Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 6


__ADS_3

^Jam 8 malam, Mall^


Malam ini Orangtua Aldeen mengajak keluarga besar nya yang masih tersisa di rumah nya ke Mall, untuk ber belanja sedikit kebutuhan.


selama di perjalan Athira hanya diam tak bersuara, ia masih merasa bersalah kepada Aldeen. Di dalam mobil yang sedang di tumpangi Athira hanya ada keluarga Alfiandra: ayah althan, bunda mita, ka alvin, aldeen.


"Athira??" panggil Bunda Mita


Athira menoleh dengan gelagap, "Iya bun?" balas Athira


"Kamu kenapa?" tanya bunda Mita khawatir.


"Thira? Athira enggak apa-apa kok bun," jawab Athira dengan senyum nya.


"Beneran?" bunda mita masih mengkhwatirkan Athira yang sedari tadi hanya diam, ayah Althan juga sesekali menatap Athira dari kaca.


"Enggak bun, Thira gak apa-apa gausah khawatir." ucap Athira meyakin kan kedua mertua nya. Ia menoleh ke arah Aldeen yang berada di samping kanan nya, Aldeen tak acuh sama sekali pada Athira. Athira benar-benar merutuki kebodohan nya.


setelah sampai di mall, bunda mita mengajak Athira ke wilayah Fashion and Makeup. Jujur, ini pertama kali nya Athira di ajak ke mall, jadi wajar saja ia kagum dengan isi mall yang sangat megah dan besar ini,  tapi ke kagum nya luntur saat melihat harga yang tertera sangat lah Mahal.


Athira bergidik ngeri saat melihat sebuah hoodie dengan harga 500 ribu.


"Athira sini deh!" ajak bunda mita, athira pun menurut lalu menatap sebuah gaun yang sangat lah cantik dan berkualitas tinggi.



"Yang itu! kamu suka nggak?" tunjuk bunda mita ke sebuah gaun yang sedari tadi athira kagumi.


Athira mengangguk antusias dengan senyum merekah di bibir merah muda nya. Setelah itu, bunda mita langsung mengambil kan gaun itu dan menempel kan nya di depan tubuh Athira untuk memastikan cocok atau tidak.


"Ehm ... coba kamu pakai dulu deh," tutur bunda mita memberikan gaun itu kepada Athira,



"Disini??" tanya Athira terkejut


"ya nggak atuh sayang, di sana tuhh ...." tunjuk bunda Mita ke sebuah ruangan kecil, lalu bunda mita mengambil sebuah gaun lagi dan di berikan kepada Athira.


Athira mengerutkan Dahi nya bingung.


"Iyaudah sana ganti dulu, ganti-ganti an pake gaun nya keluar dulu bunda mau lihat, bunda tunggu disini sambil cari yang lain," ujar bunda mita.


Athira mengangguk mengerti lalu menurut dan pergi, ia memasuki sebuah ruangan kecil itu dan mulai mencoba gaun yang di berikan bunda mita itu.


gaun yang pertama dengan warna hitam dan ber nuansa elegant, Athira sangat menyukai dengan gaun yang pertama ini. Sesuai ucapan bunda mita, Athira memakai gaun nya secara bergantian dan menampilkan diri nya kepada bunda mita.


.....


di lain sisi, Kini Aldeen, Anfal, Alvin, dan Ando berada di sebuah cafe yang ada di Mall tersebut. Mereka sama sekali tidak tertarik untuk ber belanja, Kini mereka hanya bermain game online bersama di hp canggih nya masing-masing. Baru saja bermain game online bersama selama 3 menit, se orang pelayan menghampiri mereka dan menegur untuk tidak berisik. Benar- benar deh kelakuan Anfal selalu saja merusak ketenangan, yah anfal lah yang berisik dan selalu mengeluarkan umpat-umpatan nya.


karena teguran itu kini mereka bingung harus kemana dan ngapain, mereka hanya berkeliling tidak jelas.


"Woy, ini kemana si dari tadi cuman muter-muter doang, ****," celoteh Anfal tak tahu diri, yang lain hanya diam tanpa menggubris celoteh an Anfal yang mulut nya udah kaya emak-emak.


karena tak tau harus kemana lagi, kini mereka memutuskan untuk menonton bioskop. Karena tak tahu jadwal film hari ini nya jam berapa dan apa saja, mereka hanya memilih film asal, tentu bukan film romance, melainkan Film Action.


dalam bioskop~


"Anjayy, gue yakin nih pasti si martin pelaku nya" tebak Anfal di tengah-tengah fokus menonton Film, sambil memakan Popcorn ia masih saja ber celoteh.


"Gila itu si Alex udah nanggung *****, malah bunuh diri dah **** dasar,"


Alvin, Ando, dan Aldeen hanya diam tanpa menggubris


Entah deh dari empat A ini, kenapa hanya Anfal saja yang selalu berbeda pendapat dengan A yang lainnya, hanya Anfal aja yang mulut nya suka banget nyeloteh ga jelas, Di banding dengan A yang lain nya mungkin hanya Anfal aja yang tak waras.


....


"Bun ... ini ga ke banyak an?, Thira ga perlu beli baju se banyak ini kok bun ...." cicit Athira masih tak percaya, ia di belikan banyak sekali baju, dari gaun, hoodie, baju tidur dan bawah an. Bunda mita juga membelikan beberapa skincare dan makeup remaja. Jujur, Athira bukan tipe perempuan yang memperhatikan fashion dari atas sampai bawah, ia menggunakan apa ada nya dan se butuh nya.

__ADS_1


"Ini buat kebutuhan kamu, kamu udah remaja masa gak pakai begini an sih??" ucap bunda mita kagum pada Athira yang apa ada nya.


"Yahh, tapi ini terlalu banyak buat Athira, Athira kurang suka skincare an sama makeup,bun." kata Athira masih tak enak.


"Yaudah simpen aja, kali aja kamu mau nyoba-nyoba," ujar bunda mita sambil mengelus puncak kepala Athira.


Athira mengangguk dan tersenyum pada bunda mita.


Selesai berbelanja pakaian~


"Tunggu sebentar," tutur bunda mita sambil mengeluarkan handphone nya dari tas nya. Athira menurut.


Kini bunda mita sedang mengetikkan sesuatu di handphone nya, setelah selesai ia kembali menyimpan handphone nya lalu menenteng kan tas belanjaan.


"Nah, yuk!" ajak bunda mita, Athira pun menurut dan mengikuti langkah bunda mita.


 


 


kini mereka sedang berada di perjalanan pulang.


"Athira belanja apa aja, bun?" tanya ayah Al kepada bunda mita


"Belanja kebutuhan nya aja sih, kayak baju sama gaun tadi bunda udah beli, cocok banget tau yah di badan thira." seru bunda mita sambil tersenyum ayah al pun juga.


malam ini akan sangat ber sejarah dalam hidup Athira, Athira masih belum tau apakah hidup nya akan mulus setelah menikah, apa akan bahagia?, Atau pernikahan ini hanya untuk membahagiakan nya sementara untuk beristirahat? lalu akan ada ujian yang lebih dahsyat lagi?


hanya Tuhan yang tahu jalan hidup seseorang, sebagai makhluk hidup seharusnya lebih bersyukur dengan apa yang di punyai. Tak akan hidup bahagia jika seseorang tak mengalami ujian terlebih dahulu. Maka sebaiknya kita bersyukur masih di beri ujian.


Karena kecapek an, kini Athira tertidur di mobil dengan kepala menyender di sisi pintu mobil.


*Keesokan harinya


beda dengan hari sebelum nya, kini Athira bangun lebih awal dari aldeen. Athira bangun pada jam 3  lewat 32 menit, Athira melakukan salat tahajud sebelum adzan subuh berkumandang, Inilah kebiasaan Athira sebelum menikah. Setelah Salat, kini Athira mulai merapihkan kamar kecuali ranjang tidur karena disana Aldeen masih terlelap. Sebelum merapihkan yang lain Athira meraphikan belanjaan nya terlebih dahulu.


Berbeda dengan cara extream nya, kini athira memilih untuk membangun kan nya dengan lembut. Ini baruu pasutriiiii, ga kaya kemarin ~ Author


"Kaa Aldeen ...." panggil Athira lembut sambil menepuk-nepuk lengan Aldeen menggunakan guling nya.


"Kaa ... suami kuu ...." panggil lagi Athira, Kini Athira menggoyang kan badan Aldeen menggunakan tenaga keras guling nya.


"Ehmm ...." lenguh Aldeen sedikit terganggu.


"Kaa ... udah adzann, kaka lagi pms??" pertanyaan bodoh Athira mulai kumat~


Aldeen mulai mengerjap-ngerjapkan matanya, matanya masih prosess menyesuaikan cahaya kamar.


"Pagii," sambut Athita tersenyum merekah.


"Ehmm ...." lenguh Aldeen mulai mendudukan dirinya di pinggiran ranjang.


"yashh!, kaa Thira wudhu duluan yahh, adzan subuh nya udah berenti." kata Athira lalu pergi masuk ke kamar mandi untuk wudhu


***


^Pukul jam 8 pagi, meja makan^


Rutinitas keluarga Alfiandra setiap pagi adalah sarapan pagi bersama, berbeda jauh dengan kelaurga Hendrik, jam segini palingan Athira lagi sibuk beres-beres rumah.


"Hari ini , hari terakhir kalian izin loh ... kalian ga mau jalan-jalan???" saran bunda mita lalu menyendokan makanan ke mulutnya.


"Ngga," balas singkat Aldeen dengan cepat, lalu meminum isi gelas nya sampai habis.


"Aldeen ini bener-bener deh! yaudah Athira jalan-jalan sama bunda aja yuk!" ajak bunda mita


"Ahm ... Thira di rumah aja deh bun, ada pr soalanya, hehe" kekeh Athira berbohong


"Pr apaan emang nya?" tanya bunda mita sambil menaikan kedua alis nya

__ADS_1


"Ehm ... itu pr bahasa indonesia, iya di suruh bikin cerita gitu,"


"Ouhh ... yaudah deh kalian di rumah aja, bunda sama Ayah mau pergi keluar." kata bunda mita sambil menatap sang suami. Sang suami tersenyum


Athira tersenyum menanggapi, lalu bunda mita dan ayah pun beranjak dari duduk nya.


"Bunda sama ayah pergi dulu ya!" teriak bunda mita dari ruang tamu


tak ada yang menanggapi nya, tapi diam mengerti. Athira pun membereskan meja makan, sebenarnya ini  sudah jadi tugas sang pembantu yang ada dirumah keluarga alfiandra, tapi karena sudah terbiasa dan rasanya ada yang ng ganjel di hati. Athira pun membantu sang pembantu.


"Gausah non gapapa, biar bibi aja," tolak halus bibi minah


"Gapapa bi, Thira bantu ya. Sediiikittt aja yaaa ...." pinta Athira sambil menaruh piring kotor di tempat pencuci piring.


"Tapi non, mending non temenin den Aldeen di kamar, mungkin dia kesepian" kekeuh bibi  minah tak enak jika di bantu.


Kini Thira benar-benar memaksa, tanpa mendengarkan ucapan bi minah. Ia langsung mencuci piring-piring kotor hingga bersih dan tuntas.


5 menit setelah selesai mencuci piring ...


"Yeayyy! selesai, tos dulu dong bi!" seru Athira sambil menaikkan sebelah tangan nya menunggu balasan dari bi minah.


Bi minah tersenyum menlihat kelakuan Athira, ia segera membalas tepuk an tangan dari sebelah tangan athira.


"Nah gitu dong, sekarang dan pokok nyaa Thira dan bi minah adalah Teman!!" seru Athira bahagia nya bukan main.


"Tem- teman, non??" tanya bi minah bingung sekaligus terkejut


"Iyaa temann, Friend," ucap Athira menaikkan jari kelingking nya, melihat bi minah ke bingungan dengan segera athira menaikkan tangan kanan bi minah dan menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking bi minah.


"Sepakat!!"


"Eh? apa non, ya ampun jangan bercanda deh, haha" ucap Bi minah mengira bahwa ucapan Athira hanya lelucon agar dirinya selalu semangat.


"Ah bibi mah ga asik!" ucap Athira sambil mengerucutkan bibir nya dan menampang kan wajah kecewa.


"E- eh non, non kenapa??"


Tiba-tiba ketawa Athira menggelegar, Bi minah sungguh di buat bingung dan kaget dengan kelakuan Athira yang absurd~


"Ok Teman, aku naik ke atas dulu yahh. Kalau ada yang mau ku bantu panggil Saja 'Thira', Thira langsung datang layaknya seorang superhero!" perkataan absurd nya membuat bi minah tertawa terbawa suasana, dan mereka berdua pun tertawa senang. Tanpa di ketahui dari keduanya  disana ada aldeen yang menatap nya dari lantai 2.


* Kamar


Cklek ... Athira membuka pintu kamar dengan perlahan, dan ia melihat Aldeen yang sedang sibuk bermain game di laptop besar nya itu. Athira kembali menutup pintu, lalu ia berjalan menuju lemari yang dimana laptop punya nya tersimpan di atas lemari itu.


Oh ya! kamar Aldeen itu besar nya bukan main yak! nanti kalau udah ketemu bakal langsung ku terapkan foto nya disini UwU~


Athira memulai kebiasaan nya di laptop nya, ia sangat menyukai kedamaian, ia pergi ke balcon atas rumah (bukan balcon kamar yaa). Balcon atas rumah Alfiandra itu benar-benar adem di liatnya dan aesthetic tentunya, ia bener-bener gila dengan ke mewah an rumah Alfiandra. Sangat jauhh bedanya dengan suasana rumah nya, dirumah nya mana bisa ia sesantai ini, memainkan laptop sambil mendengarkan lagu yang mengalir dari kabel headset, bisa bisa kupingnya sudah punah dari tubuhnya. Hah mengerikan :)


Lagu ' It's you - Ali Gatie ' memenuhi liang telinga nya, jari lincah nya mengetikan setiap alphabet yang menjadi kata demi kata. Bibir nya mengulangi ketikan yang ia ketik di keyboard laptop nya mencari kesalahan yang bisa di perbaiki. Dengan hati tenang dan sedang bertaburan bunga sangat membantu cerita yang akan ia tulis. Senyum manis nya merekah di bibir merah muda nya. Tak tau apakah ini hari keberuntungan nya, hari ini ia sangat bahagia dan tenang.


tiba-tiba seekor kucing jenis persia bergelayutan di paha nya lalu mendengkur di pangkuannya, benar-benar hari yang damai~ Athira benar-benar tidak tahu bahwa keluarga Alfiandra menyukai kucing, dari dulu Athira sangat menyukai kucing dan hampir memelihara nya. Tetapi, baru saja ingin di pelihara orangtua nya langsung mengusir kucing itu, dan sampai sekarang pun athira tidak tahu dimana kucing itu berada. Sesekali Athira mengelus bulu kucing yang ada di pangkuannya.


Hari ini hanya ada Aldeen,Athira, dan  para pekerja yang ada di rumah ini. yang lainnya sedang pergi, Alvin ia bekerja sebagai presdir di kantor A.F group, yang dimana Ayah Althan lah yang menjadi CEO di A.F group.


Baru saja Ep.19 yang ia tulis mau selesai, seorang lelaki dengan kaus hitam polosnya dan celana pendek selutut berwarna army datang dan duduk di kursi kosong sebelah Athira, membuat Athira yang sedang bersantai terkejut.


TBC.


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh


Note : Next Ep bakal ku buat khusus Cast pemain Journey Life, Athira ^_^


 


 

__ADS_1


__ADS_2