
Hingga Tiba-tiba Ada suara gebrakan Meja yang membuat orang-orang di perpustakaan yang hening ini Terpelonjak kaget. Athira mendongak dan melihat apa yang terjadi. Tentu saja Melihat karena gebrakan itu ada di meja nya.
"Ohh... Bagus nih, ga Alinda Ga Athira kalian itu sama-sama *****, ya?"
Journey Life, Athira ~ Ep. 14
Athira melotot ke arah kaka kelas nya yang hari lalu pernah mencaci dirinya. Athira menatap bingung kearah perempuan yang ada di depannya.
Alinda, perempuan yang duduk berhadapan dengan athira hanya duduk terdiam tanpa berniat membalas ucapan Teman nya.
Sedangkan Ariel, Ia Pergi karena di panggil oleh temannya.
"Budek?? Eheh lupa, Kalian kan ga punya telinga bisanya cuman ngelonte, terus tuli deh." kata vero dengan lagak sok jagoan. Lalu ia mengibaskan rambut hitam panjang nya kebelakang dan menatap sinis kearah Athira dan alinda.
"Atau kalian ini kerjasama??" sinis Vero sambil menaikkan sebelah alis nya.
"*****!! Jawab! Nyali cuman bisa nge *****, dasar ****!!" umpat Maria sambil menggebrakkan meja.
Athira hanya terdiam tanpa ingin membalas,ia lebih menerima semuanya daripada harus memperpanjang masalah hanya karena melawan.
Suara gesekkan antara kaki kursi dengan lantai Perpustakaan membuat siswa-siswi menatap serius berharap seseuatu yang menabjubkan terjadi.
Alinda Bangkit dari duduk nya sambil membawa Buku pelajarannya, ia menatap temannya datar tanpa ekspresi yang bisa di artikan.
Sebelum pergi, ia merapihkan seragam nya yang sedikit kusut, lalu berucap, "Permisi." lalu Alinda Pergi begitu saja tanpa melawan atau pun membalas umpatan temannya.
Athira melongo melihat kaka kelas nya yang bernama Alinda pergi begitu saja tanpa mengajak nya:)
Natasya mengambil buku paket pelajaran milik Athira yang tebal nya melebihi 400 lembar kertas. Lalu, Natasya melempar buku paket tersebut menuju Alinda. Namun Nihil buku tersebut tak mengenai Alinda melainkan Menabrak pintu Perpustakaan.
Alinda Terdiam sebentar lalu menunduk menatap buku tersebut, lalu ia kembali melanjutkan niat nya tanpa berbalik badan.
Athira terkejut saat melihat buku paket nya di lempar begitu keras, Athira panik ia berlari mendekati buku paket nya yang barusan di lempar oleh kaka kelas nya.
Athira Ingin marah tapi Sudah terlanjur di potong dengan Suara bell, Athira langsung saja kembali ke tempat duduk nya tadi lalu mengambil semua buku-bukunya dan ia bawa pergi dari perpustakaan dengan wajah Yang kesal.
"Muka Lo Sok anjing, kampret" umpat Vero yang masih bisa terdengar dari telinga Athira.
^^^
Athira berjalan cepat menuju Kelas nya dengan kepala yang di tundukkan, tapi pikiran nya benar-benar kacau sehingga membuatnya kurang fokus dan tak sengaja menabrak orang hingga buku-buku yang di bawa nya Berjatuhan.
Athira terkejut lalu dengan segera meraih kembali buku-buku nya yang di bantu juga dengan orang yang tak sengaja ia tabrak.
"Ma-makasih," gugup Athira Meraih Bukunya yang di bantu oleh orang tersebut. Lalu, Athira mendongak menatap orang tersebut.
Mata Athira membulat, mengerjap-ngerjap matanya berusaha mengenal kembali orang tersebut. Bukan hanya dia, orang yang di depan nya juga terkejut melihat Athira.
"Kamuu...???" ucap mereka berbarengan.
Dan tiba-tiba mereka tertawa kecil bersamaan.
"Ternyata Kamu sekolah disini,toh. Hehe, kenalin nama aku Jonathan Ferdinand. Murid baru sekolah sini." kata Nathan memperkenalkan dirinya sendiri sambil mengangkat tangannya berniat untuk berjabat tangan.
Itu Loh yang kemarin ketemu di Hotel Bandung. Yang kejadian Baju Athira ketumpahan air minuman Nathan.
__ADS_1
Athira terkekeh dan tersenyum lalu berucap, "Wahh, murid baru, nama aku Athira Shilanva, kelas 11 ips 2." ucap Athira memperkenalkan diri lalu membalas jabatan tangan Nathan.
"Wahh?? Pas banget dong?, Aku juga di sana kelas nya." ucap nya di tambah kekehan.
"Ohyaa? Wahh pas banget dong ya, hehe yaudah bareng aja ke kelas nya." kata Athira ramah, sebenarnya tadi pagi ia tak melihat Nathan di kelas nya, apa iya baru masuk?
Nathan mengangguk lalu berjalan menuju kelasnya beriringan dengan Athira.
*Skip Pulang Sekolah.
Hari ini jadwal Athira piket, ia begitu senang karena dirinya piket. Walau ia piket sendirian dan teman piket nya pulang begitu saja, tetapi setidaknya ia bisa membersihkan kelasnya sendiri dengan bersih dan menunggu sekolah sepi.
Athira Sedang Sibuk mengangkat semua kursi dan mensejajarkan meja meja kelas. Athira tidak sadar bahwa ada seseorang yang duduk di lantai sambil memainkan handphone.
Athira Berhenti sebentar lalu memanggil nya, "N-nathan, kamu ngapain...?"
Ya,seseorang yang duduk di lantai tersebut adalah teman baru Athira, Nathan.
Nathan mendongak lalu sontak berdiri dan menyimpan handphone canggih nya di saku Celana nya.
Nathan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, lalu ia berucap, "Nunggu kamu selesai, kamu piket sendiri??" Sambil celingak celinguk.
"Ah! Iya, yang lain katanya lagi sibuk ada tugas dan ada juga yang di panggil guru ngomongin Tugas," bohong Athira sambil membenarkan letak kursi yang sedikit mencong.
"Ouhh... Mau aku bantu??" tawar Nathan Dengan ikhlas sepenuh hati nya.
"Kamu pulang aja, Nath. Udah Sore, bukan jadwal piket kamu ini." sanggah athira sambil berjalan mengambil penghapus Papan Tulis, untuk menghapuskan Tinta Spidol yang masih tertera di papan tulis putih tersebut.
"Enggaa! Sini Aku bantu," tolak Nathan memaksa, ia merebut penghapus papan tulis tersebut dari Athira dan mulai menghapuskan tinta spidol yang tertera di papan tulis tersebut.
"Iyadeh terserah," pasrah athira, rasanya Athira benar-benar ingin mengadopsi temannya sendiri untuk menjadi adik nya.
Sementara Nathan mengahapus papan tulis, Athira menyapu kelas dan menutup jendela kelas.
Tepat pukul jam 4 Sore, Athira dan Nathan telah usai mengerjakan piket kelas, dan kini mereka sedang beristirahat di bangku yang tersedia di koridor. Sambil menselonjorkan kaki nya yang sedari tadi bergerak.
"Capek juga, ya?" kata Nathan sambil mengelap keringat nya yang bercucuran di dahi nya.
Athira melongo menatap teman nya yang begitu tampan dan sempurna di matanya.
Nathan menoleh bingung ke arah Athira, lalu Nathan menoel pelan pipi Athira yang membuat sang empu memerah canggung.
Athira membuang mukanya dan berusaha menteralkan jantung nya yang kini berdegup sangat cepat hanya karena seseorang yang baru ia kenal.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Nathan mendekati muka Athira Yang sedang memerah canggung.
"Sama Gua." jawab singkat dan dingin, dengan nada yang begitu suram. Bukan Athira yang jawab guys.
Athira Dan Nathan sontak menoleh ke arah suara, Athira terkejut bukan main ketika melihat sang suami nya sedang berdiri menyandar ke Dinding dengan kedua tangan yang ia masukkan ke Saku celannya. Tak lupa dengan wajah yang dingin dan datar.
Athira Berdiri dan meraih tas nya lalu ia sampirkan di bahu kanannya, dan Menyelinapkan anak rambut nye ke belakang daun telinganya.
"Nathan, Aku pulang duluan ya. Makasih udah ngebantu piket hari ini, besok akan ku traktir makan...." kata athira begitu tulus sambil memamerkan senyuman manisnya.
Nathan berdiri lalu membalas senyuman Athira dan mengangguk antusias, "Iyaa... Pulanglah aku pulang deng-" ucapan Nathan terpotong.
__ADS_1
"Pulang tinggal pulang." potong Aldeen Dingin. Lalu, menarik tas Athira sehingga sang pemilik tas tersebut ikut tertarik dan mengikuti langkah Aldeen.
^Sesampai nya dirumah^
Athira masuk rumah dengan wajah yang sedikit ia tekuk karena perbuatan aldeen di sekolah tadi.
"Den, nona besar kasih pesan, kalau malam ini tidak akan pulang bersama tuan Besar," ucap salah satu pekerja rumah. Bibi Farah.
Aldeen mengangguk mengerti dan berjalan melewati sang pekerja tersebut dan meninggalkan Athira begitu saja.
Athira Kesal dengan Aldeen, sebelum pergi Athira tersenyum manis kepada salah satu pekerja rumah tersebut dan pergi mengekori langkah Aldeen dari belakang.
Setelah Masuk kamar, Aldeen tidak langsung beres-beres melainkan duduk bersandar di sofa yang tersedia di kamar tersebut.
Berbeda dengan athira yang langsung merapihkan alat-alat sekolah nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
^Jam 8 malam^
Disina lah mereka, Ruang tengah atau bisa di sebut ruang keluarga. Athira benar-benar tidak mengerti dengan kelakuan Aldeen hari ini, sebab ini langka bagi athira karena ia di ajak ataupun di paksa oleh Aldeen untuk menonton di ruang tengah.
Selama jalan nya film, tak ada yang membuka suara melainkan sibuk menonton dengan menyemil camilan yang tersedia di sana.
Aldeen melirik kearah Athira yang sibuk fokus dengan film yang berjalan di Televisi, rambutnya ia biarkan bergurai.
Entah apa yang di rasakannya hari ini, sehingga membuat sifatnya sedikit di bingungkan.
"Ka...." panggil athira tiba-tiba, membuat aldeen tersadar dari lamunan nya.
"Ada apa," balas aldeen dengan gaya ucapan biasanya.
"Thira, mau belajar di kamar. Boleh?" izin Athira.
"Ayo." kata Aldeen setuju. Lalu, ia mematikan Televisi yang sedari tadi berjalan menampilkan sebuah film hollywood.
Sesampai nya di kamar, athira langsung saja mengambil buku-buku dan alat tulis nya. Dan seperti biasa ia lebih memilih belajar di balkon kamar.
Sedangkan Aldeen, ia hanya memainkan handphone canggih nya di sofa yang ada di kamar.
Hingga tiba-tiba handphone Aldeen berdering menandakan ada telpon masuk, Aldeen pun menjawab telpon tersebut.
"Ya, Gua kesana."
TBC.
(: Terimakasih yang sudah membaca :)
-Nadiaalyazh
__ADS_1