JODOHKU TERNYATA SAHABATKU

JODOHKU TERNYATA SAHABATKU
Bab 2 Sekelas dengan idola


__ADS_3

**Pov Karin**


" Karin...!!! ".


Aku menoleh cepat mendengar namaku di panggil.


" Andre?? Lo di kelas ini juga?? ".


Aku membulatkan mata karena tak percaya bahwa Andre, kapten basket di sekolahku yang selama ini aku kagumi ternyata satu kelas dengan ku. Ternyata dia masih ingat pada ku setelah sempat satu kelas dengan ku waktu kelas 9.


" Iya, kita satu kelas lagi. kamu mau duduk di sini". Katanya sambil menunjuk bangku yang kosong di sebelahnya.


" Emang belum ada yang nempatin Ndre? ". Kataku basa-basi, padahal aku berharap banget bisa duduk di sebelah cowok yang menjadi idola di sekolahku itu.


" Kalau udah ada yang nempatin ya gak mungkin gue tawarin ke elo Rin". Jawabnya sambil bercanda.


" iya siapa tahu gitu udah ada temen lo yang duduk di sini duluan, kan gue jadi gak enak nanti" jawabku.


" Teman-teman gue gak ada yang sekelas sama gue" ucap Andre.


" Oke kalau gitu gue duduk sini ya" aku segera duduk di kursi samping Andre setelah dia mempersilahkan.


Hatiku rasanya senang sekali karena bisa sedekat ini dengan Andre. Sudah lama aku memperhatikannya, tapi kayaknya dia cuek aja. Mungkin karena waktu itu dia sudah punya pacar, dan kini ku tahu juga bahwa dia sudah putus dengan pacarnya yang anggota OSIS itu. Jangan tanya aku tahu dari mana, karena setiap hari yang gue lakuin cuma stalking akun sosmed dia selain stalking tentang idol Korea BTS dan Ji Chang wook oppa tentunya.


Gue memang sesuka itu dengan Korea, mulai dari makanan nya, bahasanya dan juga Idola gue yang menjadi alasan utamanya tentunya. Bahkan dulu gue pernah berencana buat kerja di Korea, tapi apalah daya orangtua tidak merestui nya. Tapi setidaknya gue masih bisa berlibur ke sana suatu saat nanti.


****


Karena hari ini adalah hari pertama masuk, tidak ada kegiatan belajar mengajar. Jadi semua siswa bebas, ada yang main basket dan bola di lapangan, di kantin, bahkan hanya sebatas nongkrong di taman belakang sekolah.


Aku memilih berada di lapangan bersama dengan Sita, melihat Andre yang sedang bermain basket. Tidak tahu kenapa hati ini selalu senang ketika melihatnya bermain basket. Terlihat lebih cool dan juga tampan pastinya.


" Sampai kapan sih elo jadi pengagum rahasianya dia". Tanya Sita di saat aku sedang fokus menatap Andre di lapangan.


" Terus gue harus gimana? gue juga udah seneng kok walau cuma jadi pengagum rahasianya". Jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari lapangan.

__ADS_1


" Baguslah kalau elo sadar". Katanya padaku. Akupun bingung dengan perkataannya barusan.


"Sadar? emang selama ini aku gak sadar " Batinku.


" Sadar gimana maksud kamu? ". Tanyaku padanya.


" Elo nggak akan pernah bisa sadar bahwa di sekitar lo ada seseorang yang tulus sayang dan cinta sama elo kalau di dunia lo cuma ada Andre " lirih Sita pelan.


" Elo ngomong apa Ta? " Tanyaku karena gue emang gak denger dia ngomong apaan.


" Aaah Saingan elo banyak kalau berniat dapetin dia. Tapi karena elo bilang sudah cukup hanya jadi pengagum rahasia, Gue bisa lega sekarang. Setidaknya elo nggak terlalu berharap lebih sama dia". Jelasnya padaku.


" Tahu nggak Ta, kalau gue ngomong ini sama elo pasti lo gak bakalan percaya ". Ucapku sambil menoleh padanya, Dia pun juga memalingkan wajah padaku.


" Kenapa?". Sita terlihat penasaran.


" Gue satu kelas sama Andre". Jawabku antusias.


" Terus kenapa kalau lo satu kelas dengan dia?". Tanya Sita lagi seperti tak perduli.


" Ya wajar aja kalau dia inget nama kamu, dia kan pernah satu kelas sama kamu waktu kelas 9". Sahutnya dengan nada sinis menurutku.


" Bukan cuma itu Ta, dia juga nawari gue buat duduk sebangku sama dia. Sumpah Ta , gue seneng banget tau nggak. Setidaknya gue di anggap ada sama dia". Ucapku begitu menggebu-gebu.


" Seriusan lo duduk sebangku sama dia? ". Sita terlihat terkejut.


" Beneranlah Ta, masak gue bohong sama lo".


Saat sedang asyik ngobrol dengan Sita, Tiba-tiba Andre yang berada di lapangan memanggil namaku dengan keras dan sambil melambaikan tangannya padaku. Tak hanya Andre yang menatapku, tapi banyak dari siswa yang kebetulan berada di sekitar lapangan pun juga ikut menatapku dengan heran.


Banyak di antara mereka yang berbisik-bisik dan melihat ke arahku. Pasti mereka sedang membicarakan aku, tapi aku tak perduli. Aku balas melambaikan tangan pada Andre dan tersenyum ke arahnya.


" Hai Karin". Kini Andre sudah duduk di sebelahku.


" Ha.. Hai ndre, udah selesai main basketnya?". Tanyaku padanya.

__ADS_1


" Udah". Jawabnya sambil menganggukkan kepala.


" Oh iya Ndre, kenalin ini sahabat gue Sita". Aku memperkenalkan Sita pada Andre saat dia menyenggol lenganku.


" Oh iya, aku tahu gue yang sering bareng sama Karin kan. Aku Andre, salam kenal ya ". Andre mengulurkan tangan ke pada Sita.


" Iya, salam kenal juga Ndre". Jawab Sita menerima uluran tangan Andre.


" Rin, kamu pulang naik apa nanti?". Tanya Andre padaku.


"Apakah Andre ingin pulang bareng sama gue? sayang sekali aku bawa motor sendiri "Batinku.


" Gue bawa motor Ndre. Kenapa emangnya? ". Aku balik bertanya pada Andre.


" Gak papa Rin, tadinya gue mau ajakin lo balik bareng. Yaudah next time aja ya". Ucap Andre sambil tersenyum manis padaku.


"Ya ampun Ndre, please jangan senyum kayak gitu ke gue. Gue gak sanggup menahan pesonamu kalau kayak gini " . ucap Karin dalam hati.


" Iya ndre". jawabku.


" Mau ke kelas bareng nggak? gue mau balik nih". Tawar Andre lagi yang kali ini tidak ku sia-sia kan.


" Boleh Ndre, ayok Ta balik ke kelas ". Akupun menarik paksa lengan Sita yang nampak malas berjalan bersamaku dan Andre.


.


.


.


Kini aku sudah berada di parkiran bersiap untuk pulang. Ku lihat Ardi datang dan langsung memakai helmnya dan berlalu pergi begitu saja tanpa menyapaku.


" Ardi kenapa sih, kok tumben banget dia gak nyapa gue. Apa dia gak lihat ada gue di sini? tapi masak gue segede gini gak di lihat sama dia". Gumamku pelan.


" Yaudahlah, mungkin emang Ardi lagi buru-buru dan nggak lihat gue beneran" gue mencoba berfikir positif.

__ADS_1


Gue pun memilih nggak memikirkan nya lagi dan melajukan motorku menuju ke rumah. Mungkin Ardi sedang ada urusan penting tadi jadi terburu-buru. Makanya dia gak ngelihat ada gue.


__ADS_2