
Saat mereka kembali ke dalam rumah semua orang sudah ada di meja makan. Semua orang memperhatikan mata sembab milik nesa dan vian yang berada di samping nesa membuat semua orang berpikir negatif.
"APA YANG KAMU LAKUKAN SEHINGGA ANAK SAYA MENANGIS" bentak ayah nesa membuat semua orang memperhatikan mereka
"maaf se-"
"APA YANG KAMU LAKUKAN VIAN?! " papa restu juga mulai berpikiran negatif
"pa-
" SAYA TAK PERNAH MEMBUAT PUTRI SAYA MENANGIS DAN KAMU MEMBUAT PUTRI SAYA MENANGIS?! " suara bentakan milik ayah nesa terdengar lagi
"SAYA MENYESAL TELAH MENYEKOLAHKAN KAMU TINGGI"
DEG hati vian bagaikan di tusuk ribuan belati saat mendengar ucapan papa restu
"JIKA ANDA TAK INGIN MENYEKOLAHKAN SAYA BILANG SEJAK AWAL, SAYA MEMANG TIDAK PUNYA APA-APA TAPI SAYA, BISA BEKERJA DI CAFE ATAU JADI KULI PANGGUL ITU LEBIH BAIK DARI PADA SAYA MENDENGAR UCAPAN ANDA ...... bukan kah sejak awal saya datang anda tidak suka dengan saya?! jika bukan anda yang membuat saya sekolah di jogja mungkin saya sudah bahagia dengan gadis saya..... lebih baik saya menjadi gembel dari pada mengemis untuk sekolah tinggi. Dan satu lagi makasih karena anda telah membesarkan saya 10 tahun lamanya" ucap Vian pada akhirnya tersulut emosi "oh ya kirim rincian selama saya hidup dengan anda dan kirim nomor rekening anda kepada saya mungkin saya tak akan melunasi nya sekarang tapi saya akan menyicil nya" ucap Vian dan pergi dari meja makan
"VIAN!!! " teriak Vino namun tidak di hiraukan oleh vian
"sayang kamu di apa-in sama dia? " tanya mama nesa
__ADS_1
"yah" panggil nesa "ini bukan salah kakak " lanjut nesa
"ini bukan salah kak vian nesa menangis karena terharu Gita akan menikah dan kak vian kembali!!! " ucap nesa tegas kepada ayahnya baru kali ini nesa berani mengangkat pandangannya dan menatap mata sang ayah
"maksudmu? " tanya Gita
"apakah ayah ingat dengan remaja di taman 13 tahun yang lalu? " tanya nesa dan ayahnya hanya menggelengkan kepalanya "dia adalah kak vian dia yang membuat aku jatuh cinta untuk yang pertama kali yah, Dia yang meyakinkan ku bahwa janji harusnya di tepati bukan di ingkari, dia yang adalah tempat curhat aku di saat kalian sibuk, di saat kalian ingkar kalian banyak menjanjikan aku tapi kalian juga yang mengingkari nya. hiks"ucap nesa dengan air mata nesa menegaskan di kalimat di tepati dan di ingkari
"kamu harus mengerti sayang kami kerja itu juga demi kamu" ucap sang mama
"iya iya aku tau, tapi aku juga gak butuh uang kalian aku juga butuh kasih sayang kalian, aku tumbuh dengan keadaan bukan usia ku. Aku tumbuh menjadi anak yang ceria tapi nyatanya aku adalah anak yang rapuh, aku tumbuh menjadi anak yang kuat tapi nyatanya aku adalah anak yang lemah, dan aku tumbuh menjadi anak yang selalu di perhatian orang tuanya adalah dusta karena aku sebenarnya tidak pernah mendapat kan nya dari kalian. Aku mendapatkannya dari art rumah ku sendiri...... cinta pertama ku telah mematahkan hati ku dengan mengingkari janji nya, di saat aku mulai menemukan cinta di luar kalian melarang ku..... terus aku harus cari cinta di mana!!!!!!!!?????? "ucap nesa penuh penekanan
Gita mamah nesa dan ayah nesa tak percaya bahwa yang nesa yang selama ini mereka liat adalah nesa yang rapuh, dan lemah. mama nesa mendekat ia ingin memeluk putri nya namun nesa menepis nya.
"say-"
"aku mau nenangin diri dulu, aku bakalan balik ke rumah kalau udah tenang maaf karena telah membentak dan meninggikan suara di depan kalian " ucap nesa menyatukan kedua tangan nya π
"aku pamit assalamu'alaikum" pamit nesa
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" ucap mereka
__ADS_1
...π»β¨...
Siapa sangka nesa yang begitu ceria ternyata rapuh, sandarannya pergi selama 13 tahun lamanya. Sandarannya kembali di saat ia sudah dewasa sudah bisa menyembunyikan rasa rapuh, rasa putus asa, kecewa, dan bisa menampilkan senyum palsu, kebahagian palsu, semuanya palsu yang asli hanya lah nesa yang rapuh. Nesa ingin egois namun ucapan vian selalu terngiang-ngiang di telinganya kurang lebih seperti ini ucapan vian.
"jangan pernah egois karena semuanya tak harus mengerti kamu, egois hanya untuk mereka yang tak punya perasaan" ucap vian
nesa duduk di bangku taman terlihat sepi hanya suara segukan dari tangisan nesa. Vian datang dan duduk di sebelah nesa dan memberikan air mineral.
"kak hiks mereka jahat hiks" ucap nesa
"gapapa mereka jahat asalkan kamu jangan yah.... ingat orang jahat, egois, dan pembohong adalah mereka yang tak punya perasaan dan pikiran" ucap vian
"kenapa? " tanya nesa
"karena mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri, mereka tak pernah memikirkan orang lain saat mereka berbuat jika mereka mempunyai perasaan dan pikiran mereka akan memposisikan diri mereka kepada kita sebelum mereka berbuat sesuatu" ucap vian dengan senyum
...πΌβ¨...
BERSAMBUNG.......
PAPAY
__ADS_1
SEE YOU NEXT EPISODEπ