Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}

Jodohku Ternyata Sepupu Tante Ku {S1 & S2}
S2-11


__ADS_3

"Sepertinya besok aku mau ke makam ibu dulu baru bikin resep keu yang baru aja.... udh lama aku gak ke makam ibu, aku juga kangen ibu pengen curhat sama ibu... " ucap Gita


"ya udah sekarang aku mandi dulu baru sholat isya abis itu tidur " ucap Gita lagi


Gita berjalan ke arah kamar mandi, setelah beberapa menit Gita mandi akhirnya selesai. Gita keluar kamar mandi sudah mengenakan baju tidur nya berlengan panjang. Gita juga sudah mengambil wudhu, Gita melaksanakan shalat isya nya dengan khusyu. Setelah shalat Gita menyempatkan diri untuk murajaah, yap Gita sudah hafal 30 juz al-quran. Gita sudah hafal 30 juz al-quran saat umurnya genap 16 tahun, Gita sedari kecil di ajarkan untuk membaca alquran oleh ibu nya. Ibu Gita adalah seorang guru ngaji di tempat nya dulu sebelum pindah ke Jakarta.


Ayah Gita meninggal tepat di ulang tahun Gita yang ke 10 saat itu, sang ayang ingin memberikan Gita hadiah sebagai kado ulang tahun dan keberhasilan Gita karena sudah hafal 6 juz al-quran.Namun naas saat hendak menyebrang ayah Gita tak memperhatikan jalan dan akhirnya ia meninggal di tempat karena tabrak lari. Sang pelaku penabrakan sudah di penjara dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dengan denda 12 juta rupiah. Gita hanya bisa memaafkan perbuatan dari sang pelaku toh itu ayah nya yang kurang berhati-hati, Gita tak punya dendam saman sekali kepada pelaku ia hanya memperingati pelaku agar berhati-hati dalam mengendarai mobil...

__ADS_1


kembali ke topik


Gita membereskan mukena dan sajadah nya setelah itu ia tidur karena hari ini sangat melelahkan apa lagi jika mengingat kejadian tadi di restoran huh membuat Gita pusing dengan kelakuan tante nya itu.


Jika Gita sudah di alam mimpi nya beda lagi dengan Vino yang sedang duduk termenung di ruangan kerja nya. Di ruangan kerja Vino banyak sekali foto Fira, yap Vino belum dapat melupakan Fira. Vino meminum teh hijau buatan bi ijah yang sudah Vino anggap seperti ibu sendiri. Teh hijau membuat pikiran Vino menjadi tenang, Vino sedang memikirkan tentang omongan lelaki paruh baya itu. Vino mulai mengambil kardus yang ia minta kepada pelayan di rumahnya itu, setelah itu ia mengambil satu per satu foto Fira yang terpajang dengan rapih.


Vino mengambil foto milik Fira di nakas

__ADS_1


"huh.. sekarang aku harus buka lembaran baru entah bersama siapa nantinya..... kamu tak marah kan jika aku dekat dengan perempuan atau bahkan menikah?. Aku yakin kamu gak suka dengan aku yang sekarang..... Kenapa harus kamu yang ketemu dengan mamah duluan?...... pasti di kehidupan selanjutnya aku bakalan nentang takdir jika kita tak dipersatukan..... Tunggu aku di sana bidadari ku"ucap Vino


"besok aku bakalan ke makam mamah terus berangkat ke Bandung buat ke rumah kamu tunggu aku, aku bakalan bawa bunga mawar putih kesukaan kamu" ucap Vino


....... ...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2