
"Mau kemana emangnya, bun?" tanya gua masih kepo and sebenernya pengen di rumah aja.
"Bandung, sayang" ucap lembut bunda.
Jujur sebenernya gua pengen nanya lagi tapi ga jadi karena malu aja:) dulu gua pernah sering nanya-nanya karena orangtua gua suka ga pernah bilang-bilang dulu, tapi gue malah di marahin, ya iya sih kesel juga kalau di tanya-tanya terus, makanya nurutt aja ...
Journey Life,Athira ~ Ep.12
^Sabtu. Jam 5 pagi.^
Sesuai ucapan Bunda Chamita, Hari ini di pagi hari ini Keluarga Alfiandra bersama dengan Athira Shilanva sedang berada di perjalanan menuju tujuan mereka, Bandung. Ini sudah menjadi kebiasaan keluarga Alfiandra untuk berlibur keluar kota saat weekend Ataupun waktu luang, ini sangatlah mudah bagi keluarga Alfiandra untuk berpergian keluar kota. Berbeda dengan keluarga Hendrik, Sekali nya berlibur pun mereka tidak mengajak Athira ataupun kedua anak kembar nya.
Berbeda dengan bunda dan ayah, Aldeen dan Alvin memilih untuk mengendarai mobil masing-masing, Dan alvin ia sekalian mengajak kedua teman SMK nya. Nih yang mau tau mobil Aldeen,Alvin, Dan Bapake
Aldeen, Mercedes Benz C - Class
Alvin, BMW 4 Series Cuope
Althan, Alphard Vellfire
*Athira Aldeen
Selama di perjalanan tak ada satupun di antara mereka yang membuka suara hingga sampai kini pun mereka tak memulai percakapan, Aldeen hanya fokus menyetir sedangkan Athira, ia hanya menatap jalanan dan sesekali mengunyah Keripik singkong yang sudah di oleh dan di jadikan Snack.
Aluran Suara merdu dari radio mobil milik aldeen memenuhi seluruh ruangan dalam mobil, tak ada yang mengganggu suara merdu tersebut, melainkan menikmati aluran lagu tersebut.
5 jam sudah berlalu, kini mereka sedang beristirahat di rest area yang tersedia di tepi jalan tol. Berbarengan dengan Bunda Mita, ayah Al, dan alvin dengan kedua teman SMK nya. Mereka Hanya beristirahat di masjid yang tersedia di rest area tersebut, menghirup udara segar yang masih fresh Alami pagi hari. Karena, mereka masih kekenyangan sarapan pagi dan nyemil di tengah perjalanan, maka mereka tidak mampir ke sebuah Restaurant ataupun cafe-cafe.
"Thira, tadi aldeen ga ngebut-ngebut,kan?" tanya bunda mita kepada Athira.
"Ngebut-ngebut?" ulang Athira
"Iyaa... Dia ga ngebut-ngebut, kan? Soalnya dia itu sering kebut-kebutan kalau di jalan tol." ucap bunda mita ramah.
"Oh iyakah? Haha engga ko, tadi aldeen ga kebut-kebutan." balas Athira Tersenyum meyakinkan ibu mertuanya.
__ADS_1
"Bener? Alhamdulillah ya kalau kaya gitu mah," ucap bunda mita lega.
"Iyaa, Alhamdulillah, hehe."
"Bun, kita di bandung ngapain?" tanya Athira.
"Atuh ya jalan-jalan dong, sayang." kekeh bunda mita menjawab pertanyaan athira.
"Ouhh, Thira kira mau kerumah saudara aldeen, hehe." kekeh Athira.
"Saudara aldeen mah orang jauh semua, paling deket cuman adik nya ayah althan." ucap bunda mita memberi tahu
"Ouhh gitu ya?"
Bunda mita mengangguk mengiyakan.
"Yap! Lanjut perjalanan lagi, kalau kelamaan bisa-bisa kena macet." sanggah ayah al membuyarkan aldeen, bunda mita, athira, alvin dan kedua temannya.
"Tuh iya, yaudah berangkat lagi." setuju bunda mita bangkit dari duduk selonjorannya sambil menenteng tas sling bag nya.
Athira tersenyum mengiyakan lalu ikut bangkit dan sedikit merapihkan baju nya yang sedikit lecek karena terlalu lama duduk.
^Bandung, 1 Siang^
Setibanya Di Hotel, mereka langsung memasuki kamar hotel yang sudah di pesan untuk masing-masing. Aldeen dengan athira, bunda mita dengan ayah al, dan alvin dengan kedua temannya.
Karena capek di perjalanan mereka beristirahat sebentar di kamar hotel nya masing-masing dan akan kembali berkumpul pada jam 4 untuk makan dan berkeliling sekitar kota bandung.
*Kamar Aldeen dan Athira.
Setibanya di kamar hotel aldeen langsung beristirahat di atas ranjang tidur yang tersedia di kamar tersebut, sedangkan Athira ia membereskan barang-barang bawaan. Sejujurnya, ini kali pertamanya Athira ke hotel, dan seharusnya ini adalah kedua kalinya ia ke hotel, saat acara tour ke Surabaya untuk lulusan angkatan 29 di smp nya, ia tidak ikut karena orangtuanya tidak mengizinkan dirinya pergi, bahkan sudah banyak guru-guru yang sedikit protes dengan orangtuanya yang tak mengizinkan. Tetapi, orangtuanya tetap kukuh tak mengizinkan.
Mengingat hal itu, Athira bersyukur karena akhirnya ia bisa ke hotel meski tak bersama keluarga nya ataupun teman-temannya melainkan dengan keluarga suaminya. Tapi, ini sudah menjadi kebahagiaan bagi Athira, karena sedikit demi sedikit impiannya mulai terwujudkan walau tak sepenuhnya, karena ia mengimpikan akan nikah disaat dirinya sudah sukses. Tetapi, malah sebaliknya.
Setelah selesai berberes, athira ikut beristirahat di samping suaminya yang telah terlelap dengan wajah yang damai menandakan benar-benar lelap.
^Bandung, jam 4 Sore^
Sesuai ucapan orangtua Aldeen, kini mereka kembali berkumpul dan akan berkeliling kota Bandung. Dan menyicipi makanan khas Bandung dan membeli buah tangan untuk di bagikan.
Dan kini mereka sedang berada di Jl. Kyai haji ahmad Dahlan no. 67, Turangga, Lengkong. Dimana disana mereka akan menyicipi makanan khas bandung yaitu Mie Kocok. Mie kocok merupakan salah satu kuliner khas milik nusantara yang cocok disantap dalam berbagai suasana. Karena penasaran mereka pun menyicipi kuliner tersebut.
__ADS_1
Setelah Selesai Menyicipi Mie kocok, mereka tak langsung kembali ke hotel melainkan mencari Dessert dimana di Jl. Cihapit, Cihapit telah mengadakan kuliner khas Bandung yang sangat terkenal di Kota tersebut. Surabi,merupakan jajanan tradisional Kota Bandung yang sudah ada sejak dulu. Dengan berbahan dasar tepung beras, tepung terigu dan santan kelapa. Di masak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.
Setelah selesai, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju The Awiligar, Restoran yang terkenal dengan spot instagenic, disana mereka Bisa melihat sunset yang indah.
Kini jam telah menunjukkan jam 17.37 dimana matahari mulai turun dan langit berubah warna dengan sangat indah, begitu indah dan sempurna nya ciptaan tuhan. Athira, sebagai gadis yang sangat menyukai langit, karena menurutnya Langit adalah temannya. Langit telah menjadi saksi bisu di setiap dirinya sedih, langit juga telah mendengarkan keluh kesah yang Athira bicarakan dan akan menunjukan keindahan untuknya.
Sunrise, Semangat hidup nya. Siang, perjuangan hidupnya. Sunset, keluh kesah nya. Dan Langit malam, peristirahatan dan kekuatan nya untuk menghadapi hari selanjutnya.
Itulah yang dipikirkan Athira, di setiap ia terpuruk rapuh.
Mata Athira berkaca-kaca saat melihat keindahan di depan matanya, sangat indah sampai ia pun tak ingin mengedipkan matanya sekalipun. Ia mencurahkan hati nya dengan saat senang di dalam hati nya. Sampai ia tak mempedulikan orang-orang sekitarnya.
Tak banyak orang peduli 100% dengan jalan kehidupan kita, mereka juga punya jalan hidupnya sendiri-sendiri. Ada orang yang menceritakan kehidupan nya karena ingin selalu di pedulikan, ada juga yang memilih memendam cerita hidupnya karena tak ingin merepotkan.
Untuk orang yang selalu memendam keluh kesahnya, sungguh! orang tersebut sangatlah kuat dan tegar. Ia rela memendam semuanya agar terlihat baik baik saja, tak ingin di tanya mengapa dan kenapa. Ia lebih suka menyelesaikan dan menjalankannya sendiri.
Dan bagi orang yang selalu mencampuri kehidupan kita hanya untuk memperburuk, sungguh! Orang tersebut sangatlah tidak tahu malu. Bisa-bisa nya ia mencampuri kehidupan kita karena dirinya di atas.
Sesungguh nya Semua manusia itu derajat nya sama, tak ada kata miskin ataupun kaya. Ada orang yang kaya tapi tersiksa dan orang yang di bawah nya malah ingin menjadi kaya. Bahkan Sebaliknya, jujur! Kaya Ataupun miskin itu sangatlah tidak penting, yang terpenting hanyalah bersyukur dengan apa yang sudah di beri dan memberi bila mampu.
Tak Ada kata, "Orang miskin kaya lo mana bisa jadi presiden."
"Orang jelek kaya lo mana bisa jadi model."
"Bocah bodoh kaya lo mana bisa jadi juara."
Hey! Bahkan orang kaya aja bisa bangkrut masa orang di bawahnya tidak bisa kaya?? Semua orang itu bisa! tak ada yang tak bisa, siang hari yang terik bisa berubah jadi hujan yang deras. Sunset yang indah bisa berubah jadi malam yang gelap.
Tergantung dengan niat dan mau berusaha, itu kunci kesuksesan. Jika hanya mengeluh tanpa terus berusaha mana bisa mencapai impiannya.
Athira, ia rela memendam semua keluh kesah nya dari orang-orang dan terus berusaha demi apa yang ia impikan. Ngeluh boleh tapi tak boleh nyerah. Terus Berjuang dan berusaha untuk hari-hari selanjutnya.
Yang Ia Sematkan dalam benaknya hanyalah, Semua pasti bisa asal selalu berusaha, akan ada pelangi setelah derasnya hujan. Kesedihan dan Keluhan tak ada sangkut pautnya dengan yang ia impikan.
TBC.
(: Terimakasih yang sudah membaca :)
-Nadiaalyazh
__ADS_1