Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}

Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}
#12


__ADS_3

pesan yang di kirim om Alex hanya di read saja om Alex menaruh ponsel nya di kantong saku celananya lagi. Fira sedari tadi hanya diam ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Vino yang sedang di tangani oleh dokter. Tante Aisyah masih geram dengan orang yang ingin menembak keponakannya namun sepupunya lah yang melindunginya.


Fira teringat ucapan seseorang yang mengatakan: jika memang jodoh pasti akan bertemu, jika ia benar-benar mencintaimu maka ia akan melakukan apa saja untuk mu termasuk melindungi mu dari bahaya yang mengintai diri mu. Ia akan menjadi perisai untuk mu, walau pun ia tau bahwa diri mu tak mencintai nya namun bagi dia melindungi mu adalah tugas utamanya.


...Kurang lebih seperti itulah kata-kata nya...


Sudah hampir 5 jam dokter di dalam ruang IGD, om Alex, tante Aisyah, dan Fira sudah mulai khawatir soalnya dokter begitu lama di dalam ruangan itu. Bahkan ketiga manusia itu melewatkan makan siang mereka namun tidak dengan kewajiban mereka terhadap sang rabb mereka. Mereka saling gantian untuk menunaikan ibadah sholat zuhur tadi, begitupun saat akan sholat asar.


tak berselang lama ada suster keluar dari ruang IGD dengan membawa kertas di tangannya seraya berkata.


"Sus bagaimana ke adaan sepupu saya? " tanya tante Aisyah penasaran


"pasien kehilangan banyak darah dan kebetulan darah itu sangat langka dan darah itu tidak ada stok di rumah sakit ini, jika di antara kalian ada yang memiliki golongan darah yang sama boleh di donor kan" ucap suster


"golongan darah nya emang apa Sus? " tanya om Alex


"Rh-null " jawab suster


"golongan saya o apakah tidak bisa Sus? " tanya tante Aisyah


"tidak bisa bu" jawab suster


"saya golongan darah nya Rh-null Sus ambil darah saya saja" ucap seseorang yang datang tiba-tiba


"om" ucap tante Aisyah dan om Alex bersamaan

__ADS_1


"ambil darah saya Sus" ucap lelaki itu lagi


"baik Pak mari ikut saya untuk mengecek cocok atau tidak nya" ucap suster


"baik sus saya akan menyusul setelah mengobrol sebentar dengan mereka" ucap lelaki itu


"baik Pak" ucap suster


setelah suster pergi lelaki itu mendekat kearah tante Aisyah dan om Alex , btw Fira jauh dari mereka ya duduk nya walau pun satu tapi ia menjaga jarak dengan tantenya karena merasa bersalah.


"Aisyah, kalau Vino sudah sadar nanti tolong kasih surat ini yah, jangan bilang dari om kalau kamu bilang dari om takutnya dia gak akan terima" ucap lelaki itu yang tak lain adalah papa dari Vino


"baik om" ucap tante Aisyah seraya mengambil amplop berwarna coklat yang di berikan oleh papa Vino


"kalau gitu om pamit dulu ya" pamit papa Vino


papa Vino berjalan menuju ruang donor darah namun matanya melihat sesuatu yaitu keberadaan Fira yang sedang menunduk, papa Vino mengabaikan nya yang ada di pikirannya sekarang adalah keselamatan anak nya. Ia akan berbicara dangan Fira di lain waktu jika bertemu kembali.


setelah donor papa Vino izin pulang duluan, padahal kata suster ia harus istirahat dulu beberapa saat baru boleh pulang namun papa Vino beralasan ada urusan yang penting jadi ia harus pulang mau tak mau suster mempersilahkannya untuk pulang.


Setelah mendapatkan donor darah keadaan Vino mulai membaik dan sekarang ia berada di ruang inap rumah sakit.


Fira pamit pulang karena sudah sore dan anak om dan tante nya berada di rumah saudara karena gak mungkin mereka berdua tinggal di rumah berdua karena gak ada siapa pun selain sopir dan pengurus kebun di rumah tante nya.


............

__ADS_1


...Dalam ruangan inap Vino...


Vino perlahan membuka matanya, mungkin obat bius nya sudah hilang.


"a-ir" ucap Vino terbata-bata


"nih lo minum dulu " ucap om Alex memberikan gelas yang ada sedotannya


setelah minum kesadaran Vino sudah pulih


"keponakan lo mana dia gak kenapa-napa kan? " tanya Vino


"Fira gak kenapa-napa, ada yang sakit gak?, kenapa lo ada di mall? " tanya om Alex


"syukur kalau dia gak kenapa-napa, bagian perut gue sakit, sebenernya gue penasaran sama keponakan lo dari dia nundukin pandangannya ke lelaki sikap nya dan itu membuat gue penasaran sama dia" jelas Vino


"di bagian perut lo ada peluru jadi dokter mengambilnya untung peluru nya gak terlalu dalam, kalau lo cuman penasaran aja lebih baik lo jangan deketin keponakan gue deh gue gak suka keponakan gue di buat mainan sama lo" ucap om Alex tegas


"gue gak main-main sama keponakan lo justru gue pengen dia jadi milik gue, entah kenapa saat liat dia di pandang sama lelaki lain gue gak terima gitu. Gue juga gak tau perasaan apa itu udah lama gak pernah muncul dan sekarang setelah sekian tahun muncul lagi dan itu begitu saja tanpa gue rasa" lirih Vino


ceklek (pintu ruang inap Vino terbuka)


"no kamu udah bangun ada yang sakit?, atau kamu mau sesuatu?, atau perlu aku panggilkan dokter?, " ucap tante Aisyah


"syah gue sehat gue baik-baik aja" ucap Vino

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2