
di sisi lain
"ukhti Fira" panggil seseorang dari belakang lantas Fira menoleh ke belakang
"na'am, ada apa akhi? " tanya Fira tak menatap lawan bicaranya
"ana mau bicara sesuatu kepada ukhti" jelas lelaki itu
"bicara soal apa akhi? lebih baik kita duduk dulu kasihan Rara berdiri terus pasti pegal" ujar Fira
"na'am" ucap lelaki itu mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka bertiga (Fira bersama salah satu anak jalanan yang di buang oleh orang tua nya, karena pendengarannya yang bermasalah)
Setelah mendapatkan tempat duduk yang pas dan nyaman lelaki itu duduk agak jauh dari Fira karena Fira bukan mahram nya, Fira mendudukkan Rara di tengah-tengah mereka, Rara sebagai batas dari kedua nya.
"emmm akhi Zidan mau bicara apa? " tanya Fira
"apakah anti sudah di khitbah? ana ingin meng-khitbah anti" tanya lelaki itu yang di ketahui bernama Zidan
"afwan sebelum nya akhi ana tidak mau membicarakan soal ini dulu, ana mau fokus ke kuliah ana dulu, namun jika memang sudah jodohnya pasti akan bertemu jalan nya. Afwan akhi ana sedang mencintai salah satu dari hamba-nya, bukan nya ana melarang akhi untuk meng-khitbah ana. Jika memang akhi serius dengan ana boleh kah akhi menunggu sebentar lagi agar ana bisa memantapkan hati ana untuk siapa, namun jika akhi tidak mau dan sudah ketemu jodoh akhi, silahkan ana tak melarang, ana yakin jodoh akhi lebih baik dari ana "jawab Fira
" na'am aamiin, ana faham jika anti sudah mendapatkan keputusan tolong beritau ana, ana pamit dulu assalamu'alaikum "pamit Zidan
__ADS_1
"na'am,Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Fira
............
jam begitu cepat berputar dan sekarang saat nya Fira dan komunitas nya untuk pulang walau pun ini baru pukul 04:00 namun tugas mereka sudah selesai, mereka akan kembali ketempat yang sama untuk membimbing mereka ke jalan yang benar, belajar tentang ikhlas, sabar, dan sebagainya.
Fira melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata menuju rumah tante nya, jalan raya sangat padat karena ini adalah jam pulang kantor. Fira berpisah dengan komunitas nya di persimpangan jalan, Fira memberhentikan motornya di salah satu toko kue. Fira turun dari motornya setelah memarkirkan motornya, Fira masuk ke toko kue tersebut, Fira melihat-liat kue yang di pajang di etalase, rak dan kulkas toko itu. Fira mengambil troli yang di sediakan di toko itu.
Fira mengambil beberapa brownis, kue kering, dan beberapa macam makanan ringan lain nya.
(anggap sudah di toples in ye)
(anggap sudah di topelesin ye)
__ADS_1
(anggap sudah di topelesin ye)
(karena Fira pencinta keju kaya author yg cantik ini haha canda² jadi dia beli di bagian sebelah makanan perkejuan haha)
Setelah memilih dan membayar Fira kembali melajukan motornya untuk pulang. Tak butuh waktu lama Fira sudah ada di garasi untuk memarkirkan motornya, Fira memencet bel dan mengucapkan salam. Tak berapa lama pintu rumah di bukakan oleh sang pemilik rumah alias tante Aisyah. Fira mencium tangan tante nya dan memberikan paper bag yang berisi makanan yang ia beli tadi.Fira pamit ke kamar nya untuk mandi dan istirahat sebentar sebelum membantu tantenya memasak untuk makan malam di dapur.
Bersambung.......
"tetaplah tersenyum walau tak mampu" - J-Hope BTS
__ADS_1