Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 16


__ADS_3

Sedangkan Aldeen, ia hanya memainkan handphone canggih nya di sofa yang ada di kamar.


Hingga tiba-tiba handphone Aldeen berdering menandakan ada telpon masuk, Aldeen pun menjawab telpon tersebut.


"Ya, Gua kesana."


Journey Life, Athira ~ Ep. 16


Aldeen meraih celana Jeans panjang nya lalu mengenakannya, dengan kaos rumahannya ia akan pergi ke tempat basecamp biasanya dengan Aldeen and the geng.


Aldeen pergi begitu saja tanpa memberitahu ataupun berizin kepada Athira.


ATHIRA POV


Disini lah gua berada,balcon kamar gua dan aldeen. Kini, gua lagi ngerjain tugas yang akan di kumpulkan minggu depan karena jadwal pelajarannya sekali dalam seminggu. Setelah selesai gua akan langsung belajar untuk pelajaran esok hari.


Karena Ada sesuatu yang kurang gua ngerti, sontak gua ngambil laptop jadul gua yang ada di atas lemari dan membawa nya ke balcon.


Gua celingak-celinguk mencari sosok aldeen, perasaan gua tadi dia mainin hp kok di sofa. Mungkin dia pergi?


Tak acuh dengan nya gua kembali ke balcon.


Gua langsung nyalain laptop itu dan setelah sudah menyala gua refresh beberapa kali, dan setelah merasa fresh gua langsung search di browser tentang pelajaran yang gua kurang ngerti tadi.


20 menit udah terlewatkan, kini punggung dan pinggang gua bener-bener pegel, gua pun bersender di senderan kursi, sesekali memijat lembut bahu gua.


Gua natap langit malam yang gelap tapi di terangi dengan bintang dan Bulan. Gua hembusin nafas gua, tiba-tiba Murid baru kelas gua terlintas di benak gua.


Nathan, Gua ga tau orang nya kaya gimana, gua juga baru kenal dia tadi pagi. Yang gua tau sekarang sih, orang nya baik hati dan rendah hati, tak lupa TAMPAN.


Tiba-tiba gua kepikiran untuk buka akun instagram gua dan mencari akun Nathan.


Baru aja gua buka akun instagram gua, ada 3 notifikasi dari Direct message, gua pun tombol berbentuk pesawat kertas tersebut lalu melihat siapa yang nge DM gua.


@jonath.ferdin


•Halloo


•Follback yah, Nathan


•besok pulang sekolah temenin aku mau ngga?


Loh Anjay baru aja mau cari username nya


@athira.shlnva


•Oh oke oke


•Kemana?


@jonath.ferdin is typing


Hanjay Gercep kali:)


@jonath.ferdin


•Fotocopy, mau nge print tugas


•setelah itu ku traktir makan deh


@athira.shlnva


•oke deh, gausah traktir gapapa ko ntar ngerepotin😊

__ADS_1


@jonath.ferdin


•gaga ngga ngerepotin sumpah👌


@athira.shlnva


•eh iya,tadi kan aku dah janji besok aku yang traktir makan??


@jonath.ferdin


•eh?? iya ya?? yaudahh berarti besokk kamu bayar janji traktiran makan,yeayy!!


@athira.shlnva


•iyyaaa>_<


Jujur ini pertama kali nya gua berteman sama cowo, sebelumnya gua ga pernah sama sekali. Tapi, gua emang harus jaga jarak, karena Nathan ini anak baru dan dia itu cukup famous karena ke tampanannya.


Karena udah malem banget, dan ga baik di luar terus cuman pake kaus tipis, gua pun masuk kamar sambil membawa alat tulis dan laptop gua.


Sekarang udah jam 10,dan aldeen belum pulang-pulang. Gua ga terlalu peduli sih, jadi gua langsung tidur aja.


ALDEEN POV


"Deen, Lo dah tau kan sekola kita ada anak baru, cucu dari pemilik sekolah kita?" ucap raka memulai gosipannya.


"Siapa?" tanya gua dingin.


"Jonathan Ferdinand,kelas 11" jawab Raka sambil menunjukan Jari telunjuk tangan kanan dan kiri nya.


Gua natap Raka tak acuh, toh selama ga ada ulah onor dari jonathan sang cucu pemilik sekolah SMA Althes, gua ga peduli.


"Paansi, Ka" ucap Rina menatap Raka Jijik.


Toh,mau dia ganteng ngelebihin gua kek ato apa kek, gua bodoamat anjng. Batin gua.


"Anjay lo naksir sama dia?" goda Joey sambil mengangkat kedua alisnya.


"Homoo bangsadd" umpat Raka.


"Gua pulang dulu, Udah malam." kata gua bangkit dari duduk gua.


"Emang dari tadi udah malem *****, tumben lo pulang cepet banget *****." kata Aldi yang di setujui Oleh raka dan joey.


"Gua juga pulang deh, yu Vir." kata Rina ikut pulang dan mengajak virda.


"Yuu."


Gua, Rina,Dan virda pun pulang duluan. Sedangkan, raka, Aldi dan joey masih berkumpul sambil menikmati sebatang Rokok nya masing-masing.


*Sampai di rumah


Gua masuk kamar dan melihat Athira sudah terlelap di alam mimpinya. Gua ngerasa dingin banget di kamar ini, dan ternyata pintu balcon kamar belum di tutup.


Gua pun menutup pintu balcon tersebut dan mengibaskan Gorden dari Pintu kaca tersebut yang membuat kamar terlihat lebih tenang dan hangat.


Gua ngelepasin celana jeans panjang gua dan menyisakan celana pendek rumahan. Gua masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, sebab badan gua bau rokok yang di karenakan Aldi, raka, virda dan Joey.


Cuman gua sama rina yang ya ngerokok, dan biasanya kalau kumpul di basecamp cuman minum-minum. Bukan minum alkohol ya ***!


Setelah selesai mandi gua pun mengeringkan rambut gua menggunakan handuk kecil gua, setelah kering gua pun membaringkan badan gua di samping Athira yang sudah tertidur lelap.


Baru saja gua mau nutup mata gua, tapi ngga jadi karena suara dering telpon dari handphone gua. Gua pun menatap nama yang tertera di handphone gua, gua pun angkat telpon.

__ADS_1


[Al, besok pagi jemput gua ye, motor gua lagi di bengkel.] ucap Rina dari sebrang sana


"Gabisa. "


[Ahelah ****, gua sama siapaa, yang lain juga pada kaga bisa. Virda besok kan kaga masuk, dia ijin.]


"Ojol"


[Anjing lah, pada kaga ngertiin, dikira cari duit gampang kali,ya!] kesal Rina.


"Ye, gua jemput jam 6.15, telat 3 menit, tinggal." singkat gua lalu mematikan telpon secara sepihak.


Gua pun menaruh handphone gua lalu melanjutkan niat gua sebelum nya.


^Keesokan Hari nya^


AUTHOR POV


Seperti Kebiasaan pagi Weekday,Kini Athira dan Aldeen sedang berada di perjalanan.


"Ini... Mau kemana, ka?" tanya Athira saat melihat jalan yang di tuju Aldeen bukanlah kesekolah.


"Rumah rina, berangkat bareng." jawab Aldeen masih fokus menyetir tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.


Athira mengerjap-kerjap kan matanya, dia terkejut.


"Lohhh, kok ga bilang dari awal sih, Astaghfirullah..." ucap Athira sambil menyibak kan rambut nya kebelakang.


Aldeen menoleh singkat ke arah Athira yang sedang frustasi. Aldeen tak acuh, toh semuanya juga akan terungkap dengan sendiri nya.


Setelah sampai di depan rumah Rina, Aldeen tak turun dari mobil melainkan menekan klakson mobil nya, yang membuat orang-orang di sekitanya terkejut dengan suara mulus dan besar dari klakson mobil milik Aldeen.


Tak sampai menekan klakson kedua, Rina sudah keluar dari rumah nya dengan diri yang sudah siap ke sekolah.


"Belakang." perintah Aldeen singkat kepada Rina.


Rina hanya menangguk, lalu ia mengunci gerbang rumahnya. Yap!  Rina Tinggal Alone di rumahnya, Yatim piatu.


Saat Rina Masuk, Athira hanya menunduk dan menyender di pojokan Antara sisi kursi dengan pintu mobil, karena Rina duduk di bangku tengah belakang Aldeen.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai ke sekolah, Rina langsung keluar dari mobil tanpa menyadari bahwa sedari tadi ada Athira di mobil tersebut.


"Makasih,ye." kata Rina sebelum keluar mobil, lalu Aldeen mengangguk mengiyakan.


Setelah Rina keluar, Athira langsung duduk tegak dan menghembuskan nafasnya secara perlahan dan teratur.


Pasalnya dari tadi ia menahan segala suara yang berasal dari dirinya sendiri, Sudah menahan untuk mengeluarkan suara, ia juga menahan gerakan yang akan membuat rina curiga.


"Kenapa?" tanya aldeen sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.


Athira tak menjawab pertanyaan aldeen melainkan menatap aldeen lesu yang dibuat buat nya, lalu ia menyampirkan tas sekolahnya di bahu kanannya. sebelum keluar ia sedikit merapihkan pakaian dan rambutnya.


karena sedang ramai,setelah keluar dari mobil athira langsung berlari cepat meninggalkan pintu mobil terbuka begitupun meninggalkan sang suami nya.


Aldeen yang di tinggalkan athira begitu saja hanya pasrah dengan kelakuan athira yang tak berubah-ubah,aldeen pun menutup pintu penumpang yang terbuka lebar karena athira langsung meninggalkannya, dan aldeen pun mengunci mobil nya otomatis dari kunci mobil.


TBC.


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh


 

__ADS_1


 


__ADS_2