Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 11


__ADS_3

tiba-tiba yang tadi nya kantin penuh dengan kericuhan kini hening se hening mengheningkan cipta. Pekikan seorang perempuan sambil mengumpat kasar ber barengan suara lirihan seorang perempuan yang bisa di duga tanpa melihat pun, seorang perempuan yang melirih sedang di bentak ataupun di caci oleh si perempuan yang mengumpat.


Journey Life, Athira ~ Ep.11


"Anjai, ada apan tuh," ucap raka sedikit berbisik kepada teman-teman di dekat nya.


Oh ya btw Aldeen and the geng ber anggota 6 orang, Raka, Aldi, Joey, Virda, Rina, and Aldeen jadi 6. Tetapi, kini Joey tidak hadir sekolah karena izin.


Raka dan Aldi, 2 orang yang selalu kepo itu kini ikut menonton apa yang terjadi. Sedangkan, Virda, Rina , Dan Aldeen tak acuh dengan apa yang terjadi.


hingga suara gebrak an kerasa menyaring di sepanjang jalan kantin, membuat bnyak orang yang melihat nya terkejut.


Aldeen, virda, dan rina merasa risih dengan yang terjadi, kenapa banyak orang hanya menonton saja dan tak memisahkan mereka?


Kini Trio dingin kelas 12 maju gaes~~


Baru saja melihat apa yang terjadi, sang  korban sudah lari keluar kantin dan ntah kemana ia akan pergi, terlihat dari baju nya yang basah dan rambut yang kusut. Kini tatapan Aldeen hanya fokus kepada sang korban merasa tak asing dengan punggung sang korban, Sedangkan Virda dan Rina telah beraksi melakukan sesuatu kepada 3 orang perempuan yang sudah mencaci maki di depan umum. Virda dan Rina ini tak suka ber basa basi dengan perempuan seperti mereka, Virda dan Rina langsung menyeret mereka ke ruang kepala sekolah.


Virda dan Rina sudah di cap sebagai anak berprestasi, walau kadang sifat nya tak sopan tapi memang dari asal sifat nya memang seperti itu. Pernah juga di juluki pendamai, karena selalu mendamai kan masalah, padahal maksud Virda dan Rina melakukan itu hanya karena merasa terganggu dan risih.


Jika ada joey, mungkin saja masalah di kantin tadi sudah berakhir lebih awal, karena joey itu orang nya tegas dan tak suka membesar- besar kan masalah, sifat nya seperti seorang pemimpin. Joey dan Aldeen hampir sama, hanya berbeda di sifat. Joey lebih suka menyelesaikan masalah dengan serius dan tegas, sedangkan Aldeen lebih suka menyelesaikan masalah tanpa mengungkit nya lagi dan langsung pergi begitu saja.


Karena masalah tadi kini semua murid SMAN Althes Jakarta di beri hukuman lari keliling lapangan sebanyak 2 Kali, karena tak langsung memisahkan pertengkaran bullying. Sedangkan, Aldeen and teh Geng selamat wal'afiat, Raka dan Aldi di selamatkan oleh Virda dan Rina, padahal mereka juga hanya menonton tanpa memisahkan.


*  Pulang Sekolah, 15.00.**


Kini para murid osis sedang rapat di kelas 10 ipa 2 untuk membicarakan tentang murid bullying. Kini, dan sedari tadi athira tak kunjung keluar dari toilet, Setelah ia lari dari masalah kini ia hanya menangis tanpa henti di toilet. Matanya sudah membengkak sebab air matanya yang tak kunjung berhenti, Baju nya benar-benar kotor karena tumpahan jus jeruk di campur bumbu cabe batagor, dan rambutnya pun telah kusut karena jambakan.


Athira kini benar-benar sudah tak tahan dengan apa yang terjadi, kini ia hanya akan menangis untuk sedikit menetralkan diri, kini ia sudah sangat tak peduli dengan orang lain siapapun itu. Ia benar-benar benci pada dirinya, ia berimpian bisa membahagiakan semua orang, bisa membanggakan keluarga dan sekolah nya. Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya ia sama sekali tak mampu membanggakan keluarga dan sekolah.


Ia menangis di pojokan kamar kecil tersebut, meremas rambut kusutnya untuk melegakkan segala keluh kesah nya dan sesekali menjambak nya. begitu malang hidup nya, di benci orang lain, di usir keluarga nya. Sampai titik ini ia sama sekali belum menemukan orang yang pantas untuk menjadi teman nya. Ia benar-benar sendiri, menjalani hidup gelap nya sendirian tanpa mengatakan yang sebenarnya pada orang lain.


Athira se senggukan menahan tangisannya agar tak terdengar dari luar ruangan, urat wajahnya tercetak karena berusaha keras menahan tangisannya, Menggigit bibir nya kian keras, menutup mata nya kian rapat. Berusaha mungkin agar tangisannya membaik, ia terus menerus ber istighfar dalam lubuk hatinya, meminta pertolongan kepada sang maha kuasa.


Ia menarik nafasnya dan menghembuskan dengan perlahan berharap dengan cara itu ia akan lebih tenang, menetralkan jantung nya yang berdegup cepat.


Setelah lebih tenang ia mencoba untuk tersenyum lebar, mengelap sisa air matanya, merapihkan rambut kusutnya, mencuci mukanya. Ia memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya tertawa jika mengingat nya, ia mencoba membuat fake smile, Karena mata sembab nya masih tercetak, ia mesti menunggu sejenak dan sesekali menghibur diri.


Cklek ...


Athira membuka pintu kamar kecil secara perlahan, sebelum ia keluar ia menatap keliling berharap sudah tak ada orang, karena dirinya benar-benar kotor dan tak enak di pandang. Setelah merasa aman ia keluar dengan berjalan dengan mengendap-ngendap dan sesekali menatap keliling nya sebelum dirinya ke kelas untuk mengambil tas sekolah nya yang masih setia di kelas menunggu.

__ADS_1


setelah benar-benar aman, ia berlari kecil dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara, ia berlari ke kelas secepat mungkin, tapi saat sudah sampai di kelas nya, ia sama sekali tak menemukan tas sekolah miliknya. ia panik, ia kesana- kemari mencari tas sekolah nya, mencari nya di dalam tempat sampah karena bisa saja anak iseng yang membuang tas nya.


ia sama sekali tak menemukan nya, hingga ia tak sengaja menabrak dada bidang seorang lelaki. Athira benar-benar terkejut bisa-bisa nya ia tak menemukan tas nya dan malah tertabrak dada bidang seorang lelaki. Athira tak berani menatap seorang lelaki tersebut.


"Maaf," kata Athira singkat, hati nya benar-benar terkejut dan tak tahu harus bagaimana, tapi sebisa mungkin ia berlagak santai. Ia hanya ingin berusaha cuek dengan semuanya.


"Kamu mencari ini??" tanya seseorang itu.


Athira langsung mendongak menatap tas sekolah nya di pegang oleh lelaki tersebut, ia langsung merebut nya dan menenteng tas nya di bahu kanan nya. Ia masih berlagak sok jual mahal, eak.


"Mak- makasih," kata Athira terlanjur gelagapan.


Athira masih menunduk berharap lelaki itu pergi duluan, padahal mah niat mau jual mahal tapi kok kaya lagi ngode.


lalu, lelaki tersebut menjulurkan tangan kanannya, ngode gitu mau kenalan, Athira mendongak menatap lelaki tersebut bingung, eh tapi ... Athira kaya pernah liat dia.


Lelaki itu tersenyum melihat Athira yang menatap nya bingung dan masih berfikir, Lalu ia berucap, "Gabriel Alex, 12 Ips 1." ucap nya mem perkenalkan diri.


Athira tak membalas juluran tangan Gabriel melainkan berucap, "Athira Shilanva," lalu ia melirik ke arah kelas nya ngode ke Gabriel kalau itulah kelas nya,


"Hahaha, iya-iya," Gabriel ketawa garing berusaha mencairkan suasana, Gabriel ini orang nya peka ges~ Gabriel tau kalau Athira ingin cepat pergi.


"Yaudah, aku duluan ya," pamit Gabriel tersenyum manis sambil melambaikan salah satu telapak tangannya, manis nya ngalahin lolipop~


ATHIRA POV


sekarang gua cuman lagi pengen jalan-jalan di bawah langit sore, mau nenangin diri sendiri aja sambil nikmatin angin sore. Berusaha buat Positive Thinking aja, mau refresh aja:)


Udah lama ga refresh bisa stress~ sambil sesekali bersenandung menyanyikan lirik demi lirik, emang deh cara refresh tanpa modal dan alami cuman jalan-jalan aja:)


sampai akhirnya gua ada di jembatan sepi, jembatan ini sepi karena gua juga ga tau si, dari atas sini gua bisa liatin kendaraan yang berlalu lalang kesana kemari, Di titik ini gua cuman pengen bersyukur aja dengan apa yang udah terjadi, setiap kejadiaan pasti ada hikmah nya. Gua menggerak-gerakan kaki gua seolah tak berdaya dari atas jembatan ini. gua memangku badan gua dengan kedua tangan gua yang bertender di setiap sisi badan gua.



 Nih contoh fotonya:) Tp bukan di pantai ya.


Setiap manusia membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan masalahnya dengan cara yang alami. Tak banyak orang tau bahwa waktu sendiri itu sangat di butuhkan untuk menenangkan pikiran dan semua keluh kesah yang telah terjadi. Juga untuk menetapkan pilihannya.


sudah 1 jam lebih gue menenangkan pikiran di jembatan sepi ini, Langit mulai gelap menandakan akan berganti malam, gue sudah menetapkan pilihan dan gue harap gue akan mendapatkan apa yang seharusnya gue dapatkan di akhir perjuangan nanti. gue nyemangatin diri gue sendiri, 'Believe There Will Be Time, Stay Istiqomah! Bismillah.'


Sebelum meninggalakan jembatan ini, gue menatap langit senja sore ini, tampak berwarna kuning ombre oranye. Dari siang hari yang panas ada senja yang menenangkan. Begitu juga dengan kehidupan, dari kesedihan dan kesusahan ada kebahagiaan yang menunggu dengan kejutan yang tak terduga.

__ADS_1


Gue tersenyum lebar, Terimakasih untuk pelajaran nya hari ini ...


* Sesampai nya dirumah


Yahh ... you know lah apa yang akan terjadi, seorang gadis berumur 17 tahun pulang sekolah jam 7 malam dengan pakaian yang tak enak di pandang. Kalian tahuu ga sih, mertua gua langsung balik ke rumah karena dapet kabar gua belum pulang-pulang sampai maghrib berkumandang:)


Dan kini gue lagi rapat bersama keluarga Alfiandra setelah gua berberes dan membersihkan diri, Ngomongin kenapa gua pulang malam dengan pakaian kotor.


Untung gua udah pikirin alasan nya di jembatan tadi sore, gue ber alasan piket kelas bareng temen, dan ga sengaja numpahin air pel an dan jadilah war, main seluncuran:v Terus alasan pulang lama karena nanggepin guru dulu, lalu jalan-jalan sebentar and Go home~


Gatau gua nya yang jago ber alesan atau keluarga Alfiandra yang gampang percaya gitu aja, tapi bagus deh Alhamdulillah, alesan yang udah gua pikirin akhirnya lulus:)


Setelah Rapat, kini gua and Mertua,Kk ipar, and my husband lagi kumpul di halaman belakang, Masya Allah sukak banget:)


"Besok berangkat jam 5 aja,ya?" tanya bunda mita ke husband nya.


"Iya, biar ga macet aja" ayah al setuju dengan pendapat wife nya.


Apsi,Thor campur bhsa inggris sok lu! ~ Iya maapp:)


"Thira, kamu bawa baju salin 3 aja ya, 1 nya piyama aja," kata bunda ke gua.


"Thi-thira ikut??" ucap gua gelagapan, kaget lagi bengong liatin langit padahal.


"Iyalah, masa di tinggal sendirian disini," tukas bunda lalu tertawa kecil menanggapi pertanyaan gua, lah gua sering di tinggal sendirian kok bun:)


"Mau kemana emangnya, bun?" tanya gua masih kepo and sebenernya pengen di rumah aja.


"Bandung, sayang" ucap lembut bunda.


Jujur sebenernya gua pengen nanya lagi tapi ga jadi karena malu aja:) dulu gua pernah sering nanya-nanya karena orangtua gua suka ga pernah bilang-bilang dulu, tapi gue malah di marahin, ya iya sih kesel juga kalu di tanya-tanya terus, makanya nurutt aja ...


TBC.


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2