Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}

Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}
#42


__ADS_3

"namun, mungkin memerlukan beberapa minggu untuk menyembuhkan lukanya sampai kering, atau sampai jahitan di bahunya mengering barulah pasien boleh pulang" jelas dokter widya


"apakah boleh jika, Fira berpergian untuk pindah rumah sakit? " tanya mamah Fiola


"saya sarankan tetap di sini sampai kondisinya stabil, karena lukanya belum sembuh/jahitannya belum mengering jadi belum di perbolehkan, tapi saya serahkan kepada keluarga jika memang itu yang terbaik mangga kalau tidak pun tak apa-apa" jelas dokter widya


"kalau tak ada yang mau di tanyakan saya pamit dulu, dan kalian bisa menjenguk pasien, saat pasien sudah di pindahkan ke ruang rawat/inap" lanjut dokter widya


"baik dok" ucap mereka


............



...(ruang inap Fira)...


semuanya berkumpul di ruang rawat inap Fira tanpa mereka sadari waktu begitu cepat berjalan, jam sekarang menunjukan pukul 17:45 artinya setengah enam lewat lima belas menit. sebentar lagi azan magrib akan di kumandangkan.


"vin aku sama suami ku balik dulu ya kasian anak-anak di titipin ke umi" pamit tante Aisyah


"iya syah hati-hati di jalan" pesan Vino


"iya saya pamit dulu assalamu'alaikum" pamit om Alex


"waalaikumsalam" jawab orang yg berada di ruangan itu


"gw dan yang lain juga pulang ya vin, kalau ada apa-apa telepon gw sama yang lain kita selalu ada buat lu" ucap elang dan di anggukan oleh Vino


"ma, pa, tan, om, oma, kita pulang dulu ya kalau ada apa-apa hubungi kita aja" lanjut elang berpamitan


"assalamu'alaikum" ucap mereka


"waalaikumsalam" jawab yang berada di ruangan Fira

__ADS_1


oma pamit untuk pulang, di sambung dengan mama cindi dan papa restu pun pamit, dan terakhir papah faqih pamit sekarang tinggal mamah Fiola dan Vino di ruangan inap Fira.


.............


sekarang jam menunjukan pukul 02:00 dini hari, tiba-tiba monitor Fira berbunyi sangat nyaring. Vino dan mamah Fiola lalu bangun dan membunyikan alat penghubung ruang inap ke ruang dokter yang bertugas.


sekitar 3 dokter datang dan meminta mamah Fiola dan Vino menunggu di luar ruangan karena mereka akan menangani Fira lebih lanjut. Vino menatap pintu ruang Fira dengan tatapan kosong ia beristighfar di dalam hati dan terus berzikir dengan tasbih di tangannya. mamah Fiola pun sama dengan Vino hanya bisa berdoa dan berzikir di dalam hati agar anak nya baik-baik saja.


tak lama keluarlah dokter yang tadi menangani Fira di dalam.


"bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Vino


"maaf istri bapak tak bisa kami selamatkan" ucap dokter lia


"apa yang anda maksud istri saya, bakalan sembuh, istri saya gak mungkin ninggalin saya, gak haha gak mungkin" ucap Vino


mamah fiola pingsan saat mendengar bahwa anak semata wayang nya meninggal dunia, Vino berlari masuk dalam ruangan Fira. Vino memegang tangan Fira yang dingin dan muka yang pucat.


"yang ayok bangun..... "ucap Vino seraya mengguncang tubuh Fira


.............


...**FIRA AZ-ZAHRA...


...BINTI...


...FAQIH**...


batu nisan itu tertulis dengan jelas nama nya, tanahnya masih merah dan masih basah banyak bunga di taburkan di atas gundukan tanah itu. Vino menatap datar tanah Merah itu, ia teringat ucapan dokter semalam.


flashback on


" sebelum pasien kena tembakan pasien pernah ke rumah sakit ini untuk memeriksa kesehatannya lalu kami periksa dan ada tumor ganas di dalam tubuhnya, tumor nya sudah stadium akhir dan itu menyebabkan tubuh pasien tak bertahan lama karena ke habisan darah dan peluru nya pun sangat dalam"jelas dokter lia

__ADS_1


semua yang ada di situ syok termasuk Vino, Vino langsung jatuh ke lantai saat mendengar penjelasan dari dokter lia. sedangkan yang lain tak kuasa menahan tangis nya dan akhirnya mereka menangis.


flashback off


"vin saya dan yang lain turut berduka cita atas meninggalnya istri kamu" ucap salah satu rekan bisnis Vino


satu persatu anggota keluarga pulang termasuk teman-teman kerja Vino maupun teman pondok dari fira. Vino masih tetap diam di tempat dengan di temani sahabat dan Zidan.


Hujan turun begitu deras sahabat Vino meminta Vino berteduh bersama mereka di rumah penjaga makam itu. Namun Vino tak menggubris ucapan dari sahabatnya.


"selamat tidur zawja nya Vino" ucap Vino


............


waktu terus berjalan tak terasa 4 tahun sudah, 4 tahun Fira meninggalkan Vino dan yang lain. Vino yang berubah menjadi gila kerja, mamah Fiola dan papah Faqih yang sudah bercerai, kakek dan nenek Fira sudah di panggil oleh Allah tepat 40 hari Fira meninggal.


"vin lo gak ada niatan buat nikah lagi gitu? " tanya gala


"gak" jawab Vino singkat


"huh gw udah punya anak dua,kian 2,saga 3,elang istrinya lagi hamil, dan seno istri lagi hamil anak ke 3 nya. Dan lo udh hampir 4 tahun lu kaya gini apa lu gak ada niatan buat nikah lagi" jelas gala


gala menikah 2 tahun yang lalu dan alhamdulillah dia di karuniai anak kembar satu cowok dan satu cewek, saga menikah 3 tahun lalu dan di karuniai 3 anak, 2 cowok dan satu cewek. elang menikah baru-baru ni belum lama pernikahannya baru menginjak 8 bulan pernikahan, sedangkan seno menikah 2 tahun lalu anak pertamanya kembar dan sekarang istri nya sedang mengandung anak yang ke 3.


Vino tak menggubris ucapan gala, dia hanya fokus pada pekerjaan nya.


...end-...


...*Semua cerita tak harus berakhir bahagia, kadang cerita juga harus berakhir sedih....


Saya mengucapkan terimakasih atas apresiasi kalian semua dan support dari kalian yang membuat saya sampai titik ini.


Saya tak akan menjadi apa² tanpa kalian, saya akhir cerita ini dengan sad ending maaf jika selama ini saya mempunyai salah dalam penulis kata atau pun penulisan kalimat yang membuat kalian tersinggung.... 🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2