
Lampu ruang operasi masih berwarna merah menandakan operasi belum selesai sudah 2 jam Vino, gala, dan seno menunggu di depan ruang operasi. Sejak Fira masuk ruang operasi Vino terus saja risau padahal sudah di ingatkan oleh seno dan gala untuk berdoa. kian? sampai sekarang ia belum menunjukan batang hidung nya mungkin jalanan macet karena mengingat bahwa hari ini adalah hari weekend banyak orang yang menggunakan waktu nya untuk piknik ataupun Jalan-jalan bersama keluarganya.
tak
tak
tak
suara sepatu begitu nyaring di Koridor rumah sakit (biasa sepatu mahual hihihi) . ketiga manusia yang berada di luar ruang operasi mengalihkan perhatiannya, dari pintu ruang operasi ke sosok manusia yang baru saja datang dengan 2 paper bag di tangannya.
"assalamu'alaikum sorry gw lama tadi bantu Alex ngurus CCTV di restoran" ucap orang itu
"waalaikumsalam, gapapa lu tau dari mana kita ada di sini? " tanya gala
"tadi tanya ke suster yang lewat ruangan Fira ternyata di sini, eh ko di ruang operasi? " tanya nya
"pelurunya terlalu dalam dan itu di haruskan operasi" ucap gala
"oh, ini baju lu vin, ini makanan dari oma sarah katanya lu belum makan dari tadi pagi terus oma sarah juga ngasih makanan buat kita buat makan siang" jelas orang itu yang tak lain adalah kian/tama
"hmm iya nanti gw ganti baju nya" ucap Vino matanya masih menatap kosong pintu ruang operasi tersebut
__ADS_1
"vin ganti sekarang nanti darah nya malah gak bisa di bersihin di baju nya " ucap seno dingin tapi terkesan perhatian
"hmm"
"ham hem ham hem cepat ganti kalau istri lu udah sadar gw aduin lu " ucap gala menyahuti jawab Vino
"iya, iya" ucap Vino berjalan menuju ruang operasi dengan membawa paper bag di tangan nya.
..............
mamah Fiola, papah Fiqih, oma sarah, papa restu, mama cindi, tante Aisyah, dan om Alex sudah berada di rumah sakit. Mereka sudah menunggu hampir 1 jam di luar ruang operasi namun , lampu ruang operasi masih berwarna merah menandakan operasi belum selesai.
"ini dokter lama banget sih" resah mamah Fiola
"sttt jangan pikir yang macem-macem la, mamah yakin cucu mamah bakalan sembuh" ucap oma
mamah Fiola hanya mengangguk, sedangkan Vino? jangan di tanya ia sedang melamun menatap kosong pintu ruang operasi yang sedari tadi tertutup.
"arghhhhhh" teriak Vino seraya memukul tembok di samping nya
semua orang yang ada di situ panik dan langsung menenangkan, Vino terutama sahabat nya.
__ADS_1
"istighfar vin, kenapa lu? " ucap elang
"astaghfirullah" ucap Vino menuruti perkataan elang agar beristighfar
"kenapa? " tanya gala
"Fira bakalan sembuh kan? gw gak becus ya jadi suami nya mana ada suami yang biarin istri nya gantiin dia hahaha" ucap Vino dengan tawa lirih nya menahan air mata yang akan jatuh kembali.
lampu ruang operasi berubah menjadi hijau menandakan operasi telah selesai. 2 dokter keluar dari ruang operasi, ia adalah dokter cantika dan dokter widya. Dokter widya sebagai dokter bedah, sedangkan dokter cantika sebagai dokter yang menangani Fira.
"dengan keluarga pasien" ucap dokter cantika
"saya dok saya suami nya" ucap Vino lalu menghampiri 2 dokter itu
"alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar namun, --"
"namun apa dok" tanya mamah Fiola dan Vino bersamaan
"namun.......
.......... ...
__ADS_1
BERSAMBUNG.......