JODOHKU TERNYATA SAHABATKU

JODOHKU TERNYATA SAHABATKU
Bab 13


__ADS_3

Sesampainya di restoran, Karin dan orang tuanya segera masuk menuju meja yang sudah di pesan oleh papa nya dari jauh hari. Karena sekarang adalah pengumuman kelulusan, pasti banyak restoran yang akan penuh jika tidak reservasi terlebih dahulu.


" Kamu mau makan apa sayang? " Tanya papa Karin sambil memberikan buku menu pada nya.


Karin membuka buku menu dan melihat-lihat sebentar.


" Saya mau pesan Fettucini cream cheese sauce dan minumnya Avocado juice " Ucap Karin pada pelayan.


Dulu dia tidak suka dengan menu makanan yang berbau keju, tapi saat bersama Ardi dia selalu memesan makanan yang terbuat dari keju. Jadi dia mulai mencoba nya dan jadi suka hingga sekarang. Ardi sudah banyak merubah hidup Karin sejak kehadiran nya di sisi Karin.


Lima menit kemudian makanan yang di pesan Karin pun sudah datang, dia segera melahap nya hingga tak bersisa sedikitpun. Mama dan papa nya yang melihat itu pun menjadi heran, pasalnya setahu mereka sejak kecil Karin tidak suka dengan keju tapi sekarang dia sangat menyukai nya di lihat dari cara Karin makan. Mereka baru sadar ternyata mereka telah melewatkan banyak hal tentang putri mereka.


" Kamu mau pesan makanan lagi Rin? " Tanya papa Karin.


" Nggak deh pa, Karin udah kenyang" Jawab Karin.


Karin dan kedua orang tuanya pu mengobrol sambil menikmati makan siang mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Karin.


" Karin"


" Kak Robby" Karin segera menoleh dan mendapati Robby yang tadi memanggilnya.


" Gimana kabarnya Rin, lama banget nggak ngasih kabar kakak" ucap Robby.


" Maaf kak, Karin sibuk ujian " Jawab Karin sambil tersenyum.


" Ini mama sama papa kamu? " Tanya Robby melihat papa dan mama Karin.


" Iya kak, kenalin ini papa sama mama Karin, Pa, ma ini temen Karin" Karin memperkenalkan satu sama lain.


" Halo om, tante saya Robby temen Karin" Sapa Robby pada papa dan mama Karin.


" Ooh temen nya Karin, tante kira pacar nya Karin. Habis nya ganteng banget, iya nggak Rin? " Goda mama Karin yang membuat Karin salah tingkah.


" Mama apaan sih, kan nggak enak sama kak Robby" Ucap Karin memprotes ucapan mama nya.


" Iya iya, maaf ya nak Robby tante cuma bercanda kok" Mama Karin meminta maaf pada Robby.


" Iya nggak papa tante" jawab Robby.


" Nak Robby sama siapa ke sini nya? " Tanya Papa.


" Sendiri om, kebetulan tadi habis pulang dari rumah sakit jadi sekalian mampir makan" Jawab Robby.

__ADS_1


" Gabung aja sama kita kalau nggak keberatan" ucap mama Karin.


" Nggak ganggu nih om tante? " tanya Robby.


" Tidak dong, iya kan Rin? " mama Karin meminta pendapat Karin.


" Iya kak, gabung aja sama kita" jawab Karin.


"Terima kasih om, tante" Robby pun duduk di kursi samping Karin yang kosong.


" Ooh iya nak Robby kuliah dimana? " tanya mama Karin.


" Saya kuliah di UI tante" jawab Robby.


" Ambil jurusan apa? "


" Kedokteran tante, sekarang sedang koas sudah jalan lima bulan" jelas Robby.


" Wah, sama dong dengan Karin. Jangan-jangan kamu ambil jurusan kedokteran karena Robby ya Rin? " Mama Karin tidak henti-henti nya menggoda anak nya.


" Iiih mami nggak lah " gerutu Karin karena kesal dengan mama nya.


" Karin mau ambil kedokteran juga? " tanya Robby pada Karin.


" Mau kuliah di Indonesia atau keluar negeri nih? "


" Tadinya sih mau di Aussie kak, tapi setelah di fikir-fikir mendingan di jakarta aja deh" ucap Karin.


" Belum ada kampus yang kamu daftarin? " Tanya Robby lagi.


" Udah ada dua kampus yang nerima Karin sih kak, sekarang bingung mau pilih yang mana"


" Wah, hebat dong. Kampus mana aja tuh? "


" Di pelita sama UI"


" Kenapa nggak ambil yang UI aja? "


" Pengen nya sih gitu, tapi di UI dapat beasiswa nya cuma 50% kalau di Pelita 70%".


" Ambil program beasiswa ya? "


" Iya kak, biar nggak terlalu berat biaya nya" ujar Karin sambil tertawa.

__ADS_1


" Ambil di UI aja kalau kamu mau Rin, papa masih sanggup kok biayain nya" ucap Papa Karin yang dari tadi hanya diam menyimak pembicaraan Robby dan Karin.


" Iya pa, nanti Karin pikir-pikir lagi deh" jawab Karin.


Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, akhirnya Karin dan orang tuanya memutuskan untuk pulang dan berpamitan dengan Robby.


" Kapan-kapan mau ke rumah ya nak Robby" ucap mama Karin.


" Iya tante, nanti kalau ada waktu pasti Robby main" Jawab Robby.


Karin dan orang tuanya masuk ke dalam mobil sementara Robby masih di luar, mereka melambaikan tangan pada Robby dan mobil pun meninggalkan restoran.


" Kenal sama Robby dimana Rin? " Tanya mama nya saat mereka berada di perjalanan.


" Di taman ma" jawab Karin.


" Udah lama kenal nya? ".


Karin menoleh dan memandang mama nya sekilas, dia merasa aneh kala mama nya jadi berubah perhatian seperti ini hingga ingin tahu tentang semua teman-teman nya.


" Belum lama ma, baru beberapa minggu yang lalu" ucap Karin.


Selama di perjalanan Karin merasa lelah menanggapi pertanyaan mamanya yang tidak ada henti nya. Mulai dari sekolah, hingga teman-teman nya. Dia pun juga akhirnya menceritakan masalah nya dengan ketiga sahabat nya hingga akhir nya membuat dia menjauh dari mereka.


" Kamu nggak coba denger alasan mereka menyembunyikan itu darimu? " tanya mama Karin.


" Buat apa ma, mereka udah nggak menganggap Karin temen karena bohong sama Karin tentang hal sepenting ini" Ucap Karin menahan jengkel mengingat kejadian di bandara waktu itu.


" Kamu nggak bisa dong narik kesimpulan sendiri kayak gitu"


" Nggak ada gunanya lagi di bahas ma, lagian Ardi juga udah pergi"


" Mungkin mereka punya alasan sendiri kenapa tidak memberitahumu. Kamu coba dengar kan dulu penjelasan mereka seperti apa, baru kamu bisa menyimpulkan" usul mama Karin.


" Iya ma" jawab Karin pada akhirnya menyetujui usulan mama nya.


***


Sesampainya di rumah Karin langsung masuk ke kamar dan membersihkan badan nya yang sudah terasa sangat lengket. Selesai mandi dia mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk dari teman sekelas dan juga kerabat dekat nya.


Banyak yang mengucap kan selamat atas kelulusan nya, termasuk ke tiga sahabat nya Sita, Dimas dan Rafi. Meski Karin tidak pernah membalas pesan mereka selama ini, tapi mereka masih sering mengirim kan pesan padanya.


Dari deretan pesan dan ucapan selamat itu, tidak ada satupun pesan dari Ardi. Hatinya sangat sakit mengingat Ardi yang tega membuat nya sakit seperti ini. Karena tidak mau terlarut dalam kesedihan, Karin membuka akun inst***** milik nya.

__ADS_1


Dia menscrol dari atas ke bawah, dan matanya terbelalak tidak percaya melihat Ardi untuk pertama kalinya memposting di akun nya setelah kepergian nya. Tapi yang membuat nya terkejut adalah perempuan yang ada di foto bersama Ardi.


__ADS_2