
Vino dan Fira sudah berada di restoran, semua mata tamu tertuju pada pasangan pengantin yang sangat serasi, dan tentunya berbeda umur xixixi. Vino dan Fira berjalan ke arah panggung pengantin/pelaminan (bener gak sih?), setelah mereka di pelaminan banyak tamu beriringan menyalami pengantin baru ini, sebenarnya acara di mulai pukul 08:00 tapi tamunya sudah datang sejak pukul 07:30 jadi mau tidak mau mereka memulai acaranya.
sekarang adalah bagian sahabat Vino yang datang ke Bandung hanya untuk menemani dan melihat Vino dan Fira nikah.
"selamat menempuh hidup baru vi" ucap gala
"makasih udah datang " ucap Vino
"ya elah lu mah kaya ke siapa aja" celetuk elang
"oh ya kado dari kami tadi udah di kasih ke tante Fiola" lanjut elang
"makasih ya" ucap Fira sekarang
"sama-sama slow sama kita mah" ucap mereka
setelah cepaka-cepiki mereka semua berfoto, kalau kata kian mah "buat kenang-kenangan kan momen langka Vino di pelaminan" dan membuat semua yang ada di pelaminan tertawa termasuk teman-teman pondok pesantren Fira yang datang.
"selamat ukhti Fira, semoga pernikahannya sakinah, mawadah, dan warohmah " ucap seorang lelaki
"aamiin na'am syukron, syukron akhi dan yang lain datang jauh-jauh ke Bandung " jawab Fira
"na'am afwan" ucap lelaki itu
__ADS_1
sekarang lelaki itu berhadapan dengan Vino yang sedari tadi mengedarkan penglihatannya tanpa memperhatikan orang yang berbicara kepada istrinya.
"sel-" ucap lelaki itu berhenti karena familiar dengan wajah lelaki di hadapannya
"ustadz zidan " ucap Vino kaget
"bang Vino jadi bang Vino suami dari teman saya" ucap zidan
ya lelaki itu adalah zidan walau saat melihat suami Fira itu adalah Vino ada ketidak rela-an di hatinya. Fira yang selama ini ia cintai dalam diam, tapi Fira menikah dengan Vino salah satu murid nya yang masih awam terhadap agama.
"jadi yang kamu bilang ada acara di bandung ini? " tanya Vino dan di anggukan oleh zidan
"apakah Fira yang kamu cinta dalam diam selama ini? " tanya Vino berbisik kepada zidan dan di anggukan kembali oleh zidan
"saya titip kan ukhti Fira ke bang Vino jangan buat dia bersedih, apa lagi menangis. Ukhti Fira mencintai bang Vino sebelum bang Vino mengkhitbahnya " ucap zidan berbisik
"aamiin makasih udah datang dan" ucap Vino berterimakasih
dan di anggukan oleh zidan
.............
Acara berjalan dengan lancar namun makin siang makin banyak tamu yang datang karena di sini banyak sahabat, dan juga saudara dari mamah Fiola dan oma sarah terutamanya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari semua ada seseorang yang telah mengincar Vino, dan berancang-ancang akan menembak Vino.
"𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘝𝘪𝘯𝘰 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘬𝘶, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘺𝘢 " ucap seseorang dengan pistol di tangannya
3.....
2.....
1.....
dor....
peluruh itu melesat dari pistolnya, Fira yang menyadari peluru akan mengenai siapa langsung mendorong Vino dan alhasil peluru itu mengenai bagian bahu sebelah kanan Fira. semua orang langsung panik dan berhamburan keluar dari restoran dan ada sebagian berlindung di bawah meja restoran.
tubuh Fira ambruk namun dengan sigap Vino menangkap nya, dan menaruh kepala Fira di pahanya. Darah segar mengalir begitu deras, om Alex segera menelepon ambulans, sedangkan tante aisyah sedang membantu menyadarkan mamah Fiola karena pingsan melihat darah yang deras keluar dari tubuh Fira.
"za jangan tutup mata kamu okey" ucap Vino dengan air mata yang tak tertahan lagi
"a-na . .. uhibb-uka. .. fi-ll-ah " ucap Fira terbata-bata
"ahabbakalladzi ahbabtani lahu hiks" jawab Vino dengan sendu
setelah mendengar jawaban Vino, Fira menutup matanya. Dan tak berselang lama mobil ambulans datang dengan segera petugas rumah sakit membawa tempat tidur dari rumah sakit yang biasa berada di mobil ambulans. Vino menggendong Fira dan ia ikut mobil ambulans sedangkan keluarga yang lain akan menyusul setelah mamah Fiola sadar, sahabat Vino sebagian ikut seperti gala, kian, dan seno sedangkan elang dan saga menangani pelaku dari penembakan tersebut.
__ADS_1
...................
BERSAMBUNG........