Journey Life,Athira

Journey Life,Athira
Episode 13


__ADS_3

Yang Ia Semkan dalam benaknya hanyalah, Semua pasti bisa asal selalu berusaha, akan ada pelangi setelah derasnya hujan. Kesedihan dan Keluhan tak ada sangkut pautnya dengan yang ia impikan


Journey Life, Athira ~ Ep. 13


*Keesokan Harinya


Hari ini hari terakhir berlibur di bandung, Karena besok akan memulai rutinitas weekday seperti biasanya. Dan pagi hari ini mereka memulai dengan sarapan pagi yang sudah tersedia lengkap dari hotel tersebut. Setelahnya, mereka berencana ke rooftop Hotel tersebut, disana tersedia Kolam renang, Gym, Spa, dan lain sebagainya.


Berbeda dengan yang lain, kini Athira hanya menatap pemandangan yang indah nan luas di rooftop hotel tersebut. Cuaca yang dingin, dan kabut yang berada di mana-mana membuatnya senang karena telah merasakan hal yang baru.


"Ka, maaf boleh minta tolong fotoin,nggak?" tanya seseorang kepada Athira.


Athira menoleh dan tersenyum ramah, lalu menjawab, "Oh, boleh-boleh, kok!" seru Athira menerima uluran Handphone Orang asing tersebut. Lalu, mulai mengambil foto orang asing tersebut.


"Makasih, kak!" ucap orang tersebut.


Athira hanya tersenyum menanggapi nya. Lalu, Athira hendak duduk kembali ke tempat duduk semula nya tetapi dirinya tidak sengaja menyenggol seseorang yang tak ia kenal. Sehingga Minuman Yang di genggam orang asing tersebut tumpah dan mengenai baju ping pastel nya.


Athira terkejut saat tumpahan minuman manis mengenai baju nya,  "Ehh!?" athira menatap baju nya yang sedikit terkena tumpah air tersebut.


"Eh?  maaf-maaf, aduh ya ampun, maaf gimana, nihh" panik orang asing tersebut.


"Eh, eng-enggak, nggak kenapa-kenapa kok, aku yang minta maaf ga lihat-lihat dulu, maaff.... " sanggah Athira tak terima permintaan maaf orang asing tersebut, jelas-jelas ia lah yang tak lihat-lihat terlebih dahulu.


"Aduh... Jadi gimana nih, itu baju kamu," orang asing tersebut masih panik dengan tumpahan minumannya yang sedikit terkena baju Athira, Karena minuman tersebut manis, bisa-bisa badan Athira akan lengket terkena tumpahan air tersebut.


"Ak-aku bisa ganti baju,kok! Tenang saja, aku benar-benar minta maaf,ka." ulang permintaan maaf Athira.


"Ah! Ngga-ngga, saya mah gapapa, saya benar-benar minta maaf ya" orang tersebut menampilkan wajah ramah di taburi panik.


Athira hanya tersenyum menanggapi nya, oh ayolah cuman baju yang terkena sedikit tumpahan air tersebut orang itu sampai panik seperti itu.


"Saya Permisi." pamit orang tersebut meninggalkan senyuman manis, Bahkan manis nya sampai ngalahin dessert yang tadi pagi sudah ia makan.


Athira tercengang menatap Ketampanan orang asing tersebut, masih berdiri tegak menatap kepergian orang asing tersebut, dan sayang nya ia tak mengenali orang tersebut, dan mungkin ini lah pertemuan pertama dan terakhir nya, sungguh ini lah yang paling menyakitkan, sudah suka pandangan pertama eh langsung jadi pandangan yang terakhir~


Athira membuyarkan Lamunan nya lalu kembali duduk dan menutup muka nya yang kian memerah tak tau kenapa. Rasanya pipinya sangat panas seperti kepiting rebus, sampai-sampai ia melupakan baju nya yang telah terkena minuman manis.


^^^


Setelah selesai mengganti baju nya menjadi hoodie, kini Athira tak berniat kembali ke rooftop hotel, rasanya sudah tak mood lagi dan memilih diam di kamar hotel saja sambil menonton film di tv yang tersedia di kamar tersebut.


Tiba-tiba pintu kamar hotel terbuka dan menampilkan sosok lelaki yang di duga adalah Aldeen.


Aldeen masuk kamar hotel dengan 2 tangan yang masing-masing nya mengenggam segelas minuman hangat.


"Ambilah," tutur Aldeen menaruh 2 gelas minuman hangat tersebut, yang satu berwarna hijau di duga berasa Matcha dan yang satu nya lagi adalah berwarna coklat ombre dengan putih yang bisa di duga berasa fresh milk brown sugar.


"Ka Aldeen yang mana?" tanya Athira masih menatap 2 minuman tersebut.


"Apa saja." balas aldeen singkat dengan mata yang menatap layar handphone yang di genggam nya.


"Ehm... Thira ambil yang matcha,ya...." ucap Athira meraih minuman hangat rasa matcha dan mulai mencicipi nya perlahan.


Tiba-tiba tangan aldeen di julurkan mengarah ke athira, athira di buat bingung dengan apa yang di lakukan suaminya. Aldeen menggerakan ke empat jarinya seperti menyuruh kemari dengan mata yang masih sibuk menatap layar handphone nya.


Athira maju mendekat ke aldeen dengan wajah yang masih bingung, tiba-tiba aldeen menoleh ke arah nya dan mengerutkan alisnya seperti bingung dengan apa yang di lakukan athira.


Jadi bingung-bingungan kan.


"Gelas, ku." singkat Aldeen sambil melirik ke arah minuman hangat yang tadi sudah ia bawa.


"Ohhh!!! Astaghfirullah, bilang dong ka ya ampunn," kata athira sambil mengambilkan gelas minuman milik aldeen lalu memberikannya kepada aldeen.


Kini Posisi athira berada di tengah-tengah ranjang tidur dengan kaki yang di lipat dan mata menatap layar televisi, tapi nihil ia sama sekali tak bisa melihatnya karena tertutup oleh badan bidang suaminya.


"Ka... Geser sedikit dong," cicit Athira.


Aldeen menoleh ke arah Athira lalu bergeser sedikit, lalu Athira kembali berbicara, "Kaa... Dikit lagii," pinta Athira lagi.


Aldeen berdecak lalu duduk di tepi ranjang tidur tepat di samping Athira yang sibuk menonton film kartun di depannya.


Lalu, tiba-tiba suara dari televisi di kalahkan dengan suara dari game online Aldeen, dan Athira sungguh terganggu dengan suara game online tersebut.

__ADS_1


"Kaa, kecilin dong suaranya, thira lagi nonton," pinta Athira membesarkan volume Televisi.


"Akupun sedang bermain," balas Aldeen masih fokus dengan layar handphone nya dengan tangan yang bergerak kesana-kemari menyentuh sisi demi sisi handphone tersebut.


"Suara game nya juga cuman lagu sama lawanan, kecilinn napa," protes Athira mulai kesal.


Tak mendengarkan protesan Athira, aldeen malah makin membesarkan volume suara game online nya, sungguh hanphone nya benar-benar canggih hingga bisa menghasilkan suara yang besar layaknya seperti speaker.


"Kaa ih kecilinnnn!!" ucap athira sedikit berteriak. Tak mendapat respon kini athira memukul-mukul pelan aldeen seorang dengan guling.


Tentu Aldeen yang sedang fokus bermain game akan benar-benar terganggu.


"Kecilin!! Hanphone jelekkk, noobb!!!" teriak Athira meledek Aldeen dengan tangan yang masih menjalankan kegiatannya.


Kini Guling yang sedang athira pukul-pukuli ke aldeen kian berhenti di tahan dengan tangan aldeen, lalu mereka berdua saling bertatap.


"Tadi kamu bilang apa?" tanya aldeen dengan wajah yang datar.


"Kecilinn Volume Hanphone jelek kaka, Thira tau kaka Noob!" ulang athira lebih jelas dan lebih menantang.


"Noob??" aldeen mengangkat sebelah alisnya.


"Iyaa!  Udahh noob jelekk lagii terus idupp lagii." athira kian memperjelas semuanya.


"Apa pentingnya dengan kamu??"


"Subhanallah! Thira kan lagii nontonn kegangguu ga bisa dengerin percakapan nyaa!!" geram athira mendorong guling mengarah ke aldeen.


"Buat apa nonton kartun?"


"Buatt kesenangann kuuu, kenapa memangnya?!" geram Athira memukul mukuli Aldeen.


"Game juga buat kesenangan ku, lagi juga bisa menghasilkan uang."


"Hah?!  Uang??  Mana Mana??  Turun dari genteng?? Ehmm gaadatuh," kata Athira sambil berlagak mencari keberadaan uang.


Tiba-tiba Aldeen meraih remote tv dan memencet tombol berwarna merah yang otomatis televisi tersebut akan mati.


"Heh!!" pekik Athira berusaha merebut remote tv tersebut dari genggaman tangan aldeen.


Aldeen melotot kearah athira dan berusaha merebut handphone nya dari athira.


Aduhh ini kenapa pada rebutan si~


Athira berlarian kesana kemari menghindari Aldeen yang kian mencoba merebut handphone dari genggaman athira.


Karena ruangan yang tak cukup besar untuk berlindung kini jalan terakhir hanyalah masuk ke dalam kamar kecil atau kamar mandi. Yap! Athira masuk ke kamar mandi dan mengunci diri dari dalam.


"Hey! Kembalikan!" pinta Aldeen menggedor-gedor pintu kamar kecil.


"Bodoamat!" tak acuh athira, dan kini ia berada di depan cermin besar yang memantulkan dirinya. Ia merapihkan rambut nya, dan seketika niat jahil nya lewat~


Ia berniat akan memainkan handphone, tapi karena ia masih menpunyai rasa malu, ia tak akan mengecek aplikasi milik aldeen terkecuali Kamera. Ya! Athira berniat foto-foto berusaha memenuhkan memori aldeen.


Ckrek!  Ckrek!  Ckrek!


Sudah banyak foto yang di ambil Athira, dan tak sepenuhnya ia mengambil foto dirinya, saking gabut nya ia juga mengambil foto seluruh sisi ruangan kamar kecil.


Dari Sikat gigi, tempat sampah, toilet, bathub, dll.


"Hey! Apa yang kamu lakukan?!" teriak aldeen dari balik pintu kamar mandi.


"Main Game!" balas athira geram dengan yang di tanyakan Aldeen.


"Kembalikan!!"


Cklek!  Athira membuka pintu kamar mandi dan melewati Aldeen begitu saja tanpa acuh. Aldeen yang melihat tak ada handphone nya di genggaman athira kini mencari handphone nya dalam kamar mandi.


Aldeen melongo melihat handphone nya di dalam tempat sampah dengan layar yang basah. Benar-benar bocah itu.


Jam 3 sore telah tiba, kini Keluarga alfiandra sedang check out dan akan kembali ke kota asalnya. Setelah selesai merekapun pergi dengan mobil masing-masing.


*Dalam mobil

__ADS_1


Disini lah mereka, di landa keheningan. Akibat pertengkaran kecil di dalam kamar hotel tersebut mereka masih saling mendiamkan.


ALDEEN POV


Karena hening gua nyalain radio mobil gua, sebenernya gua juga bodoamat sama dia, mau sampai kapanpun juga gua ga bakal ngomong duluan selain dia.


Tiba-tiba gua kaya ngedenger suara desisan gitu, karena penasaran gua pun melirik ke arah dia, dia lagi ngebungkuk gitu di kursi penumpang sambil melukin kedua kakinya biar ga lepas. Gua bingung lah dia kenapa tiba-tiba bisa kaya gitu, tapi sebisa mungkin gua bodoamat bisa aja dia sengaja biar gua yang minta maaf duluan.


Desisannya makin menjadi-jadi gua khawatir, kali aja dia dapet usus buntu.


"Kenapa?" tanya gua dengan nada datar. Gua melirik ke arah dia tapi dia malah buang muka dan malah menatap jalanan.


Karena dia ga jawab gua anggap dia ga apa apa.


"E-Ehh kaaakkk!!!" pekik nya menggelegar, gua yang lagi tenang dan santai menyetir tentu terkejut dengan pekikan nya, otomatis gua berhenti di pinggir jalan.


Gua menatap dia bingung plus kesal, apa dia ga mikir kalau kaya gitu bisa jadi kecelakaan.


Dia natap gua balik dengan wajah seperti mengira-ngira dan aneh nya dia sambil goyangin pinggul nya pelan-pelan.


"Apansih." geram gua menatap jalanan dari kaca jendela membiarkan dia berfikir sendiri.


"Kak! Tanggal berapa sekarang??" tanyanya.


"dua enam." balas gua singkat.


"Kak, bantu thira cari toilet umum,dong" pintanya.


Astaghfirullah, bilang kek dari tadi kalau kebelet, pake basa basi nanya tanggal.


Gua menjalankan kembali mobil dan mencari pom bensin karena di sana biasanya tersedia toilet umum. Setelah sampai dia langsung turun dari mobil dan berlari kecil menuju toilet umum wanita. Dan, gua nunggu dia dari dalam mobil.


Gak lama ada seorang lelaki asing ngetok-ngetokin kaca pintu mobil gua, gua pun nurunin kaca dan mengangkat alis meminta penjelasan kepada lelaki asing tersebut.


"Punten bang, itu tadi aya perempuan yang minta anjeun ka ditu," ucap lelaki asing itu dengan bahasa logat nya.


Gua pun menurut dan turun dari mobil,tak lupa mengunci nya. Lalu, berjalan menghampiri Athira. Dari luar juga udah keliatan kalau Athira lagi nunggu di depan toilet umum wanita.


"Ada apa." tanya gua datar.


"Ehm... Ka, boleh minta tolong nggak??" tanya nya sedikit malu-malu.


Gua ngangkat sebelah alis gua bingung dengan sikap Athira.


"Di depan sana ada minimarket,kan?" tanyanya.


"Ada"


"Tolong beliin Thira p-pe-pem-pembalut," cicitnya dan mencepatkan kata Pembalut.


Gua melongo melotot bukan main, ini kali pertamanya gua di suruh beli pembalut. Gua mana ngerti sama pembalut.


Gua sedikit miringin kepala gua ga nyangka kalau Athira nyuruh gua beli kaya gituan dengan wajah tak terima gua menolak.


"Kakkk, ih alah plis napa." pinta nya memohon tak ikhlas.


"Ga, beli aja sendiri." tolak gua mentah-mentah.


Dia cemberut dengan muka sedikit berfikir dengan tangan yang ia lipat di depan dada nya.


"Eh, Mba-mba," panggil athira kepada seorang wanita dewasa. Gua noleh natap wanita yang di panggil Athira.


Athira pun meminta kepada wanita tersebut dan di terima. Setelah wanita itu pergi dia natap gua tajem, setajem silet, sesadis leser.


Gua muterin bola mata gua tak acuh lalu pergi meninggalkan nya. Dan tak lama, ia pun kembali dari toilet umum dengan wajah yang di tekuk.


5 jam sudah berlalu, dan kini gua masih fokus menyetir, jujur gua bener-bener udah pegel banget, dan setelah mencapai puncak capek pake Banget dan Udah Over banget sih, lebay~. Gua pun menghampiri rest area yang berada di pinggir jalan, dan memberhentikan mobil di parkiran yang sudah tersedia.


Jam sudah menunjukan pukul jam 8, Ortu gua katanya udah jauh dan kaka gua baru aja ngelewatin rest area ini, dan cuman gua yang udah ketinggalan. Gua ga terlalu peduli, toh gua tau jalan pulang ini. Gua pun menyenderkan punggung tegak gua ke penyangga kursi yang udah gua turunin sedikit lebih nyaman untuk tiduran. Athira sudah tertidur lelap sedari 6 sore tadi. Oh ya, ngga lupa gua ngebuka sedikit kaca mobil dan mematikan ac mobil karena jika tidak bisa berbahaya.


Karena lelah gua pun cepat terlelap dan menghampiri alam bawah sadar gua.


TBC.

__ADS_1


(: Terimakasih yang sudah membaca :)


-Nadiaalyazh


__ADS_2