatan memutar baut mobil.


"kita belum kenalan,nama kalian siapa sih?"Beni membuka percakapan.


"aku Rena dan ini sahabatku,Rubby"Rena menjawab pertanyaan Beni.


"Rubby? wow apa ini sebuah kebetulan?"Beni antusias.


"maksudnya?"Rubby menghentikan aktifitasnya karena penasaran dengan ucapan Beni barusan.


"Rubby Robby...benar-benar cocok"Beni mangut-mangut dengan senyum.


"Rubby bukan Robby"ralat Rena.


"maksud aku noh cowok yang kata Rubby nyebelin"tunjuk Beni ke arah cowok yang masih anteng dengan ponselnya."namanya Robby"lanjutnya.


"what?!"seru Rubby dan Rena barengan.


suara mereka membuat Robby mengalihkan pandangannya.


"ada apa sih berisik amat?"Robby pun keluar dari mobil.


dia melihat cewek yang tangannya belepotan penuh dengan oli mobil.wajahnya gak begitu jelas karena masih menggunakan helm dan cahaya yang minim.


"lama banget sih!kalau gak ngerti mesin,gak usah so' so'an mau benerin segala deh!"


semua mata memandang ke asal suara.


nih cowok bener-bener deh...


geram batin Rubby melihat cowok nyebelin itu keluar dari mobil.


"sabar bos"Beni menghampiri bosnya.


Rubby kembali mengutak-atik mesin mobil dengan bersungut ria.


"gak usah mengumpat!"bentak Robby yang melihat bibir Rubby komat kamit.


"ye...siapa yang mengumpat?"bohong Rubby.padahal dari tadi memang itu yang dia kerjain.


"itu mulut elo komat kamit gak jelas"


"komat kamit? mbah dukun kali komat kamit!"ketus Rubby.


"elo ya..."geram Robby mengepalkan tangannya.


"sabar bos sabar..."Beni menenangkan si bos.


"coba di stater,Ben"kata Rubby tanpa menghiraukan Robby yang kesal.

__ADS_1


"sabar bos..."Beni menepuk pundak Robby.yang di tepuk melengos.


Beni berlari ke arah kemudi dan mulai menstater mobilnya.


BREM...


"siiip...hebat elo,by...!"seru Beni sambil mengacungkan jempolnya.


Rubby tersenyum manis dan kembali menutup mesin mobil.dia melihat tangannya sekilas.


"nih...cuci tangan elo pakai ini"Beni menyodorkan botol air mineral ke Rubby.


Rubby meraihnya."thank's" kata Rubby seraya membuka tutup botol tersebut meneguknya hingga setengah dan sisanya di gunakan untuk mencuci tangannya.


Rena menyodorkan tisue ke arah Rubby.


"haturnuhun...geulis"senyum manis Rubby ke arah Rena.


*senyumnya manis banget...


apa-apaan aku ini? kenapa bisa memuji senyumannya itu*.


batin Robby.


"thank's ya by...udah bantuin kita"


by...by...terus si Beni.siapa sih namanya?


cie...a Robby mulai penasaran nie...☺


"e...tunggu.motor kalian kan rusak.gimana kalau kalian kami antar sampai rumah?"tawar Beni.


Robby melotot ke arah Beni.


Rubby melihat ke arah Robby.


"jangan deh...kayaknya ada yang gak suka kemu nganterin kita"sindir Rubby.


Beni melirik Robby.


"gak papa.anggap aja dia gak ada.lagian ini udah malem,gak baik loh cewek cantik kayak kalian jalan malem-malem"bujuk Beni.


sialan si Beni! awas aja lu!


rutuk Robby.


"motor kita gimana?"Rena yang angkat bicara.


"itumah soal gampang"Beni menjentikan jarinya.


"ya udah deh...janji ya jagain motor sahabat aku"Rena mengiakan ajakan Beni.


"siap cantik..."Beni tersenyum manis."ayo masuk ke mobil"Beni berjalan ke sisi mobil membukakan pintu bagian belakang.

__ADS_1


"elo naik mobil bukan motor,ngapain tu helm di pake terus!"cibir Robby sambil masuk ke dalam mobil bagian depan.


eh


Rubby baru nyadar kalau tu helm masih nemplok di kepalanya.


***


mobil berhenti di depan kosan Rena.


"titip sahabat aku ya mas Beni...pak Robby..."kata Rena lembut."awas kalau sampai lecet!"ancamnya.


sialan gue di panggil bapak!


rutuk Robby.


"siap bosku..."timpal Beni.


"by...kalau mereka macam-macam,bogem aja!"seru Rena lagi.


"siiip..."Rubby mengangkat jempolnya.


"awas kalian berani macem-macem! nanti kena bogem mentah dari si sabuk hitam"


"berisik amat sih lu! turun sana!"Robby kesal sendiri dengan Rena yang gak turun-turun dari mobil.padahal dia kan mau cepat-cepat sampai hotel dan istirahat dengan nyaman.


"idih si bos ganteng sewot,jangan galak-galak bos...nanti gantengnya ilang.mau?"sungut Rena.


Robby melengos.


"ya udah...aku turun ya.dadah Rubby..."Renapun turun dari mobil.


Rubby? jadi namanya Rubby? kok bisa mirip banget dengan nama gue ya? jangan-jangan...


Robby geleng-geleng kepala.


"napa lu geleng-geleng kepala?"tanya Beni heran melihat bosnya geleng-geleng kepala gak jelas.


"apa?"ketus Robby.


"napa si lu sensi mulu dari tadi?"


"au ah"Robby berpaling ke arah pintu.


"chaldies banget"gumam Beni yang masih terdengar oleh penghuni mobil.


Rubby tersenyum melihat kelakuan dua pria dewasa di depannya.


"ngapain senyum-senyum?"ketus Robby.


seketika Rubby menghentikan aksi senyum-senyumnya.


dia menatap kaca spion mobil depan.ternyata Robby telah menatapnya di sana.mata mereka bertemu lewat spion.untuk sesaat mereka bertatapan.hingga keduanya sadar dan memalingkan wajahnya masing-masing.

__ADS_1


***


like vote n comen ya...love you all...


__ADS_2