
Setiap pulang sekolah di rumah selalu saja masih sepi. Inilah yang dia rasakan selama beberapa tahun ini, selalu di rumah sendirian. Itu sebabnya Dia lebih suka pergi dengan teman-temannya sepulang sekolah daripada pulang ke rumah. Dia anak tunggal sementara papa dan mamanya mengelola toko textile usaha milik keluarga mereka.
Mereka berangkat pagi sebelum Karin bangun dan pulang saat Karin sudah terlelap di alam mimpi. Hanya ada mbok minah yang setia menemaninya sejak dia masih kecil. Mbok minah adalah orang yang membantu mamanya membersihkan rumah, memasak untuk Karin dan menjaga nya.
" Tau gini tadi aku pergi saja sama Sita, dari pada di rumah sepi". Gumam Karin begitu dia sampai di teras.
Dia duduk sebentar di kursi untuk melepas penat karena panas dari terik matahari yang begitu menyengat di siang hari. Tak berselang lama, pintu depan terbuka dan keluar lah seorang ibu paruh baya.
" Neng Karin udah pulang toh, kok gak langsung masuk saja". Sapa mbok Minah.
" Iya mbok, Karin baru saja sampai. Mau rehat bentar, panas banget". Jawab Karin.
" Lagian neng Karin di suruh bawa mobil tapi malah milih pake motor". Ucap si mbok lagi.
" Ribet mbok pake mobil, kalau lagi macet bisa telat nyampe sekolahnya". Jawab Karin.
" Mau di bikinin minuman dingin gak neng? ". Tawar mbok Minah.
" Boleh juga mbok, Orang juice ya. Anterin ke kamar aja, aku mau mandi dulu". Karin pun berlalu menuju kamarnya di lantai dua.
Saat sedang bermain sosmed, dia melihat akun Andre mengunggah sebuah foto. Yang membuat dia terkejut adalah, foto yang di unggahnya adalah foto dia saat sedang bersama dengan Andre.
" Haaah...!!!, gue gak salah lihat nih. Andre ngepost foto bareng sama gue? ". Teriak Karin dari dalam kamar.
" Gue gak salah lihat kan? Andre juga men-tag akun gue? ". Banyak notifikasi masuk ke dalam handphone milik Karin.
Berderet-deret Dm dan juga permintaan follow juga meningkat. Maklum saja, akun Karin memang di private, jadi tak banyak yang bisa melihat isi postingannya.
Dalam sekejab saja, Karin sudah menjadi artis dadakan, karena Andre juga lumayan terkenal di kalangan siswa sekolahnya maupun di sekolah yang lain.
" waah pacar baru kak Andre".
" Patah hati adek bang".
" Siapa sih cewek nya? dari sekolah mana? ".
" Tampang nya B aja".
__ADS_1
" Masih cantikan mantannya kak Andre yang OSIS itu".
" Semoga langgeng ya kak".
Masih banyak lagi komentar yang di baca Karin di postingan Andre. Tak jauh beda dengan isi Dm nya, banyak yang mendukung dia pacaran dengan Andre tapi juga banyak yang mencaci maki dan membully Karin.
" Jadi begini rasanya punya fans sekaligus haters ". Gumam Karin sambil meletakkan HP nya di atas tempat tidur lalu ikut merebahkan diri di sana.
" Lagian Andre gak pernah bilang apapun pada gue selama beberapa minggu kita deket . Kenapa dia tiba-tiba mengupload Foto bersamaku". Karin menerawang melihat ke atap kamar.
" Ardi kemana aja ya? apa dia sibuk? kenapa dia gak pernah nyapa ataupun menghubungi aku. Padahal WA sama instagram dia aktif terus". Lirih Karin pelan.
Selama Karin mulai dekat dengan Andre, Ardi tak sekalipun menunjukkan batang hidungnya di hadapan Karin. Sekalipun mereka berpapasan di kantin atau di Koridor kelas, pasti Ardi akan pura-pura tak melihatnya.
" Kamu kenapa sih Di, aku kangen tau gak bercanda bareng sama kamu lagi. Apa kamu udah punya cewek terus kamu lupain aku? ".
Tok... Tok... tok...
Karin terbangun dari tidur nya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk berulang kali. Dia meraih handphone nya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Dia pun segera bangkit dan beranjak menuju pintu untuk membukanya.
" Aduh gimana ya neng, mbok harus ke rumah sakit sekarang juga. Anak mbok sakit". Ucap mbok Minah dengan panik.
" Ya ampun mbok, sakit apa anaknya? ". Tanya Karin.
" Demam berdarah neng". Jawab mbok Minah.
" Astaghfirullah, yaudah mbok langsung ke sana saja. Tapi naik apa mbok, jam segini pasti angkot juga udah gak ada yang lewat". Tanya Karin lagi, mbok Minah tampak berfikir.
" Yaudah mbok aku anterin aja, tunggu bentar ya aku ganti baju dulu".
" Tapi apa gak ngerepotin neng Karin". Jawab Mbok Minah terlihat gak enak hati.
" Gak papa mbok, sekarang mbok tunggu di bawah sebentar lagi aku rurun". Setelah berkata demikian, Karin pun berlalu ke dalam untuk mengganti baju lalu mengambil Tas, dompet dan juga HP nya.
***Di jalan.
"Di rumah sakit mana mbok". Kini Karin dan mbok Minah sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
" Rumah sakit umum neng". Jawab mbok Minah.
Karin pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang di maksud oleh mbok Minah.
Untungnya jalanan tidak macet, jadi mereka bisa sampai rumah sakit setengah jam perjalanan saja.
Setelah mendapat balasan dari Suami mbok Minah di ruang apa anaknya di rawat, mbok Minah segera berlari menuju ke ruangan dengan di ikuti oleh Karin di belakangnya.
***
Di sini lah Karin berada, di dalam ruang perawatan Nova anak mbok Minah. Terlihat jarum infus dilengan kiri Nova, dan wajahnya yang begitu pucat.
" Neng Karin gak pulang dulu? nanti di cariin sama mama sama papa nya eneng lagi". Ucap mbok Minah.
Karin melihat jam di lengan kirinya lalu tersenyum.
" Baru juga jam delapan mbok, mereka pasti belum pulang. Tadi aku udah hubungi mama sama papa kok jadi mereka gak akan nyariin saya mbok". Jawab Karin.
" Tapi gak baik Neng anak gadis pulang malam-malam".
" Iya mbok, sebentar lagi Karin pulang kok. sekarang juga mama papa pasti belum pulang, bosen di rumah sendirian". Ucap Karin sambil melihat Si mbok dengan raut wajah sedih mengingat kesibukan kedua orang tuanya.
Mbok Minah merasa kasihan dengan anak majikan yang di rawatnya sejak masih balita itu. orang tuanya selalu saja sibuk bekerja, tak pernah memperhatikan keadaan putrinya itu.
Pernah waktu dulu Karin masih kelas lima SD, dan masuk rumah sakit. Tapi orang tuanya malah memilih tetap bekerja dan tak pernah sekalipun menunggui putri tunggal mereka.
Sebenarnya sudah lama mbok Minah ingin berhenti bekerja, tapi dia kasihan jika melihat Karin sendirian di rumah. Jadilah dia tetap bekerja hingga saat ini, paling tidak tunggu sampai nona mudanya itu masuk kuliah.
" Yaudah mbok, Karin pulang dulu ya". Pamit Karin pada akhirnya.
" Iya neng, Hati-hati di jalan ya. Langsung pulang jangan main lagi udah malem". Pesan mbok Minah.
" Iya mbok, Karin pamit dulu ya mbok, pak Ahmad".
" Iya neng, makasih sudah nganterin istri bapak sampai sini". Ucap pak Ahmad, suami dari mbok Minah.
Setelah mencium tangan pak Ahmad dan mbok Minah, Karin pun keluar ruangan. Tapi saat berada di lobby rumah sakit, dia seperti melihat bayangan orang yang dia kenal.
__ADS_1